RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 68


__ADS_3

Disebuah kediaman mewah bak istana yang memiliki ciri khas warna hijau daun disetiap seluk beluk diseluruh kediaman itu, terdapat empat orang dewasa yang mana terdapat dua orang wanita dan dua orang pria diantaranya.


"Apakah kau sudah melakukan tindakan terlebih dahulu" tanya seorang pria berpakaian mewah dengan tanda sepasang sayap kecil berwarna merah dan biru di dahi nya pada seroang wanita yang juga berpakaian tak kalah mewah dengan dirinya dengan sebuah tanda bunga lotus putih didahinya.


"Hanya sedikit" jawab wanita dengan tanda bunga lotus putih itu dengan santainya.


"Jangan gegabah dalam bertindak, bagaimana jika rencana kita akan hancur sebelum waktunya nanti" ucap pria bertanda sepasang sayap kesal tanpa memperdulikan dua orang lainnya yang hanya menundukkan kepala mereka tak berani turut ikut campur dalam pembicaraan nya dengan wanita bertanda lotus putih.


"Oh ayolah, aku hanya memberikan pemanasan untuknya sebelum kita benar benar menghancurkan jiwa gadis jal*ng itu" ucap wanita bertanda lotus putih yang tiba-tiba saja terdapat jejak kekesalan diwajahnya, bahkan jika dilihat dengan sangat teliti ada dendam yang begitu mendalam dibola matanya.


"Satu tahun lagi, dan kau akan segera lenyap gadis jal*ng" gumam nya dengan tangan yang mengepal dengan sangat erat.


"Emm, apa yang harus kami berdua lakukan" ucap pria yang memiliki tanda sepasang sayap biru didahi nya memberanikan diri untuk bertanya pada dua orang yang nampak mengeluarkan aura yang sangat tidak mengenakkan bagi mereka berdua.


"Sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya" ucap wanita dengan tanda lotus putih sinis, jika saja aliansi ini tak menguntungkan bagi nya maka ia sungguh benar-benar tidak sudi untuk bergabung dengan orang-orang yang menurut nya tak suci dan rendahan dimatanya.


"Jaga nada bicaramu" ucap pria bertanda sepasang sayap merah dan biru menatap tajam wanita bertanda lotus putih.


"Cihh, jika bukan karena demi anak perempuan ku, maka akupun tak akan sudi diperintah sesuka hati oleh wanita busuk seperti mu" decih pria bertanda sepasang sayap biru didahi didalam hati nya dengan tangan yang mengepal dengan sangat erat.

__ADS_1


________________________


"Yang mulia" ucap Zhou Wei dan Lang keluar dari dalam dimensi Mawar hitam dan langsung membungkukkan badan mereka menghormati Mo Da Xia sebagai junjungan mereka.


"Bangunlah" perintah Mo Da Xia tanpa nada dingin ataupun ekspresi datar darinya karena memang hanya mereka dan kedua gege nya lah yang terhindar dari sikap dingin nya selama lima tahun terkahir ini.


"Apakah anda mencurigai seseorang dibalik wabah penyakit aneh ini Yang mulia" tanya Zhou Wei setelah menegakkan kembali tubuhnya selepas Mo Da Xia memberikan perintah.


"Hmm, bisa ia bisa tidak" ucap Mo Da Xia penuh dengan teka teki yang membuat Zhou Wei dan Lang langsung menatap malas kearahnya, entahlah semenjak kematian Lian sikap dan sifat dari Mo Da Xia menjadi sangat jauh berbeda, yang tak berbeda hanyalah wajah nya yang justru semakin hari malah makin bertambah cantik serta kesukaan nya terhadap warna merah dan hitam lah yang tak pernah berubah sama sekali, bahkan kini seluruh hanfu nya hanyalah berwarna merah dan hitam, ada yang hanya merah, ada yang hitam dan ada pula yang berwarna merah bercampur dengan warna hitam.


Tanpa memperdulikan tatapan malas dari Zhou Wei dan Lang, Mo Da Xia langsung melangkahkan kakinya menuju pintu aula pertemuan untuk segera meneliti secara langsung bagaimana penyakit aneh yang telah begitu banyak para rakyat nya laporkan pada para menteri kekaisaran nya.


"Tunggu Yang mulia" teriak keduanya berlari kencang.


...----------------...


"Ya ampun, kondisi mereka benar-benar begitu mengerikan" ucap Lang bergidik ngeri ketika melihat begitu banyak belatung yang keluar dari tubuh rakyat di desa yang bernama Shēngyù nénglì yang memiliki arti kesuburan, sesuai dengan kondisi desa nya yang memang memiliki ladang ladang yang subur untuk menanam benih sayur-sayuran serta buah-buahan.


"Apakah Yang mulia berniat menyentuh tubuh mereka secara langsung" gumam Lang menatap kearah Mo Da Xia horor ketika mendengar pembicaraan Mo Da Xia dengan salah satu warga yang juga terkena penyakit aneh dan bersedia untuk menjadi objek penelitian Mo Da Xia pada masalah kali ini, tentu perlu diingatkan kembali pada kalian jika profesi awal Mo Da Xia didunia yang sebelumnya adalah seorang Profesor muda yang hebat.

__ADS_1


"Berbaringlah" perintah Mo Da Xia pada wanita paruh baya yang bersedia untuk menjadi objek penelitian nya untuk memecahkan penyebab dari penyakit aneh ini dan mencari penawar yang cocok untuk penyakit itu.


Diruangan itu hanyalah terdapat mereka berdua tanpa ada Zhou Wei, Lang dan orang lain disekitar mereka karena dalam melakukan penelitian Mo Da Xia memang sangat memerlukan yang namanya sebuah ketenangan agar menjadi sangat fokus dan tidak melakukan kesalahan yang akan berakibat fatal hanya karena gangguan tidak berguna dari orang lain.


"Apa itu Yang mulia" tanya wanita paruh baya itu menatap aneh pada alat-alat bedah yang Mo Da Xia keluarkan dari dalam dimensi Mawar hitam miliknya, benda-benda itu merupakan benda yang Mo Da Xia siapkan sebelum ia memasuki pintu penghubung antar dimensi, namun entah mengapa ternyata alat-alat bedah itu tidak menghilang, justru tersimpan dengan sangat rapi didalam sebuah peti berwarna putih didalam kamar diistana dimensi Mawar hitam nya.


"Alat bedah" ucap Mo Da Xia datar sembari memasang sarung tangan dan masker dijawahnya serta lengkap dengan pakaian khas seorang profesor muda di dunia nya yang sebelumnya.


"Tenangkan lah dirimu" perintah Mo Da Xia ketika melihat wanita paruh baya itu tampak memucat karena begitu gugup, pertama ia gugup karena takut dengan alat-alat bedah yang Mo Da Xia keluarkan, dan yang kedua sedari awalnya ia memang begitu gugup ketika berdekatan dengan pemimpin kekaisaran pusat yang begitu diagung agungkan banyak orang (termasuk dirinya) meskipun ia begitu terkenal dengan kekejamannya dan bahkan kini ia berbicara secara langsung pada orang yang diagung-agungkan itu.


"Baiklah, kita mulai" ucap Mo Da Xia langsung menyuntikkan obat bius pada wanita paruh baya itu ketika ia sudah tak terlihat gugup lagi.


Setelah mendapatkan suntikan obat bius dari Mo Da Xia, dengan perlahan mata wanita paruh baya itu tertutup dengan sempurna karena tak sanggup menahan kantuk karena pengaruh obat bius yang Mo Da Xia suntikkan.


Mo Da Xia yang melihat wanita paruh baya itu telah tidak sadarkan diri pun langsung memulai penelitian nya dengan membedah tubuh wanita paruh baya itu terlebih dahulu, dengan sangat hati-hati ia mulai menyayat bagian tubuh yang terdapat begitu banyak belatung yang terus saja menggeliat keluar dari tubuh wanita paruh baya.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰

__ADS_1


.


__ADS_2