
"akhirnya kita akan sampai juga di ibukota Kekaisaran Dun" ucap Mo Shen.
Setelah beberapa minggu perjalanan akhirnya mereka berdua hampir sampai di ibukota kekaisaran Dun. Mo Shen pun segera turun dari tubuh Mo Lang dan berjalan pelan menuju ke arah gerbang masuk ibukota.
"Xiao Lang, kecilkan lagi tubuhmu seperti yang lalu agar tidak menyebabkan keributan" ucap Mo Shen pada Mo Lang.
Mendengar hal itu Mo Lang segera mengecilkan kembali badannya hingga sebesar tubuh kucing dewasa dan langsung melompat ke pelukan Mo Shen.
Melihat Mo Lang sangat ingin manja padanya Mo Shen hanya tersenyum dan mengelus kepala Mo Lang sembari berjalan menuju ke gerbang masuk ibukota. Sesampainya di dekat gerbang masuk ibukota Mo Shen segera mengantri seperti warga dan kultivator lainnya yang juga ingin masuk ke dalam ibukota.
Setelah menunggu selama beberapa menit akhirnya giliran Mo Shen untuk diperiksa.
"Tanda pengenalnya?" tanya seorang prajurit.
Mo Shen segera memberikan tanda pengenal miliknya untuk diperiksa oleh prajurit tersebut.
"Baiklah ini asli, kalau begitu biaya masuknya 1 koin emas" ucap prajurit tersebut.
Mo Shen segera mengeluarkan 1 koin emas dan memberikannya kepada prajurit itu, setelah membayar biaya masuk ia langsung masuk ke dalam ibukota.
"Hmmm seperti biasa, kalau pergi ke sebuah tempat yang baru akan lebih baik mencari informasi tentang tempat itu dan tempat yang cocok untuk mencari informasi adalah restoran" ucap Mo Shen yang segera menuju ke restoran.
Karena tidak tahu arah restoran Mo Shen segera bertanya kepada beberapa warga ibukota hingga akhirnya ia sampai disebuah restoran terkenal di ibukota. Segera ia masuk kedalam dan langsung disambut oleh seorang pelayan wanita.
"Selamat datang, tuan muda" ucapnya dengan senyum.
"Apakah masih ada kursi kosong?" tanya Mo Shen
"Tentu saja tuan muda, mari ikuti saya" ucap pelayan tersebut sembari memandu Mo Shen ke sebuah kursi kosong.
__ADS_1
"Apa yang ingin anda pesan?" tanya pelayan tersebut pada Mo Shen.
"Makan terenak disini" jawab Mo Shen.
"Baiklah, silahkan ditunggu" ucap pelayan tersebut sembari berjalan menuju ke dapur.
Seperti sebelumnya Mo Shen meluaskan kembali pendengarnya agar mendapatkan informasi yang menarik.
"Apakah kau sudah mendengarnya? Sekte Langit merah tidak lama lagi akan membuka pendaftaran murid baru"
"Serius kah? Huhh kalau saja aku memiliki bakat seperti para jenius diluar sana mungkin saja aku sudah menjadi murid dari sekte Langit Merah ini"
"Jangan bermimpi terlalu tinggi, sekte Langit Merah adalah salah satu dari sedikitnya sekte besar yang ada di Kekaisaran Dun ini, tentu saja mereka hanya menerima jenius diantara jenius"
"Benar juga, standar untuk mendaftar saja sudah sangat tinggi apalagi untuk lolos menjadi murid mereka pasti akan sangat susah"
"Benar sekali mereka hanya duduk santai dan berkultivasi tetapi mendapatkan bahan herbal gratis sedangkan kita harus bergantung pada diri sendiri untuk membelinya"
...............................
Mendengar percakapan antara sekelompok orang itu membuat Mo Shen sedikit tertarik.
"Sekte Langit Merah kah memang itu akan mengiurkan untuk orang lain, tetapi tidak denganku karena prinsipku ialah untuk tidak terikat dengan sebuah sekte atau organisasi apapun karena itu hanya akan mengekangku sehingga aku tidak akan bebas berpetualang" ucap Mo Shen yang sudah hilang minat dengan sekte Langit Merah ini.
Mo Shen kembali mencari informasi yang berguna untuknya tapi sayangnya tidak ada informasi yang menarik perhatiannya, ia pun menyerah dan hanya menunggu pesanannya tiba.
"Huhhh semua informasi dari pelanggan lain sangat tidak berguna, kuharap akan mendapatkan informasi menarik dari pelayan tadi" gumam Mo Shen dengan sedikit rasa frustasi.
Tak lama kemudian pesanan Mo Shen telah sampai di mejanya, dan tidak berbasa basi ia segera melahap semuanya sampai habis tak bersisa.
__ADS_1
"Permisi, aku ingin membayar makananku" ucap Mo Shen sambil memanggil pelayan yang tadi.
"Baiklah tuan muda, harga semuanya 100 koin emas" ucap pelayan tersebut.
"Baiklah, tapi sebelum itu bisakah kau memberitahu kepadaku tentang Ibukota kekaisaran Dun ini? Aku berasal dari wilayah lain soalnya" ucap Mo Shen dengan nada memohon.
"Baiklah tuan. kekaisaran Dun ini terdapat beberapa sekte menengah dan sekte besar, menjadikannya lebih kuat dari kekaisaran Xu yang hanya memiliki satu sekte besar dan itupun standarnya sangat lemah hingga hanya akan dianggap sekte menengah di wilayah lain
Ibukota kekaisaran Dun bernama kota DunJian yang besarnya lebih dari ibukota kekaisaran Xu. Serta di kota DunJian ini terdapat 4 keluarga yang menjadi pilar kekaisaran yaitu, Klan Dun yang dimana menjadi klan terkuat dan juga menjadi keluarga kekaisaran, Klan Sin adalah klan yang menjadi pasokan kekuatan militer kekaisaran dimana terdapat banyak prajurit dan jendral kekaisaran yang berasal dari klan ini, Klan Won juga klan yang menjadi pasokan kekuatan militer sama seperti klan Sin tapi prajurit dan jendral dari klan ini tidak sebanyak Klan Sin, dan yang terakhir adalah klan Kun adalah klan yang mengendalikan semua perdagangan di kekaisaran" ucap panjang lebar pelayan tersebut.
"Hmmm begitukah, juga apakah ada tempat yang sangat berbahaya di kekaisaran ini? Seperti sebuah hutan terlarang atau ngarai gelap?" tanya Mo Shen.
"Kalau tempat begitu ada di kekaisaran ini, dan yang paling berbahaya adalah Gunung Selatan, disebut sebagai Gunung Selatan karena letaknya yang berada di arah selatan ibukota DunJian ini, gunung tersebut tidak dikuasai oleh empat klan besar sehingga menjadikannya sebagai tempat yang bisa dimasuki oleh siapapun. Tapi walaupun begitu gunung ini sangat berbahaya karena dikabarkan beast tertinggi disana saja sudah mencapai ranah Surgawi, bisa dibayangkan kalau ia mengamuk dan menyerang kekaisaran Dun ini, pasti akan menjadi akhir dari kekaisaran" ucap pelayan tersebut dengan sedikit rasa ngeri.
"Baiklah terima kasih atas informasinya ini untuk bayaran makananku dan juga ini untukmu sebagai tanda terimakasih" ucap Mo Shen sembari memberikan dua buah kantung yang sama sama berisi 100 koin emas.
"Tapi tuan muda bukankah ini kebanyakan?" ucap pelayan.
"Tidak apa-apa, ambil saja lagian aku masih memiliki banyak koin emas" ucap Mo Shen lalu segera berjalan menuju pintu keluar.
"Terima kasih tuan muda" ucap pelayan tersebut dengan senang.
Mo Shen yang sudah berada diluar restoran tersebut berjalan menuju ke arah gerbang Ibu kota Kekaisaran.
"Hmmm sepertinya aku akan pergi ke Gunung Selatan ini dulu tapi untuk sekarang aku belum ingin menaikkan ranah kultivasiku dulu agar tidak terjadi kerusakan pondasi kultivasi akibat kenaikan ranah yang sangat cepat" gumam Mo Shen sembari berjalan.
"Dan juga sepertinya aku harus menggunakan topengku" lanjutannya sembari memakai kembali topeng hitam dengan corak merah di bagian matanya.
"Baiklah saatnya mencari tantangan baru"
__ADS_1