RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 78


__ADS_3

"Sakit?" tanya Mo Da Xia mengulang ucapan Nona muda Zhu Linyu, sedangkan Nona muda Zhu Linyu yang mendapat pertanyaan itu lantas saja mengangguk-angguk kepalanya dengan air mata yang tak berhenti mengalir.


"Jiejieee!! sakit jiejie" ucap Nona muda Zhu Linyu berusaha mendapat pertolongan dari gadis yang menyerupai Mo Da Xia.


"Apakah aku terlihat perduli" datar gadis yang menyerupai Mo Da Xia.


"Jiejie?" ucap Nona muda Zhu Linyu menatap tak percaya, meskipun pertemuan mereka tidak begitu lama, tapi selama ini jiejie nya itu begitu sangat perhatian dengan dirinya sampai-sampai tak membiarkan satu goresan luka saja yang terlihat dibadannya.


"Ya kenapa?" tanya gadis yang menyerupai Mo Da Xia tanpa sedikitpun ada rasa prihatin nya terhadap Nona muda Zhu Linyu yang tengah menangis menahan sakit, bahkan wajahnya sudah mulai memucat karena darahnya yang tak henti-hentinya menetes.


"Mengapa jiejie menjadi berubah hiks.. bukankah dulu jiejie bahkan sampai tidak membiarkan ada satupun goresan luka yang berada di tubuhku, mengapa jiejie tiba-tiba berubah hiks" teriak Nona muda Zhu Linyu menangis pilu.


"Ini semua.. ya! ini semua pasti karena ulah gadis jal*ng ini" ucap Nona muda Zhu Linyu menunjuk-nunjuk Mo Da Xia bagaikan orang yang tak waras.


Srett...


Sebuah pedang biru yang terasa begitu dingin menyayat mulut Nona muda Zhu Linyu sangat dalam hingga hampir saja menyampai ke tenggorokan nya.


"Jaga ucapan mu bodoh" marah gadis yang menyerupai Mo Da Xia dengan sebilah pedang berwarna biru cerah ditangannya.


"Mengapa mereka semua seperti tidak ingin memberikan diriku bertindak kejam" gumam Mo Da Xia, dia sengaja tidak melukai Nona muda Zhu Linyu sedari awal karena ada sesuatu yang ingin ia lakukan pada Nona muda Zhu Linyu setelah ia minum, tapi sekarang justru Nona muda Zhu Linyu sudah mendapatkan luka yang lumayan parah terlebih dahulu.


"Cukup!! aku tidak memerintah dirimu untuk membunuhnya" ucap Mo Da Xia tajam ketika melihat gadis yang menyerupai dirinya itu ingin kembali menebas tubuh Nona muda Zhu Linyu.


"Maaf, aku hanya terlalu emosi dengan ucapannya itu" ucap gadis yang menyerupai Mo Da Xia menundukkan kepalanya sekilas meminta maaf kepada Mo Da Xia karena terbawa suasana akibat dari ucapan Nona muda Zhu Linyu.


"Hm" datar Mo Da Xia mengambil cangkir kaca dari Astaroth yang telah dipenuhi dengan darah dari Nona muda Zhu Linyu.

__ADS_1


Glekk.. Glekk.. Glekk..


Mo Da Xia langsung menenggak darah segar Nona muda Zhu Linyu hingga tandas membuat Astaroth, Lang dan Zhou Wei meneguk saliva mereka kasar karena melihat darah segar yang begitu enak dimata mereka.


"Darah ini" gumam Mo Da Xia terkejut.


"Jelaskan" perintah Mo Da Xia menatap gadis yang menyerupai nya itu dengan mata yang sudah berubah jadi biru yaitu mata dewanya yang juga tak kalah kuat dengan kekuatan mata iblis.


"Mengapa aku merasakan hawa kutukan yang begitu besar dari darah gadis ini" lanjut Mo Da Xia bertanya dengan wajah yang tidak bisa diartikan, saat dirinya meminum darah tadi entah mengapa ia merasa jika kutukan yang telah menyatu dengan darah Nona muda Zhu Linyu itu berkaitan sangat erat dengan dirinya.


"Tidak tahu, aku tidak mengetahui nya" jawab gadis itu memalingkan wajahnya.


"Ohh jadi kau tidak ingin menjelaskan ya" ucap Mo Da Xia berjalan mendekati gadis yang menyerupai dirinya itu dengan seringai menyeramkan.


"Cari tahulah sendiri, sampai kapanpun diriku tidak akan memberi tahu dirimu tentang kutukan yang berada ditubuh gadis itu" ucap gadis itu tidak perduli dengan Mo Da Xia yang terus saja berjalan mendekat kearahnya.


"Apa maksudmu" tanya gadis itu kebingungan, Mo Da Xia benar-benar terlihat begitu aneh sekarang.


Tak jauh berbeda dengan gadis itu, para pengikut setia Mo Da Xia juga kini merasa kebingungan ketika melihat tingkah junjungan mereka saat ini, namun tidak dengan Astaroth yang memiliki begitu banyak ilmu pengetahuan didalam dirinya tentang seluruh dimensi dunia kultivator.


Dengan langkah cepat Astaroth telah berdiri disamping Mo Da Xia.


"Lepaskan saja, pergilah! kakak akan menjaga tubuhmu disini selama kau bersama dengannya" ucap Astaroth misterius membuat yang lainnya semakin tidak mengerti, bahkan kini mereka sama sekali tidak memperhatikan Nona muda Zhu Linyu yang sudah hampir sekarat karena telah kehabisan begitu banyak darah.


Bagaikan hipnotis ucapan Astaroth tadi langsung saja membuat Mo Da Xia langsung terhuyung tak sadarkan diri dan langsung ditangkap oleh Astaroth.


"Apa yang terjadi padanya" khawatir Lian berjalan mendekati Astaroth bersamaan dengan Lang dan Zhou Wei yang juga sama khawatir seperti dirinya.

__ADS_1


"Tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padanya karena aku mengetahui siapa yang melakukan semua ini" ucap Astaroth.


"Kalian jagalah kedua wanita ini dan jangan biarkan gadis yang sedang sekarat itu mati sebelum adik datang, aku akan menjaga tubuhnya ini didalam kamarku agar tidak ada jiwa jahat yang mengambil kesempatan untuk menempati tubuh nya" ucap Astaroth melangkah kan kaki dengan Mo Da Xia yang berada didalam gendongannya.


"Tunggu Yang mulia" ucap Lang menghentikan Astaroth.


"Ya ada apa" tanya Astaroth membalikkan badannya.


"Dimana jiwa Yang mulia saat ini" tanya Lang yang paham dengan maksud Astaroth jika sebenarnya yang bersama dengan mereka saat ini hanyalah tubuhnya saja namun tidak dengan jiwanya.


"Dia sedang berada di wilayah tertinggi dari seluruh dimensi dunia kultivator ini" ucap Astaroth yang membuat Lang dan Zhou Wei membelalakkan mata mereka terkejut.


"Bukankah wilayah itu adalah tempat yang ditinggali oleh Dewa Zeus dan Lucifer" tanya Zhou Wei yang sangat mengetahui dengan baik tentang para penguasa seluruh dimensi yang ada di dunia kultivator ini, termasuk wilayah-wilayah yang ditempati oleh mereka.


"Ya, itu adalah tempat yang ditinggali oleh dua orang terhebat didunia kultivator ini, rupanya Yang mulia Zhou ini masih mengingat dengan begitu jelas hal yang bersangkutan dengan mereka" ucap Astaroth tersenyum tipis, meskipun kedudukan nya yang sebagai Raja dari seluruh ras iblis yang dimana ras iblis memiliki kesetaraan dengan ras dewa dirinya tetap menghormati Zhou Wei yang memiliki kedudukan dibawah dirinya meskipun itu adalah Raja dari seluruh Raja ras Naga sekalipun.


"Lantas mengapa Yang mulia sekarang justru berada disana" tanya Zhou Wei tak mengerti.


"Ck, dasar pikun! apakah kau lupa jika kedudukan Yang mulia sebenarnya adalah seorang penerus yang dipilih oleh para penguasa itu" ucap Lang kesal dengan Zhou Wei.


"Baiklah jika seperti itu saya permisi terlebih dahulu" ucap Astaroth melangkah pergi.


.


Akhirnya bisa up juga setelah melewati hari hari yang sibuk:)..


Jangan lupa berikan like, komen dan vote nya ya guys buat dukung karya ku, maacihhh💙.

__ADS_1


.


__ADS_2