
"Kakak" ucap Mo Da Xia kembali memeluk Astaroth dengan sangat erat, namun entah mengapa tiba-tiba saja ia merubah panggilan nya pada Astaroth dari sebutan gege menjadi sebutan kakak.
"Maafkan aku hiks, maafkan aku" tangis Mo Da Xia tak ingin melepas pelukannya sedikit pun.
"Mengapa kau tak mengatakan sedari awal jika ini adalah kau kakak, mengapa?" tanya Mo Da Xia mendongakkan kepalanya menatap mata Astaroth dalam, dirinya sungguh benar-benar merasa bersalah sekarang karena orang yang begitu berharga diwaktu kecilnya justru ia lupakan, pantas saja ketika Astaroth terus menjahili dirinya, ia menjadi tidak sanggup untuk menyerangnya seperti yang biasa ia lakukan pada orang lain, ya menyerang seperti memberi pelajaran kecil saja bukan menyerang seperti yang biasa ia lakukan untuk membunuh musuhnya.
"Kakak tidak ingin Xixi merasakan sakit hati yang lebih dalam lagi" ucap Astaroth tersenyum sedih menatap adiknya yang sudah tumbuh memasuki masa remaja itu, masa remaja yang seharusnya begitu berbunga-bunga dan begitu banyak kebahagiaan.
Namun bukannya mendapat begitu banyak kebahagiaan justru kesedihan lah yang sering didapatkan dirinya, ditambah lagi secara tak sengaja dirinya kini sudah mengetahui jika Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi bukanlah kedua orang tua kandung dirinya yang ia ketahui dari kepingan ingatan yang tiba-tiba saja memasuki kepalanya saat ia berpelukan dengan Astaroth tadi.
Tetapi kenyataan jika Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi sama sekali tak diperdulikan oleh Mo Da Xia yang memang sudah terlanjur kecewa terhadap mereka, bukankah seharusnya jika mereka bukan orang tua kandungnya maka mereka juga tak perlu menghianati nya seperti itu, huh! entah bagaimana Mo Da Xia selama ini dirawat dan diberi kasih sayang palsu oleh para penghianat itu, tinggal tunggu tanggal mainnya saja maka semua yang dilakukan oleh Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi dibalik penghianatan mereka pasti akan terungkap, entah itu baik ataupun buruk, hanya waktulah yang dapat menjawabnya.
Tapi jika dibandingkan dengan rasa sakit hatinya itu, kenyataan yang didapatnya dari kepingan ingatan mengenai Astaroth yang memasuki kepalanya tadi justru jauh lebih penting bahkan sangat penting jika dibandingkan dengan rasa kecewa dirinya terhadap Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi.
Mo Da Xia sungguh tidak mengira jika Astaroth adalah seorang yang sangat begitu penting dan juga disayangi diwaktu masih kecil, seorang yang merawatnya dengan begitu tulus bahkan jauh lebih tulus dibandingkan dengan kasih sayang yang diberikan oleh Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi selama ini.
Sebelum dirinya diserahkan kepada Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi, Astaroth lah yang merawatnya dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah sekalipun, namun karena suatu kejadian ingatan Mo Da Xia terpaksa disegel sebelum ia diserahkan untuk dijaga oleh Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi yang menyebabkan dirinya menjadi melupakan Astaroth yang telah merawatnya selama ini,
Namun jika sebutan Mo Da Xia yang memanggil Astaroth kakak tadi, itu sebenarnya adalah panggilan kesayangan nya kepada Astaroth yang sejujurnya adalah "kakak tampan", tapi karena sudah remaja berumur 16 tahun Mo Da Xia jadi merasa tidak pantas untuk menyebut Astaroth seperti itu, atau lebih tepatnya merasa geli sendiri jika memanggil Astaroth dengan sebutan "Kakak tampan".
|| kembali ke topik ||
"Tapi mau bagaimana pun itu, sekarang kakak tak bisa lagi untuk menutupi itu semua dari dirimu, kau harus mengetahui siapa jati dirimu yang sebenarnya sebelum musuh mengambil tindakan terlebih dahulu yang bisa membahayakan dirimu kapan saja" ucap Astaroth.
"Baiklah, cepat katakan apa yang ingin kakak ucapkan tadi" ucap Mo Da Xia mulai tenang.
"Hmm, tapi sepertinya kau pun tidak akan perduli dan tak akan berdampak pada dirimu jika kakak memberi tahukan rahasia yang belum kau ketahui ini" ucap Astaroth yang menyadari jika tak ada sedikitpun raut wajah yang menyiratkan kesedihan ketika adiknya itu mengetahui jika dirinya bukanlah anak kandung dari Raja Mo Fan Yan dan Ratu Chu Jingmi.
__ADS_1
"Katakan saja kakak" ucap Mo Da Xia malas.
"Apakah kau tidak ingin tahu siapa orang tuamu" tanya Astaroth yang berhasil membuat Mo Da Xia kembali menunjukkan raut wajah bahagia nya.
"Tentu saja, apakah kakak mengetahui siapa orang tuaku? cepat katakan padaku kakak, cepat katakan" pinta Mo Da Xia menggoyang-goyangkan badan Astaroth.
"Yayaya, tapi berhentilah Xixi, kepala kakak jadi terasa pusing sekarang" ucap Astaroth memegangi kepalanya.
Kedua orang itu sungguh sama sekali tidak memperdulikan orang disekitar mereka yang sedari tadi terus saja menatap mereka dengan ekspresi wajah yang berganti-ganti, bahkan kini mereka sungguh terlihat seperti anak kecil yang sangat polos, terkecuali Nona muda Zhu Linyu yang kini sudah menggerutu dan menyindir-nyindir Mo Da Xia dengan mulut sampahnya itu.
"Cih, apa-apaan itu apakah dia sedang membutuhkan belaian dari seorang lelaki sehingga dengan berani memeluk Yang mulia Raja Iblis seperti itu, memangnya apa yang ia miliki sehingga membuatnya menjadi sepercaya diri itu untuk merayu Yang mulia Raja iblis, bahkan dia memanggil Yang mulia Raja iblis dengan sebutan gege, huh sungguh gadis yang sangat menjijikkan" sinis Nona muda Zhu Linyu yang memang tak mendengarkan sama sekali apa yang dibicarakan oleh Astaroth dan Mo Da Xia, sehingga mengira jika Mo Da Xia sedang merayu Astaroth tanpa mengetahui jika Mo Da Xia dan Astaroth memang memiliki hubungan yang sangat dekat.
Dan sepertinya Nona muda Zhu Linyu memang masih kekeh berfikir jika Ratu kekaisaran Bulan darah yang sebenarnya adalah gadis yang menyerupai Mo Da Xia yang menyayangi dirinya selama ini dengan sangat tulus, mungkin!.
"Se.."
"Ke.."
"Diam" ucap Mo Da Xia lagi-lagi menghentikan ucapan Astaroth yang ingin menanyakan apa alasan Mo Da Xia menghentikan ucapannya.
"Ba... "
Dan ya, lagi dan lagi ucapan Astaroth terhenti karena kini Mo Da Xia melongos melalui dirinya menuju Nona muda Zhu Linyu yang berdiri angkuh tanpa menyadari begitu banyak tatapan marah dari para pengikut Mo Da Xia termasuk orang yang ia panggil jiejie itu sendiri juga ikut menatap dirinya marah karena ucapan yang terlontar dari mulut sampah nya itu.
"Bisakah Nona mengatakan apa yang Nona ucapkan diakhir kalimat tadi" pinta Mo Da Xia dengan senyum manisnya yang justru terlihat begitu menyeramkan membuat nyali Nona muda Zhu Linyu langsung menciut.
"Ayolah Nona cepat katakan, diriku ini tidak memiliki begitu banyak waktu untuk meladeni ocehan-ocehan mu itu" ucap Mo Da Xia memegang rambut Nona muda Zhu Linyu yang kini berdiri mematung dengan wajah yang memucat.
__ADS_1
"Me nga pa" ucap Nona muda Zhu Linyu memberanikan diri untuk bertanya.
"Karena..." ucap Mo Da Xia menggantung ucapannya dengan kaki yang berjalan mendekati Astaroth yang hanya menyaksikan dirinya saja sedari tadi.
"WAKTUKU HANYALAH UNTUK PRIA TAMPAN" seringai Mo Da Xia memeluk lengan Astaroth manja.
.
.
.
.
.
.
Visual Astaroth^>^
.
Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰
.
__ADS_1