RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 41


__ADS_3

"Selamat datang di kerajaan matahari Nona muda" ucap prajurit penjaga gerbang membungkukkan badannya setelah mengembalikan token identitas Mo Da Xia, Zhou Wei dan Lian.


"Ya" ucap Mo Da Xia tersenyum tipis.


"Ayo" ucap Mo Da Xia yang langsung melesat ke ibukota kerajaan matahari diikuti Zhou Wei dan Lian dibelakang nya.


Sampai di ibukota Mo Da Xia memelankan kecepatannya, ia memandang sekitarnya takjub akan keindahan kerajaan matahari, lampu tabung menyala begitu terang sepanjang jalan, terlihat banyak bunga matahari tertanam rapi disekitar halaman rumah penduduk, benar benar begitu indah meskipun dimalam hari.


"Disitu Yang mulia" tunjuk Zhou Wei kearah restoran mewah tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Mo Da Xia melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang ditunjuk oleh Zhou Wei yaitu sebuah restoran paling mewah di ibukota, saat masuk kedalam ternyata pengunjung begitu ramai, dari bangsawan kelas menengah hingga bangsawan kelas atas, itu semua terlihat dari pakaian yang sedang mereka kenakan.


Pandangan mereka semua tertuju pada Mo Da Xia, tatapan iri terpancar dengan jelas dimata para gadis bangsawan, bagaimana tidak? memiliki wajah yang sangat cantik dan kulit seputih salju serta hanfu yang sangat mewah bahkan harga nya bisa membeli sebuah kediaman mewah melekat ditubuh gadis kecil itu, bahkan ia memiliki dua pemuda tampan dan seksi disisi nya.


Mo Da Xia memasang wajah datar nya menuju satu meja kosong yang berada ditengah-tengah restoran dengan langkah anggun dan tegas, aura bangsawan memancar dengan begitu kuat, sehingga membuat para gadis bangsawan merasa sungkan padanya, namun masih ada beberapa gadis dari bangsawan menengah yang melihat padanya dengan pandangan sinis.


"Apakah Nona muda ingin memesan sesuatu" tanya pelayan restoran menghampiri meja yang Mo Da Xia, Zhou Wei dan Lian duduki.


"Hidangkan semua makanan enak yang ada di restoran ini" perintah Mo Da Xia.

__ADS_1


"Baik Nona muda" ucap pelayan membungkuk lalu bergegas ke dapur untuk menyediakan hidangan terenak yang mereka miliki.


"Huh, apakah ia ingin pamer kekayaan, atau jangan jangan semua uangnya adalah hasil dari menjual tubuhnya itu, lihatlah bahkan sekarang ia sedang bersama dua pemuda tampan bersamanya" ucap gadis bangsawan menatap Mo Da Xia sinis begitupun dengan teman satu meja nya.


Syuttt... Tak... suara belati menancap di samping kepala gadis bangsawan tadi karena mejanya memang berada didekat dinding restoran.


"Sepertinya sehari tanpa ada orang bodoh itu akan sangat mustahil" ucap Mo Da Xia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju meja para gadis bangsawan yang terlihat mematung dan ketakutan.


"A ap a yang k au lak u kan" tanya gadis bangsawan yang mengolok-olok Mo Da Xia tadi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Ohh, apakah kau takut" tanya Mo Da Xia balik dengan seringai seram dibibir nya.


"Astaga, aku sungguh tidak sengaja" ucap Mo Da Xia menutup mulutnya seolah-olah ia benar-benar tidak sengaja melakukan nya, padahal orang sekitarnya pun tahu jika Mo Da Xia melakukan nya dengan sengaja.


"Hiks, sakitt" ucap gadis bangsawan meneteskan air matanya sambil memegang luka dipipi nya.


"Hentikan" ucap pemuda yang satu meja dengan gadis itu menarik rambut Mo Da Xia dari belakang, namun orang yang ditariknya justru tidak bergerak sama sekali.


"Beraninya tangan kotor mu itu memegang rambut Ratu ku" teriak Lian ingin menyerang pemuda yang masih menarik rambut Mo Da Xia dengan kencang namun langsung terhenti ketika melihat tangan yang memegang Mo Da Xia itu kini telah terpenggal dua.

__ADS_1


"Arghhh..." teriak pemuda itu menahan sakit yang luar biasa, darah segar mengalir begitu deras jatuh kelantai restoran.


"Berpikir lah sebelum berbuat sesuatu" ucap Mo Da Xia dingin serta tatapan tajam nya dengan tangan yang memegang pedang berwarna merah darah yang berlumuran darah.


"Kau... lihat saja aku akan membalas dendam atas apa yang telah kau lakukan pada tangan ku" ucap pemuda itu dan langsung pergi keluar restoran diikuti teman teman satu mejanya termasuk gadis bangsawan yang telah mengolok-olok Mo Da Xia tadi.


"Lian" ucap Mo Da Xia menatap Lian memberikan isyarat mata.


"Baik Yang mulia" ucap Lian mengerti dan langsung melangkah keluar restoran untuk melakukan perintah dari Mo Da Xia.


Mo Da Xia menggunakan elemen air nya membersihkan darah darah yang ada di lantai restoran, tentu hal itu akan menggangu aktivitas makan para pengunjung restoran mewah itu, bahkan ia melihat beberapa pengunjung restoran yang memuntahkan isi perutnya karena melihat apa yang terjadi.


Mo Da Xia tidak hanya membersihkan darah yang berceceran dilantai namun ia juga membersihkan rambutnya yang kena pegang pemuda yang telah ia potong tangannya, lalu Mo Da Xia mengeringkan semuanya dengan api hitam dan kembali duduk ke meja sambil menunggu Lian datang.


Tatapan sinis dari para gadis bangsawan kini berubah menjadi tatapan memuja, beberapa dari mereka mencoba untuk menjilat pada Mo Da Xia, mereka berpikir jika dekat dengan bangsawan hebat seperti Mo Da Xia maka nama mereka akan tenar dikalangan masyarakat maupun bangsawan lainnya.


"Salam Nona muda, perkenalkan nama saya adalah Ling Ling dan ini teman teman saya Nona muda" ucap gadis bangsawan bernama Ling Ling itu dengan suara yang dilembut lembutkan, ia juga sesekali mengedipkan mata nya pada Zhou Wei yang duduk disamping Mo Da Xia.


"Wah, hahahaha" tawa Mo Da Xia membuat mereka semua bingung, mengapa gadis kecil itu tiba tiba tertawa pikir mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2