
Setelah mendengarkan ciri-ciri dan nama dari penyerang itu wajah para tetua dan Won Gungsu langsung menghitam, sejenak keheningan terjadi di dalam ruang pertemuan itu sampai tak lama kemudian Won Gungsu membuka suaranya.
"Tenanglah kalian semua, untuk saat ini lebih baik kita keluar dan melihat si Mo Shen ini" ucapnya.
Para tetua hanya menganggukkan kepala mereka dan segera keluar menuju ke gerbang masuk klan Won dengan mengikuti Won Gungsu dari belakang.
Sementara itu di gerbang masuk klan Won, terlihat seorang pemuda yang sedang membantai para manusia seakan sedang membunuh kumpulan semut, pemuda itu adalah Mo Shen yang kini dengan asiknya membantai semua anggota klan Won yang berada didepannya. Disamping Mo Shen terdapat juga seekor beast serigala dengan tingginya mencapai 7 meter, beast tersebut adalah Mo Lang yang kini sudah kembali ke wujud asalnya, Mo Lang sebelumnya sudah diperintahkan oleh Mo Shen untuk membunuh semua anggota klan Won yang ada didepannya.
"Ahahahaha klan Won sampah, apa hanya ini saja kemampuan dari kalian? Kemana perginya sikap angkuh kalian tadi?" Teriak Mo Shen sembari mencibir sisa sisa anggota klan Won dihadapannya.
Beberapa menit sebelumnya.....
Mo Shen yang baru saja membunuh jendral kekaisaran yang sebelumnya ingin menangkapnya segera berlari menuju ke arah kediaman klan Won dan disusul oleh Mo Lang dibelakangnya.
Mo Shen melihat kebelakang dan mendapati Mo Lang masih setia mengikuti dibelakangnya, ia tersenyum tipis dan berkata.
"Xiao Lang percepat langkahmu, karena sebentar lagi kita akan memulai pembantaian kita" ucapnya.
Mo Lang membalas perkataan Mo Shen dengan anggukan kepala, ia segera meningkatkan kecepatan larinya begitu juga dengan Mo Shen.
Tak lama kemudian mereka berdua pun sampai di tempat yang jaraknya sedikit jauh dari gerbang masuk ke klan Won, di samping kiri dan kanan gerbang itu terdapat dua penjaga gerbang yang sedang berdiri tegap sembari menggenggam erat tombak ditangan kanan dan kiri mereka.
Mo Shen dan Mo Lang segera melangkah maju menuju gerbang tersebut, saat mereka jarak mereka sudah dekat dengan gerbang masuk klan Won kedua penjaga tersebut sontak langsung mengangkat senjata mereka karena melihat seorang pemuda dan juga monster serigala yang besar sedang menuju ke arah mereka.
"Siapa kalian, ada keperluan apa dengan klan Won!" teriak salah satu penjaga gerbang.
"Aku datang untuk mempertemukan kalian dengan yama" ucap Mo Shen.
Kemudian Mo Shen langsung memerintahkan Mo Lang untuk mengaburkan gerbang yang ada didepan mereka.
BBBOOOMMM
ARRRGGGHH
Seketika gerbang tersebut hancur dan para anggota klan Won yang berada di dekat gerbang masuk juga terkena imbasnya hingga mereka terlempar jauh dari gerbang masuk.
"Dengarkan ini para anggota klan Won, malaikat maut kalian sudha tiba!!" teriak Mo Shen.
Tapi bukannya takut para anggota klan Won hanya tertawa terbahak-bahak, mereka semua melihat Mo Shen sambil mencibir.
"Ahahahah kau pikir hanya dengan menghancurkan gerbang masuk klan Won saja sudah membuat kami takut?"
__ADS_1
"Sungguh lucu ahahahahah"
"Sial*n bisa bisa perutku sakit karena tertawa"
"Hei bocah lebih baik kau pulang saja dan temui ibumu dulu"
"Ahahahahahah"
"Ahahahhahaah"
..........................
Mereka semua mulai tertawa terbahak-bahak sembari mencibir Mo Shen. Melihat dirinya direndahkan Mo Shen pun sudah tidak tahan lagi dan segera menghilang dari tempatnya dengan menggenggam erat pedang ditangannya.
SSSSWWOOSSHH
SSSREEETTT
Seketika setelah Mo Shen menghilang banyak tangan dan kaki dari anggota klan Won terpotong dengan rapi, merasakan sakit yang luar biasa dari tangan dan kaki yang terpotong merek semua pun langsung berteriak kesakitan.
AAAARRGGGHH
AAAARRGGGHH
AAAARRGGGHH
........................
"Kalian semua jangan takut, dia cuman sendiri sedangkan kita masih berjumlah puluhan ribu, kita serang terus dia sampai sial*n itu kehabisan energi"
Mendengar seruan rekan mereka para anggota klan Won yang sebelumnya ketakutan langsung kehilangan rasa takutnya dan digantikan dengan semangat yang membara dan satu persatu dari mereka langsung berlari ke arah Mo Shen sambil berseru.
"Baiklah rekan rekan sekalian mari kita serang dia beramai-ramai"
"Benar itu jumlah kita dominan lebih banyak darinya"
"Majulah bersama dan kita bunuh bajing*n ini"
"Matilah!!"
"Matilah!!"
__ADS_1
......................
Ribuan anggota dari klan Won segera berlari menuju ke arah Mo Shen sambil berseru agar moral rekan mereka yang lainnya tidak drop.
Mo Shen hanya berdiri dengan santai dan melihat para kultivator yang sedang mengarah ke tempatnya, wajahnya pun langsung membentuk sebuah seringai yang menyeramkan dan saat jarak para kultivator sudah berada dekat dengannya, ia menggenggam erat pedang dan mengeluarkan sebuah teknik.
"Teknik pedang iblis gerakan pertama: tebasan kematian"
SSSSWWOOSSHH
SSSREEETTT
Segera setelah Mo Shen menebas pedangnya sebuah energi Qi berbentuk bulan sabit langsung menerjang ke arah para kultivator klan Won.
Satu serangan dari Mo Shen berhasil merenggut nyawa setengah dari jumlah kultivator didepannya, sontak itu membuat moral para kultivator klan Won drop dengan tajam.
"I-i-ini bohong kan? Hanya satu gerakan saja sudah sekuat ini?"
"A-apa aku bermimpi? Hei kalau ini mimpi cepatlah bangun diriku"
"S-sial aku belum pernah bertemu dengan orang semengerikan ini"
"Matilah aku"
...........................
Seakan dunia mereka sudh berakhir para kultivator klan Won meratapi kesialan mereka karena bertemu dengan seseorang yang bahkan lebih mengerikan dari seorang patriak sekte hitam.
"Hahahahah sungguh sampah!, Bahkan hanya dengan kematian kecil ini saja sudah membuat kalian putus asa? Kalian sangat tidak cocok menjadi seorang kultivator" cibir Mo Shen pada kumpulan kultivator yang tersisa.
"Xiao Lang, sekarang kau bebas mengamuk, bunuh lah para sampah ini" ucap Mo Shen sambil mengalihkan pandangannya ke Mo Lang.
Mo Lang pun langsung melompat ke arah ribuan kultivator yang didepannya dan mengamuk sesuka hati.
"Ahahahaha klan Won sampah, apa hanya ini saja kemampuan dari kalian? Kemana perginya sikap angkuh kalian tadi?" Teriak Mo Shen sembari mencibir sisa sisa anggota klan Won dihadapannya.
Bisa dilihat dari raut wajah Mo Shen bahwa ia sangat menikmati pembantaian yang ada didepan matanya itu.
"Ahhh sungguh mengingatkanku pada masa lalu saat aku masih berada di alam dewa, dimana para semut berlarian untuk menyelamatkan diri mereka seperti sekarang ini" gumam pelan Mo Shen.
Disaat Mo Shen sedang menikmati pembantaian yang dilakukan oleh Mo Lang tiba-tiba saja muncul beberapa kultivator yang cukup kuat, seorang kultivator yang nampaknya adalah pemimpin dari kelompok itu segera berseru.
__ADS_1
"Brengs*k hentikan perbuatanmu atau kubunuh kau sekarang ini juga"