RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 92


__ADS_3

Hai-hai semuanyaaaa.. gimana kabar kalian semua readers ku???, author akhirnya balik lagi nih setelah sekian lama.. dan yappp, berita baik nya author bakal update lagi yeyyyy.. tetap stay sama author ya semua🥰🥰🥰.


CHAPTER SEBELUMNYA...


"Apakah anjing manis ini sudah selesai dengan bualan nya" ucap seorang gadis masuk dan berjalan santai sembari menyeret seorang pria yang berlumuran darah di seluruh tubuhnya.


"Kau.."


Brughh..


Sebelum Putri Kaili habis mengeluarkan ocehannya, gadis yang memasuki aula itu sudah lebih dahulu melempar orang yang diseret nya hingga mengenai Putri Kaili yang membuat keduanya tumbang secara bersamaan.


Sringgg...


CHAPTER 92


Jendral besar menarik pedang yang tersarung rapi di pinggang nya dan berdiri melindungi putri Kaili bersama seorang pemuda yang Mo Da Xia lemparkan tadi.


"Apa maksudnya ini Jendral besar!!!" Zhou Wei menggertak giginya menahan amarah yang kian memuncak, bahkan rasa penasaran nya pun kian bertambah dibuatnya.


Jendral besar sama sekali tidak mendengarkan apa yang Zhou Wei ucapkan, telinganya seperti tertutup dan tidak mendengarkan apa-apa, fokusnya hanyalah pada gadis dihadapannya sekarang ini. Seperti nya ia sudah salah menilai orang, tadi nya ia berfikir jika Mo Da Xia hanyalah pembuat onar seperti para gadis bangsawan lain yang dibawanya, tapi kenyataan jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.


"Berani sekali kau gadis kecil, apakah kau tak merasa takut dengan identitas Putri Kaili, berani sekali kau ikut campur dalam masalah kerajaan ini" ucap Jendral besar dengan kewaspadaan tinggi.


"Bukankah kalian sendiri yang menyeret saya kesini? jadi untuk apalagi anda menanyakannya? itu adalah resiko kalian yang dengan berani menyinggung saya" datar Mo Da Xia.


"Tapi meski seperti itu, kau tak berhak ikut campur masalah antara Putri Kaili dengan pria itu" sergah Jendral besar, jika Mo Da Xia masih saja ikut campur dengan hal ini, maka mungkin saja hal yang mereka tutup dengan rapat saat ini justru akan terbongkar.


Mo Da Xia yang mendengar ucapan Jendral besar menyeringai lebar, "Sebenarnya kau ini bawahan gadis bodoh itu atau Zhou Wei?" tanya nya.


Mendengar apa yang Mo Da Xia katakan membuat Jendral besar tersadar dengan apa yang tengah diperbuat nya, benar-benar mencolok. Tapi itu semua sudah terlambat karena ia kini sedang disaksikan begitu banyak mata.


"Apa maksudmu? jangan memperkeruh suasana disini gadis jal*ng, lebih baik kau pergi dari sini sekarang juga, maka aku akan melupakan kesalahan mu yang membuat kekacauan tadi" ucap Jendral besar mencoba bernegosiasi dengan Mo Da Xia.

__ADS_1


"Kau pikir saya akan terpengaruh dengan mulut sampah mu itu?" sarkas Mo Da Xia.


Ia mengayunkan tangan kanan nya mengarah kepada dua orang yang kini terbaring pingsan.


Byurrrrr....


"Ahhhh.." Putri Kaili dan pemuda yang berada disampingnya langsung terbangun dengan nafas tersengal.


"Sialannnn" teriak putri Kaili marah.


 Putri Kaili berdiri dengan amarah yang membuncah, tak perduli lagi dengan citra nya sebagai gadis yang lemah lembut. Putri Kaili menarik pedang yang berada di pinggang seorang prajurit didekat nya dan menyerang Mo Da Xia secara membabi buta.


Dengan gerakan santai Mo Da Xia menghindari serangan demi serangan dari Putri Kaili yang menurut nya tidak berarti sama sekali.


Sedangkan pemuda yang ia bawa tadi kini sudah berada dibawah kendali Zhou Wei, jika ia bergerak sedikit saja maka pedang tajam sang Raja itu sudah pasti akan dengan mudah membunuhnya. Ia masih ingat dengan sangat jelas siapa pemuda yang sedang ditahan nya saat ini, itu adalah orang yang dulu ia pergoki berselingkuh dengan Putri Kaili di belakang kediaman Putri Kaili di istana kerajaan Naga miliknya.


"Bergerak sedikit saja maka leher mu akan ku penggal" ancam Zhou Wei mengeluarkan aura membunuh yang berhasil mengintimidasi pemuda didepannya, dengan sengaja tangannya menekan pedang hingga sedikit melukai leher pemuda itu dan mengeluarkan darah yang sangat segar.


"KURANG AJAR!!!!" teriak Jendral besar, ia tak perduli lagi sekarang pandangan orang kepadanya, yang terpenting ia harus menolong orang yang tengah di ancam Zhou Wei saat ini.


"Rrgghhhh.. kalau kau ingin melawannya, maka langkahi dulu mayatku" ucap Lang dengan suara berat.


Suasana aula kerajaan Naga kian memanas, para tetua memundurkan tubuh mereka ke sudut ruangan, agar tak terkena dampak dari pertengkaran yang tengah terjadi.


Pertarungan antara Lang dan Jendral besar pun berlangsung sengit, berbanding terbalik dengan Putri Kaili yang nampak kembali ambruk kelantai dan memuntahkan seteguk darah segar.


"Hentikan permainan kalian sekarang juga Putri Kaili, atau diriku tak akan mengampuni perbuatan kalian sama sekali" datar Mo Da Xia melipat kedua tangannya kebelakang.


"Kau hanyalah pendatang gadis j*lang, atas dasar apa diriku harus menuruti segala perintah mu"


Brughhh..


Dengan perasaan yang sangat kesal Mo Da Xia menendang Putri Kaili hingga kembali menubruk dinding aula, ia sudah muak mendengar ocehan tak berguna dari wanita seperti putri Kaili.

__ADS_1


"Sekali lagi kau mengucapkan sebuah kata, maka diriku tak akan segan untuk merobek mulut mu itu" ucap Mo Da Xia dengan tatapan tajam, membuat nyali Putri Kaili menciut.


Mo Da Xia berjalan mendekat ke arah Zhou Wei dan pemuda yang sedang ditahan nya.


"Menyingkir lah" perintah Mo Da Xia, dengan patuh Zhou Wei menarik kembali pedangnya dan berjalan mundur beberapa langkah.


"Jika kau masih ingin hidup di dunia ini, maka katakanlah apa yang terjadi sebenarnya!" ucap Mo Da Xia mencekik pemuda didepannya dengan mata merah menyala.


"B-baiklah"


Mendengar apa yang pemuda itu ucapkan, Mo Da Xia langsung melepaskan cekikan tangannya, dan beralih memegang erat hanfu bagian belakang pemuda itu dengan sangat erat.


"Katakan" perintah Mo Da Xia tegas.


Para tetua yang tadinya berada diujung aula kini kembali berjalan mendekat dan bergerombol untuk mendengarkan pengakuan dari orang yang Mo Da Xia tahan saat ini, mereka begitu penasaran dengan apa yang akan diucapkan pemuda itu.


Jika mengenai identitas, maka sedikit banyaknya mereka tentu mengetahui identitas pemuda itu, dia adalah seorang raja yang berkuasa dibawah pemerintahan Zhou Wei di bagian selatan wilayah kerajaan besar Naga yang bernama Min Lan.


"Sebenarnya ak.."


Syutttt.. jlebb


Belati tajam berukir bunga lotus tiba-tiba melesat dan menusuk tepat berada di titik vital Raja Min Lan.


Brughh..


Raja Min Lan ambruk seketika dengan mata melotot karena terlalu terkejut dengan tusukan belati yang menghantam nya.


"Rupanya kau sama sekali tak merasa takut, PUTRI KAILI!!!" geram Mo Da Xia marah.


Aura membunuh yang ditahannya sedari tadi sekarang terlepas begitu saja, penampilan nya pun kembali berubah menyeramkan dengan aura gelap yang mengelilingi nya, membuat suasana aula menjadi sangat suram.


Hanfu sederhana nya kini tak terlihat lagi ditubuh Mo Da Xia, karena sudah bergantikan dengan pakaian kebesaran nya yaitu seorang Ratu dari kekaisaran Mawar Hitam.

__ADS_1


"KAU SUNGGUH PANTAS MATI!" teriaknya dengan mata merah menyala.


__ADS_2