
"Jelaskan" ucap Mo Da Xia dingin membuat Raja Mo Fan Yan meneguk saliva nya dengan susah payah, saat ini mereka berempat sedang berada diruangan sebelah di paviliun Teratai salju yaitu paviliun yang dibangun Mo Da Xia khusus untuk dirinya sendiri.
"Apa yang kau maksud adik, memangnya apa yang harus Ayahanda jelaskan" tanya Mo Lou Shen tidak mengerti dengan situasi sekarang.
"Gege Shen benar, memangnya apa yang harus Ayahanda jelaskan, dan mengapa kau tadi memerintahkan kami untuk keluar dari kamar mu, padahal gege sangat ingin tahu bagaimana keadaan ibunda saat ini" ucap Mo Zu An lesu.
"Shen gege dan Zu gege diamlah, jangan ikut campur" ucap Mo Da Xia memelototi Mo Lou Shen dan Mo Zu An membuat nyali keduanya langsung menciut bagaikan kertas yang disiram menggunakan air.
"Ayahhh" tekan Mo Da Xia kembali menatap Raja Mo Fan Yan dengan tatapan yang mengerikan.
"Mereka... mereka kembali lagi.. mereka kembali lagi" ucap Raja Mo Fan Yan menundukkan kepalanya tak ingin jika anak-anaknya melihat satu tetes buliran bening yang mengalir diwajahnya.
"Mereka? siapa mereka yang ayah maksudkan" tanya Mo Da Xia bingung namun tak ada satupun kata yang keluar dari mulut Raja Mo Fan Yan sebagai jawaban atas pertanyaan Mo Da Xia.
"Mereka??" ucap Mo Zu An dengan suara bergetar begitu pula Mo Lou Shen yang langsung saja memeluk Mo Da Xia dengan sangat erat seperti orang yang sangat takut akan kehilangan benda berharga miliknya.
"Shen gege ada apa denganmu" tanya Mo Da Xia membalas pelukan Mo Lou Shen sembari mengelus lembut punggungnya mencoba menenangkan Mo Lou Shen yang tubuhnya nampak sedikit bergetar.
"Jangan pergi lagi, gege mohon jangan tinggalkan gege lagi adik" ucap Mo Lou Shen semakin mempererat pelukannya dengan air mata yang mulai menetes membasahi wajahnya.
"Ayahhh Xia mohon jelaskan maksud dari semua ini" pinta Mo Da Xia dengan mata yang berkaca-kaca terbawa suasana karena kini Mo Zu An juga ikut memeluk nya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Orang yang ingin membunuh mu Xia'er, sekarang mereka datang lagi dan kembali mengincar nyawamu" ucap Raja Mo Fan Yan mendongakkan kepalanya keatas berusaha menghentikan air mata nya yang tak henti-hentinya mengalir.
"Dan karena ulah mereka pula ibumu menjadi seperti ini, awalnya ia tidak ingin memberitahu mu jika ia terkena racun mematikan yang didapat nya ketika kami bertarung dengan mereka, namun karena begitu keras kepala ia ingin memastikan keadaan mu terlebih dahulu sebelum mengeluarkan racun yang ada ditubuhnya, tetapi justru berakhir seperti ini, tapi ayah juga sangat bersyukur karena kau memiliki bakat penyembuhan yang begitu hebat sehingga bisa menyelamatkan nyawa ibumu" lanjut Raja Mo Fan Yan
"Katakan padaku siapa orang-orang itu" ucap Mo Da Xia marah, apa yang telah mereka lakukan pada ibunya maka ia akan membalas perbuatan mereka melebihi apa yang telah mereka lakukan.
"Itulah yang semakin membuat ayah khawatir Xia'er, ayah sama sekali tidak mengetahui siapa orang-orang misterius yang mengincar nyawamu itu, namun dapat dipastikan jika mereka adalah orang-orang yang kuat, bahkan ibumu saja berhasil terkena racun dari mereka" ucap Raja Mo Fan Yan, dapat terlihat jika ada guratan khawatir yang tercetak jelas di wajahnya.
"Baiklah, jika seperti itu kalian tinggallah disini bersamaku untuk sementara waktu" ucap Mo Da Xia agar kedua orang tuanya itu aman dan terhindar dari orang-orang misterius yang masih tidak diketahui identitas mereka yang sebenarnya.
"Tidak" tolak Raja Mo Fan Yan cepat membuat Mo Da Xia mengerutkan keningnya, sempat terlihat ada ekspresi ketakutan diwajahnya dalam beberapa detik.
"Ah tidak, maksud ayah kami berdua tidak bisa untuk meninggalkan Kerajaan Phoenix begitu lama Xia'er, jika tidak mungkin saja orang-orang itu juga akan menyakiti para rakyat kami" ucap Raja Mo Fan Yan dengan cepat menjelaskan maksud dari penolakan nya sebelum Mo Da Xia salah paham.
"Huhhh" Mo Da Xia menghela nafas nya kasar, ia masih belum ingin pergi ke dimensi lain sebelum ia melampaui kultivasi dari orang-orang dimensi lain yang ia ketahui jika tingkat kultivasi mereka jauh berada diatas tingkat Nirwana yaitu tingkat kultivasi tertinggi di dimensi ras manusia.
"Akan ku pikirkan nanti, untuk beberapa hari kedepan biarkanlah bunda berada disini dulu sampai ia kembali pulih" ucap Mo Da Xia tiba-tiba saja merubah panggilan nya terhadap Ratu Chu Jingmi menjadi bunda.
"Aku ingin berjalan-jalan keluar, jika sudah waktunya makan malam maka makanlah lebih dahulu, kalian tak perlu menunggu ku kembali hanya sekedar untuk makan malam saja" ucap Mo Da Xia langsung menghilang dari hadapan mereka.
_______________________
__ADS_1
Mo Da Xia kembali muncul disebuah gang kecil tak jauh dari pasar ibukota dengan pakaian yang terlihat begitu sederhana seperti yang biasa digunakan oleh para bangsawan kelas rendah bersama dengan Zhou Wei dan Lang.
"Mengapa kita harus memakai pakaian yang seperti ini Yang mulia" tanya Lang yang merasa aneh dengan junjungan nya itu karena ini adalah pertama kalinya mereka menggunakan pakaian sederhana untuk berjalan-jalan.
"Kau lihat saja nanti" ucap Mo Da Xia acuh dan langsung melangkah pergi keluar dari gang kecil itu menuju kearah pasar yang hanya berjarak sekitar lima puluh meter saja.
Brughh... seorang gadis berumur sekitar lima belas tahun dengan sengaja menabrak tubuh Mo Da Xia yang padahal baru saja tiba diujung pasar ibukota.
"Heii!! apakah kau buta, gunakanlah matamu itu ketika berjalan" sinis Nona muda itu menatap Mo Da Xia rendah.
"Apakah kau bodoh, dimana-mana jika berjalan itu pastilah menggunakan kaki bukannya menggunakan mata" ucap Mo Da Xia membalas perkataan Nona muda itu dengan kata yang lebih pedas.
"Beraninya bangsawan rendahan seperti mu berbicara seperti itu pada Nona ini" marah Nona muda itu tidak terima dengan perkataan yang keluar dari mulut Mo Da Xia.
"Pengawal" teriaknya memanggil pengawal yang memang ia perintahkan untuk berjalan jauh dibelakang nya karena ia merasa jijik jika harus berdekatan dengan orang yang memiliki kasta rendah.
"Kami Nona muda Zhu Linyu" ucap para pengawal yang berjumlah sekitar sepuluh orang itu serempak.
"Bunuh dia" perintah Nona muda Zhu Linyu menunjuk kearah Mo Da Xia disertai tatapan menghina nya.
.
__ADS_1
Pada kemana nih para pembaca author yang biasanya pada komen, kok sekarang tambah sepi yah yang ngomen chapter nya, padahal author nunggu banget komentar serta semangat dari kalian buat author:). Ayo berikan like, komen dan vote nya serta jangan lupa untuk gift poin buat karya author biar author tambah semangat 😸
.