
Keesokan paginya.....
Mo Shen bangun dari tidurnya yang nyenyak, ia pun segera berdiri dari kasurnya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Selepas mandi ia memakai kembali hanfu nya yang berwarna putih polos itu dan mengikat rambutnya yang panjang.
Setelah itu Mo Shen duduk di sebuah kursi sambil meminum segelas teh panas, sembari meminum teh panas itu Mo Shen memikirkan apa yang akan dilakukannya hari ini.
'hmmm ini adalah hari pertamaku di ibukota ini, jadi apa yang harus kulakukan?...'
'arrgghh sial, semakin memikirkannya semakin membuatku pusing saja, sudahlah lebih baik aku jalan-jalan dulu sambil mencari tempat untuk sarapan'
Setelah menghabiskan segelas teh Mo Shen pun keluar dari kamar penginapannya, ia terus berjalan menuruni anak tangga sampai akhirnya ia mencapai lantai 1.
Seorang pelayan yang melihat Mo Shen turun le lantai 1 ini langsung bergegas menuju ke arah Mo Shen, bagaimanapun Mo Shen adalah pelanggan yang memesan kamar VIP di penginapan tempatnya bekerja ini.
"selamat pagi tuan muda, ada perlu apa anda turun kemari? bukannya kemarin anda mengatakan untuk mengantarkan saja makanan anda ke kekamar?"
"ahh selamat pagi juga, soal itu aku akan sarapan diluar saja, bagaimanapun aku juga baru sampai di kota ini jadi aku ingin sedikit menikmatinya. untuk makan siang siang dan malamnya bisa kau antarkan saja nanti"
"baik tuan muda, berhati-hatilah di jalan"
Mo Shen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan keluar dari penginapan itu, sesampainya ia diluar Mo Shen langsung mengambil jalur ke kanan untuk menuju ke pusat kota.
Karena menurutnya disana pasti ada restoran ramai dan di tempat itu ia akan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.
Setelah berjalan selama 30 menit Mo Shen akhirnya sampai di bagian pusat kota, di sana terlihat sangat ramai dengan tamannya yang indah juga beberapa toko besar yang ramai pengunjung.
Dan yang paling mencolok di sini adalah sebuah istana besar besar yang berada tepat di tengah kota, istana itu adalah tempat tinggal kaisar saat ini atau Istana Kekaisaran Wan.
Kaisar dari kekaisaran Wan saat ini bernama Wan Si Tu, dengan kekuatannya yang besar dan juga memiliki aura kharismatik membuat ia terlihat cocok menduduki kursi kaisar. Bukan hanya itu ia juga dikenal baik dan adil kepada seluruh rakyatnya, makanya semua rakyat kekaisaran Wan ini sangat menyukai Wan Si Tu.
Setelah melihat-lihat sekitar Mo Shen akhirnya menemukan sebuah restoran yang terlihat sangat ramai. Tanpa pikir panjang Mo Shen memasukinya, di dalam restoran itu ia disambut dengan suara berisik dari orang-orang sekitar.
__ADS_1
Nampaknya restoran ini menjadi tempat khusus para kultivator ibukota maupun mereka yang hanya melintas saja, karena dapat dilihat darimanapun pakaian dan etika mereka tidak terlihat seperti bangsawan.
Dengan tenang Mo Shen berjalan menuju ke sebuah tempat kosong yang berada di sudut restoran, tempat itu berdekatan dengan jendela sehingga Mo Shen dapat melihat dengan jelas situasi di luar sana.
Beberapa saat setelah Mo Shen duduk seorang pelayan mendatanginya, pelayan itu meletakkan sebuah kertas yang sepertinya adalah daftar menu dan berkata.
"Selamat pagi tuan, silahkan pilih apa yang anda ingin pesan"
"Aku pesan rekomendasi makanan untuk sarapan saja, pilih yang paling enak dan soal uang jangan khawatir"
Mo Shen mengeluarkan kantong kecil yang berisi 30 koin emas dan menyerahkannya kepada pelayan itu.
"Apakah ini sudah cukup?"
"Tentu saja tuan, bahkan ini sudah kelebihan"
"Tidak apa-apa, sisanya terserah mau kau apakan"
Setelah mengatakan itu pelayan tersebut berlari dengan senang menuju ke arah dapur dan menyampaikan pesanan Mo Shen.
Sambil menunggu pesanannya Mo Shen mengendurkan pendengarannya untuk mencari beberapa informasi yang berguna.
Tapi setelah beberapa menit dan makanan Mo Shen telah sampai tapi Mo Shen tidak mendapatkan satupun informasi yang berguna untuknya.
Mo Shen hanya menghela nafas panjang dna mulai memakan makanannya itu sampai habis, setelah habis Mo Shen masih tidak menyerah untuk mencari informasi.
Dan benar saja, setelah 10 menit menunggu akhirnya ia mendapatkan sebuah pembicaraan yang menarik perhatiannya, tanpa ragu lagi ia mendengarkan dengan seksama apa yang dibicarakan oleh sekelompok orang itu.
"Hei hei apakah kalian tau, kabarnya di arah barat ibukota ada sebuah fenomena langka"
"Fenomena langka? Apa itu! Cepat ceritakan"
"Hahhh kau belum mengetahuinya? Dasar ketinggalan informasi"
__ADS_1
"Sudahlah jangan banyak bicara lagi, cepat ceritakan saja"
"Baiklah baiklah, aku mendengar ini dari temanku yang menjadi murid di sekte Zhen Jian kalau di sebelah barat daya ibukota kemarin terjadi sebuah peristiwa langka, dan peristiwa itu adalah muncul gerbang Dimensi Spesial"
"Apa katamu"
"Apa katamu"
"Apa katamu"
"Hoi kalian bertiga, bisa tidak jangan berteriak seperti itu? Teriakan kalian sangat menyakiti telingaku"
"Maaf maaf, baiklah bisa kau lanjutkan lagi ceritamu tadi"
"Iya iya, aku juga penasaran"
"Hahh baiklah, kabarnya Dimensi Spesial itu akan terbuka 6 hari lagi dan saat itu juga ke sepuluh sekte besar dan banyak sekte menengah akan mengirimkan utusan mereka ke dalam Dimensi Spesial itu, bukan hanya mereka ketiga klan besar juga akan ikut serta. Juga katanya kalau bukan utusan dari sekte dan klan yang berpengaruh di kekaisaran ini maka mereka tidak diijinkan untuk masuk"
"Hahhh sepertinya tidak ada harapan untuk kita sebagai kultivator liar untuk mengikuti event sebesar itu"
Setelah bercerita tentang Dimensi Spesial, terpampang ekspresi kecewa di wajah keempat orang itu, pasalnya mereka juga ingin sekali masuk ke dalam Dimensi Spesial itu, tapi nasib berkata lain, mereka hanya bisa kecewa dan merasa iri pada mereka yang berhasil masuk ke dalam.
Sementara itu Mo Shen yang mendengar kalau ada Dimensi Spesial yang muncul di kekaisaran ini hanya tersenyum sinis, pasalnya Dimensi Spesial ini adalah suatu hal yang sangat langka dan Mo tidak menyangka bahwa di alam rendah ini akan terbuka sebuah Dimensi Spesial.
Dimensi Spesial sendiri adalah sebuah alam kecil yang terbentuk secara alami ataupun dibuat oleh seseorang, dan untuk membuat Dimensi Spesial maka seorang kultivator harus memiliki ranah kultivasi yang sangat tinggi, bahkan Mo Shen di kehidupan sebelumnya pun hanya dapat membuat beberapa Dimensi Spesial begitu juga dengan kaisar dewa.
'hahahah dengan begini tujuanku selanjutnya sudah diputuskan Dimensi Spesial ini aki sangat menantikannya'
'baiklah sudah saatnya aku kembali ke penginapan dulu, ada beberapa hal yang harus ku siapkan'
Setelah itu Mo Shen langsung keluar dari restoran itu dan berjalan menuju ke arah penginapan. Dan sesampainya disana ia langsung mengurung diri di kamar dan didalam ia mengeluarkan banyak sekali bahan herbal dari cincin penyimpanannya.
"Hehehe sudah saatnya untukku belajar tentang alkimia"
__ADS_1