RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 52


__ADS_3

"Mengapa anda begitu keras kepala Tuan muda" tanya tetua ke empat prustasi, hawa kematian terasa begitu pekat mengelilingi mereka.


"Guo Shin, lebih baik kalian mundur" ucap nyonya Guo Ning memperingatkan anaknya, meskipun ia tidak memiliki kekuatan yang kuat, namun ia bukan orang bodoh yang tidak mengetahui jika kematian sudah berada didepan mata mereka.


"Jika ku katakan tidak maka artinya kita tidak akan mundur" ucap Tuan muda Guo Shin menatap tajam orang orang yang terus membujuk nya untuk mundur dari peperangan yang lebih layak disebut pembantaian untuk diri mereka sendiri.


Meskipun memiliki pasukan yang banyak nya berkali kali lipat dibandingkan pasukan Mo Da Xia yang hanya berjumlah enam ratus tiga namun tentu saja itu semua tidak akan berarti sama sekali, prajurit mereka yang hanya memiliki basic kultivasi di ranah Pondasi Qi tahap 1 sungguh tidak sebanding dengan pasukan Mo Da Xia yang memiliki kultivasi Misteri tahap 2, berbeda satu tingkat saja sudah bagaikan langit dan bumi, apalagi dari Pondasi Qi tahap 1 ke Misteri tahap 2, sungguh perbedaan yang sangat amat jauh.


"Jika hanya Ratu kecil itu maka ini semua akan mudah, namun kini ia memiliki pasukan yang memiliki kultivasi Misteri tahap 2 Tuan muda dan itu setara dengan kultivasi kami para tetua, jika pasukan nya saja hebat maka sudah dapat dipastikan jika Ratu kecil itu jauh lebih hebat dibandingkan mereka, bahkan kita tidak mengetahui dimana tingkat kultivasi nya, belum lagi dengan Tuan muda Lou Shen dan dua orang yang ikut berdiri disamping tiga orang berzirah itu" ucap tetua kedua yang akhirnya buka mulut.


"Ini semua adalah kesalahan kau tetua pertama" teriak tetua ketiga menunjuk tetua pertama, jika saja tetua pertama tidak memprovokasi Tuan muda Guo Shin maka semuanya masih dapat dikendalikan.


"Tidak Tuan muda, anda tak perlu mendengarkan omong kosong mereka, mereka tidak menyukai jika anda dapat menaiki tahta kekaisaran, apakah anda lupa jika Ratu kecil itu hanyalah seorang sampah kekaisaran, tentu saja ia tidak akan memiliki kekuatan yang hebat sama sekali, dan apa yang anda takut kan, prajurit anda berjumlah jauh berkali kali lipat dibandingkan pasukan Ratu kecil itu, jika kita mundur maka kesempatan untuk mendapatkan tahta kekaisaran akan semakin sulit Tuan muda karena sudah pasti para prajurit kekaisaran juga akan ikut campur dalam peperangan" ucap tetua pertama semakin memprovokasi Tuan muda Guo Shin, padahal ia sendiri sudah mengetahui jika para pasukan yang berada dibelakang Mo Da Xia memiliki kekuatan yang hebat, entah ada apa sebenarnya sehingga ia tetap memprovokasi Tuan muda Guo Shin untuk tetap melanjutkan peperangan.


"Tetua pertama benar, Ratu kecil itu hanyalah sampah kekaisaran ini, jika kalian tidak ingin maju dalam peperangan ini maka pergilah sejauh mungkin sebelum aku membunuh kalian setelah berhasil merebut tahta kekaisaran" ucap Tuan muda Guo Shin yang begitu yakin jika ia bisa mengambil tahta kekaisaran dari tangan Mo Da Xia, sedangkan tetua pertama yang melihat Tuan muda Guo Shin termakan provokasi dari nya menampilkan senyum penuh licik nya.


Para tetua yang mendengar ucapan Tuan muda Guo Shin langsung melesat dengan cepat pergi meninggalkan tempat yang akan terjadi pembantaian yang berkedok peperangan itu.


Srakkk... akar akar besar muncul dari dalam tanah dan langsung melilit para tetua dengan erat.


"Kita belum selesai tetua, mengapa kalian begitu terburu buru ingin pergi" ucap Mo Da Xia tersenyum miring, jarinya dengan lincah mengendalikan akar akar besar yang melilit para tetua dengan erat.


"Tetua ke empat, kekuatan aneh apa ini, mengapa ia bisa mengendalikan akar akar besar ini" tanya tetua ketiga panik.


"Aku pun tidak tahu tetua ketiga" sahut tetua ke empat berusaha lepas dari akar besar yang melilit nya.


____________________


"Lian gege" panggil Mo Da Xia.


Swoshh... Lian muncul dari balik bayangan Mo Da Xia.

__ADS_1


"Saya Yang mulia" ucap Lian hormat.


"Amankan rakyat ku yang berada disekitar sini sejauh mungkin, agar tidak kena dampak dari peperangan ini" ucap Mo Da Xia yang sempat sempat nya memikirkan para rakyat nya disituasi seperti ini, ia tidak memasang sihir ilusi karena peperangan ini akan sangat berdampak pada sekitarnya dan membuat rakyatnya celaka jika tidak diamankan.


"Baik Yang mulia" ucap Lian dan langsung menghilang.


"Serangggg" teriak Tuan muda Guo Shin secara tiba-tiba tepat setelah Lian menghilang entah apa perdebatan mereka hingga langsung ingin menyerang Mo Da Xia.


"Langg" teriak Mo Da Xia.


Rarrggggghhhh... raungan Lang berubah menjadi harimau emas.


"Seranggg" teriak Mo Da Xia menunggangi Lang dengan jubah api merah nya yang terus berkibar.


"Apa!! ternyata pemuda itu adalah spirit best tingkat legenda, namun bukan kah sebelumnya harimau itu berada di tingkat tinggi ketika Ratu kecil itu bertanding melawan Nona muda Xie Lan Lan" gumam tetua ke empat yang ingin pingsan karena mendapatkan kejutan terus menerus.


Trangg.. Tranggg... Tingg... suara pedang saling bertabrakan antara pasukan Mo Da Xia melawan prajurit dari bangsawan Guo.


Lang berlari dengan cepat menuju Tuan muda Guo Shin dan tetua lainnya yang sama berlari ke arah mereka, namun tetua pertama sama sekali tidak terlihat keberadaan nya dan entah pergi kemana.


"Teknik pedang petir-Seribu pedang petir" teriak Mo Da Xia melemparkan pedang hitam nya kelangit dan langsung berubah menjadi seribu pedang yang dialiri petir, seribu pedang itu langsung meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah para prajurit bangsawan Guo.


Jlebb... Jlebbb.. Arghhhg...


Seribu prajurit langsung tewas dengan pedang yang tertancap di titik vital mereka.


Syuttt... Happ... pedang hitam kembali ketangan Mo Da Xia.


"Vivite surgite cadavera et inmortales fiunt qui tam feroces sunt et omnes aggrediuntur" ucap Mo Da Xia membaca mantra kuno dengan sangat cepat.


Tiba tiba tanah bergetar dengan begitu hebat, hawa terasa begitu suram membuat bulu kuduk para prajurit yang menghalangi Mo Da Xia berdiri.

__ADS_1


"Ada apa ini" ucap prajurit berusaha untuk berdiri tegak karena getaran tanah yang begitu kuat.


"Mayatt.. mayattt hiduppp" teriak salah satu prajurit yang menyadari lebih dulu ada segerombolan mayat hidup yang keluar dari dalam tanah.


"Larii... lariii... " teriak prajurit lainnya berusaha kabur dari mayat hidup yang kini semakin banyak.


"Bunuh mereka semua" perintah Mo Da Xia pada mayat mayat hidup nya, ia benar benar tidak ragu untuk mengeluarkan elemen kegelapan nya dihadapan banyak orang, karena menurut nya memiliki kekuatan agar untuk digunakan bukan untuk dipendam dan dibiarkan, lagi pula siapa yang bisa melawan nya meskipun jika nanti banyak orang yang menentang kekuatan nya yang berasal dari ras iblis.


"Arghh... tidakkk... tidak..." teriak prajurit kesakitan karena tubuh mereka dicabik-cabik dan dimakan oleh mayat hidup.


Tranggg... pedang Mo Da Xia Tuan muda Guo Shin bertabrakan dengan saling melemparkan tatapan tajam mereka.


"Cihh, ternyata kau memiliki kekuatan kegelapan, dasar sampah" hina Tuan muda Guo Shin yang mengira Mo Da Xia juga salah satu penyembah iblis sama seperti keluarga nya.


Mo Da Xia hanya menatap Tuan muda Guo Shin datar, kali ini ia akan menemani lawannya untuk bermain main sebelum membunuhnya.


"O magne domine daemon accede et adiuva cultores tuos et ostende eis daemones tuos potestates maiores esse quam daemones adorantes" ucap Tuan muda Guo Shin membaca mantra.


Swoshh... tiba tiba datang sosok iblis yang berbeda dengan sosok iblis yang dipanggil oleh Tuan Guo dan Tuan Luan dan langsung menebas kan pedang besar nya ke arah Mo Lou Shen yang sedang melawan beberapa tetua bangsawan Guo.


"Argghhh.." teriak Mo Lou Shen menahan rasa sakit dipunggung nya karena sayatan pedang besar yang begitu dalam.


"Beraninya kauu" geram Mo Da Xia marah.


"Raja iblis" teriak Mo Da Xia geram hingga terdengar ke telinga raja iblis yang sedang bersantai dipaviliun nya di kerajaan iblis yang berada didunia atas (bukan yang di alam neraka).


"Jika kau tidak mengambil para iblis rendahan ini sekarang maka jangan salahkan aku yang akan menarik mu secara tidak hormat ke dimensi ini, dan aku tidak akan segan-segan untuk meluluhlantahkan kerajaan iblis mu itu" teriak Mo Da Xia, namun raja iblis seolah tuli dan mengabaikan ucapan ucapan yang terdengar ditelinga nya.


"Bedebahh" teriak Mo Da Xia yang semakin marah karena ucapan nya tidak didengarkan sedikit.


Raja iblis yang sedang tertawa cekikikan kini langsung melotot terkejut ketika melihat tangan hitam besar yang menangkapnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan" tanya Raja iblis menatap Mo Da Xia melotot karena ia benar benar dibawa secara tidak hormat ke dimensi ras manusia, bahkan kini ia dijinting dengan posisi terbalik oleh tangan hitam besar milik Mo Da Xia.


"Dasar Raja tidak berguna" sarkas Mo Da Xia.


__ADS_2