Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-53 Zi Yan vs Singa Api


__ADS_3

"singa api? Apa itu nama dari beast yang sedang tidur disana itu guru?"


"Benar, dia adalah spesies dari singa api, dan dilihat dari tingginya sepertinya dia belum dewasa dan masih remaja"


Mo Shen sebelumnya pernah menghadapi seekor singa api yang sudah dewasa, tinggi dari singa api yang dihadapi oleh Mo Shen dulu adalah 10 meter dan memiliki kultivasi ranah Kelahiran tingkat 5.


Sedangkan singa api yang berada di depan mereka saat ini masihlah remaja, dengan tingginya yang mencapai 4 meter dan tahap kultivasinya berada di ranah Pemurnian Jiwa tingkat 5, yang dimana berada tiga tingkat di atas Zi Yan.


"Guru apakah aku boleh melawannya?"


"Apakah kamu yakin? Walaupun kalian berada di ranah yang sama tapi tingkat kultivasi singa api ini berada di tahap 5 yang artinya tingkat kultivasi kaliab berjarak tiga tingkat"


"Aku sangat yakin guru, walaupun tingkat kultivasinya berada diatasku tapi aku memiliki sesuatu yang tidak dimiliki olehnya"


"Apa itu?"


"Akal"


"Hahhh kamu ini sungguh keras kepala, baiklah kalau kamu sebegitu inginnya untuk melawan singa api itu aku tidak akan menghalangimu, bertarunglah sepuasmu Zi Yan "


"Baik guru"


Setelah diijinkan oleh Mo Shen untuk melawan singa api Zi Yan segera berjalan menuju ke arah singa api yang sedang tertidur itu.


Saat jarak mereka semakin mendekat singa api membuka matanya karena merasakan kehadiran seseorang, saat membuka matanya ia langsung melihat Zi Yan yang sedang berjalan kearahnya sambil memegang sebuah pedang berwarna hitam pekat dan dikelilingi oleh sebuah energi Qi yang sangat hitam.


Energi Qi yang mengelilingi pedang Zi Yan itu adalah Qi kegelapan yang digunakan oleh Zi Yan untuk membungkus bilah pedangnya. Walaupun tidak memiliki kecerdasan tapi singa api memiliki insting hewan buas, saat ia melihat Zi Yan insting itu langsung keluar dan seketika ia menerjang menuju Zi Yan dan menyerang Zi Yan dengan cakarnya.


Zi Yan pun tidak tinggal diam, ia menghindar ke kiri dan memberikan tebasan vertikal pada tubuh singa api itu, tapi sayangnya serangan tersebut berhasil dihindari oleh singa api.

__ADS_1


Melihat serangannya gagal Zi Yan tidak menyerah, dengan lincahnya dia berlarian mengelilingi singa api sembari menebasnya, sesekali serangan Zi Yan mengenai tubuh singa api tersebut, tapi Zi Yan juga menerima beberapa serangan juga.


Beberapa menit kemudian Zi Yan dan singa api masih beradu serangan, Zi Yan menggunakan pedangnya dan singa api menggunakan cakar juga mulutnya.


Dari kejauhan Mo Shen melihat pertarungan antara muridnya dan singa api itu, dia tersenyum tipis dan menunjukkan ekspresi gembira diwajahnya, dengan suara pelan ia pun berkata.


"Hoho sepertinya muridku ini jauh melebihi ekspektasiku, dapat melawan secara seimbang dengan lawannya yang berada 3 tingkat diatasnya dan tidak menggunakan teknik bela diri sedikitpun, sungguh bakat yang sangat mengerikan"


Mo Shen pun kembali mengamati pertarungan dari Zi Yan dan singa api yang kini sepertinya sudah semakin memanas, karena ditubuh mereka masing-masing sudah ada luka dibeberapa tempat.


Melihat lawannya yang tidak mudah untuk dikalahkan Zi Yan lebih memfokuskan dirinya pada kecepatan kakinya daripada kekuatan pedangnya. Dengan lincah ia melompat kesana-kesini sambil memberikan luka.


Walaupun luka yang diberikan tidak sekuat sebelumnya tapi kecepatan Zi Yan lebih tinggi dari sebelumnya, karena sudah merasa terdesak singa api melompat beberapa meter kebelakang dan menggeram marah.


Seketika dari badannya mengeluarkan api yang menyelimuti tubuhnya, dengan cakar yang diselimuti oleh api ia menyerang Zi Yan dengan brutal.


Hal ini menyebabkan suasana berbanding terbalik karena sekarang ini Zi Yan hanya bisa bertahan saja dan tidak dapat membalas serangan satu pun. Melihat muridnya sedang terpojok Mo Shen hanya tersenyum tipis dan bukan khawatir.


Kini Zi Yan yang hanya dapat bertahan semakin kesal, ia pun memutar otaknya untuk mencari cara agar dapat menyerang balik.


'sial*n aku terpojok, tak kusangka singa ini memiliki mode mengamuk, karena sudah seperti ini sepertinya sudah waktunya aku menggunakan itu'


Setelah mendapatkan solusi Zi Yan melompat beberapa meter kebelakang untuk membuat jarak antara dirinya dan singa api. Saat jarak sudah terbentuk ia mengangkat lurus sedada pedangnya dan menutup matanya untuk memfokuskan diri.


Melihat aksi Zi Yan itu membuat Mo Shen lebih bersemangat karena ia sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh muridnya itu.


Seketika Zi Yan membuka matanya dan menatap tajam singa api, dengan pedang yang sudah diselimuti Qi kegelapan yang lebih pekat dari sebelumnya ia menggumamkan sesuatu.


"Teknik Pedang Tarian Kegelapan"

__ADS_1


Seketika Zi Yan menerjang ke arah singa api, ia menyerang singa api dengan pedangnya dan gaya serangan yang dilakukan oleh Zi Yan seperti sedang menari tapi sangat tajam sehingga singa api tidak dapat menyadari dari mana arah serangan Zi Yan.


Inilah kegunaan dari Teknik Pedang Tarian Kegelapan, yang dimana Zi Yan terlihat seperti sedang menari sambil menggenggam pedangnya tapi disetiap gerakannya ia memberikan serangan yang tajam dan sulit ditebak.


Ditambah lagi Qi kegelapan yang menyelimuti pedangnya membuat daya serangan Zi Yan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Suasana telah berbalik kembali dimana Zi Yan saat ini memojokkan singa api dengan tarian pedangnya, dan tak lama kemudian Zi Yan menghilang dan muncul kembali di atas tubuh singa api, dengan seringai tajam diwajahnya ia mengatakan sesuatu.


"Selamat tinggal kucing kecil"


SSSLAASSHH


BBBUUKKK


Seketika kepala singa api terpenggal dan jatuh, itu menandakan kemenangan dari Zi Yan tapi tak lama setelah ia menang Zi Yan seketika jatuh lemas.


Dengan cepat Mo Shen menahan tubuh Zi Yan agar ia tidak terjatuh, Zi Yan pun melihat Mo Shen menahan tubuhnya agar tidak jatuh hanya tersenyum dan berkata.


"Bagaimana guru, aku menang, bukankah itu tandanya aku hebat?"


"Yaa kamu sangat hebat, seperti yang diharapkan dari muridku"


"Hehehe terimakasih guru, aku senang sekali"


"Hahahaha baiklah kamu istirahat dulu aku akan menjaga tubuhmu"


Saat mendengar perkataan gurunya itu, Zi Yan seketika pingsan karena kehabisan energi Qi di dalam tubuhnya karena terlalu memaksakan dirinya untuk menggunakan salah satu teknik pedang yang diberikan oleh Mo Shen.


Mo Shen pun hanya mengangkat tubuh Zi Yan dan membawanya pulang, ditengah perjalanannya ia tiba-tiba teringat akan temannya yang sudah meninggal itu.

__ADS_1


Pasalnya kepribadian Zi Yan sangat mirip dengan Hei'an Zhi Zhu yang dimana mereka berdua sama-sama keras kepala dan suka sekali menantang sesuatu yang lebih kuat dari mereka untuk sekedar memacu adrenalin. Mo Shen pun melihat Zi Yan yang masih pingsan diperlukannya dan bergumam.


'Zhi Zhu sepertinya kali ini taruhanku tidak salah, anak ini pasti akan menjadi penerus yang pantas untukmu'


__ADS_2