
"Eitsss... mau kemana hm?" ucap Mo Da Xia yang tiba-tiba saja sudah berdiri dibelakang gadis itu dan memegang bahunya erat.
Blzz...
"Arghh/ssshhh" teriak gadis itu kesakitan karena seperti ada aliran listrik yang menyetrum keduanya ketika bersentuhan tubuh secara langsung, berbeda dengan Mo Da Xia yang hanya mendesis ringan karena terkejut tak mengira akan terjadi hal seperti ini ketika dirinya menyentuh gadis itu.
"Menjauh bodoh" teriak gadis itu pada Mo Da Xia marah.
"Hmm? memang nya siapa dirimu yang berhak mengatur diriku?" tanya Mo Da Xia mengangkat alisnya tidak ingin menuruti apa yang diperintahkan gadis didepannya.
"Jika ku bilang menjauh maka menjauhlah dasar bodoh" teriaknya kesal.
Swoshh... tiba-tiba saja angin berhembus dengan sangat kencang, membuat debu dan dedaunan menjadi beterbangan kesana kemari.
"Meimei, ikuti saja apa yang dikatakannya" ucap Astaroth muncul dari balik debu yang sudah mulai menghilang.
"Tidak bisakah kau datang tanpa membuat orang lain kesusahan" ucap Mo Da Xia menatap datar kearah Nona muda Zhu Linyu yang mengucek-ngucek matanya yang terkena debu.
"Maaf maaf ini semua karena gege begitu terkejut akan aura keberadaan nya yang tiba-tiba terasa dimensi ras manusia, untunglah gege datang tepat waktu, jika tidak mungkin sekarang kau sudah kehilangan nyawamu" ucap Astaroth menghela nafas lega.
"Kehilangan nyawaku" ucap Mo Da Xia mengerutkan keningnya.
"Tapi akan lebih baik kau menjelaskan semuanya di istana mu saja" lanjut Mo Da Xia menegur Astaroth yang berbicara begitu nyaring sehingga membuat beberapa orang langsung menatap kearah kumpulan mereka.
"Mengapa tidak di istana mu saja, padahal aku sangat ingin melihat bagaimana dekorasi istana mu ini" keluh Astaroth yang langsung mendapat lemparan kerikil dari Mo Da Xia tepat didahinya.
"Ssshh, meimei apa yang kau lakukan" tanya Astaroth mengusap dahi nya yang memerah akibat lemparan kerikil Mo Da Xia yang lumayan keras.
"Karena disini ada musang berbulu ayam, jadi jangan berbicara sembarangan" ucap Mo Da Xia yang tidak bisa dimengerti oleh Astaroth.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin ada musang yang berbulu ayam, aku ingin melihat nya, baru pertama kali aku mendengar ada musang yang memiliki bulu ayam" ucap Astaroth konyol yang langsung saja mendapat lemparan kerikil yang begitu keras untuk kedua kalinya, namun bukannya Mo Da Xia justru gadis yang menyerupai nya lah yang melemparkan kerikil itu dan mebatap sinis kearahnya.
"Ck, ternyata setelah lama kita tidak bertemu kebodohan mu semakin meningkat saja Astaroth" ejek gadis itu menatap Astaroth rendah.
"Apa maksudmu Mǔ lóng" ucap Astaroth tak terima mendapat ejekan dari gadis yang ternyata memiliki panggilan Mǔ lóng.
"Lebih baik kita segera cepat ke istana mu seperti yang gadis itu ucapkan, karena tak mungkin juga aku mengatakan apa maksud dari gadis itu disini" ucap Mǔ lóng menunjuk kearah Mo Da Xia yang hanya menatap mereka datar.
"Baiklah" ucap Astaroth mengaktifkan portal teleportasi nya.
"Kalian masuk terlebih dahulu" ucap Astaroth menatap kembali kearah orang disampingnya yang ternyata hanya tersisa gadis yang mirip dengan Mo Da Xia dan Nona muda Zhu Linyu saja.
"Kemana perginya adikku dan para pengikutnya itu" tanya Astaroth bingung menatap kesana kemari berusaha mencari keberadaan Mo Da Xia beserta Zhou Wei dan Lang yang tidak terlihat sama sekali.
"Entahlah" ucap gadis itu mengangkat bahunya acuh.
"Haisshhh.. ya sudahlah, cepat kau ajak gadis itu masuk ke portal agar segera sampai ke istana kerajaan ku" ucap Astaroth.
"Kurang ajar!! seandainya saja kau tidak ada hubungannya dengan adikku, maka sudah ku bunuh dan ku masukkan kau ke neraka paling bawah sedari tadi" gumam Astaroth dalam hati menatap gadis yang menyerupai Mo Da Xia kesal dan langsung ikut memasuki portal teleportasi.
...----------------...
"Sangat lambat" ejek Mo Da Xia menatap Astaroth beserta gadis yang menyerupai nya dan Nona muda Zhu Linyu dengan pakaian yang sudah kembali seperti semula, dengan hanfu merah darah serta mahkota cantik yang terpasang indah dikepalanya, tak lupa pula dengan jubah khas kekaisaran Bulan darah yang kini melekat indah ditubuhnya.
"Jiejie" ucap Nona muda Zhu Linyu menatap Mo Da Xia dengan mata melotot, karena sebelumnya Mo Da Xia sedang menyamar menjadi seorang gadis bangsawan kelas bawah, Nona muda Zhu Linyu menjadi tidak menyadari sama sekali jika wajah orang yang sering disebut nya jiejie itu begitu mirip dengan Mo Da Xia yang tengah berduduk santai dikursi Astaroth dengan kaki yang sengaja ia letakkan dimeja yang biasa Astaroth gunakan untuk dirinya menyelesaikan pekerjaan nya sebagai seorang Raja dari kerajaan Iblis.
"Oh ternyata mata Nona ini tidak begitu jeli sehingga tidak menyadari jika yang disinggung nya tadi adalah sang Ratu satu-satunya kekaisaran Bulan darah yang begitu hebat" ucap Mo Da Xia tersenyum miring dan sesekali menjunjung tinggi namanya dihadapan orang lain.
"Tidak mungkin! Ratu kekaisaran Bulan darah ada jiejie ku, bukan dirimu" ucap Nona muda Zhu Linyu menatap Mo Da Xia marah.
__ADS_1
"Hahahaha, kau sungguh begitu polos Nona, apa kau tidak diberitahu nya jika dirinya adalah diriku, diriku adalah dirinya dan kami adalah satu" ucap Mo Da Xia tertawa kencang membuat Nona muda Zhu Linyu menatap nya bingung, begitupun dengan Astaroth yang kini juga tengah kebingungan, namun dalam hal yang berbeda.
"Apakah kau mengetahui keberadaan 'mereka' meimei" tanya Astaroth menghentikan Nona muda Zhu Linyu yang sudah siap untuk kembali menyerocos ucapan Mo Da Xia.
"Huh!! jika saja kau langsung memberi tahu dengan jujur jika diriku adalah penerus mereka dan siapa diriku yang sebenarnya, maka aku tak perlu bersusah payah untuk mencari informasi ini semua" ucap Mo Da Xia menatap Astaroth sinis.
"Jadi waktu itu.."
"Ckckck, apa kau pikir aku begitu bodoh sehingga mempercayai perkataan mu dengan begitu mudah gege?" decak Mo Da Xia menggelengkan kepalanya.
"Mengapa kau sungguh berbaik hati hanya sekedar memperhatikan perasaan ku yang akan sakit hanya karena para penghianat itu" ucap Mo Da Xia yang membuat Astaroth semakin bingung dengan nya, waktu di dimensi ras manusia tadi ia menyuruh jika dirinyalah yang harus menjelaskan semuanya, tapi mengapa sekarang justru dirinya yang mendengarkan ucapan dan penjelasan dari gadis itu.
"Apa saja yang telah kulewatkan selama lima tahun terakhir ini" gumam Astaroth dalam hati, ia selalu saja mengawasi apa yang dilakukan oleh adiknya itu, tapi mengapa dirinya tidak mengetahui jika sebenarnya adiknya itu sudah mengetahui semua yang dirasahasiakannya selama ini, dan apa ini? apa maksudnya dari penghianat tadi.
"Apa maksudmu dengan para penghianat meimei" tanya Astaroth pelan takut menyinggung perasaan Mo Da Xia.
"Oh, apakah kau tidak mengetahui nya" ucap Mo Da Xia yang bukannya menjawab malah berbalik bertanya pada Astaroth, namun Astaroth hanya mengangguk-anggukan kepala nya saja tanpa mempermasalahkan Mo Da Xia yang justru berbalik bertanya kepada nya.
"Hmm, jika begitu bisakah gege menjelaskan semuanya kepada mereka" ucap Mo Da Xia membuat mereka semua bingung, dengan siapa ia berbicara saat ini?.
Swoshh...
Tiba-tiba saja seorang pemuda muncul tepat disamping Mo Da Xia dengan hanfu nya yang berwarna hitam berpadu dengan warna merah.
"Liannn" teriak Zhou Wei dan Lang membelalakkan mata mereka terkejut.
.
Komenn, komenn, komenn😠.
__ADS_1
.