RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 69


__ADS_3

"Energi spiritual" gumam Mo Da Xia mengerutkan keningnya ketika melihat ada sedikit aliran energi spiritual asing yang berada ditubuh wanita paruh baya itu.


Dengan keyakinan penuh Mo Da Xia langsung menyentuh aliran energi spiritual yang berwarna kehijauan itu karena merasa begitu penasaran.


"Energi spiritual siapa ini, mengapa aku tak bisa melacaknya" ucap Mo Da Xia merasa heran karena baru kali ini ia tak bisa mengetahui asal dari aliran spiritual orang lain.


"Sepertinya ada yang ingin bermain denganku" seringai Mo Da Xia menarik kembali tangannya dan langsung menjahit kembali bagian tubuh wanita paruh baya yang disayat nya tadi karena telah mengetahui apa penawar yang sangat cocok untuk penyakit aneh itu.


Setelah selesai menjahit bagian tubuh wanita paruh baya yang disayat nya tadi, Mo Da Xia langsung memasukkan kembali alat-alat bedah miliknya kedalam dimensi Mawar hitam dan langsung melangkah keluar dari ruangan itu menuju tempat Zhou Wei dan Lang berdiri menunggunya.


"Kita pulang" ucap Mo Da Xia ketika sudah berdiri didepan mereka.


"Baik Yang mulia" ucap Zhou Wei dan Lang serempak.


"Paman, katakan pada istri anda jika penawar nya akan saya kirimkan besok" ucap Mo Da Xia pada lelaki paruh baya yang ikut berdiri menunggunya bersama dengan Zhou Wei dan Lang.


"Terimakasih banyak atas kebaikan anda Yang mulia, semoga anda hidup seribu tahun lagi" ucap lelaki paruh baya itu membungkukkan badannya berkali-kali mengucapkan begitu banyak terimakasih karena seorang Ratu seperti Mo Da Xia mau memeriksa keadaan istrinya didalam rumah nya yang hampir layar disebut sebuah gubuk, bahkan Ratunya itu mengatakan jika ia akan mengirimkan penawar dari penyakit aneh itu yang mana tak ada satupun orang yang berhasil menemukan penawar yang cocok untuk penyakit aneh yang menimpa mereka.


"Hentikanlah, itu sudah tugas saya sebagai seorang Ratu untuk menyelesaikan masalah yang tak dapat diselesaikan oleh para menteri serta jendral kekaisaran" ucap Mo Da Xia datar namun ada gurat kelembutan dari ucapannya.


"Saya permisi" ucap Mo Da Xia langsung melesat dengan kecepatan tinggi diikuti oleh Zhou Wei dan Lang dibelakang nya.


Sretttt... Mo Da Xia berhenti secara tiba-tiba sehingga membuat kakinya terseret ditanah dan hampir membuat nya terjungkal kedepan karena terlalu terkejut dengan kedatangan dua orang dewasa didepannya secara tiba-tiba.


"Hati-hati sayang" ucap salah satu dari kedua orang itu mengusap lembut pipi Mo Da Xia.

__ADS_1


"Ya ampun, kecantikan macam apa ini" ucap yang satunya lagi menganga tak percaya, bahkan ada satu tetes darah yang keluar dari lobang hidungnya ketika melihat wajah cantik Mo Da Xia yang kini sudah tumbuh menjadi seorang gadis remaja.


"Kau benar-benar tumbuh dengan sangat baik sayang, ayah sangat yakin kecantikan mu ini pasti membuat begitu banyak para laki-laki menjadi tergila-gila, begitu pula sebaliknya begitu banyak gadis yang iri terhadap kecantikan tiada tara milik mu ini" ucap orang yang mengatakan hati-hati sebelum nya yang ternyata adalah Raja Mo Fan Yan dan yang satunya lagi adalah Ratu Chu Jingmi istrinya.


"Ayah terlalu berlebihan" ucap Mo Da Xia dengan wajah yang memerah malu karena mendapat pujian dari ayah kesayangan nya itu.


"Kemarilah" ucap Raja Mo Fan Yan merentangkan tangannya.


Grepp... Mo Da Xia langsung memeluk Raja Mo Fan Yan dengan sangat erat karena begitu merindukan orang tuanya itu.


"Ibu" panggil Mo Da Xia dengan merentangkan tangan kanannya meminta pada ibunya itu untuk bergabung pada pelukan hangat mereka.


"Ibu" panggil Mo Da Xia lagi tanpa melihat Ratu Chu Jingmi karena kepalanya tenggelam dalam pelukan ayahnya Raja Mo Fan Yan, begitu pula dengan Raja Mo Fan Yan yang hanya fokus menciumi pucuk kepala putri kesayangannya itu.


"Ibuuu" teriak Mo Da Xia terkejut dan langsung membopong tubuh ibunya yang sebentar lagi menyentuh tanah karena tiba-tiba saja ia pingsan.


Mo Da Xia langsung membawa Ratu Chu Jingmi berteleportasi menuju istana nya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat ibunya menjadi seperti sekarang.


"Aku butuh penjelasan mu ayah" ucap Mo Da Xia dingin, ia langsung memeriksa denyut nadi Ratu Chu Jingmi yang kini wajahnya terlihat sedikit pucat.


"Racun" gumam Mo Da Xia yang langsung menatap ayahnya tajam.


"Ayah, ibu" ucap Mo Lou Shen dan Mo Zu An tiba dengan nafas yang ngos-ngosan karena langsung melesat dengan kecepatan tinggi setelah mendapatkan berita dari Zhou Wei dan Lang yang mengatakan jika Ratu Chu Jingmi sedang berbaring tidak sadarkan diri dikediaman adik mereka yaitu Ratu Da Xia.


"Kalian semua keluar dari ruangan ini" ucap Mo Da Xia dengan aura dingin yang keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu adik, kami ingin melihat bagaimana kondisi ibunda, mengapa kau memerintahkan kami keluar seperti ini" ucap Mo Zu An tak mengerti, mereka baru saja memasuki ruangan ini namun langsung saja diperintahkan keluar oleh adiknya yang entah apa alasannya karena ia baru saja tiba sehingga tak mengetahuj apa yang terjadi sebelumnya.


"Keluar" teriak Mo Da Xia menatap Mo Zu An tajam.


"Ikuti saja apa yang adik kalian ucapkan" ucap Raja Mo Fan Yan melangkah keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tak bisa diartikan.


"Baiklah" ucap Mo Zu An akhirnya dan segera keluar dari ruangan itu bersama dengan Mo Lou Shen, karena menurutnya tidak ada yang lebih berbahaya dari kemarahan adik perempuan nya yang kini sudah memasuki tahap remaja, sedangkan Zhou Wei dan Lang sudah sedari tadi memasuki dimensi Mawar hitam tepat setelah mereka memberi tahu keadaan Ratu Chu Jingmi atas perintah dari Mo Da Xia.


Setelah semua orang keluar, Mo Da Xia langsung memasukkan pil penawar segala jenis racun kedalam mulut Ratu Chu Jingmi, ia tidak ingin kehilangan orang yang disayang nya untuk kedua kalinya karena akibat dari terlalu lambat menolong sehingga penyebaran racun sudah mencapai keseluruh tubuh dan menyebabkan kematian.


Melihat jika pil penawar segala jenis racun tidak dapat menyembuhkan Ratu Chu Jingmi sepenuhnya, Mo Da Xia langsung membangunkan tubuh Ratu Chu Jingmi menjadi posisi lotus dengan tangan yang ia taruh di atas lutut, seperti layaknya orang yang sedang bermeditasi.


Tok.. Tok... suara tangan Mo Da Xia yang menotok Ratu Chu Jingmi untuk mengunci pergerakan nya agar tidak tumbang ditengah tengah penyembuhan yang akan ia lakukan.


Setelah itu Mo Da Xia langsung duduk tepat dibelakang Ratu Chu Jingmi dan memejamkan matanya dengan kedua tangan yang ia letakkan tepat dikedua belah bahu Ratu Chu Jingmi.


"Uhukk.. Uhukkk" batuk Ratu Chu Jingmi mengeluarkan banyak darah hitam tepat setelah satu jam dari Mo Da Xia melakukan teknik penyembuhan nya.


"Syukurlah" ucap Mo Da Xia menghela nafas lega, tangan nya langsung kembali menotok Ratu Chu Jingmi agar leluasa memuntahkan darah hitam akibat dari racun mematikan yang entah ia dapatkan dari mana, itu semua akan ia tanyakan pada ayahnya sebentar lagi.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰


.

__ADS_1


__ADS_2