RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI

RATU PENGUASA SELURUH DIMENSI
CHAPTER 83


__ADS_3

"Heii! apa yang kalian lakukan" tanya Mo Da Xia menatap ketiga ayahnya itu aneh, sungguh terlihat seperti anak kecil, bahkan anak kecil pun mungkin tak seperti mereka, ya Mo Da Xia contohnya.


"Omo omo omo, anak Daddy memang sangat beruntung" ucap Neculas menguyel-uyel pipi Mo Da Xia dengan wajah yang sangat bahagia.


"Daddy" ucap Mo Da Xia kesal.


"Apa yang terjadi sebenarnya" tanya Mo Da Xia tak mengerti.


"Kau tau putriku, kau sungguh orang yang sangat beruntung, karena dirimu hanya tinggal mencari 4 perwujudan lagi sekarang" ucap Lucifer dengan senyum mengembang.


"Bukankah hanya dia saja yang dapat" tanya Mo Da Xia menunjuk gadis yang menyerupai nya itu.


"Dasar anak kecil" ucap Astaroth menjitak dahi Mo Da Xia gemas.


"Heii" teriak Mo Da Xia kesal.


"Diamlah! dengarkan kakak baik-baik" ucap Astaroth serius.


"Hm" gumam Mo Da Xia datar.


"Apakah kau tidak merasa jika dirimu sekarang sudah dua perwujudan" tanya Astaroth.


"Katakan saja langsung" ucap Mo Da Xia, ia benar-benar sedang malas untuk sekedar berbasa-basi.


"Tubuh mu yang berada didunia kultivator ini adalah tubuh Phoenix, sedangkan kau datang dari bumi yang juga termasuk dimensi ras manusia, bukan kah artinya jika kau adalah perwujudan dari ras manusia dan sekarang kau telah menyatu dengan wujud Phoenix dirimu" ucap Astaroth.


"Begitukah" ucap Mo Da Xia menganggukkan kepalanya.


"Gege" ucap Mo Da Xia memanggil Lian.


"Ya adik" sahut Lian berjalan mendekat.


"Kau kembali lah ke istana dan menyamar sebagai diriku, sedangkan aku dan yang lainnya akan pergi kedimensi lainnya untuk segera mencari para perwujudan lainnya" ucap Mo Da Xia memberikan perintahnya.


"Tapi bagaimana jika gege ketahuan, bukankah aura kita berdua sangat berbeda adik" ucap Lian.


"Gege tenang saja" ucap Mo Da Xia berjalan kearah belakang Lian.


"Tahanlah" ucap Mo Da Xia yang langsung dijawab anggukan oleh Lian.

__ADS_1


Mo Da Xia dan Lian memejamkan kedua belah mata mereka secara serempak, Mo Da Xia meletakkan kedua tangannya diatas bahu Lian dengan mulut yang mulai membacakan mantra-mantra kuno yang dipelajarinya ketika ia sewaktu masih kecil.


Setelah selesai membaca mantra kuno itu Mo Da Xia menuliskan tangannya dipunggung Lian membentuk sebuah ukiran segel untuk menyempurnakan sihir peniru yang akan Lian gunakan nanti.


"Ssssh" desis Lian merasakan panas yang luar biasa pada punggung nya.


"Apakah masih lama adik" tanya Lian karena rasa panas itu kian menambah.


"Sebentar lagi" ucap Mo Da Xia masih dengan mata yang tertutup.


Mo Da Xia masih melanjutkan tangannya untuk menulis ukiran segel yang sangat sulit untuk orang ikuti karena ukirannya yang terlihat begitu rumit, selesai menulis ukiran segel Mo Da Xia kembali membaca mantra kuno untuk mengeluarkan sedikit aura kehidupannya dan langsung ia letakkan pada ukiran segel itu.


"Hmm.. Sempurna" gumam Mo Da Xia kembali membuka matanya.


"Huh.. Huh.. Huh.." nafas Lian terdengar memburu dengan keringat yang bercucuran membasahi wajahnya.


"Telan lah ini" ucap Mo Da Xia memberikan sebuah pil mutiara salju.


Pil mutiara salju merupakan salah satu pil langka yang telah berhasil Mo Da Xia buat, Pil mutiara salju memiliki begitu banyak keuntungan jika seseorang meminumnya, untuk meningkatkan 3 tingkat kultivasi secara cepat bagi yang pengguna elemen es, menyembuhkan luka bakar yang sangat parah, masih banyak lagi keuntungan yang didapat jika menelan pil mutiara salju ini, termasuk untuk menyembuhkan rasa panas yang diderita oleh Lian.


"Terimakasih adik" ucap Lian selepas menelan pil mutiara salju yang Mo Da Xia mo berikan.


"Baik" ucap Lian langsung membacakan mantra kuno yang pernah Mo Da Xia ajarkan.


Swoshh..


Angin berhembus seperti tornado kecil berputar disekitar Lian dengan cahaya perak yang mengelilinginya.


Setelah beberapa detik berlalu tornado kecil itu langsung berhenti sehingga menampilkan Lian yang telah berubah wujud menjadi Mo Da Xia dengan kecantikan dan keanggunan yang sangat sama.


"Bagaimana" tanya Lian dengan suara yang sama seperti Mo Da Xia, tak lupa dengan wajah datar yang biasa Mo Da Xia perlihatkan pada orang lain atau musuhnya.


"Sempurna" bukannya Mo Da Xia yang menjawab justru Lang lah yang menjawab pertanyaannya dengan mata yang berbinar.


"Wah benarkah" tanya Lian tersenyum senang.


"Hmm benar, namun hanya satu yang kurang" ucap Lang dengan jari yang mengetuk-ngetuk dagunya.


"Apa" tanya Lian penasaran.

__ADS_1


"Aura mu terasa begitu lemah dibandingkan Yang mulia" ucap Lang dengan wajah tanpa dosa.


"Ck, apa kau pikir aku bisa menyamai kekuatan adikku yang begitu hebat itu, bahkan kau saja hanya secuil dari kekuatan nya" ucap Lian kesal dengan ucapan Lang yang menurutnya tak masuk akal.


"Tidak mengapa, itu tidak akan menjadi masalah, karena yang mereka lihat hanyalah aura kehidupanku bukan aura kekuatan ku, jadi selama gege menyamar menjadi diriku maka tak ada satupun yang akan menyadarinya termasuk dua orang itu" ucap Mo Da Xia menjelaskan membuat Lang menganggukkan kepalanya mengerti.


"Jadi, kapan kau akan ke dimensi lain putriku" tanya Dewa Zeus.


"Sekarang" ucap Mo Da Xia mengejutkan semuanya.


"Apakah tak terlalu cepat princess? kita baru saja bertemu tapi kau sudah ingin pergi saja" keluh Neculas cemberut.


"Tunjukkanlah sedikit wibawa mu Nec" senggol Long berbisik ditelinga Neculas, namun hanya dijawab lirikan tak perduli oleh Neculas membuat Long hanya bisa merutuki dirinya dalam hati.


"Daddy ingin ikut? jika ia maka ikutlah" ucap Mo Da Xia, barangkali ayahnya yang satu ini ingin ikut, maka ia sungguh tidak keberatan untuk membawanya, sekaligus menghilangkan rasa bosan yang terkadang bisa menyerangnya kapan saja.


"Oh bolehkah, jika seperti itu maka Daddy akan ikut" ucap Neculas mantap.


"Baiklah ayo" ucap Mo Da Xia.


"Ayoo" ucap ketiga ayahnya yang lain menyahut dengan semangat.


"Tunjukkanlah sedikit wibawa mu Long" ucap Neculas berbisik ditelinga Long membuat Long memerah malu karena itu adalah kata-kata yang baru saja ia ucapkan pada Neculas tadi, namun langsung saja dikembalikan padanya karena ulahnya sendiri.


"Mengapa kalian semua ikut? apakah kalian tidak sibuk untuk mengurus rakyat kalian?" tanya Mo Da Xia heran.


"Tenang saja putriku, apa gunanya para bawahan kami jika mereka tak becus untuk melakukan tugas yang sudah kami titipkan pada mereka" ucap Dewa Zeus.


"Ini semua sudah kehendak kami sendiri, kami ingin menebus dosa yang pernah kami lakukan padamu dengan cara melatih dirimu secara langsung dalam perjalanan kali ini putriku" ucap Lucifer.


"Kau tenang saja karena latihan ini tidak berat, hanya sedikit melelahkan saja" ucap Long tersenyum penuh arti membuat bulu kuduk Mo Da Xia berdiri, tentu saja ia mengetahui apa arti dari senyuman ayahnya itu.


"Yasudah, ayo kita pergi" ucap Mo Da Xia membuka portal teleportasi dimensi lain, kali ini mereka akan pergi ke dimensi ras Naga terlebih dahulu.


"Jaga dirimu gege" ucap Mo Da Xia menatap Lian sembari melangkahkan kakinya memasuki portal diikuti ke empat ayahnya beserta Lang dan Zhou Wei, sedangkan dua wanita yang terikat tadi sudah Mo Da Xia masukan terlebih dahulu kedalam dimensi Mawar hitam nya dan ia letakkan didalam penjara khusus yang terletak dibawah tanah.


.


Jangan lupa like, komen dan vote yaa 🥰

__ADS_1


.


__ADS_2