
"Jangan bermimpi! siapa anak yang anda maksud" ucap Mo Da Xia.
"Oh aku lupa jika bocah itu belum memberitahukan dirimu rahasianya" ucap Dewa Zeus menepuk jidatnya.
"Tapi tenangkan lah dirimu dahulu putriku" ucap Dewa Zeus karena Mo Da Xia masih saja menggenggam energi spiritual yang berbentuk seperti kristal ditangannya.
"Tidak akan, katakan saja apa yang ingin anda katakan, tak perlu mengatur saya karena anda bukanlah orang tua saya" ucap Mo Da Xia datar.
"Hmm.. baiklah" ucap Dewa Zeus mengalah.
"Cepat katakan" desak Mo Da Xia membuat Dewa Zeus mengusap dada bidangnya berusaha sabar untuk menghadapi Gadis yang katanya adalah putrinya itu.
"Sebelum ayah menjelaskan apa rahasianya berjanjilah terlebih dahulu untuk melakukan apa yang ayah perintahkan, karena ini semua adalah kewajiban dirimu sebagai orang terpilih dan juga demi kebaikan dirimu sendiri" ucap Dewa Zeus.
"Baiklah saya berjanji" ucap Mo Da Xia.
"Kau bukanlah manusia" ucap Dewa Zeus, namun tak ada reaksi terkejut sama sekali yang terlihat diwajah Mo Da Xia yang sedari tadi terus saja menampilkan raut wajah datar nan dingin yang dimilikinya.
"Apakah hanya itu saja? tanpa anda katakan pun saya sudah mengetahui nya dari para penghianat itu" ucap Mo Da Xia, terdapat pancaran kemarahan yang terlihat ketika dirinya mengatakan para penghianat itu, siapa lagi jika bukan kedua orang tua angkat nya.
Entah mengapa sampai sekarang ia begitu sulit untuk mengetahui penghianatan yang mereka lakukan, yang diketahuinya hanyalah ketika mereka tertangkap basah oleh Lian ketika mereka sedang berbicara untuk menumbalkan dirinya pada umur 17 tahun, namun apa alasan yang berada dibalik itu semua dirinya tidak mengetahui nya sama sekali, mencari tahu informasi nya pun terasa sangat begitu sulit karena seperti ada seseorang yang kekuatan nya tak kalah jauh dari Dewa Zeus dan Lucifer dibelakang kedua orang tua angkat nya itu.
|| Kembali ke topik ||
__ADS_1
"Kau bukanlah seorang elf, kau bukan seekor Naga, kau bukan seekor Phoenix, kau bukan seorang Dewi dan kau juga bukan seorang Iblis" ucap Dewa Zeus berturut-turut yang berhasil membuat Mo Da Xia membelalakkan matanya terkejut akan kenyataan dibalik rahasia yang ingin Astaroth ungkapkan, jika dirinya bukan dari semua itu, lantas apa dirinya? siapa dirinya ini?.. ini semua bagai teka-teki yang begitu sulit untuk dipecahkan dikepala Mo Da Xia.
"Jangan membohongi saya" ucap Mo Da Xia tak percaya.
"Ayah tidak membohongi dirimu karena Ayah dan merekalah yang menciptakan dirimu" ucap Dewa Zeus tegas.
Blarr...
Bagaikan disambar petir disiang bolong, Mo Da Xia memundurkan langkahnya dengan perlahan menghadapi kenyataan yang tidak bisa dicerna nya dengan sempurna, apa tadi kata Dewa Zeus! dirinya diciptakan oleh mereka? bagaimana mungkin? lantas siapa orang tuanya? dan mengapa ia bisa seperti ini? mengapa tidak mereka saja yang mengasuh dirinya hingga berhak menduduki tahta penguasa dan mengapa mereka justru membiarkan dirinya berada didalam asuhan oleh kedua penghianat itu.. apakah mereka tidak takut jika dirinya akan mati, kira-kira seperti itulah pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba saja memasuki kepala Mo Da Xia dengan kenyataan yang Dewa Zeus ucapkan.
"Jangan terlalu banyak berpikir putriku, dengarkanlah dulu semuanya" ucap Dewa Zeus takut Mo Da Xia akan menjadi salah paham dengan ucapannya yang sebelumnya.
"Apalagi yang belum anda katakan" dingin Mo Da Xia, jika saja mereka tidak menyerahkan dirinya pada para penghianat itu maka dirinya sungguh tidak perlu untuk menangis bersedih dan selalu berharap akan kehadiran mereka disisinya, bahkan ia tidak perlu melalui hari-hari yang begitu menyakitkan dan penuh rintangan agar ia bisa bertahan hidup dan sukses di bumi, dan apa itu? bukankah kedua orang tua angkatnya itu diperintahkan untuk menjaga dirinya, tapi mengapa mereka justru meninggalkan dirinya sendiri dan mengapa para penguasa justru tidak ada satupun yang mendatanginya walau hanya sekedar bertamu saja, meskipun dirinya sekarang begitu kuat namun bukan mustahil jika dirinya sama sekali tidak memiliki sisi rapuh yang mungkin saja tidak ada orang lain yang pernah merasakannya.
Brughh..
"Maafkan ayah karena begitu keras kepala untuk membiarkan dirimu berlatih sendiri hingga tanpa sadar membuat kebencianmu terhadap ayah jadi muncul setelah mengetahui kebenaran tentang dirimu yang sebenarnya, ayah benar-benar merasa bersalah dan minta maaf pada dirimu putriku, ayah sungguh minta maaf" ucap Dewa Zeus berlutut dengan air mata yang perlahan mulai membasahi pipinya, meskipun Mo Da Xia telah mengunci pikiran nya namun tetap saja dirinya bisa mengetahui apa yang Mo Da Xia ucapkan karena keterkaitan batin antara dirinya dan Mo Da Xia sangatlah kuat, begitu pula dengan Lucifer.
"Bangunlah" perintah Mo Da Xia namun sama sekali tidak didengarkan oleh Dewa Zeus yang justu menundukkan kepalanya lebih dalam.
"Tidak bisakah anda memerintah nya untuk bangun" tanya Mo Da Xia pada Lucifer yang juga sama menitikkan setetes buliran bening dari kedua bola matanya.
"Tidak" ucap Lucifer menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Huhhh" Mo Da Xia menghela nafas kasar berusaha menenangkan dirinya, mungkin memang ada alasan yang tidak mereka ingin ia mengetahuinya sehingga semua hal ini bisa terjadi ya meskipun Dewa Zeus tadi telah mengatakan jika alasan mereka tak mendatangi dirinya karena ia yang begitu keras kepala, namun tetap saja pasti ada alasan lain yang sepertinya harus ditutup dengan begitu rapat.
"Ayah bangunlah" ucap Mo Da Xia lembut sembari membangunkan Dewa Zeus dengan perlahan.
"Maafkan ayah" ucap Dewa Zeus yang tak henti-hentinya meminta maaf atas kesalahan yang mungkin saja tak pernah dibuatnya.
"Ayah hentikan, putrimu ini sudah memaafkan kalian jadi berhentilah, lebih baik ayah menceritakan kembali rahasia yang belum sepenuhnya ayah katakan tadi" ucap Mo Da Xia berusaha menenangkan Dewa Zeus yang kini sama sekali tidak terlihat kewibawaan nya.
"Baiklah" ucap Dewa Zeus lebih tenang dari sebelumnya.
"Lebih baik kita masuk kedalam Istana terlebih dahulu" ucap Lucifer yang langsung diangguki oleh Mo Da Xia dan Dewa Zeus.
...----------------...
"Jadi?" tanya Mo Da Xia setelah mereka berpindah tempat ke ruang tamu yang berada didalam Istana Megah milik Dewa Zeus dan Lucifer.
"Kau tercipta dari setengah kekuatan dari semua para penguasa, namun..
.
Jangan lupa like, komen dan vote yaa, udah hari untuk ngasih vote nih, yok buruan dukung author 😍 buat yang udah dukung, author doain semoga Rezekinya lancar dan sehat selalu, aamiin..
.
__ADS_1