
Setelah berlari selama beberapa menit akhirnya Mo Shen sampai di gerbang masuk ke kota melati, kota melati adalah kota kecil yang terletak berbatasan dengan hutan iblis yang mana masih merupakan hutan yang cukup bahaya di kekaisaran Xu.
"Hey hey bukankah ini sampah yang terkenal di kota? Kukira kau sudah mati di dalam hutan tersebut ahahahah" ucap prajurit tersebut dengan nada yang menghina disusul oleh tawa yang keras.
Prajurit yang disisinya pun ikut tertawa
"Hahahaha sampah ini masih berani datang ke kota setelah tuan muda menyinggung tuan muda kita"
"Bocah sial*n nampaknya keberuntungan mu hanya sampai disini saja karena aku sendiri yang akan membawa kamu menghadap ke tuan muda" ucap prajurit tersebut.
"Hmph, tuan mudamu ingin aku mati? Maka aku yang akan membunuhnya" ucap Mo Shen dengan dingin.
"Ahahahahahah kau mau membunuh tuan muda? Jangan bercanda! Sampah ranah Pembentukan Tubuh tingkat 4 sepertimu ingin membunuh tuan muda yang berada di ranah Pemurnian Jiwa tingkat 2? Sepertinya kau sedang bermimpi" ucap prajurit tersebut yang sebelumnya menghina Mo Shen.
"Sudahlah bocah sial*n jangan banyak basa basi dan ikut aku meng-" belum selesai menyelesaikan kata katanya prajurit tersebut telah mati dengan kepala yang hancur.
__ADS_1
Rekan prajurit yang berbeda di dekatnya tertegun karena melihat temannya tersebut mati bahkan sebelum bisa menyelesaikan kata-katanya
"A-apa yang terjadi kenapa dia bisa mati" ucap prajurit tersebut dalam hatinya.
"Bo-Bocah sial*n apa yang ka-" prajurit tersebut bernasib sama seperti rekanya mati sebelum menyelesaikan kata-katanya.
"Bocah sial*n matilah kau" teriak prajurit tersebut diikuti dengan ratusan anggota penjaga gerbang masuk kota.
Tapi perlawanan mereka tidak ada gunanya karena mereka semua mati bahkan sebelum mendaratkan serangan ke tubuh Mo Shen
"Hiieeekk pem-pembunuh bocah ini berani membuka prajurit secara terbuka"
"Apa dia tidak tahu bahwa tuan kota telah mencapai ranah Pemurnian Qi tingkat 6?"
Para kultivator dari kota melati yang berbeda di luar gerbang hanya bisa mengasihani Mo Shen karena telah menyinggung tuan kota.
__ADS_1
Setelah beberapa saat datang segerombolan prajurit yang berjumlah ratusan diiringi oleh teriakan dari seseorang.
Sementara itu disebuah tempat yang bisa disebut mewah, duduklah seorang pria paruh baya yang terlihat ber umur 40-50an.
"Lapor tuan kota, ada seseorang yang membuat keributan di depan gerbang" ucap seorang prajurit dengan tergesa-gesa
"Hanya masalah sepeleh seperti ini kau harus melaporkan ke aku? Tidak bisakah kalian mengurusnya?" ucap pria paruh baya tersebut yang ternyata adalah Yan Meng
"Ta-tapi tuan dia sudah membunuh prajurit kami sebanyak ratusan" ujar prajurit tersebut dengan gelisah
"Apa!!! Sial*n mari kita lihat siapa sebenarnya yang berani berbuat seenaknya di kotaku" ucap Yan Meng dengan sedikit geram karena mendengar banyak prajuritnya yang mati.
Sementara itu di depan gerbang masuk ke kota terlihat banyak sekali mayat yang berserakan, mayat tersebut banyak yang kehilangan kepalanya ada juga yang mati karena terlempar ke dinding kota.
Pemandangan di gerbang kota tersebut dapat membuat para kultivator yang berbeda di luar gerbang, karena bukan hanya banyak yang mati tapi juga para prajurit tersebut banyak yang mencapai ranah Pemurnian Jiwa tingkat. Dan mereka mati begitu saja di tangan seorang pemuda? Tentu saja itu membuat mereka takut sekaligus ngeri.
__ADS_1
"Hmmm pedang ini lumayan bagus, untuk sementara akan aku gunakan pedang ini" ucap Mo Shen sembari melihat pedang besi yang digunakan oleh prajurit penjaga gerbang.
"Siapa yang berani berbuat seenaknya di kotaku!!!!"