
"Berhenti disitu anak muda"
Mo Shen yang merasa kesal karena terus menerus diganggu saat sedang melakukan sesuatu membalikan wajahnya dan melihat ke arah dimana suara tadi berasal. Dengan raut wajah kesal yang terpampang jelas diwajah Mo Shen melihat seorang pria tua masuk kedalam klan Won dengan melewati pintu gerbang yang sudah hancur itu.
Pria tua itu memakai hanfu berwarna merah dengan corak naga dibelakangnya, pria tua itu mengeluarkan sebuah aura yang membuat semua orang merasa tertekan kecuali Mo Shen dan dari aura tersebut dapat dilihat bahwa ranah kultivasi pria tua itu adalah Kaisar tingkat 5.
Raut wajah Mo Shen yang sebelumnya terlihat kesal sekarang menjadi bingung, ia penasaran dengan identitas dari pria tua yang ada di depannya karena bisa mengeluarkan aura yang berada di ranah Kaisar tingkat 5 yang dimana merupakan kekuatan yang sangat kuat di kekaisaran Dun ini, tapi berbeda dengan ekspresi Mo Shen yang bingung ekspresi diwajah Won Gungsu terlihat terkejut karena sepertinya ia mengenal pria tua yang ada didepannya itu, dengan mulut yang gemetaran Won Gungsu berkata.
"K-k-kaisar m-mengapa anda b-berada disini?"
Para tetua yang tersisa juga terkejut menerima fakta bahwa kaisar dari kekaisaran Dun ini yaitu Dun Xin Qian saat ini sedang berada di hadapan mereka.
"Aku mendengar bahwa terjadi keributan serius di klan Won maka dari itu aku bergegas datang kemari, dan tidak kuduga bahwa kalian akan berada di situasi seperti ini" ucap Dun Xin Qian yang melihat Won Gungsu dan para tetua dengan tatapan kasihan.
Kemudian ia menatap tajam Mo Shen dan berkata.
"Anak muda kesalahan apa yang sudah dilakukan oleh mereka ini sampai kau melakukan hal yang sangat brutal kepada mereka?"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Dun Xin Qian juga diiringi dengan aura penindasan yang kuat terhadap Mo Shen. Tapi bukannya tertekan Mo Shen malahan terlihat santai, ia balik menatap Dun Xin Qian dengan tajam dan berkata.
"Menurutmu kalau seseorang sudah menyinggungmu berkali kali apakah kau akan membiarkan orang tersebut pergi dengan mudah?"
Mo Shen juga mengeluarkan sebuah aura tapi berbeda dengan aura milik Dun Xin Qian aura milik Mo Shen adalah aura membunuh yang sangat pekat seakan Mo Shen adalah seorang malaikat pembunuh yang sudah mencabut nyawa dari miliaran orang. Memang fakta bahwa Mo Shen sudah membunuh miliaran orang adalah kebenaran dikarenakan dikehidupan sebelumnya ia sudah banyak sekali melakukan pembantaian karena itulah ia dikenal sebagai Dewa Iblis dan aura membunuh yang ia miliki saat ia sedang menjadi Dewa Iblis tetap ada walaupun ia sudah bereinkarnasi.
Merasakan aura membunuh yang begitu pekat dari Mo Shen membuat Dun Xin Qian bergemetar ketakutan, bukan hanya Dun Xin Qian saja yang merasakan itu Won Gungsu dan para tetua yang berbeda tak jauh dari Mo Shen juga merasakan aura membunuh Mo Shen yang membuat badan mereka gemetar ketakutan.
"A-apa apan dengan aura membunuh yang sangat pekat ini, seperti anak yang ada didepanku ini adalah seorang iblis yang sudah banyak membunuh manusia" ucap Dun Xin Qian dalam hatinya.
"T-tapi anak muda bisakah kau melepaskan mereka? Karena kalau mereka semua mati maka kekuatan dari kekaisaran ini akan merosot jauh, kalau kau mau melepaskan mereka maka akan kuberikan apapun padamu sebagai kompensasi, bagaimana menurutmu?" ucap Dun Xin Qian yang memberanikan dirinya untuk bernegosiasi dengan Mo Shen.
Mendengar hal itu membuat Mo Shen sedikit menyeringai dan akhirnya ia berkata.
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku menolak?"
"Maka tidak ada pilihan lain selain membunuhmu" ucap Dun Xin Qian dengan yakin.
"Hahahaha apakah kau sangat yakin ingin membunuhku?" tanya Mo Shen sambil tertawa.
"Hmph walaupun aku tidak dapat membunuhmu tapi kakek sudah keluar dari pengasingannya dan nanti dia yang akan membunuhmu" ucap Dun Xin Qian dengan sangat bangga saat berbicara tentang kakeknya.
Mendengarkan Dun Xin Qian yang sangat membanggakan kakeknya membuat Mo Shen tidak tahan lagi untuk tertawa dan mencibir.
"Hahahahah walaupun ada 1000 kakekmu dia masih tidak dapat mengalahkan bod*h"
Mendengarkan cibiran Mo Shen membuat Dun Xin Qian tidak tahan lagi, ia langsung menerjang ke arah Mo Shen dengan menggenggam erat pedang ditangannya ia segera mengayunkan pedangnya secara vertikal.
SSSSWWOOSSHH
Tapi sayangnya pedang Dun Xin Qian tidak mengenai Mo Shen melainkan hanya angin saja dan terlihat bahwa Mo Shen sudah tidak berada di depannya. Merasa bingung dengan Mo Shen yang tiba-tiba menghilang ia melihat sekitar untuk mencari Mo Shen hingga akhirnya terdengar bisikan dari belakangnya.
Ucapan tersebut berasal dari Mo Shen yang kini sudah berada di belakang Dun Xin Qian, segera Dun Xin Qian memutar kepalanya untuk melihat Mo Shen yang berada di belakangnya tapi saat ia menoleh kebelakang ia langsung dihajar oleh Mo Shen yang hanya menggunakan tangan kosong.
Blam
Aaarrgghh
Hhhooekk
Segera ia terlempar hanya dengan pukulan bisa dari Mo Shen yang mendarat tepat diperutnya dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Melihat itu Mo Shen menyeringai dan berkata.
"Hoi hoi hanya dengan serangan kecil itu dan kau sudah kesakitan? Sungguh lemah"
Mendengar ejekan dari Mo Shen membuat Dun Xin Qian sangat marah, tapi ia hanya bisa memendam amarah tersebut dalam hatinya karena ia sadar bahwa kekuatan Mo Shen berada jauh diatasnya. Tak lama kemudian muncul beberapa orang berdiri di belakang Dun Xin Qian dan salah satu dari mereka berkata.
__ADS_1
"Yang mulia, aku akan membantumu menghadapinya"
"Bagitu juga dengan kami yang mulia"
Sekumpulan orang yang berada di belakang Dun Xin Qian itu salah satunya adalah Won Si Kun dan juga terdapat beberapa jenderal yang berasal dari klan Won, dibelakang para jendral itu juga terdapat beberapa perwira dan prajurit yang semuanya berasal dari klan Won.
"Kalian semua bukankah sudah kukatakan untuk tidak mengikutiku kemari, resiko kalian terbunuh disini sangat tinggi apalagi kalan juga merupakan anggota dari klan Won yang dimana itu akan membuat peluang kalian untuk selamat sangat rendah" ucap Dun Xin Qian.
Tapi bukannya kembali ke istana kekaisaran merek semua tetap berdiri tanpa takut dan salah satu dari jendral dari klan Won tersebut maju dan berkata.
"Justru karena kami berasal dari klan Won yang membuat kami semua harus terlibat dalam pertarungan ini karena kami tidak bisa diam saja dan melihat para saudara kami mati begitu saja"
Ucapan dari jendral tersebut membuat semangat para jendral, perwira dan prajurit kekaisaran yang berasal dari klan Won membara.
Melihat semangat yang ada di mata para bawahannya membuat Dun Xin Qian menyerah untuk tidak melibatkan mereka semua dalam posisi pertarungan ini dan berkata.
"Hahhh baiklah kalau kalian sebegitu inginnya untuk melindungi klan kalian maka aku tidak akan melarangnya tapi kalau kalian sudah berada di situasi hidup dan mati segera tinggalkan pertarungan ini dan lari sejauh mungkin"
"Dimengerti yang mulia"
"Dimengerti yang mulia"
"Dimengerti yang mulia"
"Dimengerti yang mulia"
Ucap merek semua dengan lantang dan penuh semangat.
Sedangkan untuk Mo Shen ia masih berdiri dengan tatapan bosan dan berkata.
"Baiklah karena kalian semua sudah siap untuk bertemu dengan yama maka akan ku kabulkan permintaan kalian. Ayo kita bertempur"
__ADS_1