Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-62 Sebuah Kisah


__ADS_3

"sebuah tengkorak?"


Apa yang ditemukan oleh Mo Shen di sudut ruangan itu adalah tengkorak yang mana itu membuat Mo Shen keheranan, pasalnya kenapa sampai bisa ada tengkorak di ruangan harta?.


Tapi mengabaikan rasa penasarannya itu ia mulai mendekati tengkorak yang agak jauh dari tempat tumpukan harta itu. Sedikit demi sedikit jarak antara Mo Shen dan tengkorak itu semakin dekat, dan semakin dekat Mo Shen dengan tengkorak itu ia merasakan sesuatu yang familiar.


Aura itu adalah energi kegelapan tapi energi yang Mo Shen rasakan saat ini jauh lebih kuat dari energi kegelapan yang ada di luar sana.


Jantung Mo Shen semakin berdegup kencang pasalnya saat ini ia mengetahui kenapa energi kegelapan yang ada disekitar tengkorak itu lebih besar dari yang ada di luar.


"I-ini tidak salah lagi, tengkorak ini pasti adalah mayat dari seorang iblis"


Mo Shen tidak mungkin melupakan energi seperti apa yang terkandung dalam seorang iblis, bagaimanapun juga ia adalah dewa dari semua iblis yang ada di semesta ini makanya ia langsung mengetahui bahwa tengkorak yang ada didepannya ini adalah mayat dari seorang iblis.


"Hahhh sebelum aku menemukanmu kau sudah menjadi mayat duluan, sepertinya aku sangat terlambat"


Mo Shen merasa bahwa ini salahnya karena membuat semua pengikutnya menderita, kalau saja ia tidak lengah pada saat kaisar dewa itu menggunakan artefak leluhurnya, pasti Mo Shen dan pengikutnya akan tetap damai, itulah yang dipikirkan oleh Mo Shen.

__ADS_1


Dengan segera Mo Shen menggali tanah untuk menguburkan tengkorak dari iblis itu, dan setelah menguburkannya Mo Shen menemukan sebuah buku tipis tidak jauh dari tempat Mo Shen menemukan tengkorak tadi.


Dengan penasaran Mo Shen membuka isi dari kertas itu dan membacanya.


''''Bagi siapapun yang menemukan surat ini mungkin aku sudah mati dan kumohon padamu untuk memakamkanku. Pertama akan kuperkenalkan dirkku dulu, namaku adalah Gong Mo, aku adalah seorang iblis yang berasal deri alam dewa dan menjadi pengikut setia dari sang dewa iblis Mo Shen.


Kami ras iblis hidup dengan damai dibawah perlindungan dewa Mo Shen dan sekte yang dibuatnya yaitu sekte TianMo. Aku juga menjadi bagian dari sekte itu daj ditetapkan sebagai murid dalam, walaupun dimasa lalu kami dikenal sebagai ras yang brutal, haus darah, suka membunuh dan peperangan serta banyak lagi sebutan bagi ras kami tapi kami meninggalkan semua itu dan memilih hidup tertutup di sebuah teritori yang dibuat oleh dewa Mo Shen atau yang biasanya kupanggil pemimpin sekte.


Teritori kami dikenal dengan nama tanah iblis dan kami tidak menerima ras lain selain ras iblis untuk masuk kesana. Awalnya semua sangat damai, kami para murid berlatih dengan serius dan ada juga canda tawa. Semuanya senang dengan suasana ini karena sejujurnya para pendahulu kami jug sudah bosan akan peperangan dan pembantaian.


Sampai suatu hari kedamaian itu dihancurkan oleh seseorang dan ras nya, dia adalah Kaisar Dewa yang memimpin para dewa untuk membunuh semua iblis yang ada di tanah iblis. Kaisar Dewa melakukan itu karena ia sudah dibutakan oleh kekuasaan dan juga ia sangat mengantisipasi kekuatan dari pemimpin sekte kami karena itulah ia ingin secepatnya menghapus semua iblis dari semesta ini.


Dan setelah 800 tahun sejak perang itu dimulai, akhirnya peperangan itu berhenti dengan kekalahan dari pemimpin sekte, kekalahan dari pemimpin sekte kami bukan disebabkan karena ia lemah melainkan disaat-saat terakhir pertarungan mereka kaisar sial*n itu tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah artefak sekali pakai yang diturunkan oleh keluarganya secara turun-temurun.


Kematian dewa kami itu menyebabkan luka yang mendalam di setiap hati ras iblis, pasalnya ia dikenal sebagai orang yang sangat peduli terhadap rakyatnya. Buktinya adalah ia bis saja meninggalkan perang untuk menyelamatkan dirinya dari kematian dan meninggalkan kami, tapi ia tidak melakukannya, ia bertarung demi membela kami hingga akhir hayatnya sehingga membuat semua iblis semakin kagum padanya.


Setelah kekalahan pemimpin sekte kami para iblis mulai diburu secara brutal, kami pun tidak memiliki pilihan lain selain bersembunyi dan tetap menjaga agar ras iblis tidak punah, karena kami yakin suatu hari nanti bahwa dewa kami itu akan kembali dan membalaskan dendam nya. Aku yang saat peperangan itu telah bertahan lama dan memberikan kontribusi yang besar akhirnya diangkat sebagai murid inti dari sekte TianMo, kami para murid inti dilatih langsung oleh para tetua sekte untuk menggantikan posisi mereka suatu hari nanti.

__ADS_1


Tapi pada akhirnya aku juga harus mengubur dalam-dalam egoku untuk tetap bertarung dan melarikan diri karena itulah perintah dari pemimpin sekte sebelum pertarungan terakhirnya dengan Kaisar Dewa, perintah yang diberikan olehnya itu adalah 'kalau saja aku mati dalam peperangan ini segeralah melarikan diri dan tetap menjaga agar ras kita ini tidak punah'.


Dan itu ceritanya sampai aku berakhir di alam rendah ini, aku mendiami goa ini agar tidak dapat terdeteksi keberadaannya oleh para dewa. Juga awalnya kami datang ke alam ini dengan beberapa tetua tapi aku terpisah dari mereka karena gangguan yang kami alami saat sedang menyeberang ke alam ini.


Untuk kamu yang telah membaca kisah ku ini aku hanya bisa mengucapkan terimakasih, juga kalau kamu bertemu dengan dewa kami tolong sampaikan padanya bahwa kami akan terus melayaninya sampai kapanpun itu karena itulah janji yang telah kami buat atas nama ras kami''''


Setelah membacanya sampai habis Mo Shen menutup buku itu, ia merasakan sakit yang teramat sakit di hatinya.


"Hahh kalian ini, kenapa kalian begitu keras kepala, padahal dulu saat perang baru saja dimulai kalin bisa saja meninggalkanku dan tetap hidup tenang tanpa berperang"


Kini niatnya untuk membunuh kaisar dewa semakin kuat, apalagi saat mendengar bahwa pengikutnya menjadi sangat menderita semakin menambah luka dihatinya.


"Kaisar Dewa!! Lagi-lagi kau sudah sukses untuk membuatku semakin membencimu"


Ia pun segera keluar dari ruangan tempatnya menemukan mayat dari pengikutnya itu dan berjalan menuju ke arah Mo Lang yang kini telah pulih.


"Xiao Lang, ayo kita pergi"

__ADS_1


Mo Lang mengganggukkan kepalanya dan mengikuti Mo Shen dari belakang, tujuan mereka saat ini adalah berpergian ke wilayah-wilayah lain sekaligus mencari pengikut Mo Shen di alam ini. Juga tujuan mereka lainnya adalah untuk menyebarkan teror.


__ADS_2