Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-10 Kehancuran Klan Yan


__ADS_3

Setelah mengucapkan alasannya tersebut Mo Shen langsung membunuh Yan Cun dengan memenggal kepalanya. melihat Mo Shen membunuh ayahnya di depan matanya sendiri Yan Meng ketakutan karena harapan satu-satunya untuk hidup yaitu ayahnya telah mati ditangan Mo Shen.


"Si-sial*n apakah ini mimpi? Anak ini membunuh ayah yabg berada di ranah Kelahiran, berarti anak ini juga berada di ranah Kelahiran" ucap Yan Meng dalam hatinya.


"Sekarang giliran kau untuk menyusul ayahmu" ucap Mo Shen dengan seringai yang seperti iblis.


"Tu-tunggu tolong amp-" belum sempat menyelesaikan semua kata-katanya ia sudah mati terpenggal oleh Mo Shen.


"Hiieeekk a a anak itu membunuh tuan kota dan ayahnya, betapa menyeramkannya anak itu"


"Kau benar kukira dia akan mati saat tuan kota sebelumnya datang, tapi malahan dia yang membunuh mereka berdua"


"Ini pasti aka menjadi akhir dsri klan Yan"


"Ssuutt pelankan suaramu kalau dia mendengarnya maka dia aka membunuhmu juga"


............


Para penduduk dan kultivator kota melati bergidik ngeri melihat pemandangan yabg ada di depan mereka, seorang anak muda membantai ratusan kultivator dan tuan kota dari kota mereka, itu saja cukup membuat mereka merasa ketakutan.


"Hhhmmm saatnya untuk menghancurkan kaln Yan dari kota ini" ucap Mo Shen yang dengan cepat berlari ke arah istana tuan kota yang sekaligus menjadi tempat tinggal klan Yan.


BBBOOOMMM


Mo Shen menghancurkan gerbang masuk ke dalam istana tuan kota tersebut, sehingga membuat para penjaga istana tuan kota keluar karena terkejut.


"Siapa kau beraninya menghancurkan gerbang istana tuan kota" ucap seorang prajurit dengan sombongnya.


"Aku adalah malaikat maut untuk klan Yan mu" ucap Mo Shen dengan nada dingin


"Hahahaha bocah jangan bercanda"


"Itu benar bocah hanya dengan dirimu berani menentang tuan kota ahahahha"


"Apakah bocah ini sudah gila? Atau memang gila dari lahir ahahahahh"


Para prajurit tertawa terbahak-bahak dengan penyataan dari Mo Shen tersebut, tetapi yak lama kemudian tawa mereka menjadi ketakutan karena Mo Shen melempar dua kepala yang diamana itu adalah kepala tuan kota dan ayahnya.


"Karena kalian sangat ingin mati maka akan aku kabulkan" ucap Mo Shen yang langsung menghilang dari tempatnya dab melesat ke arah para prajurit.


Setiap prajurit yang dilewati oleh Mo Shen pasti akan mati dengan kepalanya yang terputus rapih, para prajurit yang melihat teman mereka mati dengan sadis menjadi ketakutan apalagi saat melihat senyuman yang menakutkan bagi prajurit diwajah Mo Shen saat membantai para prajurit.


Dengan bahagianya Mo Shen membantai para prajurit sembari tertawa.


"Ahahahahah ada apa para sampah bukanya tadi kalian tertawa terbahak-bahak kenapa sekarang kalian diam ketakutan" ucap Mo Shen sembari tertawa.


Para prajurit yang terpancing emosi langsung menjadi marah.

__ADS_1


"Jangan senang dulu bocah walaupun kau kuat tapi tetap juga memiliki batas mari kita lihat sampai mana kau akan bertahan" ucap seorang prajurit yang terpancing emosinya.


"Semua prajurit jangan takut, walaupun dia kuat dia tetap juga manusia pasti energi Qi nya sekarang hampir habis, mari kita serang dia sama sama dan membalaskan dendam rekan kita" teriak prajurit tadi.


"Benar katanya, bocah itu pasti tidak akan bertahan lama"


"Serang balaskan dendam rekan kita"


"Serang!!"


"Serang!!"


"Serang!!"


......................


Para prajurit yang mendapatkan kembali semangat bertarung mereka dengan cepat mengepung Mo Shen secara melingkar.


"Hehehe kemarilah wahai mangsaku yang empuk" ucap Mo Shen dengan seringai dingin.


Setelah jarak antara para prajurit dan Mo Shen cukup dekat, dia menggenggam erat pedang yang ada ditangannya.


"Teknik pedang iblis: putaran kematian" ucap Mo Shen sembari mengeluarkan jurusnya.


Sebuah serangan Qi berwarna merah kehitaman langsung menyerang para prajurit yang mengepung Mo Shen dan membunuh hampir semua prajurit yang ada.


"Apanya yang kehabisan energi Qi, anak ini bahkan dari awal tidak pernah serius melawan kita"


"Si-sial*n apakah aku akan mati hari ini"


"I-i-iblis anak ini adalah iblis dalam bentuk manusia"


...................


Mendengar ucapan para prajurit yang selamat Mo Shen tertawa terbahak-bahak dan mencibir


"Ahahahhaha, benar aku adalah iblis bagi kalian, sudahlah saatnya aku mengakhiri hidup kalian semua" ucap Mo Shen dengan tertawa sembari mencibir.


Setelah beberapa menit kemudian semua prajurit yang tersisa sudah mati dengan mengenaskan.


"Hahhh beginilah kehidupan yang seharusnya, dipenuhi dengan darah dari musuhmu" ucap Mo Shen yang menikmati sensasi membunuh musuhnya.


Tak lama kemudian keluar seorang pemuda yang nampak seusia dengan Mo Shen.


"M-mo Shen apa yang kau lakukan disini bukanya kau sudah mati di hutan iblis tersebut!" ucap pemuda tersebut yang tidak lain adalah Yan Xian, anak dari Yan Meng.


"Oho Yan Xian akhirnya aku menemukanmu juga" ucap Mo Shen dengan seringai diwajahnya.

__ADS_1


"Hiiekk apa yang akan kau lakukan, Yan Xin cepat kemari dan lindungi aku" ucap Yan Xian dengan panik.


Swush


Seketika muncul seorang pria oaruh baya dan sekelompok orang, yang ternyata adalah kelompok yang mengejar Mo Shen di hutan iblis.


"Oho kebetulan kalian datang juga jadi aku tidak haru repot repot untuk mencari kalian" ucap Mo Shen dan langsung menerjang ke arah pemimpin dari kelompok tersebut yang bernama Yan Xin.


BOOOMM


Sebuah pukulan yang keras mengenai perut Yan Xin membuat ia terlempar ke belakang, tidak tinggal diam Mo Shen langsung menerjang lagi ke arah Yan Xin sembari mengeluarkan pedahnya laluia memotong tangan dan kaki Yan Xin satu persatu.


ARRRGGHHH


Teriakan yang memilukan terdengar sangat kuat, melihat adegan didepannya membuat Yan Xian gemetar ketakutan hingga ia tersungkur ke tanah.


Setelah puas menyiksa Yan Xin Mo Shen langsung membunuhnya dengan memenggal kepalanya.


"Selanjutnya giliran kau!" ucap Mo Shen dengan memandang ke arah Yan Xian yang sedah ketakutan.


"Ti-tidak menjauhlah jangan mendekat kalau tidak ayahku tidak akan melepaskanmu" ucap Yan Xian yang sangat ketakutan tapi tetap mencoba mengancam Mo Shen.


"Ahahahah kau masih ingin mengandalkan ayahmu itu? Lihatlah ke arah sana" ucap Mo Shen sambil tertawa sembari menunjuk ke arah kepala sari Yan Meng dan Yan Cun yang dibawahnya tadi.


Melihat kepala ayah dan kakeknya wajah Yan Xian menjadi pucat, melihat ke arah Mo Shen dengan rasa takur di matanya.


"M-mo Shen tolong maafkan aku, aku janji tidak akan mengusikmu lagi, dan juga aku akan memberikan apapun yang kau mau jadi tolong jangan bunuh aku" ucap Yan Xian sembari bersujud di hadapan Mo Shen.


"Hahahaha baiklah tapi permintaan ku cuman satu" ucap Mo Shen dengan senyum diwajahnya.


"Apa itu katakanlah selagi aku bisa melakukannya maka akan kulakukan" ucap Yan Xian dengan wajah yang berbinar.


"Baiklah keinginanku adalah...... Nyawamu!!!" Ucap Mo Shen dengan seringai yang menyeramkan di wajahnya.


Dengan pedang ditangannya ia mendekati Yan Xian.


Mendengar apa yang diminta oleh Mo Shen, wajah Yan Xian menjadi pucat.


"Ti-tidak menjauhlah jangan mendekat" ucap Yan Xian dengan nada yang sangat ketakutan.


Tapi Mo Shen tidak menanggapi malahan ia tersenyum dengan menyeramkan.


Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi Mo Shen segera menyiksa Yan Xian dengan kejam hingga membuat Yan Xian memilih untuk mati daripada disiksa oleh Mo Shen, segera setelah puas menyiksa Yan Xian Mo Shen langsung membunuhnya.


Lalu ia langsung membantai habis anggota klan Yan kecuali para pelayan yang tidak ada kaitannya dengan klan Yan. segera setelah membantai mereka Mo Shen pergi ke ruang harta dan mengambil semua isinya dengan memasukkan semua ke dalam cincin penyimpanan yang diambil dari Yan Meng dan langsung melesat meninggalkan kota melati.


Hari itu akan menjadi hari yang akan selalu diingat oleh para warga kota melati di benak mereka karena hari itu adalah hari kehancuran dari keluarga tuan kota dari kota mereka yaitu Klan Yan, yang dihancurkan oleh seorang pemuda yang bernama Mo Shen.

__ADS_1


__ADS_2