
"Apakah kau memiliki pemikiran yang sama denganku Lian" ucap Lang menyeringai matanya yang tadinya menatap fokus pada kejadian diluar kini beralih menatap kearah Lian.
"Sepertinya begitu" ucap Lian yang ikut menyeringai licik, matanya juga beralih menatap ke arah Lang sehingga pandangan mereka bertemu.
"Teknik pengendali" ucap keduanya serempak dengan seringai yang masih terlihat jelas dibibir mereka.
____________________
"Lakukanlah" seringai Mo Da Xia.
Tepat setelah Mo Da Xia mengatakan perintah nya tiba tiba muncul seorang perempuan dengan pakaian khas seorang penyihir didepannya.
"Apaa" ucap sekumpulan orang itu membelalakkan matanya terkejut melihat siapa orang yang ada dihadapan Mo Da Xia saat ini.
"illusio ars" ucap perempuan itu mengarahkan tongkat sihir nya pada sekumpulan orang yang masih tampak terkejut melihat nya begitu pula para rakyat, petinggi kekaisaran dan prajurit lainnya.
"Arghhhhh..." teriak sekumpulan orang itu karena tiba tiba saja jiwa mereka berada disebuah tempat yang begitu mengerikan, pemandangan yang mereka lihat benar benar membuat mereka ketakutan setengah mati karena apa yang mereka lihat adalah diri mereka sendiri yang sedang di siksa dengan berbagai macam senjata, namun naas nya mereka juga merasakan sakit seperti yang dirasakan oleh orang yang mendapat siksaan itu dan seolah itu adalah benar benar diri mereka sendiri.
Para rakyat lainnya yang melihat sekumpulan orang yang tiba-tiba berteriak itu hanya mengernyit bingung pasalnya tak ada apapun yang terjadi pada mereka lantas mengapa mereka menjadi berteriak histeris, bahkan badan mereka tak ada sedikitpun goresan luka yang dapat membuat mereka merasakan kesakitan.
"Apakah kalian sudah mengetahui nya" tanya Zhou Wei mentelepati Lian dan Lang dengan ekspresi tidak percaya nya.
"Tentu saja" sahut keduanya dan langsung keluar dari dimensi Mawar hitam.
"Pantas saja Yang mulia tidak perduli pada mereka jika yang akan membunuhnya adalah ia sendiri" ucap Zhou Wei yang benar benar tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh Mo Da Xia.
Perempuan penyihir itu adalah Nona muda yang telah Mo Da Xia tusuk sebelumnya, sebenarnya identitas perempuan itu memanglah seorang penyihir, Mo Da Xia pun sudah mengetahui nya sedari awal ia sampai di gerbang istana dan entah bagaimana perempuan penyihir itu bisa berada di dalam wilayah kekaisaran Bulan darah disaat kekaisaran ditutup untuk luar saat ini.
__ADS_1
Ketika Mo Da Xia menusuk nya tadi sebenarnya perempuan penyihir itu sudah mati karena ia menusuk dengan kuku yang telah ia lapisi dengan api biru nya, namun ternyata tidak hanya itu Mo Da Xia juga menanam benang pengendali pada tubuh perempuan penyihir itu sehingga sekarang tubuh perempuan penyihir berada dibawah kendali penuh Mo Da Xia.
"Sejak kapan kita memiliki Tuan yang licik seperti ini" ucap Zhou Wei yang terus menatap apa yang Mo Da Xia lakukan, bagaimana tidak disebut licik jika ia yang membunuh namun orang lain yang justru akan jadi tersangka nya.
"Entah" ucap Lian dan Lang serempak.
_____________________
"Secundus gradus illusionis ars" teriak perempuan penyihir ah atau bisa kita sebut Mo Da Xia sang pengendali nya kembali mengayunkan tongkat sihir nya pada sekelompok orang yang masih berteriak histeris.
"Aaaaaa..." teriak para rakyat ketakutan melihat pemandangan mengerikan didepan mereka karena tiba tiba banyak sekali darah yang keluar dari tujuh lubang dikepala sekelompok orang itu.
"Prajurit" teriak Mo Da Xia.
"Hamba Yang mulia" ucap seorang prajurit berlutut dibelakang Mo Da Xia.
"Baik Yang mulia" ucap prajurit itu yang langsung pergi mengajak rekan-rekan nya untuk membubarkan rakyat yang masih berdiri menatap sekelompok orang yang tengah terperangkap dalam ilusi yang dibuat oleh perempuan penyihir.
Setelah melihat para rakyat sudah dibubarkan Mo Da Xia langsung menangkap perempuan penyihir dilehernya dan ia bawa terbang tinggi meninggalkan gerbang istana.
"Yang mulia bagaimana dengan mereka" teriak perdana menteri bertanya karena posisi Mo Da Xia yang sudah lumayan jauh.
"Biarkan saja mereka, karena tak ada satupun yang bisa bebas dari ilusi tingkat tinggi seperti itu" ucap Lang datar dan langsung menghilang kembali kedalam dimensi mawar hitam.
"Ilusi tingkat tinggi" ucap para petinggi dalam hati badan mereka seketika langsung merinding ketika membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka terjebak didalam ilusi seperti itu.
Disisi lain sebenarnya Mo Da Xia bukan pergi jauh meninggalkan istana namun ia sedang bersantai disalah satu pohon tinggi yang ada didekat gerbang istana untuk menyaksikan sekelompok orang yang kini semakin melemah karena ilusi itu tidak akan berhenti sampai orang yang terperangkap mati ataupun keluar.
__ADS_1
"Mati terlalu manis untuk kalian sekarang, jadi terimalah kenangan indah yang aku berikan sebelum kematian kalian yang malang itu" seringai Mo Da Xia menatap senang ke arah para sekolompok sampah yang bagi nya sangat menganggu nya sedari awal.
"Apakah kalian mengira aku adalah orang yang baik hati pada sesama sehingga kalian jadi berbuat sesuka hati seperti itu, cih dasar sampah" lanjut Mo Da Xia kesal, ia adalah orang yang bijaksana tapi bukan orang yang begitu baik hati, jika orang memperlakukan nya baik tentu saja ia akan berbaik hati juga, dan jika orang berbuat semena-mena padanya sudah pasti balasannya akan melebihi apa yang mereka perbuat padanya.
"Ahh apa apaan ini, mereka benar benar lemah, baru beberapa jam saja mereka sudah mati" ucap Mo Da Xia kecewa karena mainannya kini sudah mati padahal kan baru beberapa jam saja didalam ilusi yang Mo Da Xia buat, huh sungguh benar benar lemah.
Mo Da Xia langsung menghilang dan memasuki dimensi mawar hitam miliknya karena ada yang ingin ia bicarakan pada para pengikut setia nya mengenai kekaisaran Bulan darah nya ini.
"Salam Yang mulia" hormat seluruh pengikut setia Mo Da Xia berlutut dengan tangan kanan di dada kiri mereka.
"Bangunlah" ucap Mo Da Xia tersenyum tipis.
"Baik Yang mulia" ucap seluruh pengikut setia nya serempak.
"Persiapkan diri kalian karena menurut perkiraan ku kita akan berperang dalam empat bulan lagi" ucap Mo Da Xia yang membuat para pengikut setia nya bingung, dengan siapakah mereka akan berperang lagi kali ini, apakah ada yang akan memberontak lagi pikir mereka.
"Dengan siapa kita akan berperang yang mulia, dan dari mana anda mengetahui jika itu akan terjadi empat bulan lagi" tanya Jendral Xu diangguki yang lainnya.
"Dengan tiga pemerintahan lainnya, entah bagaimana informasi tentang perpindahan kepemilikan telah sampai pada mereka, itu semua ku ketahui dari ingatan penyihir ini" ucap Mo Da Xia sambil menunjuk perempuan penyihir yang berdiri dengan tatapan kosong.
"Berdasarkan ingatan dari penyihir ini sebenarnya sudah sedari dulu tiga pemerintahan itu ingin sekali mengambil wilayah kekaisaran Bulan darah ini karena kekayaan yang begitu melimpah dan ada sebuah tambang rahasia yang juga entah mengapa mereka juga mengetahuinya dan masih banyak lagi hal hal yang mereka incar di kekaisaran Bulan darah ini" lanjut Mo Da Xia.
"Wahhhh" mata Lang langsung berbinar indah ketika mendengar akan terjadi peperangan besar tak lama lagi.
.
Maaf kalo kurang nyambung ya, otak author lagi mudeng🙂
__ADS_1
.