
"Kita berpencar" ucap Mo Da Xia.
"Baiklah" ucap Mo Lou Shen. Keduanya langsung melesat ke bagian yang berbeda.
Tak... Kaki Mo Da Xia mendarat sempurna diatap salah satu kediaman yang tampak mewah.
"Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk pembantaian" seringai Mo Da Xia karena hari sudah menjelang malam.
"Ah tapi" ucap Mo Da Xia terhenti ketika mendengar sesuatu yang sangat menganggu pendengaran nya.
"Menjijikkan" lanjut Mo Da Xia.
Disisi lain Mo Lou Shen sedang berada disalah satu kediaman yang tampak mewah namun tak semewah kediaman yang Mo Da Xia datangi.
"Wah, sepertinya itu adalah Tuan muda bangsawan Luan ini" ucap Mo Lou Shen ketika melihat seorang laki laki yang sedang berlatih pedang di belakang paviliun nya.
"Aku harus berlatih lebih keras lagi agar bisa sangat berguna jika ayah akan melakukan penyerangan pada Ratu kecil itu" ucap Tuan muda Luan Jichu sambil terus mengayunkan pedangnya pada boneka boneka jerami yang memang biasa untuk digunakan berlatih pedang.
"Jika kami berhasil mengalahkan Ratu kecil, maka besar kemungkinan jika aku akan mendapat gelar seorang pangeran, dengan begitu semua yang ku inginkan akan menjadi lebih mudah dibandingkan sekarang"
Prok... Prok... Prok... suara tepukan tangan membuat Tuan muda Luan Jichu menghentikan latihan nya.
"Tuan muda Lou Shen" ucap Tuan muda Luan Jichu keheranan ketika melihat seseorang yang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
"Sungguh ambisi yang begitu besar, aku sangat kagum dengan semangat dan usaha mu itu" ucap Mo Lou Shen tersenyum manis membuat Tuan muda Luan Jichu menatap nya waspada, jika seseorang yang jarang tersenyum seperti Mo Lou Shen menampilkan senyuman nya, maka sudah dapat dipastikan ada bahaya tersembunyi yang sedang mengintainya.
"Tapi" ucap Mo Lou Shen sengaja menghentikan ucapannya membuat Tuan muda Luan Jichu mengangkat alisnya bingung.
"Tapi apa Tuan muda Lou Shen, jangan membuat ku penasaran dengan ucapan mu itu" desak Tuan muda Luan Jichu karena Mo Lou Shen tak kunjung melanjutkan ucapannya.
"Kau sungguh tidak sabaran Tuan muda Luan Jichu" ucap Mo Lou Shen terkekeh.
"Ambisi kalian begitu besar sehingga membuat kalian tidak sadar diri akan posisi kalian sebenarnya, bahkan kalian tidak menyelidiki terlebih dahulu orang orang yang berada dibelakang Yang mulia Ratu Mo Da Xia" ucap Mo Lou Shen.
"Hahaha, untuk apa menyelidiki nya, bukan kah sudah terlihat dengan jelas jika Ratu kecil itu hanya sendiri dan tak memiliki para pengikut lainnya selain dirimu itu, bahkan dari mata para petinggi kekaisaran sudah terlihat dengan jelas jika mereka sangat meragukan kemampuan pemerintahan yang dilakukan oleh Ratu kecil itu" ucap Tuan muda Luan Jichu tertawa kencang.
"Kau sungguh naif Tuan muda Luan Jichu, bahkan kau tidak menyadari jika sekarang seluruh keluarga bangsawan Luan mu itu tengah dibantai habis habisan oleh para pengikut setia Yang mulia Mo Da Xia" ucap Mo Lou Shen.
"Keangkuhan serta ambisi yang begitu besar akan memudahkan dirimu terjerumus kedalam lubang yang telah kau gali sendiri Tuan muda Luan Jichu" ucap Mo Lou Shen, tangan nya menulis formasi sihir pada udara kosong.
Perlahan muncul beberapa beberapa gambar dari kediaman cabang bangsawan Luan, terlihat dengan sangat jelas jika para pengikut serta pasukan dari ras iblis Mo Da Xia tengah melancarkan aksi pembantaian mereka pada para bangsawan Luan, bahkan pelayan dan pengawal kediaman tak luput dari aksi mereka.
"Bagaimana" seringai Mo Lou Shen mengibaskan tangannya membuat gambar gambar di udara kosong itu menghilang.
"Sialan" ucap Tuan muda Luan Jichu menggenggam erat tangan nya.
"Rasakan ini" ucap Tuan muda Luan Jichu menebaskan pedangnya dengan sangat cepat ke arah Mo Lou Shen, namun dengan sangat mudah Mo Lou Shen hindari.
__ADS_1
"Cih, aku sungguh tidak mengira jika Ratu kecil itu memiliki spirit best serta pendukung yang kuat dibelakangnya" ucap Tuan muda Luan Jichu dalam hati.
__________________
"Tuann" panggil seorang wanita yang duduk dipangkuan seorang laki laki yang terlihat begitu gagah dengan otot otot yang sangat kekar.
"Ada apa" jawab laki laki itu membelai wajah wanita di pangkuan nya.
"Sampai kapan kita akan menyembunyikan hubungan kita dari semua orang" tanya wanita itu sembari mencium ceruk leher laki laki yang ia duduki.
"Kita tunggu waktu yang tepat untuk membunuh laki laki tua itu lalu merebut semua kekayaan yang ia miliki setelah nya kita akan mengatakan pada orang orang hubungan kita yang sebenarnya" ucap laki laki itu yang kini mencium bibir wanita dipangkuan nya karena sudah tidak tahan dengan rayuan yang sedari tadi ia dapatkan.
"Benar benar pasangan yang menjijikkan" ucap Mo Da Xia yang menutup seluruh badan nya dengan formasi kedap suara agar tak mendengar suara aneh dari pasangan yang tengah bercumbu itu, benar benar mengganggu pendengaran nya.
Mo Da Xia mengeluarkan belati kembar dari dimensi mawar hitam, lalu melompat turun dari atas atap kediaman yang ternyata adalah kediaman dari istri muda Tuan Luan.
Syuttt... Syutttt... Mo Da Xia melemparkan belati kembar melewati jendela kediaman yang terbuka.
"Arghhh..." teriak keduanya ketika sebuah belati menancap dalam di kepala mereka.
Brughh... suara kepala Tuan Luan yang menggelinding dilantai dengan deretan gigi kuningnya.
"Aaaaaa..." teriak istri muda Tuan Luan semakin berteriak histeris dan langsung ambruk kelantai karena sudah tidak kuat lagi, begitu pun dengan laki laki yang memangku nya tadi, hanya dengan bermodalkan sebuah belati kembar Mo Da Xia dapat membunuh pasangan menjijikkan itu dengan sangat mudah bahkan tanpa mengeluarkan kekuatan nya sedikit pun, entah Mo Da Xia yang terlalu kuat atau pasangan menjijikkan itulah yang sangat lemah.
__ADS_1