
Di dimensi yang berisikan ratusan ribu bahkan menyampai jutaan orang yang mendiaminya terlihat begitu banyak sekali Naga yang tengah berlalu lalang diatas langit dengan berbagai macam bentuk tubuh bahkan berbagai macam jenis warna.
Itu semua sudah bagai kebiasaan bagi mereka setiap harinya diwaktu sore hanya untuk sekedar berjalan-jalan untuk menikmati waktu bersama keluarga, namun itu hanya dilakukan oleh mereka yang menginginkan nya saja karena masih banyak orang yang tidak ingin berjalan-jalan terutama seorang putri bangsawan Naga tingkat menengah dan tinggi, alasan mereka karena takut jika kulit mereka terbakar sinar matahari sehingga membuat kecantikan mereka memudar.
Di dimensi itu pun tak ada satu saja rumah yang menapak diatas tanah, semua rumah yang mereka miliki hampir sama seperti diwilayah para dewa yang berada di nirwana yaitu melayang diatas langit, itu semua karena sayap yang mereka miliki sehingga mereka lebih memilih untuk berdiam diatas awan, bahkan kerajaan, akademi, klan serta sekte pun juga berada diatas awan.
Sedangkan disebuah desa di penghujung dimensi tiba-tiba saja ada sebuah portal teleportasi yang muncul dan perlahan terbuka lebar.
"Aaaaaa" teriak pemuda yang pertama keluar dari potal itu terjatuh karena tak memiliki sayap untuk sekedar terbang di udara.
Sedangkan pemuda lain yang melihat temannya terjatuh lantas saja merubah wujud nya menjadi seekor Naga dan langsung mengepakkan sayapnya mengejar pemuda yang mungkin saja sudah tak sadar diri karena baru pertama kali jatuh dari ketinggian seperti ini.
"Tunggu aku Lang" ucap pemuda itu konyol.
"Dasar bodoh" teriak pemuda yang terjatuh kesal.
Ternyata oh ternyata orang-orang itu adalah Mo Da Xia beserta para pengikut setia dan ayah-ayah nya yang baru saja datang ke dimensi ras Naga, namun baru saja sampai hal konyol telah terjadi karena kecerobohan Lang yang langsung saja melompat keluar dari portal dimensi.
"Ceeepaaatlaaahh" teriak Lang sambil mengepak-ngepakan tangannya.
Brughh..
Lang terjatuh keatas tubuh Zhou Wei dengan tidak elitnya, bagaimana tidak? wajahnya terjatuh terlebih dahulu keatas tubuh Zhou Wei baru disusul bagian tubuh yang lainnya dan itupun terjatuh kebelakang sehingga ia terlihat seperti sedang jungkir balik.
__ADS_1
"Apakah kau bermimpi sedang memiliki sayap Lang" tanya Zhou Wei dengan suara tertahan takut tawa yang ia tahan sedari tadi akan keluar begitu saja dan malah mendapatkan ocehan panjang lebar yang tak berhenti dari mulut Lang.
"Berisik" ucap Lang marah, ia tadi hanya reflek saja dan bukan sedang bermimpi seperti yang Zhou tanyakan tadi.
"Yayaya, berpegang lah yang erat" perintah Zhou Wei.
"Baiklah" ucap Lang langsung berpegangan di tubuh besar Zhou Wei dengan sangat erat.
Setelah Lang mengeratkan pegangannya Zhou Wei langsung menaikkan kecepatan nya agar sampai lebih cepat ke arah Mo Da Xia yang sedang menunggu bersama para ayah-ayah nya dengan sayap berwarna biru yang dikelilingi kristal dipunggung nya.
Jangan tanya mengapa Mo Da Xia bisa memiliki sayap yang sedang digunakannya karena sayap itu adalah sayap dari wujud Phoenix birunya, oleh karena itu lah ada kristal-kristal kecil yang berada di bulu-bulu sayapnya.
"Yang mulia" hormat Zhou Wei dan Lang menundukkan kepala mereka setelah sampai dihadapan Mo Da Xia.
"Baik Yang mulia" tegas Lang.
"Ayo kita mulai perjalanan ini" ucap Mo Da Xia dengan senyuman penuh artinya, begitu pula dengan ke empat ayahnya yang entah mengapa mereka juga menunjukkan senyum penuh arti sembari menatap ke arah Mo Da Xia yang berdiri diantara mereka.
"Ayo" ucap mereka serempak dan langsung mengepakkan sayap mereka masing-masing terkecuali Neculas yang menggunakan teknologi untuk menerbangkan dirinya.
...----------------...
"Kemana kita akan pergi Yang mulia" tanya Lang karena sedari tadi mereka tak ada berhenti sama sekali hingga kini sudah dua jam lamanya.
__ADS_1
"Mencari restoran dan juga penginapan" ucap Mo Da Xia, matanya pun tak henti-hentinya melihat ke berbagai arah untuk mencari tempat yang menurutnya pas untuk ditinggali.
"Anda tidak perlu melakukan itu Yang mulia karena anda serta ayah-ayah anda bisa tinggal di istana saya" ucap Zhou Wei yang tentu saja tak akan pernah melupakan Istana tempat tinggalnya, selama ia menjadi pengikut setia Mo Da Xia pun sesekali ia juga kembali ke istananya di dimensi ras Naga ini untuk menyelesaikan tugasnya sebagai seorang Raja tertinggi yang memimpin kerajaan Naga.
"Tidak!" tolak Mo Da Xia tegas.
"Mengapa Yang mulia, apakah ada sesuatu yang salah" tanya Zhou Wei, ia sama sekali tidak tersinggung dengan penolakan Mo Da Xia tadi karena menurutnya tak mungkin Mo Da Xia akan menolak seperti itu jika tidak memiliki alasan tertentu.
"Akan terlalu mencolok jika kami berada di istana mu, karena sudah pasti akan ada pihak yang akan mengawasi dan mengikuti kita karena rasa penasaran mereka akan identitas kami, dan pastinya itu akan menghambat perjalanan kita untuk segera menemukan perwujudan-perwujudan diriku yang lainnya" jelas Mo Da Xia.
"Dimengerti Yang mulia" ucap Zhou Wei menganggukkan kepalanya dan tak berbicara sepatah kata pun lagi.
Cukup lama terjadi keheningan antara Mo Da Xia dan lainnya hingga tiba-tiba saja Mo Da Xia menghentikan kepakan sayapnya dan langsung berbalik kearah belakang membuat ke empat ayahnya kembali tersenyum penuh arti dengan mata yang saling menatap satu sama lain.
"Ada yang mengikuti kita" ucap Mo Da Xia mengaktifkan mata dewa nya untuk melihat siapa yang sedang mengikuti mereka dalam kegelapan malam seperti sekarang.
"Siapa mereka" gumam Mo Da Xia menatap sekumpulan orang yang lebih pantas disebut sebagai sekumpulan siluman karena bentuk tubuh mereka yang setengah manusia dan setengahnya lagi hewan.
"Latihan pertamamu" ucap Lucifer tersenyum miring.
.
Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰
__ADS_1
.