
"Baiklah, sekarang giliran siapa yang ingin mati?"
Ucapan Mo Shen tersebut membuat semua murid dari sekte Bukit Pedang bergidik ngeri, bagaimana mereka tidak takut setelah melihat kekuatan dari Mo Shen yang begitu mengerikan.
"Sial*n ternyata anak ini memiliki kekuatan yang mengerikan, jika itu aku bahkan jika aku mengerahkan semua kekuatanku tidak mungkin untuk membunuh kedua tetua dengan mudah tapi anak ini sangat mengerikan" ucap Ming Chui dalam hatinya.
"Huhh dengan orang orang lemah seperti kalian ini berani sekali menyebut sekte kalian kalian ini sebagai sekte menengah? Dasar menyedihkan" ucap Mo Shen dengan nada yang sangat merendahkan.
"Sial*n aku sudah tidak tahan lagi nak jika kau sangat ingin mati maka akan kuberikan padamu kematian itu" ucap Chun Xai yang langsung menerjang ke arah Mo Shen.
"Hmph kau sendirian ingin melawanku sepertinya itu tidak mungkin, Xiao Lang bunuh dia" ucap Mo Shen sembari memerintahkan kepada Mo Lang untuk membunuh Chun Xai.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Mo Shen membuat Mo Lang sangat bahagia, karena waktunya telah tiba untuknya melawan manusia karena sejak awal ia hanya disuruh diam oleh Mo Shen.
Segera Mo Lang langsung menerjang dengan menggunakan cakarnya yang sangat tajam dan besar. Melihat itu Chun Xai segera menggunakan energi Qi nya untuk melindungi seluruh tubuhnya, tapi sayang sekali lawannya adalah Mo Lang yang telah mencapai ranah Surgawi tingkat 1, sangat jelas bahwa Mo Lang bukan tandingannya Chun Xai.
CCCRRACCKKK
CCTTTAAANGGG
Energi Qi yang digunakan oleh Chun Xai untuk melindungi dirinya dihancurkan dengan mudahnya oleh Mo Lang yang hanya menggunakan cakarnya.
SSSREEKKK
Cakar dari Mo Lang tersebut langsung mengenai dada Chun Xai dan merobeknya dengan ganas.
Arrkkkhh
Teriakan penuh pilu keluar dari mulut Chun Xai. Tidak ingin menunda lebih lama Mo Lang segera membuka lebar mulutnya dan langsung melahap kepala Chun Xai hingga membuat Chun Xai mati dengan mengenaskan.
"Hahahaha bahkan wakil ketua sektemu mati hanya dengan best kontrak milikku, sungguh sebuah sekte yang menyedihkan" ucap Mo Shen dengan mengejek sembari tertawa.
Mendengar hal itu tentu saja membuat para murid dari sekte Bukit Pedang sangat marah, tapi mereka sadar akan perbedaan kekuatan antara mereka dan Mo Shen. Karena itu mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan ketua sekte mereka untuk melawan Mo Shen.
"Dasar sial*n tarik kembali kata katamu" ucap Ming Chui dengan marah
"Hahahaha apa yang salah dari perkataanku? semua yang kau katakan nyata kok hanya dengan kekuatan kalian ini bahkan seperti ini bahkan sekte tingkat rendah tidak cocok untuk kalian" ucap Mo Shen sambil tertawa.
Ming Chui yang sudah sangat marah langsung menerjang ke arah Mo Shen sembari menggenggam pedang di tangannya dengan niat untuk menyerang Mo Shen. Melihat itu Mo Shen hanya tersenyum menyeringai dan langsung mengangkat pedangnya.
TTIINNGGG
Sebuah bunyi yang keras dihasilkan akibat pertemuan antara kedua pedang tersebut walaupun Mo Shen tidak menggunakan semua kekuatannya tetapi itu sudah cukup untuk membuat Ming Chui mundur dan tangannya yang memegang pedang itu langsung gemetar.
"Sial*n kenapa tanganku gemetaran saat beradu dengan pedangnya, bahkan pemuda paling jenius pun di umurnya yang baru 16 sampai 20 tahun paling tinggi hanya mencapai ranah Inti Surgawi apakah anak ini memiliki kekuatan yang lebih besar dariku?" ucap Ming Chui dengan nada tidak percaya dalam hatinya.
"Ahahahahahdengan kekuatan lemah mu itu kau ingin beradu pedang denganku? apakah kau bercanda" ucap Mo Shen sambil merendahkan Ming Chui.
__ADS_1
Mendengar hal itu Ming Chui tidak tahan lagi, dan dengan perasaan marah ia berniat untuk menggunakan kartu as terakhirnya untuk melawan Mo Shen.
"Sebelumnya aku tidak ingin menggunakan ini tapi kau telah memaksa ku terlalu jauh, jadi jangan menyesal bocah" ucap Ming Chui
"Teknik pengorbanan: Darah Kematian"
Setelah mengatakan itu segera Ming Chui merasakan sakit di seluruh tubuhnya. Teknik yang digunakan oleh Ming Chui tersebut adalah sebuah teknik terlarang yang dimana membuat penggunanya naik beberapa tingkat dalam waktu yang sedikit lama.
Tetapi setiap teknik terlarang pasti akan ada timbal baliknya, timbal balik dari teknik yang digunakan oleh Ming Chui ini mungkin akan memangkas setengah dari sisa umurnya. Kekuatan dari Ming Chui terus menerus naik dimulai dari ranah Raja tingkat 5 naik hingga mencapai ranah Kaisar tingkat 5.
"Hahahahah dengan kekuatan ini kau tidak mungkin dapat mengalahkanku" ucap Ming Chui sambil tertawa terbahak-bahak.
"Khuhahahah sungguh orang'yang sangat bod*h, mengorbankan setengah dari masa hidupnya hanya untuk menggunakan sebuah teknik sampah yang hanya bisa menaikkan satu ranah kultivasi? Ahahahaha sungguh bod*h sekali" ucap Mo Shen sambil tertawa terbahak-bahak.
Mendengar hal itu membuat Ming Chui sangat marah dan langsung menyerang Mo Shen dengan amat brutal.
Saat ini Ming Chui terlihat seperti binatang buas yang bertarung dengan insting mereka, tetapi walaupun sudah menggunakan sebuah teknik terlarang untuk membuat kultivasinya naik pesat tetap saja ia masih bukan tandingan Mo Shen, malahan Mo Shen saat ini terlihat seperti bermain main sambil menghindari semua serangan dari Ming Chui.
"Sial*n bahkan dengan aku yang sudah mencapai ranah Kaisar tingkat 5 tapi kenapa tidak ada satupun seranganku yang mengenainya" ucap Ming Chui dengan kesal dalam hatinya.
"Ahahhahah ayolah apakah hanya segini saja kekuatanmu? Lemah!" ucap Mo Shen dengan mencibir.
"Apa katamu sial*n? Baiklah kalau kau memiliki kekuatan coba saja terima seranganku ini" ucap Ming Chui yang sudah tersulut emosi.
Dengan mengangkat tinggi pedangnya Ming Chui memfokuskan semua energi Qi nya pada pedang itu sambil bergumam.
Seketika muncul sebuah pedang raksasa yang terbuat dari energi Qi menuju ke arah Mo Shen. Melihat itu Mo Shen hanya tersenyum dan menyimpan kembali pedangnya ke dalam cincin penyimpanan, ia mengepalkan tangannya dengan niat ingin mengeluarkan sala satu tekniknya.
"Sepertinya gerakan selanjutnya dari teknik itu sangat cocok untuk suasana seperti ini" ucap Mo Shen.
Kembali Mo Shen meuntup matanya sembari memfokuskan semua energi Qi nya menuju kepalan tangannya dan bergumam.
"Tinju Iblis Surgawi gerakan ke 2: Tinju Iblis Menghancurkan Gunung"
Setelah itu sebuah energi Qi yang berwarna hitam pekat terlihat di tangan kanan Mo Shen. Dengan energi Qi hitam pekat ditangannya Mo Shen menerjang menuju ke arah pedang raksasa yang sedang menuju dirinya.
"Ahahahahah dasar bod*h menghadapi pedang raksasa ku hanya dengan tangan kosong? Walaupun ka-" belum sempat menyelesaikan semua kata-katanya Ming Chui langsung terdiam sambil pucat karena melihat apa yang dilakukan oleh Mo Shen.
BBBOOOMMM
Sebuah ledakan besar tercipta akibat dari pertemuan antara tangan Mo Shen dan pedang raksasa tersebut.
CCCRRACCKKK
CCTTTAAANGGG
Pedang raksasa tersebut langsung retak dan hancur berkeping keping.
__ADS_1
Melihat hal itu tentu saja membuat Ming Chui ketakutan hingga wajahnya menjadi pucat. Setelah menghancurkan pedang raksasa itu Mo Shen segera mengalihkan pandangannya ke arah Ming Chui dan berkata.
"Aku sudah bosan, saatnya mengakhiri hidupmu" ucap Mo Shen.
Setelah itu Mo Shen langsung menghilang dari tempatnya dan muncul dibelakang Ming Chui. Merasakan adanya bahaya dibelakangnya Ming Chui ingin menghindar tetapi sudah terlambat, tinju Mo Shen lebih cepat dari instingnya hingga akhirnya ia terlempar hingga akhirnya ia menabrak sebuah tembok.
Ackkhh
Dengan pukulan Mo Shen yang tepat mengenai tulang belakangnya ia sekarang terkampar di tanah dan tidak dapat menggerakkan badannya seperti sudah lumpuh. Melihat Ming Chui yang sedang terkapar di tanah tidak berdaya wajah Mo Shen menunjukkan seringai yang sangat menyeramkan hingga selanjutnya ia menginjak tangan kanan Ming Chui dengan keras.
Cccrraakk
Aaaarrggghh
Teriakkan memilukan terdengar hingga mencakup seluruh sekte, teriakan tersebut berasal dari mulut Ming Chui yang tangannya diinjak oleh Mo Shen.
"Ahahahhaha itu bayaran untukmu yang membuatku sedikit kesal" ucap Mo Shen lalu kembali menginjak tangan kiri Ming Chui.
Cccrraakk
Aaaarrggghh.
"Dan ini bayaran atas membuang waktuku untukmu" ucap Mo Shen dan kini ia kembali menginjak kaki kanan Ming Chui.
Cccrraakk
Aaaarrggghh
"Ini juga bayaran atas menjadikanku seorang buronan" ucap Mo Shen yang kini kembali menginjak kaki kiri Ming Chui
Cccrraakk
Aaaarrggghh
"Dan ini karena kau berteriak kepadaku" ucap Mo Shen.
"S-sial*n bunuh saja aku" ucap Ming Chui dengan nada lemah.
"Baiklah kalau itu keinginanmu" ucap Mo Shen sembari menginjak kepala Ming Chui hingga hancur.
"Xiao Lang kesini" ucap Mo Shen memanggil Mo Lang.
"Bunuh semua orang yang ada di dalam sekte ini kecuali para pelayan yang tidak bisa berkultivasi" ucap Mo Shen.
Mendengar perintah tuanya membuat Mo Lang sangat bahagia karena waktunya ia akan bermandikan darah manusia.
Ditengah tengah pembantaian Mo Lang, Mo Shen terbang beberapa meter di atas sekte Bukit Pedang sembari tertawa.
__ADS_1
"Ahahahahah sekarang tidak akan ada lagi yang namanya sekte Bukit Pedang, inilah bayaran atas mengusikku sang Dewa Iblis Agung, Mo Shen!"