RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 44


__ADS_3

"Tuan Luan" teriak Tuan Guo terkejut dan langsung melompat turun menuju Tuan Luan yang saat ini berusaha untuk mendudukkan badannya.


"Pengawal" teriak Tuan Guo pada para pengawal nya dan pengawal Tuan Luan yang memang mereka perintahkan untuk menunggu diluar restoran saja.


Kejadian itu langsung membuat orang disekitar berkerumun untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa dengan Tuan Luan, mengapa ia bisa terlempar dari ruang VVIP restoran itu"


"Entahlah, pasti saat ini ia merasakan kesakitan"


"Siapa yang telah ia singgung, seperti nya kali ini mereka telah menyinggung orang yang salah"


Omongan orang disekitar terus terdengar membicarakan kedua kepala bangsawan itu, namun tak ada satupun orang yang berniat membantu nya, bagi mereka itu adalah hal yang pantas bagi kedua orang itu, karena selama ini mereka selalu bersikap sesuka hati mereka, menyiksa, menindas, merampas, itu sudah seperti kewajiban bagi para bangsawan Guo dan bangsawan Luan.


Hawa yang awalnya panas kini berubah menjadi sangat dingin, daun daun kini beterbangan tertiup angin dengan sangat kencang, langit yang semula cerah pun kini telah berganti menjadi gelap dengan petir yang menyambar kesana kemari.


Semua orang yang berkerumun menatap kagum dan takut secara bersamaan kearah seorang gadis kecil yang turun dari ruang VVIP dengan aura membunuh yang kuat, bahkan kini matanya sudah berubah menjadi mata iblis nya yang berwarna merah darah senada dengan warna hanfu yang sedang ia gunakan.


Bersamaan dengan itu para pengawal yang dipanggil oleh Tuan Guo kini telah datang dan langsung berdiri didepan Tuan Guo dan Tuan Luan untuk melindungi tuan mereka.


Mo Da Xia mengeluarkan pedang berwarna hitam pekat dari dimensi mawar hitam, pedang itu terus saja mengeluarkan aura kematian yang sangat kuat membuat para pengawal yang sudah memasang ancang ancang ingin menyerang pun kini merasakan tekanan yang membuat mereka kesulitan bergerak.

__ADS_1


"Ada apa ini, mengapa badan ku jadi sangat sulit untuk digerakkan" ucap salah satu pengawal yang kini nampak sangat panik, jika terus seperti ini bagaimana mereka akan melawan gadis kecil yang kini terus melangkah pelan kearah mereka dengan tangan yang memegang pedang berwarna hitam pekat.


"Badanku seperti ditindih sesuatu yang sangat berat" ucap pengawal yang lainnya memuntahkan seteguk darah.


"Teknik pedang petir-halilintar membelah bumi" teriak Mo Da Xia menebaskan pedangnya kearah para pengawal.


Jedarrrr.... suara petir menghantam para pengawal dengan sangat keras.


Setengah dari puluhan pengawal kini tewas dengan badan yang terbelah dua, pengawal yang tersisa langsung berlari kearah Mo Da Xia walaupun masih merasakan tekanan yang begitu kuat pada tubuh mereka.


Dengan langkah kilat Mo Da Xia telah berada ditengah-tengah para pengawal dengan tangan yang terus menggenggam erat pedang hitam yang sudah ia aliri elemen api murni.


Srettt... Srettt... Srettt...


Para pengawal mati dengan mengenaskan ditangan seorang Da Xia seorang Ratu satu satunya kekaisaran Bulan darah tanpa perlawanan sedikitpun.


Mo Da Xia membakar mayat para pengawal dengan api biru miliknya lalu berjalan kearah kedua kepala bangsawan yang kini berdiri dengan badan gemetar.


"Haii.." ucap Mo Da Xia dengan senyuman seram serta tatapan tajam nya.


"Ampuni kami Yang mulia, maafkan kebodohan kami yang begitu berani menyinggung anda" ucap Tuan Luan dan Tuan Guo bersujud dan membentur kan kepala mereka berkali kali.

__ADS_1


"Cepatlah panggil Tuan agung" bisik Tuan Guo disela sela membenturkan kepalanya.


"Baiklah, kau teruslah berpura-pura memohon ampun padanya selagi aku membacakan mantra itu" balas Tuan Luan berbisik.


"Baiklah" bisik Tuan Guo.


Ucapan ucapan untuk meminta ampun pada Mo Da Xia terus saja terdengar dari mulut Tuan Guo, sedangkan Tuan Luan kini membacakan mantra untuk memanggil seorang iblis kelas menengah dari dunia atas yang sering mereka sebut Tuan agung.


Mo Da Xia yang mengetahui apa yang sedang mereka melakukan langsung mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya tentu saja ia mendengar bisikan dari kedua kepala bangsawan itu dengan pendengaran nya yang sangat tajam, jika seorang iblis menggunakan kekuatan gelap maka ia juga akan melakukan hal yang sama untuk melawannya.


Setelah beberapa menit berlalu perlahan terlihat gumpalan asap hitam didepan Tuan Guo dan Tuan Luan setelah Tuan Luan menyelesaikan mantra yang ia ucapkan, gumpalan asap yang semula kecil kini semakin membesar dan membentuk sosok yang terlihat sangat mengerikan.


Kerumunan yang melihat wujud yang keluar dari gumpalan asap pun langsung berlari untuk memasuki rumah mereka karena merasakan takut yang luar biasa, kekejaman para iblis sangat begitu terkenal di dimensi ras manusia, tentu mereka yang rakyat biasa dan tak memiliki kekuatan langsung berlari untuk menyelamatkan diri mereka.


"Mengapa kalian memanggil ku" tanya sosok itu dengan suara berat nya, ia belum mengetahui keberadaan Mo Da Xia yang tampak lebih menyeramkan dibandingkan dirinya karena saat ini posisinya tengah membelakangi Mo Da Xia.


"Kami akan melakukan ritual pemujaan yang sangat besar dengan menumbalkan para gadis perawan untuk anda jika anda bersedia membunuh gadis kecil itu Tuan agung" ucap Tuan Guo sambil menunjuk kearah Mo Da Xia, jika ia merasa takut dengan sosok iblis didepannya, maka penampilan Mo Da Xia saat ini jauh lebih membuat nya takut bahkan ia sampai tidak berani menatap nya secara langsung.


Sosok yang mendengar jika ia akan mendapatkan pemujaan dari seorang manusia menjadi sangat senang, dengan perlahan ia memutar tubuhnya kebelakang, tatapan matanya bertemu dengan tatapan tajam Mo Da Xia.


"Aura ini.. Tidak, tidak mungkin, Yang mulia adalah seorang laki-laki tidak mungkin ia bereinkarnasi menjadi seorang gadis kecil" gumam sosok iblis ketika merasakan aura hitam pekat dari Mo Da Xia.

__ADS_1


__ADS_2