
"A-apa yang kau katakan kakak Zhou?" bata Putri Kaili bertanya dengan wajah yang seolah-olah tak mengetahui apa yang sebenarnya telah ia lakukan selama ini dibelakang Zhou Wei.
Plakkk...
"Dasar wanita jal*ng" Mo Da Xia menampar wajah Putri Kaili sangat keras hingga mengeluarkan darah dari kedua lobang hidungnya.
"Wanita seperti dirimu sungguh benar-benar membuatku sangat jijik" sarkas Mo Da Xia dengan mata merah menyala.
Amarah yang sedari tadi sudah berusaha ditahannya dengan kedua tangan yang terkepal akhirnya benar-benar sudah tak dapat dibendung lagi setelah melihat sikap dari Putri Kaili yang berlagak polos dan tak tahu apa-apa.
Jangan heran mengapa Mo Da Xia yang awalnya tak tahu apa-apa tentang yang terjadi dihadapannya tiba-tiba saja ikut mengepalkan tangannya menahan marah, tentu saja dengan kekuatan nya yang sudah begitu kuat itu ia dapat mencari informasi mengenai hal yang sebenarnya terjadi antara hubungan pengikut setianya Raja Zhou dengan seorang Putri yang bernama Kaili itu, tentu saja ia tidak akan sembarang menampar Putri itu tanpa mencari tahu sama sekali kebenaran dibelakangnya, yaa meskipun Zhou adalah pengikut setianya, bukan berarti ia dapat segampang itu percaya dengan ucapan Zhou Wei yang mengatakan jika Putri Kaili menduakan nya.
Meskipun sikap Mo Da Xia selama ini terhadap para pengikut setianya terlihat biasa saja, namun jauh dari lubuk hatinya yang terdalam ia justru sungguh begitu mengkhawatirkan dan memperhatikan apa yang terjadi pada seluruh pengikut setianya, bahkan tanpa sepengetahuan dari siapapun selama ini ia diam-diam ikut membantu mengatasi masalah yang terjadi antara kehidupan masing-masing yang dijalani para pengikut setianya selama ini, tanpa ada satupun yang menyadari tindakannya itu, kecuali para ayah nya yang begitu kuat dan tiada tanding itu.
|| Kembali ke topik ||
"Apa yang kau lakukan" teriak Putri Kaili tak terima sembari kembali mendirikan badannya yang kembali terjatuh karena tamparan dahsyat yang Mo Da Xia berikan padanya tadi.
"Kau menyebut diriku sebagai gadis jal*ng?????.. Memangnya siapa dirimu yang bisa mengatakan hal tersebut tanpa sedikitpun bukti yang bisa kau berikan heh!" seringai Putri Kaili.
"Dan kalian" henti Putri Kaili sembari menunjuk seluruh menteri yang ada didalam aula kerajaan tanpa terlewatkan sedikit pun.
"Bukankah kalian sendiri pun tahu jika selama ini justru kakak Zhou lah yang bersikap dingin kepada diriku dan tak pernah memperhatikan ku lagi setelah peperangan besar itu dan bahkan kalian pun sama sekali tak melihat satupun bukti yang menunjukkan jika diriku berselingkuh dibelakang kakak Zhou, lantas mengapa kalian sekarang justru seperti tidak mempercayai diriku???" ucap Putri Kaili yang berhasil memanipulasi pikiran dari para menteri Kerajaan Naga.
"Apa yang dikatakan Putri Kaili ada benarnya juga" bisik-bisik mulai terdengar dibeberapa mulut para menteri Kerajaan Naga, sedangkan yang lainnya lebih memilih untuk membungkam mulut mereka dibandingkan mengambil resiko untuk mendapat hukuman yang lebih berat lagi dari sang Raja kesayangan mereka yaitu Zhou Wei.
"Apakah sekarang kalian lebih memilih untuk mempercayai gadis itu dibandingkan Zhen Raja kalian sendiri??" ucap Zhou Wei dengan suara yang tertahan karena menahan amarah ketika melihat para menterinya sekarang terlihat bimbang hanya karena tipu daya dari seorang gadis jal*ng seperti Putri Kaili.
"Berhentilah membual terlalu jauh kakak Zhou, apakah kurang cukup kau membuat ku merasa sakit selama ini" ucap Putri Kaili meneteskan air mata buayanya, membuat para menteri menatap dirinya iba karena merasa begitu kasihan akan nasib malang yang telah dilalui sang gadis cantik dihadapan mereka.
__ADS_1
Drama yang memuakkan terus saja berlanjut sampai-sampai mereka semua tidak menyadari sama sekali jika gadis cantik yg berdiri disamping Zhou Wei kini tak terlihat keberadaannya lagi, entah kemana perginya Mo Da Xia saat ini, namun yang pastinya Putri Kaili lah orang yang terlebih dahulu tahu kalau Mo Da Xia telah pergi menghilang meninggalkan aula istana kerajaan Naga.
Melihat Mo Da Xia yang pergi menghilang entah kemana, kini seringai kejahatan kembali muncul dibibir mungil Putri Kaili, entah apa lagi yang akan ia perbuat kali ini.
"KALIAN SEMUA!!" teriak Putri Kaili secara tiba-tiba hingga mengejutkan beberapa orang yang nampak begitu fokus melihat pertikaian yang sedang terjadi.
"Apa lagi yang ingin kau lakukan gadis gila??" bentak Zhou Wei menahan kesalnya, jika saja yang mengganggunya kini bukan seorang wanita, maka sudah dipastikan sedari tadi kepala Putri Kaili akan menggelinding ke lantai aula.
"Cukup Yang mulia!!, meskipun anda seorang Raja di kerajaan besar ini, bukan berarti anda harus berperilaku seperti itu terhadap seorang wanita, terlebih lagi dia adalah tunangan anda sendiri" ucap Jenderal besar.
"Diam lah kau Jenderal besar, kau sama sekali tak tahu apapun tentang hubungan ku dengan gadis gila itu, jadi lebih baik diam lah sebelum Zhen melakukan sesuatu yang tidak pernah kau pikirkan di otak kecil mu itu" balas Zhou Wei tak mau kalah.
"Memang nya apa yang bisa anda lakukan Yang mulia??" seringai Jenderal besar menyeringai.
"Tentu saja Zhen akan mencabut pangkat mu sebagai Jenderal besar di Kerajaan Naga ini" ucap Zhou Wei.
Sebenarnya ia sungguh bingung dengan maksud dari seringai jahat yang tercetak di bibir sang Jenderal besar itu, namun kebingungan nya tak berlangsung lama karena dibuyarkan oleh Putri Kaili yang menengahi pembicaraan antara keduanya.
"Memangnya kenapa jadi kami harus diam dan mendengarkan ocehan tak jelas dari mulutmu itu" sirik Zhou Wei memandang Putri Kaili tak suka.
"Yang muliaa!!!" geram Jenderal besar menatap Zhou Wei dengan mata yang menunjukkan kekesalan yang teramat dalam membuat kecurigaan Zhou Wei padanya menjadi semakin bertambah.
"Apa??" sahut Zhou Wei menatap mata Jenderal besar dengan aura membunuh yang menguar dari tubuhnya.
"Sudahlah!! hentikan keributan tak berguna yang kalian lakukan" ucap Putri Kaili.
"Apakah kalian tidak menyadari sama sekali jika gadis jelek yang menduduki tahta Kakak Zhou tadi kini telah menghilang?" ucap Putri Kaili melanjutkan pembicaraan nya, tadi saja ketika Mo Da Xia berada dihadapannya, ia sama sekali tak berani mengatai Mo Da Xia sebagai seorang gadis yang jelek.
Sedangkan seluruh orang yang berada di aula Kerajaan Naga kini menampilkan raut bingung dan terkejut mereka, karena tak ada satupun dari mereka yang menyadari menghilang nya keberadaan Mo Da Xia disekitar mereka, bahkan aura keberadaan nya pun sama sekali tak terasa di dalam aula Kerajaan Naga saat ini.
__ADS_1
"Yang Putri Kaili ucapkan memang benar, kemana perginya sekarang gadis itu tadi"
"Entahlah.. setelah membuat keributan yang berkepanjangan, gadis itu kini hilang entah kemana, bahkan tak ada satupun orang dari kita yang menyadari kepergian nya sedari tadi"
"Ck, sudahlah.. bukan kah berarti itu tandanya gadis jelek itu kini sudah mengakui kekalahannya, mana mungkin seorang gadis rendahan seperti dirinya bisa melawan seorang Putri seperti saya" angkuh Putri Kaili yang menolak sadar akan dirinya yang sudah kena siksaan biasa dari seorang Mo Da Xia.
"Bukankah berarti apa yang dia dan Kakak Zhou ucapkan tadi hanyalah bualan semata, dengan tanpa adanya bukti yang sangat jelas, sudah dapat dipastikan bukan jika mereka hanya ingin memfitnah ku saja" ucap Putri Kaili semakin menambah percikan pada api yang sudah menjalar kemana-mana didalam aula yang kini nampak menampilkan raut wajah yang berbeda-beda dari setiap menteri yang ada.
"Ya...
Brakkkkkkk.....
Belum sempat Jenderal besar menyahut ucapan dari Putri Kaili, pintu aula Kerajaan Naga yang sangat begitu besar dan kokoh itu kini telah terbang melayang menabrak dinding aula yang berseberangan dengan tempat diletakkan nya pintu aula itu.
"I itu" bata semua menteri membelalakkan mata mereka ketika melihat siapa orang yang menendang pintu aula dengan sangat keras hingga berhasil merobohkan nya.
"Apakah anjing manis ini sudah selesai dengan bualan nya" ucap seorang gadis masuk dan berjalan santai sembari menyeret seorang pria yang berlumuran darah di seluruh tubuhnya.
"Kau.."
Brughh..
Sebelum Putri Kaili habis mengeluarkan ocehannya, gadis yang memasuki aula itu sudah lebih dahulu melempar orang yang diseret nya hingga mengenai Putri Kaili yang membuat keduanya tumbang secara bersamaan.
Sringgg...
.
Hallooo semuanya, author comeback dan akan kembali membawa cerita yang lebih seru lagiii, jangan lupa like dan komen yaa, agar author ttp semangat buat ngelanjutin cerita nya, babaiiiii🥰🥰
__ADS_1
.