
"Bukankah sudah ku peringatkan sebelumya!!! apakah telinga mu mendadak tuli putri Kaili???" geram Mo Da Xia.
Aura nya kian meningkat seiring bertambahnya waktu.
Para tetua dan yang lainnya tak sanggup lagi untuk berdiri karena tekanan besar yang mereka dapat, "uhukkk.." seteguk darah segar pun akhirnya termuntahkan dari mulut mereka.
Aura spiritual yang ada ditubuh mereka menjadi tidak beraturan. Sepertinya kini Mo Da Xia benar-benar marah karena ulah Putri Kaili, itu semua terbukti dari aura nya yang sama sekali tidak ia tahan, semuanya merembes begitu saja.
Sedangkan Lang dan Zhou Wei telah membuat kubah pelindung yang bisa melindungi mereka dari tekanan Mo Da Xia, mereka hanya bisa berdiam diri dan mengawasi sekitar saja bila sudah terjadi hal seperti sekarang ini.
"Hahahaha" tiba-tiba saja gelak tawa Putri Kaili terdengar menggema di dalam aula.
"Tidak perduli kau akan mengancam diriku seperti apa! memangnya siapa dirimu huh?? seorang gadis kecil seperti dirimu mana mungkin bisa menekan dan mengancam kekuasaan ku!!" seringai Putri Kaili.
Semuanya sudah terbongkar sekarang bagaimana sifat aslinya, jadi ia pun tak akan menahan diri lagi dan berpura-pura seperti orang lain dihadapan semuanya. Tidak perduli para tetua akan menantang nya atau tidak, selagi ia bisa merebut tahta kerajaan, maka orang-orang seperti para tetua itu bukanlah sebuah halangan berat.
Mendengar apa yang Putri Kaili ucapkan, bukannya merasa ketakutan Mo Da Xia malah menampilkan sebuah seringai menyeramkan di bibirnya, bahkan Putri Kaili sempat tertegun melihat seringai menyeramkan itu.
"Apakah kau sudah melupakan diriku Putri Kaili?, ah ataukah aku harus menyebut dirimu sebagai Hao Long?" seringainya.
__ADS_1
Putri Kaili membelalakkan matanya, "Kauu" ucapnya menunjuk Mo Da Xia, bagaimana gadis itu bisa mengetahui nama asli dirinya? disaat tidak ada satupun orang lain yang mengetahui kenyataan ini.
"Kenapa? apakah kau masih belum bisa mengingatnya hm?" Mo Da Xia perlahan berjalan mendekati Putri Kaili yang tengah menatapnya penuh dengan kewaspadaan tinggi.
Tangan kanan Mo Da Xia terangkat sembari menggumamkan sebuah mantra, tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya berwarna kuning keemasan sebesar bola pingpong.
Cahaya itu langsung meleset dengan kecepatan tinggi kearah Putri Kaili dan masuk kedalam keningnya.
Putri Kaili memegang kepalanya yang mulai terasa sakit bagaikan disayat sembilu, ia meraung dengan sangat keras, bayangan dan ingatan dari seseorang yang harus dihormati nya dan di tunggu kedatangan nya selama ini kini berputar bagaikan sebuah kaset didalam kepala.
Hingga beberapa menit berlalu Putri Kaili ambruk kelantai dengan darah yang keluar dari 7 lobang kepalanya. Mengapa ia bisa melupakan hal sepenting ini pikirnya, pantas saja ketika berdekatan dengan Mo Da Xia ia merasakan sesuatu yang aneh di tubuh nya.
Tetapi jika Mo Da Xia adalah orang yang harus melakukan penyatuan dengan nya nanti, kenapa disaat mereka bersentuhan sebelumnya tidak terjadi apa-apa?.. Bukankah seharusnya mereka akan merasa sengatan yang begitu menyakitkan, tapi kenapa tadi ia tidak merasakan sakit itu? apakah gadis itu berbohong?.
"Tidak! dia pasti berbohong.. tidak mungkin jika dia adalah orang itu" gumam Putri Kaili.
Dengan keyakinan penuh, Putri Kaili kembali berdiri. Badannya tiba-tiba mengeluarkan petir kemana-mana, sesuai dengan dirinya yang memang merupakan perwujudan dari ras Naga.
"Meskipun kau telah membantu diriku untuk mengingat kembali masa lalu itu, tapi itu semua tidak akan membuatku berubah pikiran!" ucap Putri Kaili.
__ADS_1
Mo Da Xia menghembuskan nafas kasar, "Bukankah diriku sudah berbaik hati untuk tidak membunuh nya?, kenapa perwujudan naga Hao Long ini begitu keras kepala dan bodoh?" batin nya.
Putri Kaili mengangkat kedua tangannya dan mulai memfokuskan seluruh aura spiritual, petir berwarna biru terpancar kesana kemari sampai tidak sengaja mengenai seorang prajurit dan langsung meregang nyawa.
"Apakah tidak masalah jika aku membunuh nya ayah?" telepati Mo Da Xia pada ketiga orang yang terus memperhatikan nya sedari tadi dipojok aula kerajaan Naga.
"Jangan putriku!! meskipun perwujudan Naga ini tidak sama dengan yang lainnya, tapi kau jangan sampai membunuhnya. Itu akan membahayakan nyawamu sendiri" jelas Dewa Zeus.
Jika saja ke empat ayahnya itu tadi tidak mengatakan jika Mo Da Xia bisa saja bersentuhan secara langsung dengan perwujudan naga nya dan tidak sama seperti perwujudan yang lain yang akan tersetrum jika bersentuhan dan akan terluka jika salah satunya terluka di jarak yang dekat sekarang ini. Ya mungkin saja Mo Da Xia akan menahan dirinya untuk menyiksa Putri Kaili. Bahkan wajah gadis itu tidak serupa sama sekali dengan dirinya, tidak seperti perwujudan yang ia temukan sewaktu di benua tengah.
Tapi berkat ucapan ke empat ayahnya, Dewa Zeus, Lucifer, Long dan Neculas. Maka dengan segenap hati Mo Da Xia bisa memperlakukan Putri Kaili sesukanya, tapi sayang ternyata ia tidak bisa membunuh gadis itu.
"MAJULAH JIKA KAU BERANI JA*LANG" teriak putri Kaili menantang, ditangannya sudah siap bola petir dengan kekuatan dahsyat yang siap menyerang Mo Da Xia kapan saja.
Sringggg...
Mo Da Xia mengeluarkan pedang hitamnya dari dalam kalung dimensi, aura iblis begitu pekat mengelilinginya membuat orang yang berada di aula menatapnya seperti menatap seekor hantu.
"Terlalu banyak bicara akan menjadi Boomerang bagi dirimu sendiri Putri Kaili" ucap Mo Da Xia mengelus pedang hitamnya.
__ADS_1
Aura membunuhnya sama sekali tidak ia hilangkan sedari tadi membuat kesan yang semakin seram dimata orang-orang yang berada disitu.
"Putriku memang sangat menarik!"