
"Guru aku sudah bisa merasakan beberapa untai energi Qi"
Dengan gembira Zi Yan mengatakan hal tersebut pada gurunya, walaupun hanya dapat melihat beberapa untai Qi alam disekitarnya tetapi itu sudah membuatnya sangat senang.
Mo Shen pun ikut senang dengan pencapaian muridnya itu, juga ia agak terkejut karena hanya dalam satu hari lebih bermeditasi sudah membuat Zi Yan dapat merasakan beberapa energi dan hal itu sudah menguatkan fakta bahwa Zi Yan adalah anak yang jenius dalam berkultivasi.
Dengan senyum hangat Mo Shen mengelus kepala Zi Yan kemudian berkata.
"Bagus Zi Yan, dengan ini dapat dibuktikan bahwa kamu sangat berbakat dalam kultivasi, jadi jangan berkecil hati lagi dan mengatakan bahwa kamu tidak cocok dalam kultivasi"
"Umu, terimakasih guru, mulai sekarang aku akan berlatih lebih keras lagi"
"Begitulah murid ku"
Setelah itu dengan semangat yang membara Zi Yan kembali bermeditasi untuk merasakan lebih banyak energi Qi hingga akhirnya 2 jam pun berlalu dan Mo Shen mendekati Zi Yan untuk membangunkannya.
"Zi Yan bangunlah, sekarang sudah waktunya untuk makan siang"
"baiklah guru"
Seperti biasa Mo Shen dan Zi Yan membuka bekal mereka masing-masing dan langsung melahapnya. Dan setelah beberapa menit akhirnya bekal mereka sudah habis, setelah beristirahat sejenak untuk mencerna makanan tadi Zi Yan pun langsung kembali melakukan meditasi.
Setelah beberapa jam bermeditasi Zi Yan dibangunkan dengan suara Mo Shen yang mengatakan.
"Zi Yan bangunlah, hari sudah mau gelap sudah saatnya kita untuk kembali kerumah"
"Baik guru"
Segera mereka bergegas kembali ke rumah agar tidak membuat Zi Yun khawatir. Ditengah perjalanan mereka melakukan beberapa pembicaraan kecil.
"Zi Yan, saat kamu melihat adegan pembunuhan secara langsung beberapa bulan lalu apa perasaan yang ada di hatimu saat itu?"
"Hmmm rasanya seperti aku ingin menyaksikannya lagi dan lagi"
"Hoho jadi kamu sama sekali tidak merasakan takut atau ingin muntah saat itu?"
"Tidak, bahkan saat itu aku merasa sangat senang karena guru datang menyelamatkanku"
"Hmm begitukah. Baiklah jika kamu disuruh memilih antara sisi gelap yang akan memberikanmu kekuatan yang sangat hebat, tapi kamu akan kehilangan rasa kemanusiaan sehingga membuatmu menjadi sangat brutal dan dipandang sebagai orang jahat oleh orang-orang disekitarmu.
atau sisi terang yang mana kamu akan mendapatkan kekuatan juga tapi masih dibawah sisi gelap, juga kamu akan memperoleh rasa kemanusiaan sehingga orang-orang disekitarmu akan memandangmu dengan rasa hormat mana yang akan kami pilih?"
__ADS_1
"Tentu saja gelap!"
"Kenapa?"
"Karena terdengar keren"
"Hanya karena itu? Juga bukankah warna gelap selalu identik dengan kejahatan? Walaupun kadang kegelapan akan memberikanmu kekuatan yang sangat besar"
"Aku tidak perduli kalau dipandangan mereka aku ini jahat, kalau dengan memilih sisi gelap aku akan memiliki kekuatan untuk melindungi orang-orang yang kusayangi maka aku tidak akan menyesalinya, malahan yang akan ku sesali jika aku tidak dapat melindungi orang-orang yang sangat kusayangi"
"Walaupun dipandang sebagai orang jahat?"
"Umu, karena disetiap kejahatan pasti akan ada kebaikan dan disetiap kebaikan pasti akan ada kejahatan"
"Hmm dari mana kamu mempelajari kata-kata itu?"
"Dari buku yang sering kubaca"
"Hahaha kata-kata tadi terlalu dewasa untuk anak seumuranmu"
"Hmph, jangan samakan aku dengan anak-anak manja itu"
Diakhir pembicaraan mereka Mo Shen memandang Zi Yan dengan serius dan berkata dalam hatinya.
'anak ini sepertinya sangat cocok untuk ku wariskan teknik itu, karena bagaimanapun aku tidak ingin apa yang ditinggalkan orang itu menjadi sia-sia'
Tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah, mereka berdua pun masuk dan seperti biasa Zi Yun telah menunggu mereka di meja makan dengan makanan yang telah jadi.
Tanpa basa-basi lagi Zi Yan dan Mo Shen pun memakan makanan itu karena kebetulan mereka sudah lapar sekali.
Setelah makan dan berbincang-bincang sejenak Mo Shen dan Zi Yan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka, mereka masuk secara bergantian untuk mandi dan setelah mandi mereka pun ke kamar masing-masing untuk tidur.
Keesokan paginya Mo Shen bangun seperti biasa dan melakukan kegiatan seperti sebelum-sebelumnya yaitu sarapan dan melatih Zi Yan hingga menjelang malam. Mereka melakukan aktivitas-aktivitas itu secara terus-menerus tak lupa juga saat malam terkadang Mo Shen menyuruh Zi Yan untuk berendam di air yang ditaburi beberapa obat herbal oleh Mo Shen.
.....................
Seminggu kemudian.....
Di sebuah hutan terlihat seorang pemuda tampan dan seorang anak perempuan yang terlihat cantik. Mereka berdua adalah Mo Shen dan Zi Yan yang sedang melakukan pelatihan.
Saat ini mereka berdua sedang duduk berhadapan dan berbincang.
__ADS_1
"Zi Yan apakah benar kamu sudah dapat merasakan dengan sempurna energi alam yang berada disekitarmu?"
"Benar guru, barusan aku dapat melihat semua energi alam yang ada disekitarku"
Melihat tidak ada tanda-tanda muridnya berbohong membuat Mo Shen sekali lagi memandang Zi Yan dengan serius dan berkata dalam hatinya.
'ini sungguh tidak terduga, untuk dapat melihat energi alam dengan sempurna hanya dengan jangka waktu satu minggu yang seharusnya kultivator biasa akan membutuhkan waktu antara 3 sampai 6 bulan. Walaupun kultivator itu seorang jenius yang keluarganya memiliki latar belakang yang besar sekalipun pasti akan membutuhkan waktu paling cepat yaitu 1 bulan, sepertinya muridku ini adalah seekor monster kecil'
Melihat gurunya terdiam membuat Zi Yan memanggil gurunya itu agar sadar.
"Guru, ada apa guru, kenapa kamu terdiam? Apakah aku melakukan kesalahan?"
Mendengar perkataan muridnya itu Mo Shen langsung membantahnya dengan berkata.
"Tidak Zi Yan kamu tidak melakukan kesalahan apapun, malahan kamu membuatku sangat terkejut, pasalnya hanya dengan waktu satu minggu kamu bisa merasakan energi Qi dengan sempurna"
"Benarkah itu guru!? Apakah itu artinya aku adalah seorang jenius?"
"Bukan hanya jenius, kamu adalah muridku yang paling jenius"
"Hehe mendengar guru memujiku entah mengapa membuatku sedikit malu"
"Untuk apa kamu malu, kamu itu adalah kultivator paling jenius dari semua kultivator yang pernah kulihat"
"Hehe sudahlah guru jangan kamu membuatku lebih malu lagi"
Melihat muridnya yang malu-malu membuat Mo Shen tersenyum tipis, hingga akhirnya Mo Shen menatap Zi Yan dengan serius lagi sembari berkata.
"Baiklah Zi Yan, sepertinya sudah saatnya untuk kamu berlatih teknik kultivasi"
"Benarkah itu guru?"
"Benar juga teknik kultivasi yang akan kuberikan padamu ini adalah teknik kultivasi yang sangat kuat dan keberadaannya sudah tidak ada lagi di seluruh alam ini, teknik itu hanya aku dan temanku yang sudah meninggal yang mengetahuinya"
"Kalau keberadaan teknik kultivasi itu sudah tidak ada lagi di seluruh alam ini bagaimana bisa aku mempelajarinya?"
"Tenang saja, teknik tersebut masih tersimpan sangat aman di dalam ingatanku, dan aku akan mentransfernya ke ingatanmu"
"Kalau begitu guru apa nama dari teknik kultivasi itu?"
"Teknik kultivasi dewa kegelapan"
__ADS_1