
Dalam perjalanan nya ke gerbang Ibu kota Kekaisaran, Mo Shen melihat sebuah topeng yang menarik perhatian nya, topeng tersebut berwarna hitam gelap dan memiliki corak merah di lubang mata kanannya.
"Apakah mulai sekarang aku harus menggunakan topeng? Baiklah beli saja" ucap Mo Shen menuju ke sebuah kedai yang menjual topeng.
"Permisi pak, topeng ini harganya berapa?" tanya Mo Shen sembari menunjuk ke arah topeng hitam tersebut.
"1 koin perak saja" ucap penjual tersebut.
Mendengar itu Mo Shen langsung mengeluarkan beberapa keping koin emas lalu menyerahkannya ke penjual tersebut.
"Ini ambil saja semuanya" ucap Mo Shen sembari memberikan 10 keping koin emas.
"Tapi nak, ini terlalu banyak untuk ku" ucap penjual tersebut dengan raut wajah terkejut.
"Tidak apa apa, ambil saja semuanya lagipula aku masih memiliki banyak koin emas" ucap Mo Shen.
"Baiklah, terima kasih" ucap penjual tersebut dengan senyum.
Melihat itu Mo Shen hanya membalas dengan senyum, lalu setelah mengambil topeng tersebut Mo Shen langsung memakainya sembari berjalan ke arah gerbang Ibu kota.
Setiap keluar dari gerbang tersebut Mo Shen langsung berlari menuju ke arah Hutan Beast.
Setelah berlari selama beberapa jam, akhirnya sampai juga di Hutan Beast.
"Hmmm apakah aku harus berkultivasi di bagian luar dulu atau langsung ke bagian dalam hutan?...." ucap Mo Shen dengan nada bingung.
"Argghh sudahlah jangan dipikirkan lagi lebih baik aku mencari tempat yang Qi alam nya banyak untuk berkultivasi dulu" ucap Mo Shen sembari berlari menelusuri bagian luar Hutan Beast.
Sambil mencari tempat yang cocok untuknya berkultivasi, Mo Shen juga berburu monster untuk mendapatkan inti beast dari monster tersebut, karena dengan inti beast dari para beast maka Mo Shen dapat menyerap semua Qi yang terkandung dalam inti tersebut, karena bagaimanapun Mo Shen juga berlatih teknik kultivasi dewa iblis yang memungkinkan ia untuk memurnikan energi negatif menjadi energi Qi murni.
Setelah mencapai selama beberapa jam akhirnya Mo Shen menemukan sebuah danau yang terdapat banyak sekali energi Qi alam.
"Hmmm sepertinya disini tempat yang cocok untuk ku berkultivasi sampai ranah Inti Surgawi" ucap Mo Shen dan langsung melesat ke tengah danau tersebut yang dimana terdapat sebuah batu yang cukup untuk diduduki oleh Mo Shen.
Setelah duduk bersila di atas batu tersebut, Mo Shen juga langsung mengeluarkan semua inti beast yang didapatkan olehnya dalam perjalanannya setelah itu Mo Shen langsung mengultivasikan teknik kultivasi dewa iblis.
Di setiap sisi Mo Shen terdapat banyak sekali aura hitam kemerahan yang dimana itu adalah aura negatif yang berada di Hutan Beast ini.
Mo Shen segera menyergap semua aura negatif tersebut dan menggunakan teknik kultivasi dewa iblis nya ia langsung memurnikan aura negatif tersebut menjadi Qi murni sebelum mengalir ke dalam setiap titik merdiannya.
Setelah mengalir ke titik merdiannya, Mo Shen langsung mengarahkan semua Qi murni ke dalam dantian miliknya.
Walaupun terlihat biasa saja tetapi mengubah energi negatif menjadi Qi murni sangatlah menyakitkan, karena sedikit saja energi negatif yang belum dimurnikan menyentuh titik merdian Mo Shen itu akan menjadi rasa sakit yang amat menyakitkan.
Tetapi meskipun tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa wajah Mo Shen dipenuhi dengan senyuman karena dari rasa sakit tersebut, Mo Shen dapat menempa tubuhnya sehingga dapat membuka tanda naga nya satu persatu.
"Kughh rasa sakit ini sepadan dengan bayaran yang akan aku terima saat membuka tanda naga" ucap Mo Shen sambil tersenyum walaupun sedang merasakan sakit yang luar biasa.
1 bulan pun berlalu........
Mo Shen yang sampai sekarang masih berkultivasi tiba tiba terdengar suara terendam dari tubuhnya
__ADS_1
BOOM
BOOM
BOOM
BOOM
BOOM
.................
Bunyi tersebut terus terdengar hingga 10 kali, yang dimana tingkat kultivasinya telah mencapai ranah Inti Surgawi tingkat 5, bukan hanya itu Mo Shen juga telah membuka tanda naga sebanyak 500 yang dimana hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja ia telah mencapai kekuatan 5.000.000 jin.
Kekuatan tersebut sangat kuat hingga hanya dengan kekuatan fisiknya saja bisa dapat mengalahkan kultivator 1 ranah diatasnya. Bisa dibayangkan akan jadi apa jika Mo Shen sudah membuka semua tanda naga miliknya pasti akan menjadi sangat kuat hingga menghancurkan sebuah planet saja hanya membutuhkan sentilan jarinya.
"Ahahahahahah tidak sia sia aku menahan rasa sakit itu selama sebulan penuh, kini kekuatanku telah berkembang pesat" ucap Mo Shen dengan semangat.
"He he he sepertinya aku harus mencari beast yang kuat untuk mencoba kekuatan ku yang sekarang" ucap Mo Shen.
"Tapi dengan kekuatan ku yang sekarang sebaiknya aku masuk ke bagian dalam hutan" ucap Mo Shen.
Setelah mengatakan itu Mo Shen langsung berdiri dan langsung melesat ke arah Hutan Beast bagian dalam.
Dalam perjalanannya ia dihadang oleh banyak beast ranah Pemurnian Qi dan beberapa juga berada di ranah Kelahiran. Tetapi adalah hal yang mudah untuk Mo Shen membunuh mereka tingkat kultivasinya sendiri sudah berada di ranah Kelahiran tingkat 5, jadi dengan mudahnya Mo Shen dapat sampai ke bagian dalam Hutan Beast.
Setelah masuk ke bagian dalam Hutan Beast, Mo Shen merasakan Qi alam disini sedikit lebih pekat dari bagian luar.
"Baiklah aku akan berburu monster disini sekaligus menempa fisikku" ucap Mo Shen.
Mo Shen pun langsung berlari menelusuri bagian dalam Hutan Beast sambil berburu. Terkadang dia menjumpai monster ranah Kelahiran dan juga beberapa monster ranah Raja, tetapi itu tidak menghambat ia untuk berburu.
Tidak lupa juga, Mo Shen mengambil semua inti beast dari semua monster yang dibunuh olehnya, karena itu akan menjadi bahan pembantu untuknya berkultivasi.
BBBOOOMMM!!
BBBOOOMMM!!
BBBOOOMMM!!
................................
Ledakan demi ledakan terjadi di bagian dalam Hutan Beast.
Disebuah tempat di bagian dalam Hutan Beast terdapat sekelompok kultivator yang terdiri dari 20 orang dengan kultivasinya yang berada di ranah Kelahiran dan juga seorang pria tua yang berada di rumah inti surgawi tingkat 7, sepertinya mereka juga sedang berburu seperti Mo Shen hingga akhirnya mereka mendengar ledakan yang terus menerus terjadi.
"Hmmm apakah ada kultivator yang kuat sedang bertarung di bagian dalam hutan ini?" ucap salah satu anggota dari kelompok tersebut dengan penasaran.
"Sepertinya ia" ucap anggota yang lainnya lagi.
"Sudahlah jangan banyak bicara lagi, ayo kita lanjutkan perburuan kita" ucap seorang pemuda diantara kelompok tersebut.
__ADS_1
"Baik tuan muda" ucap semuanya serempak.
Ternyata pemuda tersebut adalah Ming Tian tuan muda dari sebuah sekte besar menengah di kekaisaran yaitu sekte Bukit Pedang, dan sekelompok orang lainnya adalah psra murid dari sekte Bukit Pedang yang menjadi pengawal dari tuan muda tersebut.
Sementara itu disisi Mo Shen ia terus berburu hingga akhirnya melihat seekor beast ranah raja tingkat 4 dengan bentuk ular setinggi 100 meter dan selebar 30 meter.
"Hehehe sepertinya kamu adalah lawan yang cocok untukku" ucap Mo Shen.
Mo Shen yang langsung menerjang ke arah monster tersebut.
Merasakan adanya bahaya yang datang ular tersebut langsung menghindar.
"Hooo sepertinya kamu sudah memiliki sedikit kecerdasan, tapi itulah yang membuat ku bersemangat ahahahaha" teriak Mo Shen diikuti tawa yang keras.
Mendengar ucapan manusia di depannya ular tersebut merasa diremehkan langsung menyerang ke arah Mo Shen menggunakan mulutnya yang besar.
"Ayolah ular kecil serang lagi dengan kekuatan yang lebih besar karena kalau hanya dengan kekuatan yang lemah ini maka kau bahkan tidak dapat menggores tubuhku" ucap Mo Shen sambil menghindari semua serangan dari ular tersebut.
Ular tersebut yang mendengarkan dirinya diremehkan oleh seorang manusia yang kultivasinya berada jauh dibawah dirinya merasa sangat emosi, walaupun belum bisa berbicara tetapi ular tersebut telah mencapai ranah Raja tingkat 4 yang bisa dibilang sudah memiliki sedikit kecerdasan.
Ular tersebut membuka mulutnya lebar-lebar mencoba menggigit Mo Shen tapi sayangnya ia tidak berhasil.
Tidak hanya menggunakan mulutnya ular itu juga menggunakan ekornya untuk menghantam tubuh Mo Shen.
Melihat itu Mo Shen tidak tinggal diam dan langsung menghindar sembari membalas serangan ke ular tersebut sehingga langsung mengenai perut dan kepala ular tersebut.
BBBOOMM
Pukulan yang keras tepat mengenai kepala dan perut dari ular tersebut sehingga membuatnya terpental ke belakang sejauh beberapa meter kebelakang dan memuntahkan banyak darah segar.
Merasakan sakit di kepala dan bagian perutnya, ular tersebut langsung mendesis marah.
"Hehehe apakah sakit?" ucap Mo Shen dengan nada menghina.
Mendengar hal itu ular tersebut langsung menerjang ke arah Mo Shen dan terjadi lagi perkelahian yang dahsyat antara mereka berdua.
"Hahahaha memang bertarung denganmu dapat membuat ku sedikit merasakan kesenangan tapi sudah saatnya aku mengakhiri permainan ini jadi ku ucapkan selamat tinggal ular kecil" ucap Mo Shen dengan menggenggam erat pedang ditangannya dan bergumam.
"Teknik pedang iblis: penghukuman iblis"
Pedang yang berada di tangan Mo Shen langsung mengeluarkan Qi hitam pekat yang menyeramkan, Mo Shen langsung menerjang ke arah ular tersebut dan langsung menancapkan pedangnya ke dalam tubuh si ular.
Ular tersebut langsung berteriak kesakitan sebelum akhirnya mati di tangan Mo Shen dengan keadaan tubuh mengering seperti baru dihisap semua darahnya keluar dari tubuh. Teknik pedang yang digunakan oleh Mo Shen tersebut sebenarnya seperti kutukan yang akan menguras seluruh energi vitalitas yang berbeda di dalam tubuh targetnya, akan tetapi target dari serangan ini tidak boleh berada satu ranah diatas penyerang. Pengguna jurus ini hanyalah Mo Shen seorang karena jurus ini ia ciptakan sendiri dikehidupan sebelumnya dan tidak pernah ada orang lain yang diajari olehnya.
"Fiuhhh sepertinya memacu adrenalin seperti ini bagus juga, tidak hanya itu berkat serangan yang aku terima kini aku telah membuka 5 tanda naga baru" ucap Mo Shen dengan senang.
Setelah mengatakan itu Mo Shen langsung mengambil inti beast dari ular tersebut, lalu tidak jauh dari tempat pertarungan antara Mo Shen dan ular terdapat sebuah tumbuhan bunga berwarna merah darah yang mengeluarkan sedikit aura negatif.
"Hmmm sepertinya ini adalah Bunga Mawar Darah sebuah bahan herbal tingkat 9, hahahaha sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan ku karena Mawar Darah ini dapat meningkatkan bloodline seseorang, tapi bloodline iblis surgawi dalam tubuh ini belum terbangkit sebaiknya ku simpan dulu bunga ini" ucap Mo Shen.
Berjalan ke arah Bunga Mawar Darah Mo Shen berniat mengambilnya tetapi langkahnya terhenti saat mendengar sebuah teriakan.
__ADS_1
"TUNGGU!!"