
Besok paginya, Mo Shen bangun dari tidurnya, ia perlahan berdiri dari kasur dan beranjak keluar dari kamarnya. Saat Mo Shen baru saja keluar dari kamarnya ia bertemu dengan Zi Yan yang sedang berada di depan pintu kamarnya.
Zi Yan yang melihat Mo Shen keluar secara tiba-tiba agak kaget tapi seketika ia langsung tersenyum pada Mo Shen dan berkata.
"Selamat pagi Guru Shen, ibu menyuruhku untuk membangunkan guru karena ibu telah selesai memasak untuk sarapan kita"
Melihat senyuman dari muridnya itu membuat hati Mo Shen agak tenang, ia pun mengelus pelan kepala Zi Yan sembari berkata.
"Baiklah, ayo kita temui ibumu jangan buat dia menunggu lama"
Mo Shen dan Zi Yan pun segera pergi ke ruang makan bersama, disana mereka melihat Zi Yun yang sedang menata makanan di meja, makanan tersebut terlihat enak jadi Mo Shen dan Zi Yan langsung duduk di kursi makan tanpa ragu-ragu.
Melihat tingkah anaknya dan Mo Shen, Zi Yun hanya tertawa tipis dan kembali ke dapur untuk mengambil makanan lainnya. Setelah semua makanan tersusun rapi, Mo Shen, Zi Yan dan Zi Yun segera duduk manis dan berkata serempak.
"Selamat makan"
Mereka pun makan dengan suasana harmonis, Zi Yan yang cara memakannya agak berantakan tapi itulah yang membuatnya terlihat lebih imut, serta Mo Shen dan Zi Yun makan seperti orang biasanya.
Setelah beberapa menit makanan yang ada diatas meja telah habis semuanya, dengan ekspresi kekenyangan yang dipancarkan dari wajah mereka bertiga.
Zi Yun pun mulai mengangkat semua piring kotor yang ada di atas meja dan dibantu oleh Mo Shen. Setelah meja makan itu kosong tanpa ada apapun Zi Yan memulai pembicaraan dengan berkata pada Mo Shen.
"Guru Shen kapan kita akan memulai latihannya?"
"Sebentar lagi Zi Yan, untuk awalnya kita akan melatih fisikmu terlebih dahulu"
"Baiklah"
Pembicaraan antara mereka berdua pun berakhir tapi disambung lagi dengan pembicaraan bersama Zi Yun.
Beberapa jam kemudian....
Di sebuah pinggiran hutan, terlihat Mo Shen dan Zi Yan sedang membicarakan sesuatu, dan pembicaraan tersebut dimulai dari Mo Shen yang berkata pada Zi Yan.
"Baiklah Zi Yan, saat ini kita akan memulai pelatihannya, pertama kita akan berlari sejauh 20 kilometer untuk pemanasan, dan selanjutnya akan dimulai dengan angkat beban"
"Baik Guru Shen"
"Baiklah ayo kita mulai berlari"
Mereka berdua pun mulai berlari menyusuri hutan ditengah teriknya matahari siang ini, setelah berlari selama 15 km Zi Yan pun sudah menunjukkan ekspresi kelelahan, tapi ia tetap memaksakan dirinya untuk lari dan Mo Shen pun yang melihat kegigihan muridnya merasa senang karena dipikirnya ia tidak salah memilih seorang murid.
__ADS_1
Akhirnya 20 km pun terlewati dan kini Zi Yan sudah terbaring kelelahan, tapi berbanding terbalik dengan Mo Shen yang masih terlihat sehat dan tidak berkeringat sedikitpun. Melihat itu Zi Yan pun agak cemberut kemudian berkata.
"Guru apakah kai tidak merasakan lelah sedikitpun?"
"Hmmm kurasa tidak, lihatlah aku masih dapat berdiri dengan mudah, yahhh kurasa itu wajar untukmu karena merasa lelah, bagaimanapun kamu masihlah seorang manusia biasa apalagi kamu masih kecil dan juga seorang perempuan, jadi beristirahatlah sejenak dan kita akan melanjutkan kembali pelatihan kita"
Mengikuti nasihat dari gurunya Zi Yan pun beristirahat. Lalu setelah satu jam beristirahat Zi Yan pun merasa sudah pulih kembali, itu membuat Mo Shen melanjutkan lagi pelatihan Zi Yan.
Pelatihan Zi Yan berikutnya adalah mengangkat sebuah batu yang beratnya sekitar 30 kg selama yang Zi Yan bisa.
Dan akhirnya Zi Yan dapat mengangkat batu tersebut selama beberapa jam saja hingga akhirnya ia mencapai batasnya dan menjatuhkan batu tersebut. Melihat itu Mo Shen hanya tersenyum dan bertepuk tangan sembari berkata.
"bagus Zi Yan, walaupun kamu belum mempelajari teknik kultivasi tapi kamu sudah bisa mengangkat batu itu selama ini. Baiklah kamu istirahat dulu sejenak untuk memulihkan dirimu"
"Baik Guru Shen"
"ohh iya ini aku membawakan bekal yang dibuat ibumu, ayo kita makan bersama"
"Yeyy saatnya makan"
Mendengarkan kata makan membuat Zi sangat bersemangat hingga ia melompat-lompat kegirangan, .Mo Shen pun membuka bekal makanan itu dan memakannya bersama dengan Zi Yan.
Setelah makan dan beristirahat sejenak kondisi Zi Yan telah kembali seperti semula dan Mo Shen pun memutuskan untuk melanjutkan lagi pelatihannya.
"Baiklah Zi Yan ikuti kuda-kuda ku ini dan pertahanan selama yang kamu bisa"
Mo Shen pun memasang kuda-kuda bertarung tangan kosong dan diikuti oleh Zi Yan. Setelah mengatur letak kesalahan kuda-kuda Zi Yan, Mo Shen hanya membiarkan Zi Yan menahan kuda-kuda itu selama yang ia bisa.
Dan 4 jam pun berlalu kini hari sudah semakin gelap dan Zi Yan pun sudah kelelahan habis melatih kuda-kuda, bisa bertahan selama beberapa jam dengan posisi kuda-kuda yang tidak berubah membuat Mo Shen semakin kagum pada Zi Yan.
Pasalnya ini adalah pertama kalinya Zi Yan melatih fisiknya, tapi ketahanan fisik Zi Yan sudah seperti anak yang telah berlatih selama beberapa bulan. Dengan binggun Mo Shen pun bertanya-tanya dalam hatinya.
"Hmm apakah ini adalah bakat alaminya? Kalau benar begitu maka aku harus lebih mempoles anak ini"
Ditengah lamunannya itu, Mo Shen pun tersadar karena Zi Yan terus memanggil namanya. Ia pun melihat Zi Yan dan tersenyum tipis sembari berkata.
"Baiklah Zi Yan, hari ini pelatihannya cukup sampai disini saja, mulai besok kita akan melanjutkan lagi pelatihannya"
"Baik Guru Shen"
"Dan jangan lupa untuk beristirahat yang cukup sebentar malam, karena begadang akan membuat tubuhmu tidak sehat dan fit"
__ADS_1
Zi Yan pun hanya menganggukkan kepalanya ada sembari tersenyum sebagai tanda ia mengerti akan nasihat Mo Shen.
Mereka berdua pun bergegas pulang karena takut membuat Zi Yun khawatir dengan keadaan mereka. Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah Zi Yun, disana terlihat Zi Yun yang berjalan kasana kemari dengan ekspresi khawatir diwajahnya.
Saat ia melihat Zi Yan sudah pulang, segera ia berlari dan memeluk anak semata wayangnya itu dan berkata.
"Zi Yan kamu tidak apa-apa kan? Apakah hari pertama latihanmu berat?"
Disodorkan dengan pertanyaan ibunya Zi Yan hanya tersenyum dan berkata.
"Tidak apa-apa ibu, aku berlatih dengan senang, bahkan Guru Shen memujiku tadi"
Mendengarkan penyataan dari anaknya itu membuat Zi Yun agak tenang, ia pun kembali berdiri dan menatap Mo Shen dengan senyum sembari berkata.
"Terimakasih Mo Shen karena kamu sudah bersedia melatih anakku ini"
Mo Shen pun dengan tenang menjawab.
"Tidak tidak justru aku lah yang bersyukur karena mendapat seorang murid yang berbakat seperti Zi Yan, karena itu aku akan bersungguh-sungguh melatihnya sampai ia menjadi sangat kuat"
Zi Yan pun hanya tersenyum puas mendengar perkataan Mo Shen, awalnya ia khawatir anaknya tidak memiliki bakat sedikitpun dalam hal kultivasi, namun mendengar penilaian dari Mo Shen membuatnya lega, segera ia berkata pada Mo Shen dan Zi Yan.
"Baiklah kalian bisa masuk kedalam, aku telah selesai menyiapkan makan malam untuk kalian.
"Baiklah"
"Baiklah"
......................
Dua bulan pun berlalu.....
Kini Mo Shen telah melatih fisik Zi Yan sampai membuat Zi Yan dapat melawan kultivator yang berada di ranah Pemurnian Tubuh tingkat 3 hanya dengan fisiknya saja.
Fisik Zi Yan kini sudah agak berbeda, dimana ia agak bertambah tinggi serta tubuh sudah mulai sedikit kekar, walaupun begitu ia tetap terlihat sangat cantik seolah-olah kecantikan itu enggan untuk meninggalkan Zi Yan.
Tidak hanya mengulang pelatihan fisik yang sebelumnya, Mo Shen juga memandikan beberapa obat herbal untuk meningkatkan kekuatan fisik dari Zi Yan, obat herbal tersebut dipetiknya dari semua hutan-hutan yang pernah dilewati oleh Mo Shen.
Kini Zi Yan sedang duduk bersila dihadapan Mo Shen, dan Mo Lang yang sepertinya sedang mengajarkan sesuatu pada Zi Yan.
"Baiklah Zi Yan, sudah saatnya kita untuk masuk dalam pelatihan tahap dua, yaitu melatih energi Qi milikmu dengan menggunakan teknik kultivasi"
__ADS_1
"Apakah kamu sudah siap?"
"Siap guru"