
Brakkk...
"Omong kosong apa yang kau bicarakan" An Ming menggebrak meja secara tiba-tiba membuat semuanya terkejut.
"Tenanglah An Ming" ucap Mo Da Xia dingin, ia tidak menyukai orang yang mengambil kesimpulan tanpa mendengarkan terlebih dahulu.
"Maafkan saya Yang mulia" ucap An Ming menunduk karena menyadari kesalahan yang diperbuat nya, yang hanya dibalas senyuman tipis oleh Mo Da Xia.
"Ceritakan semuanya" ucap Mo Da Xia pada Minghu.
"Seratus tahun yang lalu..."
"Tunggu" ucap Xie Zuya memotong cerita Minghu, sedangkan para pengikutnya langsung menatapnya heran terlebih lagi Minghu sendiri.
"Apakah kau tidak salah bicara" tanya Mo Da Xia yang semakin membuat mereka bingung.
"Kau bilang seratus tahun yang lalu, itu berarti umur mu sudah melebihi seratus tahun, apakah kau sedang bercanda, kau bahkan terlihat seperti Lian gege " tanya Mo Da Xia dengan wajah tidak percaya.
"Saya tidak bercanda Yang mulia, bahkan umur saya sudah mendekati dua ratus tahun" jawab Minghu, ia sebenarnya bingung dengan ketidaktahuan Mo Da Xia tentang umur orang orang yang ada di dunia kultivasi ini.
"Bagaimana mungkin, di dunia ku dulu tak ada orang yang berumur sampai beratus-ratus tahun" ucap Mo Da Xia membuat Minghu mengerutkan keningnya nya tidak mengerti dengan ucapan Mo Da Xia tentang dunia nya yang dulu, ia pun langsung menatap An Ming yang duduk disampingnya dengan tatapan seolah menanyakan apa maksud dari ucapan calon Ratu mereka.
"Akan ku jelaskan nanti" ucap An Ming yang mengerti arti dari tatapan Minghu.
"Ucapan Minghu memang benar Yang mulia, di dunia kultivasi hal itu merupakan hal yang biasa, tidak hanya beratus-ratus tahun bahkan bisa mencapai ribuan tahun, semakin meningkat kekuatan maka semakin panjang pula umurnya, kalau Yang mulia tidak mempercayainya cobalah tanyakan umur dari mereka semua" ucap An Ming sambil menunjuk para pengikut Mo Da Xia yang lain.
"Berapa umur kalian" tanya Xie Zuya pada ketiga jendral nya.
"Dua puluh tahun Yang mulia" jawab jendral Xu yang membuat Mo Da Xia langsung menatap An Ming menuntut penjelasan.
"Mereka memang masih muda Yang mulia, namun mereka pun akan sama seperti yang lainnya yang memiliki umur yang sangat panjang" jelas An Ming.
__ADS_1
"Berapa umur kalian berdua" tanya Mo Da Xia pada Yin dan Zhou Wei karena masih belum mempercayai sepenuhnya apa yang An Ming ucapkan.
"Saya seribu tahun Yang mulia" ucap Yin.
"Saya lima ribu tahun Yang mulia" ucap Zhou Wei.
Mo Da Xia akhirnya mau tak mau menganggukan kepalanya membenarkan apa yang An Ming jelaskan tadi, karena tak mungkin para pengikutnya berani membohongi dirinya.
"Aku tak menyangka kalau umur kalian setua itu" ucap Mo Da Xia.
"Tapi kalian tetap terlihat begitu tampan dan cantik" lanjutnya membuat mereka yang ingin protes karena dikatai tua oleh Mo Da Xia pun berubah menjadi malu karena dipuji oleh junjungan mereka.
"Baiklah, lanjutkan cerita mu" perintah Mo Da Xia pada Minghu untuk melanjutkan ceritanya yang tertunda karena membahas tentang umur.
"Seratus tahun yang lalu....
.
SERATUS TAHUN SEBELUMNYA...
.
Waktu terus berjalan, sorak sorakan semangat dari semua penduduk pun terus terdengar ketika kaisar memperlihatkan bakat berpedang nya ditengah tengah kerumunan para penduduk.
Setelah menampilkan bakat berpedang nya kaisar Huang pun langsung menuju mimbar untuk menutup acara pesta ulang tahun yang telah ia selenggarakan, karena hari ini merupakan hari puncak dari perayaan ulang tahunnya.
"Terimakasih atas kehadiran kalian semua dihari ulang tahun Zhen, dengan ini pesta perayaan ulang tahun ini Zhen tu..."
Brughhh...
Belum selesai kaisar Huang menutup acara pesta ulang tahun nya tiba-tiba tubuhnya terlempar membentur tembok yang tak jauh dibelakang nya sehingga membuat para tamu serta rakyat nya menjadi gempar dan langsung mendekati kaisar yang kini sudah berdiri tegak.
__ADS_1
Seluruh tamu dari kerajaan tetangga beserta para rakyat kekaisaran Mawar hitam saat ini sedang penuh dengan kewaspadaan, pasalnya orang yang menyerang kaisar Huang tadi sama sekali tak terlihat wujudnya.
"Hahahaha..." gelak tawa seseorang terdengar menggema.
"Siapa kau dan apa tujuan mu" tanya kaisar Huang sembari melihat sekitar nya.
"Keinginan ku adalah membuat mu menderita kakak" jawab orang itu yang membuat kaisar Huang menggeram ketika mengetahui orang yang telah menyerangnya.
"Huang Jian!!!, kau sungguh tidak berubah. Itu semua hanyalah kesalah pahaman" ucap kaisar Huang pada orang yang ternyata bernama Huang Jian yaitu adik kandungnya sendiri.
"Aku tidak perduli dengan omong kosong yang kau ucapkan itu, bagiku kau tetaplah pembunuh, kau telah membunuh kekasih yang sangat aku sayangi dan aku tak akan memaafkan mu" ucap nya dengan suara yang terdengar sangat marah, namun masih tak menunjukkan wujudnya sama sekali.
"Aku mohon dengarkanlah penjelasan ku terlebih dahulu adik" pinta kaisar Huang pada adiknya.
"Tak ada yang perlu aku dengarkan dari pembunuh seperti dirimu" ucap Huang Jian yang membuat kaisar Huang tak bisa berkata kata lagi, ia benar-benar bingung bagaimana cara dia menjelaskan yang sebenarnya jika adiknya begitu keras kepala tidak mau mendengarkan penjelasan nya.
Tiba-tiba sebuah serangan kembali terarah pada kaisar Huang, namun untuk yang kedua kalinya kaisar Huang tak bisa mengelak dari serangan yang terlihat begitu cepat dan akhirnya mengenai tubuhnya, memang serangan dari Huang Jian tak bisa diragukan karena kekuatan nya dengan kaisar Huang hanya berbeda sedikit bahkan mungkin bisa dikatakan imbang.
Brughh... Brughh... Brughh...
Ternyata yang terkena serangan itu tidak hanya kaisar saja, semua orang yang ada di istana itu pun tak luput dari serangan nya, mereka semua sekarang seperti seorang yang lumpuh, seluruh tubuh kecuali kepala mereka sekarang tak ada yang bisa digerakkan sama sekali akibat dari serangan dahsyat Huang Jian. Namun tanpa sepengetahuan Huang Jian sebenarnya kaisar Huang tadi bukan melamun semata tetapi menciptakan ruang hampa dan langsung melemparkan kalung dimensi dan Minghu kedalam ruang hampa itu.
Sepertinya melumpuhkan kaisar Huang beserta seluruh rakyatnya tak cukup bagi Huang Jian, ia kini membuat banyak sekali peti dan langsung membuat kaisar beserta seluruh rakyatnya kedalam peti mereka masing masing, teriakan teriakan minta tolong terus saja menggema diistana kekaisaran Mawar hitam namun nyatanya itu semua hanya sia sia.
Sedangkan para tamu dari kerajaan tetangga ia buat pingsan dan menghilangkan ingatan mereka semua tentang kekacauan yang baru saja terjadi lalu mengembalikan mereka ke kekaisaran nya masing masing seolah tak pernah terjadi apapun sebelumnya.
"Hahaha, tenanglah didalam sana selama sisa hidup mu kakak, karena yang bisa membebaskan dirimu dari belenggu itu hanyalah orang yang memegang semua elemen yang ada didunia ini, dan tentu saja itu adalah hal yang mustahil" ucap nya sambil tertawa keras dan berlalu pergi dari istana kekaisaran Mawar hitam setelah ia membuat kekaisaran Mawar hitam tak terlihat oleh orang yang bukan penduduk asli dari kekaisaran Mawar hitam.
Disisi lain, Minghu tengah berusaha untuk keluar dari ruangan hampa yang dibuat oleh kaisar Huang, setelah beberapa jam akhirnya ia bisa keluar dari ruang hampa itu, pemandangan yang mengejutkan langsung memenuhi Indra penglihatan nya.
.
__ADS_1
Jangan lupa, like, komen dan vote yaa 🥰
.