Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-30 Menempa Tubuh


__ADS_3

Mo Shen yang telah menemukan sebuah danau kecil yang permukaannya terdapat percikan percikan listrik, danau tersebut bernama Danau Petir Biru cukup langka keberadaannya walaupun itu di alam immortal ataupun di alam dewa.


Danau Petir Biru ini sangat berguna bagi kultivator ataupun beast yang berkultivasi dengan elemen petir, juga dikarenakan percikan percikan listrik yang berada di permukaan airnya danau ini juga bisa digunakan untuk menempa fisik/tubuh seorang kultivator, makanya saat Mo Shen menemukan danau ini ia terlihat sangat senang.


Tampa banyak basa basi lagi, Mo Shen segera menanggalkan seluruh pakaiannya dan merendamkan dirinya di Danau Petir Biru tersebut.


"Argghh, sial*n kenapa rasanya sesakit ini?" keluh Mo Shen sambil kesakitan.


"Mungkinkah esensi petir yang terkandung di dalam danau ini masih sangat banyak?" lanjutannya.


Dikarenakan jarang digunakan, esensi petir yang terkandung dalam Danau Petir Biru ini masih sangat banyak.


Tiga hari pun berlalu dan kini Mo Shen masih duduk bersila ditengah Danau Petir Biru dengan menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Arrrggghh, tinggal sedikit lagi dan penempaan tubuhku akan selesai" gumam Mo Shen sembari menahan rasa sakit.


Selama Mo Shen berada di tengah Danau Petir Biru, sebuah energi Qi yang kental mengelilingi tubuh Mo Shen, selama itu juga di dalam dantian nya mulai terbentuk Tanda Naga satu persatu.


Akhirnya setelah menahan rasa sakit akibat petir yang berada di Danau Petir Biru selama beberapa jam Mo Shen pun telah selesai menempa tubuhnya.


BOOM


BOOM


BOOM


BOOM


...........................

__ADS_1


Terdengar suara terendam yang berbunyi sebanyak 4 kali, menandakan bahwa kultivasi Mo Shen sekarang ini berada di ranah Kaisar tingkat 5.


"Fiuhhh, ahahahaha akhirnya selesai juga, hmmm sepertinya keuntungan yang kudapatkan tidak terlalu buruk" ucap Mo Shen sambil tertawa.


Setelah berendam di Danau Petir Biru selama beberapa hari ini, Mo Shen telah membuka tanda naga sebanyak 4000 tanda, yang memungkinkan Mo Shen untuk mengeluarkan kekuatan sebanyak 40.000.000 jin. Kekuatan ini setara dengan serangan penuh kultivator ranah Surgawi tingkat 1 dan dengan bantuan dari energi Qi miliknya yang murni serta berbagai teknik yang kuat Mo Shen merasa bahwa sekarang ia mampu melawan kultivator yang berada di ranah Surgawi tingkat 5 atau satu ranah diatasnya.


"Kuarasa sudah saatnya untuk meninggalkan gunung ini" ucap Mo Shen dan segera melompat keluar dari Danau Petir Biru.


"Dan juga, danau ini sepertinya masih memiliki cukup banyak esensi petirnya, lebih baik kubiarkan saja dan juga esensi petir dari danau ini akan bertambah lagi beberapa tahun kemudian" lanjutannya.


Mo Shen dan Mo Lang pun segera keluar dari gua tempat tinggalnya si elang petir dan mulai turun menuju kaki bukit, setelah sampai di kaki bukit mereka segera berlari menuju ke arah ibukota dengan kecepatan sedang mereka sembari menikmati pemandangan perjalanan menuju ibukota.


Ditengah perjalanan mereka menuju ke ibukota kekaisaran terdengar sebuah teriakan yang berasal dari belakang mereka dan diikuti dengan suara langkah kaki kuda.


"Minggir kalian, tuan muda kami ingin lewat" ucap seorang prajurit dengan lantang.


Dibelakang Mo Shen dan Mo Lang terlihat segerombolan prajurit berkuda dan juga terdapat sebuah kereta kuda mewah ditengah para prajurit berkuda tersebut.


"Hah? Kau manusia rendahan beraninya menyuruh diriku ini untuk menyingkir? Ketahuilah tempatmu sial*n" ucap Mo Shen dengan nada kesal.


Walaupun sekarang Mo Shen masih menggunakan topeng, dapat terlihat dari sorot matanya bahwa ia sedang kesal sekarang.


"Beraninya kau, apakah kau tidak tahu siapa yang sedang kami kawal ini?" ucap balik kapten prajurit tersebut dengan marah.


"Kau dengar baik baik, seseorang yang sedang berada di dalam kereta disana ialah tuan muda ke 2 dari klan Won di ibukota Kekaisaran Dun, Won Si Kai" ucap kapten dari para prajurit sembari mengenalkan tuan muda ke 2 dari klan Won yaitu, Won Si Kai.


"Terus apa peduliku sial*n" ucap Mo Shen dengan nada dingin dibalik topengnya.


"Apa pedulimu? Sial*n sepertinya aki harus mendisiplinkan mu dengan kekerasan agar kau mengerti bahwa terdapat beberapa orang yang tidak bisa kau sunggung" ucap kapten dari para prajurit tersebut dengan marah.

__ADS_1


Kapten prajurit yang sudah termakan emosi langsung menerjang ke arah Mo Shen dengan mengepalkan tinjunya.


Melihat itu Mo Shen dengan santai mengangkat tangannya dengan niat untuk memblokir tinju dari si kapten prajurit.


"Hahaha apakah bocah itu sangat ingin mati? Ia hanya dengan santai mengangkat tangannya untuk memblokir serangan dari kapten"


"Sepertinya ia adalah seorang idi*t"


"Sungguh anak muda yang tidak menyayangi nyawanya sendiri"


...........................


Para prajurit pun mulai menertawai Mo Shen, mereka menganggap Mo Shen bahwa Mo Shen sangat ingin mati karena ingin menahan serangan dari kapten mereka, bagaimanapun umur Mo Shen masih terlihat muda didepan mereka jadi mereka menganggap bahwa tingkat kultivasi Mo Shen tidak terlalu tinggi.


Bukan hanya para prajurit yang menertawai tindakan Mo Shen, tapi kapten prajurit itu juga mencibir Mo Shen dalam hatinya.


"Hmph, sungguh bod*h, berpikir untuk menghentikan tinjuku hanya dengan tangan kosong? Kematianlah yang menanti dirimu" ucap si kapten prajurit dalam hatinya.


BBOOMMM


Suara ledakan terjadi akibat dari pertemuan antara kepalan tangan kapten prajurit dan telapak tangan Mo Shen. Akan tetapi berbeda dari harapan mereka semua tinju dari kapten prajurit itu dapat ditahan dengan mudah oleh Mo Shen, bahkan Mo Shen tidak menunjukkan sedikitpun raut wajah kesusahan saat menahan tinju tersebut.


"Cuihh, hanya dengan kekuatan begini dan kau ingin pamer di depanku? Jangan bercanda sial*n, dengan kekuatan seperti ini kau hanya akan mempermalukan dirimu sendiri" cibir Mo Shen dengan tatapan tajam dimatanya.


"S-sial*n kenapa anak ini dapat dengan mudah menahan serangan dari tunjuku? Padahal sudah kugunakan setelah dari kekuatanku yang berada di ranah Inti Surgawi tingkat 8 karena kukira perbedaan ranah antara kami berdua tidak cukup jauh" ucap kapten prajurit tersebut dalam hatinya.


Kapten prajurit tersebut langsung melepaskan tangannya dari cengkraman Mo Shen yang cukup kuat sembari melompat mundur kebelakang sejauh beberapa langkah.


Ia sangat terkejut dengan fakta bahwa Mo Shen dapat menahan serangan dari kepalan tangannya, walaupun ia tidak dapat melihat ranah kultivasi dari Mo Shen ia berpikir bahwa Mo Shen menggunakan sebuah artefak yang menyembunyikan tingkat kultivasinya.

__ADS_1


Dikarenakan ia hanyalah kapten dari sebuah kelompok prajurit yang berasal dari klan Won ia hanya memiliki tingkat kultivasi ranah Inti Surgawi tingkat 8, tapi tingkat kultivasi tersebut sudah cukup kuat di kekaisaran Dun ini.


"Baiklah sekarang kurasa sudah saatnya untukku membalas"


__ADS_2