Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-59 Persiapan


__ADS_3

Setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya Mo Shen sampai di depan sebuah bangunan mewah berlantai 5. Bangunan mewah yang ada didepannya ini adalah penginapan yang direkomendasikan oleh pemuda yang berbicara dengan Mo Shen sebelumnya.


Di atas pintu masuk penginapan itu terdapat nama dari penginapan itu, FuyouDe. Tanpa basa-basi lagi Mo Shen segera masuk kedalam dan sesampainya di dalam penginapan itu Mo Shen langsung disambut dengan seorang pelayan wanita.


"Selamat datang tuan muda, apakah anda ingin menginap ataukah hanya makan di restoran kami?"


"Aku ingin menginap disini sampai besok saja, berikan aku kamar terbaik kalian, dan untuk makanannya pilihkan makanan paling enak disini dan langsung antarkan saja kekamarku, juga bawakan beberapa kg daging berkualitas untuk hewanku ini"


"Baiklah tuan, kamar terbaik kami adalah kamar VIP ruang 1 di lantai 5, dan untuk makan akan kami antarkan sarapan, makan siang dan makan malam langsung kekamar anda"


"Baiklah, berapa jumlah yang harus aku bayar?"


"Untuk pembayarannya anda bisa lakukan di meja resepsionis sebelah sana"


"Baiklah"


Mo Shen pun segera menuju ke arah meja resepsionis yang ditunjuk oleh pelayan tadi, sesampainya disana ia langsung melakukan proses pembayaran senilai 350 koin emas, memang nilai inj agak mahal untuk orang biasa tapi untuk Mo Shen jumlah itu bahkan seperti mengambil sesendok air di lautan.


Pasalnya uang yang dimiliki oleh Mo Shen sekarang ini jumlahnya sangatlah fantastis untuk penduduk benua Xuanyuan ini, jumlah koin emas yang ada di dalam cincin penyimpanan Mo Shen sekitar 55 juta koib emas, belum lagi masih terdapat banyak artefak dan bahan herbal yang berharga di dalam cincin penyimpanannya.


Setelah menyelesaikan pembayaran Mo Shen segera berjalan menuju ke kamar yang dipesannya. Kamar itu berada di lantai 5 ruangan pertama, maka dari itu Mo Shen tidak susah untuk mencarinya.


Saat ia sudah sampai di depan pintu kamarnya ia langsung masuk tanpa ragu-ragu, dan ia sedikit terkejut dengan isi dari kamar ini.


Didalam kamar itu terdapat banyak sekali inferior mewah yang tersusun rapi, ada juga sebuah ruangan yang sepertinya adalah kamar mandi tersendiri, sebuah kasur besar yang memungkinkan 3 orang untuk tidur sekaligus didalamnya.


'hmmm bagus juga, lebih baik daripada penginapan di kota bod*h itu, walaupun begitu ini masih tidak dapat menandingi kamarku dulu saat berada di alam dewa'


'hahhh aku jadi merindukan masa itu'

__ADS_1


Setelah bergumam sebentar Mo Shen meletakkan Mo Lang yang dari tadi tertidur di pelukannya dengan hati-hati. Lalu ia memutuskan untuk bermeditasi tapi tidak menyerap energi Qi melainkan hanya meningkatkan konsentrasinya saja.


Setelah 2 jam bermeditasi sebuah ketukan pintu membangunkannya dari meditasi, ketukan itu diiringi dengan suara.


"Tuan muda, aku membawakan makan siang anda"


"Baiklah masuk saja, pintunya tidak ku kunci"


Setelah mendapatkan izin dari Mo Shen, pelayan itu langsung masuk kekamar sambil membawakan beberapa makanan.


"Tuan ini adalah makanan terbaik kami, disini ada olahan daging, ikan dan sayur"


"Baiklah kau boleh pergi"


Mo Shen mempersilahkan pelayan itu untuk pergi setelah memberikannya uang tip senilai 1 koin emas. Setelah itu dengan lahap Mo Shen memakan semua makanan yang ada didepannya.


Setelah makan Mo Shen melanjutkan lagi meditasinya sampai menjelang malam, saat malam tiba Mo Shen memakan makan malamnya lalu tidur untuk beristirahat, walaupun ia bermeditasi ia tidak sedang istirahat sepenuhnya, melainkan otaknya terus bekerja agar dapat memfokuskan diri guna meningkatkan konsentrasinya.


"Tuan muda, bangunlah ini sudah pagi, saya kemari untuk mengantarkan sarapan anda"


Dengan agak malas Mo Shen bangun dari tidurnya untuk membuka pintu kamarnya, tidak lupa ia menggunakan kembali topengnya agar menghindari masalah yang tidak perlu seperti dikejar-kejar oleh banyak wanita karena wajahnya yang sangat tampan, saat pintunya sudah terbuka ia mengatakan sesuatu pada pelayan itu.


"Hoamm, kau taru saja makanan itu di meja, aku akan mandi dulu"


"Baik tuan muda"


"Juga ini tip untukmu"


Kali ini Mo Shen memberikan tip 10 koin emas pada pelayan itu yang dimana jumlahnya hampir mencapai 1 bulan gaji si pelayan. Dengan raut wajah senang ia berkata pada Mo Shen.

__ADS_1


"Terimakasih tuan muda"


Mo Shen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan ke kamar mandi, setelah mandi ia memakan sarapannya yaitu sebuah sandwich roti, aneka macam buah dan semangkuk sup hangat.


'hmm kombinasi makanan yang bagus, setidaknya tubuhku akan sehat sedikit karena memakan makanan yang berprotein'


Saat mengingat makanan yang dimakannya ketika berada di hutan Mo Shen agak tersenyum kecut, pasalnya ia hanya memakan daging saja sehingga keseimbangan makanan yang dimakannya buruk.


Tanpa berpikir panjang lagi Mo Shen langsung memakan sarapannya, dan setelah memakannya Mo Shen segera bersiap untuk pergi dari penginapan ini, pasalnya ia sudah menetapkan bahwa hari ini ia akan menjelajahi Hutan Kegelapan guna mencari jejak pengikutnya di benua ini.


Dengan santai ia menuruni tangga hingga ke lantai 1 dan berjalan menuju meja resepsionis, sesampainya disana ia langsung menyerahkan kunci kamarnya ke wanita yang bekerja di situ.


"Ini kunci kamarku"


"Terimakasih atas kunjungannya tuan, silahkan mampir lagi kapanpun anda mau"


Mo Shen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar dari penginapan ini. Karena tidak mau membuang waktu lagi Mo Shen langsung berjalan menuju ke arah gerbang keluar kota, tapi ditengah perjalanannya ia memikirkan sesuatu.


'hmm sepertinya aku membutuhkan bahan makanan tambahan, siapa yang tau kalau aku kehabisan stock saat dihutan, juga aku harus membeli beberapa bahan bumbu agar makananku tidak hambar'


Dengan sigap Mo Shen berbalik ke arah pasar untuk berbelanja, disana ia membeli beberapa tong besar air bersih untuk minum dan mandi, juga menyetok banyak daging untuk makan, tidak lupa juga ia membeli beberapa sayur dan bahan bumbu untuk makanannya.


Setelah selesai membeli semuanya ia kembali berjalan ke arah gerbang keluar kota, saat jarak antara dirinya dan kota sudah agak jauh ia langsung meletakkan Mo Lang kebawah.


Tanpa diperintahkan Mo Lang sudah tau apa yang diinginkan oleh tuannya yaitu agar ia membersar biar tuannya bisa naik ke atasnya, Mo Lang pun tidak keberatan karena ia merasa bahwa ini adalah tugasnya dan dengan senang hati melakukannya.


Sebenarnya Mo Shen agak kasihan pada Mo Lang karena setiap kali melakukan perjalanan pasti Mo Shen akan naik ke punggungnya, tapi karena Mo Lang tidak mengeluh maka ia tidak akan sungkan untuk menggunakan Mo Lang terus.


Setelah naik ke punggung Mo Lang, Mo Shen langsung melepaskan topengnya dan berkata.

__ADS_1


"Baiklah, saatnya menjelajah"


__ADS_2