Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-12 Ibu kota Kekaisaran


__ADS_3

1 minggu kemudian.......


Mo Shen yang sedang berlari kini telah melihat sebuah benteng yang sangat tinggi.


"Mungkin itu benteng yang melindungi ibu kota" ucap Mo Shen.


Setelah berjalan tidak lama ia menemukan sebuah antrian panjang yang tidak lain adalah antrian untuk memasuki Ibu kota Kekaisaran.


Ibu kota Kekaisaran sendiri bernama Kota Xing.


Setelah lama mengantri akhirnya giliran Mo Shen untuk masuk.


"Tanda pengenal?" ucap penjaga gerbang tersebut dengan acuh.


"Maaf tanda pengenal ku hilang saat berada di hutan" ucap Mo Shen sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Hahh baiklah kau pergi kesana untuk membuat tanda pengenal yang baru" ucap penjaga tersebut sembari menunjuk ke arah tempat pembuatan tanda pengenal.


"Terima kasih" ucap Mo Shen sembari mengantri lagi untuk membuat tanda pengenal.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya giliran Mo Shen.


"Tuliskan disini nama tempat asal dan umurmu" ucap pembuat tanda pengenal tersebut sembari memberikan sebuah kertas tampa basa basi.


Mo Shen pun langsung menuliskan semua apa yang diinginkan.


"Ini" ucapnya sembari memberikan kembali kertas tersebut.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya tanda pengenal Mo Shen pun jadi.


"Ini dia lain kali jangan dihilangkan lagi, bayarannya 10 koin emas" ucapnya sembari meminta bayaran.


Mo Shen pun tampa ragu langsung memberikan 10 koin emas kepada pembuat tanda pengenal tersebut.


"Untung saja aku mengambil semua harta milik Kla Yan dan para bandit tersebut" ucap Mo Shen sembari bersyukur.


Mata uang di Benua Xuanyuan ini terbagi atas:


1 batu roh rendah \= 1000 koin emas


1 koin emas\= 100 koin perak


1 koin perak\= 100 koin perunggu


Mata uang tertinggi di benua ini adalah batu roh kualitas rendah serta yang terendah adalah koin perunggu.


Didalam cincin penyimpanan Mo Shen sendiri terdapat 100.000 koin emas dan lebih dari 1.000.000 koin perak itu semua dia dapatkan dari Klan Yan dan para bandit tersebut.


Mo Shen pun langsung masuk ke dalam kota, ditengah dia berjalan ia segera mampir kedalam suatu restoran yang terlihat ramai, setelah memasuki restoran tersebut Mo Shen didatangi seorang pelayan.


"Apa pesanan Anda tuan?" tanya pelayan tersebut.


"Aku memesan makanan terenak di sini" ucap Mo Shen.


"Baiklah tuan silakan menunggu sebentar lagi" ucap pelayan tersebut sembari pergi.


Mo Shen yang sedang duduk disebuah kursi yang tersendiri pun mendengarkan pembicaraan para pelanggan lain dengan seksama.


"Hei hei apakah kalian tahu bahwa belakangan ini terjadi sesuatu yang aneh di Hutan Beast?"


"Iya aku sudah mendengarnya, banyak yang mengatakan bahwa di hutan tersebut belakangan ini banyak moster yang mengamuk, makanya para prajurit memperingatkan untuk tidak mendekat terlalu jauh ke Hutan Beast"


"Betul tapi juga ada yang lain, kabarnya dihutan tersebut terdengar sebuah suara yang sangat kuat. Menurut perkiraan para kultivator kota itu adalah teriakan dari seekor monster ranah Kaisar"

__ADS_1


"Apa katamu ranah Kaisar? Bukannya kaisar di kekaisaran Xu saja hanya kultivator ranah raja tingkat 7 dan leluhur dari keluarganya berada di ranah Raja tingkat 9 jadi bagaimana bisa seekor beast mencapai ranah Kaisar?"


"Aku juga tidak tahu tapi dari yang kudengar sih begitu"


"Apa jadinya kalau monster itu mengamuk dan menyerang ibu kota?"


"Jangan mengatakan hal menakutkan seperti itu!"


......................


Mo Shen yang mendengar hal itu langsung memutuskan tujuannya untuk datang ke Hutan Beast.


tak lama kemudian seorang pelayan datang membawa makanan yang dipesan oleh Mo Shen.


"Ini tuan pesanannya" ucap pelayan tersebut.


"Baiklah terima kasih" ucap Mo Shen.


Setelah memakan makanannya tersebut sampai habis Mo Shen langsung memanggil pelayan tersebut.


"Pelayan berapa harga makanan ku ini" tanya Mo Shen.


"Semuanya berharga 60 koin emas tuan" ucap pelayan tersebut.


"Baiklah ini" ucap Mo Shen sembari menyerahkan koin 60 emas tersebut.


"Tunggu pelayan aku ingin menanyakan padamu tentang Hutan Beast" tanya Mo Shen.


"Hutan Beast adalah hutan yang terletak di selatan ibukota di hutan tersebut terdapat banyak sekali monster yang berada di ranah Pemurnian Qi sampai ranah Raja, hutan tersebut terbagi atas 3 bagian yaitu, bagian luar yang dimana hanya terdapat monster ranah Pemurnian Qi dan sesekali terlihat monster ranah Kelahiran. Lalu bagian dalam hutan beast terdapat banyak monster ranah Kelahiran sampai dengan ranah Inti Surgawi dan juga sesekali terlihat monster ranah Raja. Yang terakhir bagian inti dari Hutan Beast yang dimana terdapat banyak sekali monster ranah Kelahiran dan beberapa juga berada di ranah Raja membuat tempat tersebut menjadi area yang sangat berbahaya, sudah banyak sekali kultivator yang mencoba masuk kedalam untuk mencoba keberuntungan mereka tetapi hanya satu orang yang pernah kembali dengan selamat tetapi sayang sekali kultivator yang kembali dengan selamat tersebut mengalami luka yang sangat parah hingga membuatnya hanya dapat mengeluarkan beberapa kata, lalu kata kata yang keluar dari kultivator yang kembali dengan selamat tersebut adalah "Jangan pernah mengusik sebuah goa" itulah kata kata yang dikeluarkan olehnya sebelum akhirnya ia mati" ucap pelayan tersebut dengan panjang.


"Hmmm ranah apa yang dimiliki oleh kultivator tersebut?" tanya Mo Shen.


"Kalau tidak salah dia berada di ranah Raja tingkat 5, kebetulan juga dia adalah seorang leluhur dari sebuah keluarga yang kuat di ibu kota ini" ucap pelayan tersebut.


"Ho ho sepertinya ada yang menarik dari Hutan Beast ini" ucap Mo Shen dengan penuh minat.


"T-t-tapi tuan ini terlalu banyak" ucap pelayan tersebut dengan nada gemetar.


"Sudahlah ambil saja" ucap Mo Shen yang mulai meranjak dari mejanya.


"Terima kasih tuan!" ucap pelayan tersebut dengan semangat karena tidak terpikirkan olehnya untuk mendapatkan sebuah koin emas, karena gaji yang selalu didapatkan oleh dirinya perbulan adalah 100 koin emas tetapi hari ini dia mendapatkan 5 kali lipat lebih banyak dari gaji perbulannya.


Mo Shen yang mendengar ucapan dari pelayan tersebut hanya melambaikan tangannya sembari keluar dari restoran.


Setelah keluar dari restoran tersebut Mo Shen memasang raut wajah seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Hmmm karena dicincin penyimpanan ku terdapat banyak sekali bahan obat yang tidak kubutuhkan apakah sebaiknya kujual saja? Baiklah jual saja daripada hanya akan memenuhi cincin penyimpanan ku" ucap Mo Shen.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya Mo Shen melihat sebuah paviliun yang besar bernama paviliun mawar biru.


"Pelanggan yang terhormat apakah anda ingin sesuatu?" tanya seorang pelayan wanita dengan ramah.


"Aku ingin menjual bahan herbal apakah bisa?" ucap Mo Shen.


"Tentu saja bisa silahkan ikuti saya" ucap pelayan tersebut sembari memandu Mo Shen ke sebuah tempat yang bisanya digunakan untuk menilai suatu barang


"Silahkan dikeluarkan bahan herbal yang ingin di jual" ucap pelayan tersebut


Mendengar itu Mo Shen hanya mengangguk dan mengeluarkan banyak bahan herbal yang dia dapat dari ruang harta Klan Yan, para bandit serta bahan herbal yang ia ambil dari hutan berbagai hutan yang dilewatinya


"Wahh banyak sekali bahan herbal tingkat 4 sampai 6 pelanggan yang terhormat apakah anda yakin Ingin menjual ini semua? Kebetulan sekali kami sedang kehabisan" ucap pelayan tersebut dengan semangat.


"Iya" jawab Mo Shen dengan singkat.

__ADS_1


"Untuk menangani pembelian skala besar ini aku harus memanggil manajer dulu, tuan bisakah kau menunggu sebentar?" Tanya pelayan tersebut.


"Baiklah silahkan panggil manajermu" ucap Mo Shen dengan tenang.


Disebut ruangan terdapat seorang wanita dewasa yang sangat cantik, wanita tersebut adalah manajer dari paviliun mawar biru ini.


Tok tok tok


"Nona ada yang ingin kusampaikan" ucap seorang dibalik pintu.


"Masuklah" ucap manajer tersebut dengan suara yang sangat merdu.


"Apa yang ingin kau sampaikan?" tanya manajer tersebut.


" Begini nona ada seorang pemuda yang ingin menjual bahan herbal" ucap pelayan tersebut.


"Lalu kenapa harus menyampaikan padaku" ucap manajer tersebut dengan heran.


"Pemuda tersebut ingin menjual banyak bahan herbal tingkat 4 sampai 6 jadi aku berpikir bahwa nona lah yang seharusnya melayani pemuda tersebut" ucap pelayan tersebut.


Sang manajer yang mendengar hal tersebut langsung berdiri dengan semangat.


"Dimana pemuda tersebut? Cepat antarkan aku menemuinya" ucap manajer tersebut dengan semangat.


"Baik nona" ucap pelayan itu sambil membawa manajer untuk menemui Mo Shen.


Sedangkan dilantai bawah Mo Shen yang menunggu dengan sabar akhirnya melihat pelayan yang tadi dan juga seorang wanita dewasa yang sangat cantik.


"Halo tuan, aku adalah manajer dari paviliun mawar biru ini namaku Meng Xian bolehkah aku tahu nama tuan?" ucap manajer tersebut yang bernama Meng Xian sembari bertanya ke Mo Shen.


"Halo namaku Mo Shen aku ingin menjual semua bahan herbal ini" ucap Mo Shen memperkenalkan dirinya.


"Baiklah tuan muda Mo Shen akan ku hitung dulu totalnya berapa" ucap Meng Xian.


"Jangan menyebutku menggunakan kata tuan muda Mo Shen saja sudah cukup" ucap Mo Shen.


"Baiklah kalau begitu aku akan memanggil mu Xiao Shen kau juga bisa memanggilku kakak Xian" ucap Meng Xian dengan nada menggoda.


"Baiklah kakak Xian" ucap Mo Shen dengan wajahnya yang sedikit memerah dan juga merasa sedikit senang karena ini adalah pertama kalinya seorang perempuan berbicara secara santai dengannya, karena dikehidupan sebelumnya jangankan perempuan bahkan manusia yang melihatnya akan langsung lari dengan gemetar.


Meng Xian yang melihat Mo Shen yang wajahnya sedikit memerah menjadi terpesona karena bagaimanapun juga Mo Shen memiliki wajah yang bisa dibilang sangat tampan dan imut.


"Apa apaan ini mengapa jantungku berdetak begitu kencang? Apakah aku jatuh cinta padanya? Tidak tidak ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengannya masa aku langsung menyukainya tenangkan dirimu Meng Xian" ucap Meng Xian dalam hatinya sembari menenangkan hatinya.


Tak lama kemudian bahan herbal yang dijual oleh Mo Shen sudah terhitung jumlahnya.


"Baiklah bahan herbal yang dijual olehmu berjumlah 10.000 diantaranya adalah, 2562 herbal tingkat 6, 3259 herbal tingkat 5 dan 4190 herbal tingkat 4. Lalu harga dari semua herbal tersebut adalah 1.000.000 koin emas ini uang nya berada di dalam cincin ini silahkan dihitung apakah jumlahnya pas" ucap Meng Xian sembari menyerahkan sebuah cincin penyimpanan yang berisi 1.000.000 koin emas.


"Baiklah jumlahnya pas, terima kasih kakak Xian" ucap Mo Shen.


"Tidak tidak seharusnya kami yang berterima kasih kepadamu Xiao Shen karena berkat kamu paviliun mawar biru ini dapat mengisi kembali persediaan bahan herbal tingkat 4 sampai 6" ucap Meng Xian dengan senyum cantik diwajahnya.


"Kalau begitu kakak Xian aku akan pamit terlebih dahulu" ucap Mo Shen sembari berjalan ke arau pintu keluar tetapi langkahnya dihentikan oleh perkataan oleh Meng Xian.


"Tunggu Xiao Shen ambillah token emas ini, dengan token ini kamu akan mendapatkan ruangan VIP disetiap pelelangan yang akan diadakan oleh paviliun mawar biru di berbagai cabang di wilayah lain dan juga kamu akan mendapatkan diskon 30% setiap pembelian di semua cabang paviliun di semua wilayah" ucap Meng Xian sembari memberikan sebuah token berwarna emas dengan lambang mawar ditengahnya.


"Hmmm paviliun mawar biru memiliki cabang di semua wilayah?" tanya Mo Shen dengan penasaran.


"Betul sekali paviliun mawar biru ini memiliki banyak cabang semua wilayah dan setiap Ibu kota Kekaisaran lain juga terdapat paviliun mawar biru, juga paviliun ini memiliki pusat di wilayah tengah tepatnya di Ibu kota Kekaisaran Qin" ucap Meng Xian.


"Oohh begitu rupanya paviliun mawar biru ini ternyata sangat terkenal di Benua Xuanyuan ini" ucap Mo Shen dalam hatinya.


"Baiklah kakak Xian terima kasih atas tokennya dan juga selamat tinggal semoga kita bertemu lagi" ucap Mo Shen sembari melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Hmm selamat tinggal" ucap Meng Xian yang membalas lambaian tangan Mo Shen.


" Baiklah karena semua urusanku sudah selesai saatnya berangkat menuju ke Hutan Beast" ucap Mo Shen dengan bersemangat.


__ADS_2