RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 75


__ADS_3

Singkat cerita, akhirnya pada waktu peperangan itu Mo Da Xia benar-benar menggunakan jurus bayangan nya dan ia buat menyerupai tubuh Lian bahkan bagaimana Lian bersikap dengan sangat-sangat mirip, namun karena ingin rencana yang dijalankan nya itu lancar tanpa ada kecurigaan sama sekali, dengan sangat terpaksa ia harus melukai dirinya sendiri sampai-sampai memuntahkan seteguk darah dari mulutnya dan berpura-pura seolah-olah jika dirinya akan kehabisan energi spiritual, padahal masih begitu banyak energi spiritual yang tersisa didalam tubuhnya, oleh sebab itulah dirinya bisa dengan sangat mudah membantai musuh selepas kematian palsu Lian.


Setelah kematian palsu Lian yang berhasil membohongi semua orang, Lian dan Mo Da Xia langsung melancarkan rencana mereka untuk melakukan penyelidikan setelah Mo Da Xia mengajari Lian bagaimana cara membuat sebuah portal teleportasi, jika Lian berada di dimensi ras Phoenix untuk menyelidiki kedua orang tua Mo Da Xia, begitu pula Mo Da Xia yang berada di dimensi ras manusia yang sama-sama menyelidiki kedua gege nya Mo Lou Shen dan Mo Zu An dengan mengajak mereka membantai para musuh dan membuat semuanya tunduk dibawah kakinya.


Dan dalam lima tahun itu pula penyelidikan mereka sangat membuahkan hasil, dengan sekuat tenaga Mo Da Xia menguatkan hatinya menghadapi kenyataan dari hasil penyelidikan mereka selama lima tahun ini, jika saja tak ada Lian yang selalu menenangkan dirinya, maka sudah dipastikan jika dirinya akan mudah terpancing emosi dan langsung saja pergi menyerang kerajaan Phoenix karena penghianatan yang kedua orangtuanya lakukan.


Namun entah apa yang mereka lakukan dibalik penghianatan itu Mo Da Xia belum mengetahui nya sama sekali hingga sekarang karena seperti ada seseorang sangat kuat yang berada dibelakang mereka, namun dirinya juga bersyukur karena dibalik penghianatan kedua orang tuanya ternyata Mo Lou Shen dan Mo Zu An sama sekali tak terlibat dalam hal itu, bahkan mereka benar-benar menyayangi dirinya dengan begitu tulus dari hati mereka.


Tapi ternyata setelah itu semua dilewatkan oleh Mo Da Xia ternyata malam-malam nya masih saja tak tenang karena ada pemuda lainnya yang juga selalu datang kedalam mimpinya yang mengaku jika dirinya adalah Lucifer, didalam mimpi itu Lucifer menjelaskan berulang kali jika kekuatan yang dimilikinya ini hanyalah sebagian kecil dari seluruh kekuatannya, oleh sebab itulah Lucifer mendesak dirinya untuk mencari perwujudan-perwujudan dari semua ras terkecuali manusia sebelum ada yang mengambil kekuatan nya dengan cara terlarang dan berniat menguasai seluruh ras dengan kekuatan yang diambil.


Dan ya begitulah sekarang tadi ketika dirinya mendengar ucapan Nona muda Zhu Linyu yang mengatakan jika dirinya akan membawa Ratu Da Xia kehadapan mereka ia langsung saja kepikiran akan perkataan pemuda yang bernama Lucifer itu tentang perwujudan-perwujudan dari berbagai ras itu adalah menyerupai dirinya sendiri, baik itu dari seluruh tubuh namun entahlah dengan kekuatan.


Namun keterkejutan dan kemarahan nya tadi ketika baru bertemu dengan perwujudan itu karena ia memang baru mengetahui nya jika ia berada didekat para perwujudan yang entah dari ras apa ternyata ia juga akan merasakan apa yang perwujudan nya rasakan, tetapi kemarahan yang sempat terlihat padanya tadi pun juga karena hanfu yang digunakan oleh perwujudan itu adalah salah satu hanfu kesayangan nya, entahlah mungkin karena mirip dengan Mo Da Xia ia menjadi leluasa berada di istana dan memakai pakaiannya.


"Jadi anda tadi marah bukan karena ada yang menyerupai anda tapi melainkan karena dia menggunakan hanfu kesayangan anda" ucap Zhou Wei menganga tak percaya.


"Huhh, sia-sia saja niat melarikan diriku" gumam gadis yang menyerupai Mo Da Xia mengusap wajahnya kasar.


"Dasar kau ini, air mataku sudah terbuang sia-sia hanya karena menangisi kematian palsu dirimu itu" kesal Lang menepuk pundak Lian lumayan keras.


"Berisik" ucpa Lian menatap Lang datar.

__ADS_1


"Tapi adik" ucap Astaroth membuat pandangan semua orang diruangan itu langsung mengarah padanya.


"Apalagi" tanya Mo Da Xia.


"Ada satu hal yang sangat-sangat penting untuk kau ketahui sebelum semuanya terlambat, tapi sebelumnya tolong maafkan gege yang tak ingin berbicara jujur tentang dirimu yang adalah orang terpilih itu" ucap Astaroth menundukkan kepalanya.


Tak.. Tak.. Tak..


Suara langkah kaki Mo Da Xia berjalan mendekati Astaroth yang tengah menundukkan kepalanya karena merasa begitu bersalah pada Mo Da Xia.


Grepp...


"Tenanglah, tanpa kau menginginkannya pun gege akan terus menjaga dirimu dengan sangat baik adik, gege berjanji akan hal itu" ucap Astaroth membalas pelukan Mo Da Xia dengan tangan yang mengusap-usap kepala Mo Da Xia dengan lembut.


"A apa ini" ucap Mo Da Xia terbata dan langsung melepaskan pelukan dirinya dengan Astaroth.


"Arghhhh" teriak Mo Da Xia memegang kepalanya dengan sangat erat karena tiba-tiba saja kepalanya merasakan sakit yang luar biasa.


"Yang mulia" ucap para prajurit kerajaan iblis membuka pintu ruang kerja Astaroth dengan wajah khawatir karena mendengar teriakan yang begitu keras dari dalam ruang kerja Raja mereka.


"Kalian tunggu diluar saja, biar aku yang mengurus semua ini" ucap Astaroth pada para prajurit nya.

__ADS_1


"Baik Yang mulia" ucap para prajurit kembali keluar dengan wajah yang sedikit lega karena Raja mereka dalam keadaan baik-baik saja.


"Apa yang terjadi pada Yang mulia" tanya Lang khawatir.


"Entahlah, aku baru kali ini melihat dirinya berteriak kesakitan" ucap Zhou Wei menjawab pertanyaan Lang, mereka ingin mendekat untuk menenangkan junjungan mereka itu tapi terhenti karena Astaroth sudah terlebih dahulu menenangkan Mo Da Xia yang masih saja berteriak kesakitan.


"Adik tenanglah, terima semua itu dengan perlahan" ucap Astaroth yang sudah mengetahui sedari dulu jika hal ini akan terjadi jika dirinya berpelukan dengan Mo Da Xia.


"Hah.. hahh.. hah.." Mo Da Xia membuka matanya kembali dengan nafas yang tersengal-sengal.


"K kau" ucap Mo Da Xia dengan suara bergetar menatap Astaroth dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kakak" ucap Mo Da Xia kembali memeluk Astaroth dengan sangat erat, namun entah mengapa tiba-tiba saja ia merubah panggilan nya pada Astaroth dari sebutan gege menjadi sebutan kakak.


"Maafkan aku hiks, maafkan aku" tangis Mo Da Xia tak ingin melepas pelukannya sedikit pun.


.


Like, komen dan vote yaa guys 🥰 hadiah nya juga jangan lupa, dukung author selalu yahh...


.

__ADS_1


__ADS_2