RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 77


__ADS_3

"WAKTUKU HANYALAH UNTUK PRIA TAMPAN" seringai Mo Da Xia memeluk lengan Astaroth manja.


"Kauu" ucap Nona muda Zhu Linyu membelalakkan matanya melihat apa yang Mo Da Xia lakukan, entah dapat keberanian dari mana dirinya sampai sampai dengan sangat berani menunjuk Mo Da Xia tepat didepan wajah nya.


"Kenapa? apakah ada yang salah, kau jangan terlalu berharap seperti itu, diriku hanya menyukai pria tampan saja, sedangkan kau sangat jelek, terlebih lagi kau adalah seorang wanita, jadi menjauhlah dan turunkan tangan mu yang keriput itu" ucap Mo Da Xia dengan wajah tanpa dosa.


Mendengar apa yang Mo Da Xia katakan, kepala Nona muda Zhu Linyu bagaikan habis tersambar petir karena begitu banyak asap yang keluar dari kepalanya dengan muka yang terlihat memerah marah, bahkan tangannya kini terkepal dengan sangat erat.


Dengan gerakan cepat Nona muda Zhu Linyu mencoba melepaskan pelukan Mo Da Xia ditangan Astaroth dengan sekuat tenaga yang dimilikinya.


"Lepaskan" ucap Nona muda Zhu Linyu menarik tangan Mo Da Xia.


"Tidak mau" ucap Mo Da Xia dengan wajah menjengkelkan, entahlah dimana watak kekejaman yang dimilikinya selama ini, entah mungkin dirinya yang malas bertindak kejam pada Nona muda Zhu Linyu ataukah ia memang sengaja ingin mempermainkan gadis yang hanya berselisih satu tahun dengan dirinya itu.


"Lepaskan, kau itu sangat tidak cocok dengan Yang mulia Raja Iblis, bangsawan rendahan seperti dirimu mana pantas untuk bersanding dengan Yang mulia Raja Iblis" ucap Nona muda Zhu Linyu.


"Uhukk.. uhukk" Astaroth tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar apa yang Nona muda Zhu Linyu ucapkan.


Sedangkan disisi lain para pengikut Mo Da Xia serta gadis yang menyerupai nya kini justru tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Nona muda Zhu Linyu yang tak sadar jika kini dirinya sedang berusaha dipermalukan oleh Mo Da Xia akibat dari kebodohan nya sendiri yang tak mendengarkan pembicaraan mereka sedari tadi.


"Yang mulia! apakah anda tak apa-apa" tanya Nona muda Zhu Linyu khawatir berusaha mencuri perhatian dari Astaroth.


Sepertinya Nona muda Zhu Linyu ini langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat ketampanan Astaroth yang tidak ada duanya, padahal para pengikut setia Mo Da Xia juga tak kalah tampan seperti Astaroth, namun karena ia berpikir jika mereka hanya bawahan saja jadi dia lebih memilih untuk mendekati Astaroth dan berusaha mencuri perhatian nya, barangkali dirinya memiliki keberuntungan sehingga bisa menjadi seorang istri dan dijadikan Ratu oleh Astaroth.


"Jangan menyentuh Zhen, karena Zhen akan alergi jika disentuh dengan tangan kotormu itu" ucap Astaroth dingin.


"Apa yang anda katakan Yang mulia, mengapa saya tidak bisa menyentuh anda sedangkan gadis itu bisa menyentuh anda bahkan memeluk anda dengan sepuasnya, bahkan saya tidak mendengarkan sedikit pun pembicaraan kalian yang seperti seorang Raja dan rakyat biasa, apa kekurangan saya sehingga anda lebih memilih gadis itu dibandingkan saya Yang mulia" tanya Nona muda Zhu Linyu tidak terima karena Mo Da Xia bisa memeluk Astaroth dengan sesuka dirinya bahkan mereka tidak berbicara formal seperti yang dilakukan oleh Astaroth padanya tadi.


"Oh siapakah rakyat biasa yang Nona ini katakan" tanya Astaroth lembut sehingga membuat Nona muda Zhu Linyu memerah malu.


"Siapa lagi jika bukan gadis dari keluarga bangsawan rendahan ini" ucap Nona muda Zhu Linyu menatap Mo Da Xia sinis karena merasa jika Astaroth telah luluh padanya hanya karena Astaroth yang berucap lembut saja.


"Bisakah Nona mendekat kemari" pinta Astaroth menggertakan giginya menahan rasa marah namun bibirnya tetap ia lengkungkan sehingga senyuman nya jadi terlihat aneh, namun berbeda dengan Nona muda Zhu Linyu yang semakin tergila-gila ketika melihat Astaroth yang tersenyum, karena menurutnya Astaroth sangatlah tampan.


"Apapun demi anda Yang mulia" ucap Nona muda Zhu Linyu mengulum senyumnya dengan wajah yang memerah bagaikan kepiting rebus.


"Mengapa Nona mengatakan jika gadis disamping saya ini adalah rakyat biasa, apakah Nona pernah melihatnya berada disalah satu kediaman bangsawan kelas rendah yang ada di dimensi seberang sana" tanya Astaroth membelai pipi Nona muda Zhu Linyu lembut lalu beralih memegang leher belakangnya sehingga membuat wajah Nona muda Zhu Linyu semakin memerah malu.


"Saya memang tidak pernah melihat dirinya disalah satu kediaman para bangsawan kelas renda.."


"Lantas mengapa kau mengatakan jika adikku adalah seorang bangsawan kelas rendah" teriak Astaroth menarik rambut bagian dalam Nona muda Zhu Linyu marah.


"Apakah matamu itu buta sehingga tidak bisa melihat dengan jelas jubah seorang Ratu kekaisaran Bulan darah yang sedang digunakan oleh adikku itu hah" tanya Astaroth semakin menguatkan tarikan rambutnya sehingga membuat beberapa helai rambut Nona muda Zhu Linyu menjadi rontok.


"Hiks.. Yang mulia, apa yang anda lakukan" tangis Nona muda Zhu Linyu.

__ADS_1


"Kakak cukup, dia adalah jatah untukku" ucap Mo Da Xia cemberut, kerongkongannya sudah benar-benar terasa kering sekarang dan meminta untuk segera dibasahkan dengan darah Nona muda Zhu Linyu yang sungguh terlihat enak dimata Mo Da Xia saat ini.


"Dasar gadis bodoh" kesal Astaroth melepaskan Nona muda Zhu Linyu dengan kasar, dengan segera ia mengambil sapu tangan yang ada didalam kantong dibalik jubahnya dan segera ia mengelap bagian tangan dan tubuh yang tersentuh oleh Nona muda Zhu Linyu tadi.


Sringgg...


Mo Da Xia mengeluarkan belati kembar bermotif naga miliknya dari dalam dimensi Mawar hitam.


"Kakak bisakah aku minta tolong padamu" tanya Mo Da Xia pada Astaroth yang sudah selesai membersihkan tubuhnya.


"Tentu saja bisa, memang apa yang ingin kau lakukan adik?" tanya Astaroth penasaran.


"Kerongkongan ku terasa sangat haus, aku sangat ingin minum sekarang, jadi kakak tolong pegangkan cangkir ini karena aku ingin segera menuangkan jus stroberi kedalamnya" ucap Mo Da Xia menyerahkan sebuah cangkir kaca pada Astaroth.


"Oh ya? apakah kakak boleh meminta nya?" tanya Astaroth yang kini tiba-tiba saja ikut merasakan haus.


"Tentu saja boleh, cepat peganglah dengan benar" ucap Mo Da Xia dan langsung dituruti oleh Astaroth.


"Kesini" ucap Mo Da Xia menarik Nona muda Zhu Linyu dengan paksa.


"Mengapa kau justru membawanya adik" tanya Astaroth heran.


"Lihat saja" ucap Mo Da Xia.


Srettttt...


"Cepat bawa cangkir nya kesini" perintah Mo Da Xia membuat Astaroth akhirnya mengerti dengan jus stroberi yang dimaksud oleh adiknya itu, dengan antusias Astaroth langsung saja berjalan mendekat dan langsung menaruh cangkir kaca itu dibawah pergelangan tangan Nona muda Zhu Linyu yang mendapat luka sayatan dari belati kembar motif naga milik Mo Da Xia.


"Hikss.. sakittt" tangis Nona muda Zhu Linyu berusaha menarik tangan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


- Visual Lang si harimau emas kesayangan Mo Da Xia.




-Visual Yin si rubah berekor sembilan




-Visual Zhou Wei sang Naga agung, Raja dari seluruh ras Naga.




-Visual Lian, gege kesayangan Mo Da Xia



-Visual Mo Da Xia, pameran utama kita yakk.







-Visual waktu Mo Da Xia kecil.




.


Gimana visual nya? cocok gak? kalo gak ntar diganti deh😂

__ADS_1


.


__ADS_2