
Disebuah tempat, terdapat seorang pemuda dan juga seekor serigala sedang berlari menuju ke atas pohon puncak sebuah gunung.
Pemuda dan serigala tersebut ialah Mo Shen dan Mo Lang, Mo Shen yang telah membunuh tuan muda dari keluarga besar yang berada di wilayah tengah atau Kekaisaran Qin kini tidak mempedulikan apapun, karena prinsipnya "Siapapun yang menyinggungnya maka akan musnah".
"Baiklah Mo Lang, sepertinya kita akan segera sampai di puncak gunung ini dalam beberapa jam lagi jadi berjuanglah" ucap Mo Shen sembari menyemangati Mo Lang yang kini terlihat sudah kelelahan karena berlarian selama beberapa jam tanpa berhenti.
Mereka berdua pun terus berlari, dalam perjalanan mereka banyak sekali monster yang menghalangi, rata rata monster yang menghalangi perjalanan mereka berada di ranah Raja hingga beberapa beda di ranah Kaisar.
"Sepertinya betul apa yang dikatakan oleh penduduk ibukota kekaisaran Dun tadi, disini terdapat banyak sekali monster yang kuat" ucap Mo Shen.
Waktu terus berlalu dan akhirnya setelah beberapa jam berlari mendaki gunung ini mereka sampai di puncak gunung dengan raut wajah sedikit kelelahan.
"Akhirnya kita sampai juga dipuncak ini, tapi kenapa puncak ini terlihat biasa biasa saja? Apakah tidak terdapat seekor beast yang kuat" ucap Mo Shen dengan bingung.
Tak lama kemudian terdengar suara yang memekakkan telinga.
KKKIIIEEEEKKKK
Setelah suara itu terdengar, turunlah seekor beast berbentuk burung elang dari atas langit, badan dari beast elang tersebut dikelilingi oleh petir dan juga besarnya hampir setengah dari puncak gunung ini, tidak hanya itu setelah Mo Shen mengecek ranah kultivasi dari elang ini, ranahnya sudah berada di Surgawi tingkat 2.
"Hmmm sepertinya ini adalah beast yang dirumorkan, sepertinya beast ini baru saja naik ke tingkat 2 dari ranah Surgawi. Kalau begitu syukurlah karena denganku dan juga Xiao Lang melawan beast ini akan ada kesempatan untuk menang" ucap Mo Shen sembari menatap Mo Lang.
"Xiao Lang kurasa sudah saatnya kita untuk bertarung bersama lagi" lanjutannya.
Tampa pikir panjang mereka berdua pun segera melompat untuk memberikan serangan demi serangan ke elang petir.
Mo Shen menerjang dan selalu tiba tiba muncul disamping elang petir dan menyerangnya menggunakan pedang.
Tidak mau kalah Mo Lang juga menyerang elang petir menggunakan cakar dan giginya yang sangat tajam mengoyak beberapa bagian tubuh elang petir.
Merasa hanya menerima serangan saja, elang petir menggunakan paruh dan cakar yang dilapisi oleh petir untuk menyerang
Mereka pun saling beradu serangan hingga akhirnya beberapa menit pun berlalu dan kini tubuh Mo Shen dan Mo Lang telah dipenuhi beberapa luka, begitu pula dengan tubuh dari elang petir yang dipenuhi banyak luka dari pedang dan juga cakar.
Walaupun begitu stamina dari Mo Shen dan Mo Lang sudah terkuras banyak dikarenakan mereka harus melompat tinggi untuk menyerang elang petir yang kini sedang terbang diatas mereka.
"Sepertinya kita harus menjatuhkan ia ketanah terlebih dahulu agar dia mati sebelum kita yang kehabisan stamina" gumam Mo Shen.
"Teknik pedang iblis gerakan pertama: tebasan kematian"
"Teknik pedang iblis gerakan pertama: tebasan kematian"
__ADS_1
Mo Shen mengeluarkan tekniknya sebanyak dua kali, satunya melesat sedangkan satunya lagi mengenai sayap kanan dari elang petir tersebut, membuat elang petir itu jatuh ke tanah.
KKKIIIEEEEKKKK
BBBOOMM
Sebuah ledakan yang cukup besar terjadi dan akibat dari jatuhnya elang petir, terbentuk sebuah kawah dengan elang petir ditengahnya.
"Baiklah Xiao Lang, saatnya menyerang elang sial*n ini" ucap Mo Shen sembari berlari ke arah elang petir yang sudah terkapar ditanah.
Mereka berdua pun segera menyerang dengan brutal.
Elang petir yang kini sudah sedang terkapar di tanah bangkit berdiri dan juga menyerang Mo Shen dan Mo Lang dengan ganas, i mengendalikan elemen petir yang melapisi tubuhnya untuk menyerang Mo Shen dan Mo Lang.
Pertarungan antara mereka bertiga terus berlangsung hingga membuat Gunung Selatan terguncang.
BBBOOOOMM
BBBOOOOMM
BBBOOOMMM
BBBOOOMMM
Ledakan yang terjadi terdengar sampai ke pemukiman penduduk walaupun pemukiman mereka agak jauh dari Gunung Selatan, mereka masih dapat mendengarnya.
"Ledakan apa ini?"
"Sepertinya ledakan ini berasal dari Gunung Selatan"
"Apakah sedang terjadi pertarungan antara kultivator yang kuat disana"
"Apa jangan jangan ledakan ini berasal dari Beast ranah Surgawi yang dirumorkan itu?"
"Sepertinya rumor tentang Beast itu ads benarnya"
"Lalu apa yang akan terjadi jika Beast itu menyerang kekaisaran ini?"
"Sudah pasti kekaisaran ini akan musnah, karena kekuatan tertinggi disini hanyalah kakek dari kaisar saat ini yang berada di ranah Kaisar tingkat 7"
"Hahhh semoga saja ia tidak akan keluar dari gunung itu agar kekaisaran ini aman"
__ADS_1
....................
Sementara para penduduk membicarakan tentang ledakan yang terjadi di Gunung Selatan ini, Mo Shen dan Mo Lang sampai sekarang masih melawan elang petir.
Kondisi tubuh Mo Shen dan Mo Lang bisa dibilang penuh luka, tapi tidak separah luka milik elang petir.
"Hah hah hah seperti yang kuduga melawan elang sial*n ini tidak akan mudah" ucap Mo Shen sambil terengah-engah.
"Xiao Lang, tolong alihkan perhatiannya untuk beberapa menit" pinta Mo Shen pada Mo Lang.
"Sepertinya sudah waktunya untukku menggunakan gerakan itu, walaupun nanti mungkin aku akan terbaring tak berdaya selama beberapa hari" ucap Mo Shen dalam hatinya.
Meskipun bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh tuannya Mo Lang tak mempedulikan hal itu dan langsung menerjang ke arah elang petir dengan maksud ingin mengalihkan perhatian elang tersebut padanya.
Beberapa menit pun berlalu dan kini Mo Shen yang sedang menutup matanya sembari memegang erat pedang ditangannya, seketika sebuah energi Qi berwarna hitam pekat dengan aura penindasan yang sangat kuat keluar dari pedang Mo Shen.
"Menyingkirlah Xiao Lang, hehehehe saatnya kau untuk mati dan juga sampaikan salamku pada Yama" ucap Mo Shen yang kini sedang mengangkat tinggi pedangnya.
"Teknik pedang iblis gerakan terakhir: Tebasan Yama"
Mo Shen segera menebaskan pedangnya ke arah elang petir dan energi Qi yang berbeda di pedang Mo Shen langsung terlepas menuju elang petir.
SSSWIISSHH
BBBOOOMMM
KKKIIIEEEEKKKK
Ledakan besar terjadi setelah energi Qi hitam pekat milik Mo Shen mengenai elang petir sehingga membuat elang tersebut mati tak berdaya.
"Hah hah hah hah seperti aku terlalu memaksakan diri untuk menggunakan gerakan terakhir dari teknik pedang iblis" ucap Mo Shen dan seketika terjatuh ke tanah.
"Xi-xiao Lang bawalah aku ketempat yang aman untuk memulihkan diri" pintanya pada Mo Lang.
Mo Lang pun segera menaikan Mo Shen ke atas tubuhnya dan membawa Mo Shen ke sebuah gua yang agak jauh dari tempat mereka.
...PENGUMUMAN...
*Haloo para pembaca yang setia, kali ini saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pada kalian karena sepertinya novel ini bakal jarang update dikarenakan saya banyak tugas dari sekolah;( mana udah mau UAS dan UKK lagi huhh capek bet.
Tapi saya akan coba bagi waktunya untuk nge update novel walaupun bakal jarang, juga banyak terima kasih buat kalian yang sudah setia membaca novel ini dari awal, walaupun banyak typo ama alur ceritanya yang membosankan tapi kalian tetap baca juga:').
__ADS_1