Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-18: Menjadi Buronan


__ADS_3

Setelah keluar dari gua Mo Shen dan Mo Lang segera berlari menuju ke arah ibukota kekaisaran, dalam perjalanannya Mo Shen dihadang oleh hanyak beast mulai dari ranah inti surgawi sampai ranah raja tetapi itu semua dilewati dengan mudahnya oleh mereka berdua.


Akhirnya setelah berlari selama beberapa jam mereka berdua sampai di depan gerbang kota Xing yang merupakan ibukota kekaisaran Xu.


"Sepertinya aku harus melepaskan topeng ini saat masuk ke dalam kota" ucap Mo Shen sembari melepaskan topengnya.


Mo Lang saat ini masih menggunakan wujud kecilnya dan dengan nyaman tidur di pelukan, saat memasuki kota mereka berdua menarik banyak perhatian terkhususnya para wanita yang terpesona dengan wajah Mo Shen apalagi saat mereka melihat Mo Shen memeluk Mo Lang membuat mereka lebih menggila.


Tampilkan Mo Shen saat ini bisa dibilang sudah berubah yang sebelumnya sudah tampan kini menjadi lebih tampan berkat melakukan proses pemurnian darah yang dimana itu juga akan mengeluarkan kotoran yang ada di dalam tubuh Mo Shen hingga membuat kulitnya menjadi putih dan lembut seperti bayi.


"Tanda pengenalnya?" tanya prajurit penjaga gerbang tersebut.


Mo Shen segera memberikan tanda pengenal yang dulu dibuat olehnya.


"Baiklah biaya masuknya 20 perak" ucap prajurit itu.


Tak perlu berkata lama Mo Shen segera memberikan 1 koin emas pada penjaga itu.


"Ambil saja lebihnya" ucap Mo Shen.


Akhirnya Mo Shen memasuki ibukota dengan lancar dan sekarang ia masih berkeliling di pasar ibukota sambil membeli beberapa jajanan pasar yang dijual.


"Hahh nampaknya kita terlalu banyak menarik perhatian Xiao Lang" ucap Mo Shen dengan nada tidak berdaya.


"Apakah aku harus mengunjungi Meng Xian dulu atau langsung mencari penginapan yahh" ucap Mo Shen dengan bingung.


"Sudahlah lebih baik aku mencari penginapan dulu


Setelah berjalan beberapa menit mengelilingi ibukota untuk mencari penginapan, pandangan Mo Shen langsung tertuju kepada kerumunan orang yang sepertinya sedang melihat sesuatu yang heboh.


"Kau lihat orang itu kabarnya membunuh tuan muda sekte Bukit Pedang"


"Bukan hanya itu saja ia juga membunuh tetua ke 4 dari sekte Bukit Pedang"


"Wahh sungguh kekuatan yang mengerikan, ia juga sengaja membiarkan seorang murid untuk melarikan diri agar murid tersebut dapat menyampaikan berita pembunuhan itu ke ketua sekte Bukit Pedang"


"Bukan hanya itu saja ia juga bahkan menyebutkan namanya dengan jelas seolah sengaja memprovokasi sekte Bukit Pedang"


.................


Mendengarkan percakapan para warga dan kultivator yang berkerumun membuat Mo Shen merasakan sesuatu. Setelah melihat apa yang dibicarakan oleh warga dan para kultivator itu akhirnya Mo Shen menemukan alasan ia merasakan sesuatu yang aneh, pasalnya yang dibicarakan oleh mereka adalah sebuah poster buronan yang nama buronannya terpampang jelas yaitu, Mo Shen.


"Ahahahaha sepertinya aku menemukan seekor serangga yang berani membuat diriku menjadi buronan" ucap Mo Shen dalam hatinya.

__ADS_1


Merasakan seperti akan ada pembantaian yang akan dilakukan oleh tuannya Mo Lang merasa sangat senang karena untuk pertama kalinya ia akan bertarung dengan Mo Shen sebagai rekan dan bukan lawan.


"Tapi untuk sekarang aku tidak akan bertindak dulu, karena peningkatan kultivasi yang sangat cepat aku harus menstabilkan pondasi kultivasi dulu" ucap Mo Shen dengan pelan.


Mendengar hal itu membuat Mo Lang sedikit kecewa karena tuannya harus menunda pembantaian, tapi ia mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Mo Shen, karena sama seperti tuanya ia juga mengalami peningkatan kultivasi yang cepat makanya ia harus menstabilkan pondasi kultivasinya seperti Mo Shen.


"Hmmmm sepertinya aku harus mencari penginapan dulu" ucap Mo Shen.


Setelah itu Mo Shen langsung bergegas mencari penginapan hingga akhirnya ia sampai di penginapan paling terkenal di ibukota kekaisaran penginapan itu bernama penginapan Mawar Biru.


"Apakah penginapan ini termasuk dalam usaha lain milik paviliun mawar biru?" ucap Mo Shen dalam hatinya.


Tidak berpikir panjang Mo Shen langsung memasuki penginapan tersebut, sesampainya di dalam ia langsung menuju ke tempat resepsionis.


"Selamat datang di penginapan mawar biru tuan" ucap resepsionis tersebut dengan senyum.


"Aku ingin menginap di kamar terbaik penginapan ini" ucap Mo Shen.


"Baik, tapi tuan untuk menginap di kamar VIP tuan harus memiliki kartu VIP dari paviliun mawar biru, karena bagaimanapun penginapan ini adalah sala satu usaha milik mereka" ucap resepsionis tersebut.


"Apakah bisa ku gunakan ini?" tanya Mo Shen sembari mengeluarkan kartu VIP emas yang diberikan oleh Meng Xian sebelumnya.


"Tentu saja tuan tidak hanya dapat menginap di kamar VIP kami, tuan juga akan mendapatkan diskon sebesar 30% untuk biaya menginap dan makan" ucap resepsionis tersebut.


"Lalu berapa lama tuan ingin menginap?" tanya resepsionis.


"Hnmm karena energi Qi alam di dalam ibukota ini tidak sebanyak bagian dalam dan inti Hutan Beast makanya menstabilkan pondasi kultivasiku setidaknya membutuhkan 1 minggu begitu juga dengan Mo Lang baiklah aku menginap selama seminggu saja" ucap Mo Shen dalam hatinya.


"Aku ingin menginap selama seminggu" ucap Mo Shen pada resepsionis tersebut.


"Baiklah karena anda menginap selama seminggu di kamar VIP dan juga dengan potongan harga 30% maka semuanya berjumlah 73 koin emas dan 50 koin perak" ucap resepsionis tersebut.


"Baiklah ini ambil saja lebihnya" ucap Mo Shen sembari melempar kantong uang yang berisi 100 koin emas.


"Tapi tuan ini lebihnya banyak sekali tolon-" sebelum menyelesaikan semua kata katanya Mo Shen langsung menyela.


"Tidak apa apa ambil saja lagian koin emas seperti itu masih banyak di penyimpanan ku" ucap Mo Shen.


"Baiklah kalau begitu, ini kunci kamar anda, kamar tersebut berada di lantai 6 nomor 1" ucap resepsionis tersebut sembari memberikan Mo Shen sebuah kunci.


"Uwaahhh dia sangat tampan, baik dan juga kaya sungguh paket lengkap betapa beruntungnya bila seorang perempuan menikahinya" ucap resepsionis tersebut dalam.


"Terima kasih" ucap Mo Shen sembari berjalan menuju tangga.

__ADS_1


Setelah mencapai lantai 6 Mo Shen langsung menemukan kamarnya karena kamar tersebut hanya berada tidak jauh dari tangga.


"Hmmm lumayan juga" ucap Mo Shen sembari melihat sekeliling kamarnya.


"Baiklah sudah saatnya kumulai untuk menstabilkan pondasi kultivasiku, juga Xiao Lang kau juga harus segera menstabilkan pondasi kultivasimu" ucap Mo Shen sembari berbicara dengan Mo Lang.


Mendengar hal itu Mo Lang hanya menganggukkan kepalanya dan segera melompat dari pelukan Mo Shen dan berbaring di kasur untuk menstabilkan pondasi kultivasinya.


"Hahhh apakah semua monster akan berkultivasi sambil tidur begini? Beruntungnya mereka" ucap Mo Shen dengan sedikit rasa iri.


"Sudahlah lebih baik aku menstabilkan pondasi kultivasiku juga" ucap Mo Shen dan langsung duduk bersila di atas kasur tepat disebelah Mo Lang.


Waktu terus berlalu dan Mo Shen masih terus menstabilkan pondasi kultivasinya terkadang juga ia berhenti sejenak untuk makan tapi tidak untuk Mo Lang, ia terus berkultivasi seperti tidur sepanjang waktu.


"Apakah ia tidak membutuhkan makan?" ucap Mo Shen dengan penasaran


"Hahh sudahlah tidak ada gunanya memikirkan itu lebih baik aku melanjutkan kembali menstabilkan pondasi kultivasiku dulu" ucap Mo Shen.


Disaat Mo Shen ingin menstabilkan pondasi kultivasi seperti biasanya ia mendengar suara ketukan di pintu kamar disusul dengan suara perempuan.


Tok tok tok


"Tuan ini makan siang anda" ucap seorang pelayan yang membawakan sebuah makanan untuk Mo Shen.


Mendengar hal itu Mo Shen langsung keluar dari kamarnya.


"Baiklah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu apakah ada sesuatu yang menghebohkan terjadi di ibukota?" tanya Mo Shen pada pelayan itu.


"Ada satu hal yang membuat warga ibukota sedikit heboh yaitu sekte Bukit Pedang menaikan harga buronan seorang pria yang bernama Mo Shen itu, karena mereka belum mendapatkan sedikitpun informasi tentang pria itu mereka juga akan membayar untuk setiap informasi asalkan informasi tersebut dapat dipercaya" ucap pelayan tersebut.


"Ho ho sepertinya mereka menjadi tidak sabaran" ucap Mo Shen dalam hatinya.


"Apakah hanya itu?" tanya Mo Shen.


"Benar tuan hanya itu saja" ucap pelayan tersebut.


"Baiklah kau bisa pergi, dan juga ini tip untukmu" ucap Mo Shen sembari memberikan 5 koin emas pada pelayan itu.


"Terima kasih tuan" ucap pelayan tersebut dengan bersemangat.


Mendengar itu Mo Shen hanya menganggukkan kepalanya dan kembali masuk ke kamarnya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan Mo Shen telah selesai menstabilkan pondasi kultivasinya begitu pula dengan Mo Lang, mereka berdua membuka mata secara bersamaan dan Mo Shen langsung tersenyum menyeramkan dan bergumam.

__ADS_1


"Sudah saatnya memulai pembantaian"


__ADS_2