
Dengan seringai yang menyeramkan Mo Shen mendekati Won Gungsu, saat ia sudah berada di depan Won Gungsu Mo Shen tertawa lalu berkata.
"hahahah berbanggalah kau karena bisa menjadi orang pertama yang mati dengan teknik kesukaanku ini"
"Yahh walaupun teknik ini telah banyak kugunakan dikehidupan ku yang sebelumnya, tapi setelah reinkarnasi ini bisa dibilang Won Gungsu adalah korban pertamaku" ucap Mo Shen dalam hatinya.
Mo Shen pun menangkap kepala Won Gungsu dengan menggunakan tangan kanannya, sekali lagi Mo Shen tersenyum tipis dan menggumamkan tekniknya.
"Teknik Kultivasi Dewa Iblis bagian kedua"
Seketika sebuah cahaya merah muncul dari telapak tangan kanan Mo Shen yang kini sedang menggenggam kepala Won Gungsu. Setelah cahaya merah itu muncul semua anggota tubuh Won Gungsu mengering seakan pohon yang layu termakan usia.
Tak lama kemudian Won Gungsu pun mati dengan mengenaskan, semua orang yang melihat apa yang dilakukan oleh Mo Shen pun seketika memucat tapi berbeda dengan ekspresi mereka, ekspresi yang ada diwajah Mo Shen adalah kenikmatan seakan habis memakan sebuah makanan yang enaknya tiada tiada duanya.
Dalam sepengetahuan Mo Shen, teknik kultivasi dewa iblis ini terbagi atas tiga bagian. Bagian pertama yaitu menyerap dan membersihkan energi Qi negatif yang ada dari inti beast ataupun energi negatif dari alam seperti yang sudah dilakukan oleh Mo Shen dalam beberapa bulan sebelumnya
Kedua adalah menyerap energi kehidupan yang ada dari manusia ataupun beast, dengan menyerap energi kehidupan dari manusia atau beast membuat Mo Shen menambah umurnya dan juga membuat tubuh Mo Shen awet muda selamanya selagi ia masih menyerap energi kehidupan dari manusia atau beast.
Ketiga adalah menyerap energi elemen yang ada di sebuah artefak, dikarenakan setiap artefak akan memiliki satu ataupun beberapa elemen yang terpendam didalamnya contoh pedang yang biasanya digunakan oleh Mo Shen, pedang tersebut memiliki kecocokan dengan energi kegelapan sehingga Mo Shen dengan leluasa menggunakan teknik pedangnya yang dominan menggunakan energi kegelapan, sedangkan bila itu hanya pedang biasa kemungkinan bisa digunakan untuk mengeluarkan teknik yang mengandung elemen tapi pedang tersebut tidak akan bertahan lama atau hancur berkeping keping.
Dengan ekspresi kesenangan Mo Shen tertawa dan berkata
"Hahahaha sungguh teknik ini memang tidak pernah mengecewakan ku"
Sedangkan apa yang dipikirkan oleh Dun Feng dan yang lainnya sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Mo Shen.
"Sungguh sebuah teknik yang sangat mengerikan dan sangat jahat" ucap Dun Feng dalam hatinya.
"Hufft untung saja kakek datang dan mengehentikannya untuk membunuhku, kalau tidak bisa bisa aku yang dilahapnya menggunakan teknik itu" ucap Dun Xin Qian dalam hatinya.
"Hufft untung saja aku tidak memaksakan diriku untuk maju, biarpun aku berasal dari klan ini tapi segala kebusukan mereka aku sudah mengetahuinya sehingga dengan kehancuran klan Won yang busuk ini tidak akan terlalu berpengaruh kepada ku" ucap Won Si Kun dalalm hatinya.
__ADS_1
Setelah membunuh Won Gungsu dengan brutal, Mo Shen tanpa basa-basi lagi membunuh semua tetua klan Won yang tersisa, cara pembunuhannya sama seperti yang dia lakukan pada Won Gungsu.
Setelah mereka semua mati Mo Shen pun mengalihkan pandangannya ke arah Dun Feng dan berkata.
"Kalau kau tidak mau benua ini jatuh kedalam kekacauan yang akan disebabkan oleh sekte atau organisasi di alam menengah segera selidiki klan mana saja yang sedang bekerja sama dengan mereka dan segera kau musnahkan sampai klan itu sampai ke akar-akarnya"
Mendengarkan nasihat yang diberikan oleh Mo Shen, Dun Feng dan yang lainnya hanya menganggukkan kepala mereka seperti seekor anjing yang patuh. Melihat itu Mo Shen hanya tersenyum tipis dan berkata.
"Baiklah aku suka cara kalian mematuhiku, karena sudah tidak ada lagi yang harus kulakukan maka aku akan pergi dari sini"
Mo Shen pun mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dan melemparnya ke Dun Xin Qian dan berkata
"ambilah ini, didalamnya ada beberapa koin emas sebagai kompensasi dariku untuk mengganti rugi atas kehancuran yang terjadi disini"
Dun Feng yang menerima cincin mencoba mengembalikan cincin penyimpanan itu pasa Mo Shen karena ia merasa bahwa Mo Shen tidak perlu memberikan kompensasi pada mereka, segera ia berkata.
"T-tuan muda, anda tidak perlu memberikan apapun pasa kami, semua kerusakan ini akan aku tanggung"
"Ambilah itu, karena bagaimanapun juga aku menghancurkan banyak bangunan di kota ini, karena itu terimalah kompensasi kecil dariku" ucap Mo Shen dengan serius.
"Baiklah jika itu keinginan anda saya tidak akan memaksa lagi, terima kasih atas apa yang anda berikan ini"
"Baiklah aku akan segera pergi dari sini, juga pastikan kalian tidak melupakan apa yang barusan kukatakan" ucap Mo Shen
"Ayo Xiao Lang, kita kembali berkelana" lanjutannya.
Dengan gembira Mo Shen menaiki Mo Lang dan merekapun segera berlari menuju arah selatan.
Melihat Mo Shen pergi membuat Dun Feng lega karena Mo Shen sudah tidak berniat membuat kekacauan lagi di kota nya. Dun Feng kembali melihat cincin penyimpanan yang diberikan oleh Mo Shen dan karena sudah diliputi rasa penasaran ia segera mengalirkan energi Qi miliknya ke cincin penyimpanan untuk melihat apa yang ada didalamnya.
Setelah melihat isi dari cincin itu Dun Feng pun terkejut dengan apa yang dilihatnya, Dun Xin Qian yang penasaran akan reaksi dari kakeknya pun berkata.
__ADS_1
"Kakek, apa yang terjadi padamu? Memangnya apa isi dari cincin penyimpanan itu?"
Dun Feng pun tersadar berkat ucapan dari cucunya itu, iapun segera menyerahkan cincin penyimpanan itu pada Dun Xin Qian dan menyuruhnya untuk melihat sendiri.
Dun Xin Qian pun segera mengalirkan energi Qi miliknya pada cincin penyimpanan itu dan alangkah terkejutnya ia melihat isi dari cincin penyimpanan itu, saking terkejutnya ia mematung sebentar dan tak lama kemudian ia menatap Dun Feng dan dengan terbata-bata ia berkata.
"K-k-k-kakek a-apakah y-yang k-kulihat i-i-ini n-nyata?"
Dun Xin Qian terkejut dengan jumlah koin emas yang ada di dalam cincin penyimpanan itu, pasalnya di dalam cincin penyimpanan itu terdapat koin emas yang melimpah, kalau dihitung jumlah koin emas yang terdapat di cincin penyimpanan itu berjumlah 700.000 koin emas.
Jumlah tersebut bisa dibilang sangat banyak, karena di kekaisaran Dun yang dimana kekaisaran ini lebih lemah dari ketiga kekaisaran lain 700.000 koin emas adalah jumlah yang sangat banyak. Dun Feng pun hanya menghela nafas panjang dan berkata.
"Hahhh jumlah sebesar ini hanya dibilang kompensasi kecil? Sebanyak apa uang yang dimiliki oleh Mo Shen itu"
Sementara itu dibagian selatan kekaisaran Dun.
"Hachuu"
"Sial*n apakah mereka masih membicarakanku?"
Orang yang bersin itu adalah Mo Shen yang kini masih berada di wilayah kekaisaran Dun, ia melanjutkan kembali perjalanannya ke arah selatan kekaisaran Dun.
"Hmmm selanjutnya aku kemana yahh? Apakah pergi ke kekaisaran Xiao diwilayah selatan atau kekaisaran Wan diwilayah barat?" ucap Mo Shen dengan bingung.
Mo Shen memilih antara wilayah selatan atau barat dan bukan wilayah tengah dikarenakan Mo Shen saat ini ingin berburu sekte atau klan yang bekerjasama dengan sekte-sekte di alam menengah, juga alasan lainnya adalah wilayah tengah memiliki gerbang untuk menuju ke alam menengah.
Kenapa Mo Shen berpikiran begitu? Karena sepengetahuannya setiap gerbang untuk menuju alam lain pasti akan terletak di bagian tengah sebuah benua.
"Baiklah sepertinya kita akan menuju benua selatan saja karena jarak kesana lebih dekat dari wilayah barat" ucap Mo Shen yang sudah menetapkan tujuannya.
"Baiklah saatnya untuk melanjutkan kembali perjalananku!"
__ADS_1
.............................................
*Assalamualaikum semuanya disini saya hanya ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa untuk para pembaca yang beragama muslim 🙏🙏🙏🙏 semangat terus buat puasanya besok:)