Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-56 Pengganggu


__ADS_3

"kota YuchunDe? Sungguh penamaan yang buruk"


Tanpa pikir panjang Mo Shen langsung memasuki antrian, banyak orang yang memperhatikan mereka karena penampilan mereka yang tentu saja akan mengundang perhatian.


Dengan Mo Shen yang memakai topeng sehingga membuatnya terkesan misterius, juga wujud Mo Lang yang saat ini mengundang banyak perhatian perempuan.


Tapi tidak ada diantara mereka yang berada mengusik Mo Shen dan Mo Lang karena insting mereka mengatakan untuk tidak menggangu mereka berdua, sehingga hanya membuat mereka memandang Mo Shen dan Mo Lang dari kejauhan dengan rasa penasaran.


Setelah mengantri selama beberapa menit akhirnya giliran mereka berdua untuk masuk ke kota, keamanan di kota ini tidak terlalu ketat yang dimana mereka hanya meminta pajak masuk kota saja yang bernilai 5 koin perak perorangan.


Saat mereka ingin membayar pajak masuk kota Mo Shen terdiam sejenak, pasalnya ia melihat zirah yang dikenakan oleh prajurit kota ini sama seperti yang digunakan oleh prajurit mengacau 3 tahun yang lalu. Dengan seringai dingin Mo Shen bergumam dalam hatinya.


'hehehe sepertinya akan terjadi kegemparan di kota ini tak lama lagi'


Setelah membayar pajak masuk kota, Mo Shen dan Mo Lang memasuki kota YuchunDe ini dengan mudah tanpa diganggu oleh siapapun.


Karena hari sudah mulai gelap Mo Shen pun memutuskan untuk segera mencari penginapan untuk mereka beristirahat. Karena tidak tahu arah penginapan kemana Mo Shen memutuskan untuk bertanya pada warga lokal.


Saat ia bertanya pada seorang warga lokal orang itu langsung mengarahkan Mo Shen ke penginapan paling mewah di kota ini. Dan sesampainya di sana Mo Shen merasakan biasa-biasa saja dengan penginapan termewah di kota ini.


Pasalnya penginapan tersebut hanya memiliki 3 lantai dan dapat dilihat dari bagian depannya bahwa penginapan itu tidak lebih mewah dari penginapan yang Mo Shen sewa di ibukota Kekaisaran Dun. Tapi karena sudah tidak memiliki pilihan lain Mo Shen memutuskan untuk beristirahat saja di penginapan itu.


Saat Mo Shen memasuki lantai 1 dari penginapan itu ia langsung disuguhkan dengan pemandangan yang heboh. Dapat dilihat lantai 1 penginapan itu adalah sebuah bar yang ramai pengunjungnya, pengunjung di bar tersebut sangat heboh mereka makan dan minum serta bercerita tanpa memikirkan orang disampingnya.


'hahhh kenapa aku singgah di kota ini? Kalau aku tau aka begini lebih baik aku tidur di hutan saja'


Disaat Mo Shen masih meratapi nasibnya ia didatangi seorang pelayan wanita, pelayan itu langsung memanggil Mo Shen dan menanyakan sesuatu.


"Tuan, kenapa anda hanya berdiri di pintu masuk itu? Apakah anda memerlukan sesuatu?"


"Tidak apa-apa, aku ingin menginap selama semalam disini"


"Baik tuan, apakah anda ingin memakan makan malamnya sekarang atau nanti?"


"Untuk makan malamnya kau antarkan saja kedalam kamarku"

__ADS_1


"Baik tuan, untuk biayanya berjumlah 40 koin perak"


Mo Shen pun menyerahkan dua koin emas pada pelayan itu.


"Bawakan juga beberapa daging masak untuk peliharaan ku ini, kalau uang nya masih tersisa kau ambil saja"


"Terimakasih tuan! Juga ini kunci kamar anda, kamar anda berada di lantai 2 ruang nomor 7"


Mo Shen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke kamarnya, setelah beberapa menit kemudian akhirnya ia sampai di kamarnya dan tanpa basa-basi lagi ia masuk ke dalam kamarnya itu.


Tak lama setelah Mo Shen memasuki kamarnya terdengar sebuah ketukan pintu yang berasal dari pintu kamarnya. Saat ia membuka pintu kamarnya ia melihat seorang pelayan membawakan makanan untuknya, ia pun segera mempersilahkan pelayan itu untuk masuk.


Saat makanan sudah diletakkan diatas meja pelayan tersebut segera meninggalkan kamar Mo Shen. Dengan lahap Mo Shen dan Mo Lang memakan makanan yang dibawakan oleh pelayan tadi karena mereka sudah sangat kelaparan.


Setelah makan mereka berdua tidur dengan lelap, keesokan paginya Mo Shen bangun dari tidurnya, ia ingin segera meninggalkan kota ini dan melanjutkan perjalanannya tapi sebelum itu ia mencari restoran untuk mereka makan.


Hingga akhirnya Mo Shen menemukan sebuah restoran 4 lantai yang terlihat cukup mewah, tanpa basa-basi lagi Mo Shen memasukinya dan setelah masuk kedalam ia langsung disambut oleh seorang pelayan.


"Tuan, anda ingin makan dilantai berapa?"


"Lantai di restoran ini terpisah menjadi empat, dan setiap tinggi lantai yang anda gunakan maka semakin banyak makanan mewah dan enak yang akan anda makan"


"Kalau begitu aku ingin makan di lantai 4 saja"


"Baiklah tuan, untuk memasuki lantai 4 anda harus membayar sejumlah 20 koin emas"


"Ini ambilah dan tuntutan aku kelantai 4"


"Baik tuan, silahkan ikuti saya"


Mo Shen pun mengikuti pelayan tersebut untuk menuju ke lantai 4, dengan Mo Lang yang masih berada di pelukannya ia akhirnya sampai di lantai 4. Disana inferior yang ada di dalam ruangan itu terlihat mahal dan terusun rapi sehingga dapat memanjakan mata pelanggan.


"Ini kursi anda tuan"


"Baiklah, ini tip untukmu"

__ADS_1


Mo Shen memberikan pelayanan itu tip sejumlah satu koin emas, pelayan itu hanya mengucapkan terimakasih dan memberikan daftar menu pada Mo Shen. Tanpa melihat daftar menu Mo Shen segera memesan makanannya.


"Tidak perlu daftar menu, bawakan saja makanan paling mahal dan enak yang kalian punya, juga bawakan juga daging berkualitas tinggi untuk hewan ku ini"


"Baik tuan, tolong tunggu sebentar"


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesanan Mo Shen sampai, ia langsung memakan semuanya tanpa memperdulikan etika makan, hal itu membuat pelanggan lain melihat Mo Shen dengan pandangan menghina karena semua pelanggan yang ada di restoran ini berasal dari keluarga besar di kota ini.


Hingga akhirnya saat Mo Shen masih menikmati makanannya tiba-tiba saja mejanya di gebrak oleh seorang pemuda, dengan mencibir pemuda itu berkata pada Mo Shen.


"Hei kau rakyat jelata, bisa kamu perbaikan tata krama makanmu itu?"


Dengan santai Mo Shen meminum airnya, ia menatap tajam pemuda itu dan berkata.


"Kenapa selalu saja ada yang menggangu waktuku? Apa kau sebegitu inginnya untuk mati?!"


"Hmph apakah kamu tidak tau siapa aku? Aku ini adalah anak pertama dari tuan kota ini"


"Terus apa peduliku? Lebih baik kau minggir saja sialan"


"Sungguh tidak sopan, penjaga bawa dia dan seret kehadapan ku"


Prajurit yang berada di belakang pemuda itu segera beraksi dan menyerang Mo Shen, tapi saat jarak mereka sudah dekat Mo Shen langsung menghilang dari tempatnya. Saat Mo Shen muncul kembali ia telah berada di belakang para prajurit itu dan kepala semua prajurit yang menyerang Mo Shen jatuh satu-persatu.


Melihat semua prajuritnya dikalahkan dengan mudah membuat pemuda yang mengaku sebagai anak pertama dari tuan kota YuchunDe itu tersungkur kelantai. Wajahnya tiba-tiba pucat apalagi saat ia melihat seringai yang sangat menyeramkan dari Mo Shen itu membuat hatinya semakin menciut.


"J-jangan mendekat, a-akan kulaporkan k-kamu pada ayahku"


Dengan jijik Mo Shen memandang pemuda yang ada di hadapannya, ia berjongkok di hadapan pemuda itu dan membisikkan sesuatu padanya.


"Kau tahu aku paling benci saat diancam oleh seseorang, apalagi orang itu jauh lebih lemah dariku"


"A-apa yang a-akan kau lakukan? J-jangan bilang kau akan menyerang ayahku?!"


"Hehehe siapa yang tau"

__ADS_1


__ADS_2