
Mendengar apa yang dikatakan oleh prajurit itu membuat para pengunjung restoran yang duduk geram, tapi mereka hanya bisa diam dan menurut dikarenakan posisi klan Won di kekaisaran Dun ini sebagai salah satu dari pilar kekaisaran.
"Hmm, hei lihat disana sepertinya ada seseorang yang membangkang" ucap salah satu prajurit sembari menunjuk Mo Shen.
"Ahh benar juga, hei kau yang disana apakah kau tidak mendengarkanku!" ucapnya dengan nada agak tinggi.
"Sial*n ada saja yang selalu mengganggu kehidupan santaiku" gumam Mo Shen dengan kesal dalam hatinya.
Merasa diabaikan prajurit yang tadi berteriak pada Mo Shen segera berlari ke arah Mo Shen sembari mengepalkan tangannya dan berkata.
"Bajing*n beraninya kau mengabaikanku!" ucapnya dengan nada tinggi.
Prajurit yang sudah tersulut emosi itu langsung melayangkan pukulannya ke Mo Shen, akan tetapi sesaat sebelum pukulan itu sampai ke wajahnya Mo Shen segera menahan dengan santai tangan dari prajurit tersebut.
"Sial-" belum sempat menyelesaikan kata-katanya ia sudah dilepar oleh Mo Shen sehingga tubuhnya langsung menabrak dinding restoran.
"Kkuuhhgg, sial*n beraninya kau memukul anggota dari klan Won, akan ku pastikan kau mati dengan mengenaskan" ucap prajurit itu dengan arogan.
Para prajurit yang datang bersama tuan muda pertama dari klan Won tersebut adalah kultivator yang posisi mereka di klan Won bisa dibilang terkenal walaupun mereka semua hanyalah prajurit tingkat elit dan beberapa juga telah mendapatkan jabatan jenderal kecil kekaisaran, ranah kultivasi dari para prajurit itu rata rata berada di ranah Inti Surgawi dan juga dapat dilihat bahwa beberapa juga telah berada di ranah Raja, para kultivator yang berada di ranah Raja itulah yang menjadi jenderal kecil dan juga kapten dari beberapa pasukan elit kekaisaran.
Dikarenakan kekuatan dari mereka yang bisa dibilang kuat sehingga membuat mereka menjadi arogan dan besar kepala, akan tetapi melawan Mo Shen yang telah berada di ranah Kaisar apakah mereka masih ada kesempatan untuk menang? Tentu saja tidak dikarenakan dengan kekuatan Mo Shen ssst ini yang dapat disamakan dengan kultivator ranah Surgawi membuat perbedaan kekuatan diantara mereka menjadi sangat jauh sehingga kesempatan mereka semua untuk menang melawan Mo Shen adalah Nol.
"Sial*n beraninya kau melakukan itu pada rekan kami"
"Akan kubunuh kau bocah sial*n"
"Semua maju dsn bunuh bocah ini"
__ADS_1
......................
Dikarenakan marah melihat teman mereka terluka semua prajurit berniat untuk langsung menerjang ke arah Mo Shen tapi langkah mereka dihentikan oleh seseorang yang sedang berdiri di belakang mereka semua.
"Tunggu, hentikan itu kalian kembalilah kesini dan berdiri dengan tenang" ucap orang itu.
"Maafkan saya sudah mengganggumu saudara, ini menjadi kesalahan saya karena tidak mendisiplinkan prajurit itu dengan benar" lanjutannya sembari mengepalkan kedua tangannya dengan maksud berminta maaf.
"Baiklah kali ini akan kubiarkan, tapi selanjutnya tidak" ucap Mo Shen dengan ketus.
"Dan juga perkenalkan nama saya Won Xi Sin, tuan muda pertama dari klan Won" ucap Won Xi Sin yang memperkenalkan dirinya.
"Mo Shen" ucap Mo Shen dengan singkat.
Mendengarkan jawaban dari Mo Shen membuat para prajurit dibelakang Won Xi Sin lebih naik emosi mereka sehingga salah satunya tidak tahan lagi dan berteriak.
"Kau yang tidak mengetahui sopan santun! Berteriak dengan kuat kepada orang yang berada didekatmu apakah itu termasuk sopan?" ucap Mo Shen sembari mengeluarkan tekanan dari tubuhnya.
Merasakan tekanan dari Mo Shen yang ranah kultivasinya yang telah mencapai ranah Kaisar tingkat 5 tentu saja itu akan membuat mereka semua langsung tersungkur ditanah.
"Arrrggh, sial*n mengapa tekanan yang dia berikan sangat berat, tekanan ini bahkan melebihi ayah yang sudah berada di ranah Kaisar, apakah kekuatannya telah mencapai ranah Kaisar? Kalau begitu akan gawat bila menyinggung perasaannya karena bisa jadi dia adalah tuan muda dari keluarga besar di wilayah lain" ucap Won Xi Sin dalam hatinya.
"T-tuan muda to-tolong tahan amarahmu" ucap Won Xi Sin yang kini sedang tertekan tubuhnya hingga ia sampai bersujud.
"Hmph, baiklah kali ini akab kulepaskan tapi tidak lain kali, sekarang kau bisa pergi dan menghilang dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran" ucap Mo Shen.
"B-baik tuan muda" ucap Won Xi Sin.
__ADS_1
Walaupun begitu sebagai tuan muda dari keluarga besar yang berada di kekaisaran Dun ini Won Xi Sin ini pertama kalinya ia dipermalukan di depan umum, apalagi ia dipermalukan oleh pemuda yang terlihat lebih muda darinya.
Diluar restoran, lebih tepat di dalam sebuah kereta kuda mewah, Won Xi Sin duduk dengan raut kesal diwajahnya. Ia masih mengingat apa yang dilakukan oleh Mo Shen padanya di dalam restoran tadi.
"Sial*n meskipun kau adalah tuan muda dari wilayah lain tapi tetap tidak akan kubiarkan kau lolos dengan mudah dari kekaisaran ini" ucap Won Xi Sin dalam hatinya.
Meskipun sangat kesal ia hanya bisa memendam perasaan kesal tersebut dalam hatinya, karena ia tidak ingin menyinggung seseorang yang telah berada jauh dari jangkauannya.
"Hmmm kalau sudah begini bagaimana jika kubuat bocah itu melawan kaisar saja, walaupun ia mungkin lebih kuat dsri ayahku tapi dia belum tentu lebih kuat dari kaisar, belum lagi ada kakek dari kaisar saat ini yang kabarnya telah keluar dari kultivasi tertutupnya. Tapi untuk menjalankan rencana ini aku butuh bantuan dari ayah" ucap Won Xi Sin dalam hatinya sambil menyeringai.
"Hehehe Mo Shen tunggu saja kematianmu"
Sementara itu, Mo Shen yang kini telah habis memakan semua makanya segera memanggil seorang pelayan untuk mengurus pembayaran dari makanan yang dimakannya.
"Pelayan, aku ingin membayar makananku" ucap Mo Shen pada seorang pelayan yang berdiri tidak jauh darinya.
Karena Won Xi Sin sudah pergi lantai tiga restoran kembali didatangi oleh para pengunjung yang sebelumnya sudah pergi.
"Baiklah tuan, semuanya berharga 250 koin emas, itu juga sudah termasuk diskon yang anda dapatkan karena memiliki kartu VIP emas" ucap pelayan tersebut.
"Baiklah, ini kau ambil saja sisanya, anggap saja itu sebagai uang tip untukmu" ucap Mo Shen sembari memberikan kantong uang yang berisi 300 koin emas"
Melihat jumlah uang tip yang diberikan oleh Mo Shen membuat pelayan itu sangat senang dikarenakan 50 koin emas itu sudah cukup untuk kebutuhan hidupnya selama bertahun-tahun.
"Terimakasih tuan" ucapnya sembari menundukkan kepala.
Mo Shen hanya menganggukkan kepalanya dan segera berjalan keluar dari restoran tersebut.
__ADS_1
"Hhhooaamm, sepertinya akhir akhir ini aku sering lelah, lebih baik aku kembali ke penginapan saja untuk istirahat"