Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-39 Hari Pembantaian 4


__ADS_3

"Baiklah karena kalian semua sudah siap untuk bertemu dengan yama maka akan ku kabulkan permintaan kalian. Ayo kita bertempur"


Setelah mengatakan itu Mo Shen langsung menerjang ke arah Dun Xin Qian dan para pengikutnya. Dikarenakan Mo Shen hanya sendirian terjadilah pengeroyokan diamana merek menyerang Mo Shen dari semua arah.


Tapi seperti sedang bermain main seperti anak kecil Mo Shen dapat menghindari semua serangan dari Dun Xin Qian dan bawahnya dengan mudah.


Sembari menggenggam erat pedangnya Dun Xin Qian menyerang dari depan Mo Shen tapi semua serangan itu dapat dihadang dengan mudah lalu dengan dengan santai Mo Shen menyeringai dan berkata.


"Heh, kau pikir serangan monoton seperti itu akan mengenaiku?"


Bukannya panik tapi diwajahnya hanya tersenyum seolah sudah berhasil melakukan rencananya.


Tiba tiba muncul sosok dari belakang dan sebelah kanan Mo Shen, mereka adalah kedua jendral yang mengikuti Dun Xin Qian kemari untuk melindungi klan asal mereka.


Dengan pedang ditangan mereka yang terhunus tepat kearahnya dengan tujuan untuk membunuh Mo Shen secara langsung, disertai serangan itu mereka berdua berteriak.


"Matilah"


"Matilah"


Tapi bukan ekspresi panik yang ada diwajah Mo Shen melainkan sebuah senyuman yang seakan mengejek kedua jendral tersebut. Tepat disaat serangan mereka se inci lagi untuk mengenai Mo Shen tiba tiba saja sosok Mo Shen menghilang dari pandangan mereka seolah tidak pernah ada sebelumnya.


Ekspresi terkejut sudah jelas terpampang diwajah kedua jendral itu, bukan hanya mereka berdua Dun Xin Qian pun terkejut dengan apa yang dilihatnya, pasalnya saat serangan dari kedua jendral itu akan mengenai Mo Shen seketika hanya dalam waktu sedetik Mo Shen menghilang dari pandangan mereka semua hingga akhirnya terdengar bisikan yang datang dari salah satu jendral yang menyerang Mo Shen.


"Kemana kau melihat?"


Sontak dia langsung mengalihkan pandangannya kebelakang tapi sesaat setelah itu ia merasakan pandangannya pada dunia langsung berputar dan dia melihat wajah Mo Shen yang dipenuhi oleh senyuman dengan pandangan terbalik.


"Pertama kau"


Ternyata saat si jendral itu akan menghadap kebelakang Mo Shen sudah lebih dulu memenggal kepalanya.

__ADS_1


Lalu Mo Shen pun menghilang lagi dari pandangan mereka semua dan muncul di dibelakang jendral yang satunya dan seketika ia memenggal kepala jendral tersebut seperti sedang memotong tahu.


"Kau yang kedua"


Lagi lagi mereka dibuat terkejut dengan Mo Shen yang tiba tiba muncul dibelakang seseorang dan memenggalnya dengan sangat mudah, seketika semangat yang mereka tampilkan sebelumnya langsung pupus dab digantikan dengan ekspresi ketakutan apalagi saat mereka melihat senyum diwajah Mo Shen seakan-akan dia sedang menikmati pembunuhan yang dilakukan olehnya itu.


Mo Shen pun mengalihkan perhatiannya pada Dun Xin Qian dan bawahnya, ia menatap mereka dengan tatapan tajam dan berkata.


"Jangan menyalahkan ku, salahkan dirimu yang bod*h itu karena dengan beraninya kau melawan diriku ini"


Ucapan Mo Shen diiringi dengan tekanan yang kuat yang ditujukan pada mereka semua. Dibawah tekanan yang dilepaskan oleh Mo Shen Dun Xin Qian dan para pengikutnya ditekan sampai sampai mereka tidak dapat menggerakkan satupun anggota tubuh mereka terutama Dun Xin Qian yang saat ini bahkan tidak dapat menggerakkan jarinya, dengan wajah tertekan ia berusaha berkata pada Mo Shen.


"S-sebenarnya k-k-kau i-i-ini s-siapa?"


Mendengar pertanyaan dari Dun Xin Qian Mo Shen hanya menyeringai dan berkata.


"Namaku Mo Shen, sang Dewa Iblis Agung"


"D-dewa iblis? A-apa kau pernah mendengarnya?"


"T-tidak pernah tapi aku pernah mendengar cerita dari kakek moyangku tentang sebuah ras yang bernama ras iblis"


"Ras iblis? Ras yang diceritakan sebagai sebuah ras yang sangat kejam itu?"


Sekelompok prajurit sedang berbicara berbisik bisik dibagian belakang tentang ras iblis, walaupun suara mereka begitu pelan tapi suara itu dapat didengar oleh Mo Shen dengan mudah.


"Apam mereka baru saja membicarakan tentang para pengikutku?" ucap Mo Shen dalam hatinya.


"Hei kau yang berada dibelakang sana" ucap Mo Shen sambil menunjuk ke arah prajurit yang tadi berbisik dengan temannya.


Karena merasa dipanggil oleh Mo Shen membuat prajurit tersebut ketakutan setengah mati, ia pun dengan nada gemetaran berkata.

__ADS_1


"A-a-aku?"


"Iya kamu, maju kesini ada yang ingin kutanyakan"


Dengan wajah yang sudah pucat pasi dan tubuh yang gemetaran, prajurit itu memaksakan dirinya untuk maju dan bertatapan langsung dengan Mo Shen.


Melihat prajurit itu sudah ada didepannya Mo Shen pun berkata.


"Ceritakan semua yang kamu ketahui tentang ras iblis ini" ucap Mo Shen tanpa basa-basi.


"D-dari apa yang kudengar dari kakek moyangku bahwa 10.000 tahun yang lalu disebuah alam yang lebih tinggi dari alam ini terdapat sebuah ras yang sangat haus akan pembunuhan dan pembantaian. Hingga akhirnya 3000 tahun yang lalu dikarenakan dosa yang sudah mereka perbuat membuat penguasa tertinggi dialam itu menghukum langsung semua ras sekaligus membunuh pemimpin dari ras itu. Hanya itu saja tuan yang kuketahui tolong lepaskanlah diriku" dengan wajah yang sudah menangis prajurit itu meminta pengampunan dari Mo Shen.


"Hmmm jadi sudah berlalu 3000 tahun semenjak pemimpin dari ras iblis itu dibunuh. Lalu apa yang terjadi dengan sisa dari ras iblis?" Tanya Mo Shen dengan penasaran.


"Benar tuan pemimpin dari ras iblis itu sudah mati 3000 tahun yang lalu. Dan untuk para ras iblis yang tersisa mungkin mereka sudah diburu untuk membinasakan semua ras iblis di semesta ini" ucap prajurit tersebut.


Sementara itu Mo Shen saat ini sedang membuat raut wajah seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Hmm jadi sudah 3000 tahun semenjak aku mati ditangan kaisar brengs*k itu, dab juga sudah sekitar 3000 tahunan para pengikutku diburu, sial sepertinya aku harus cepat untuk membunuh kaisar brengs*k itu" ucap Mo Shen dalam hatinya.


Ia pun berhenti untuk memikirkan tentang kaisar dewa itu dan mengalihkan pandangannya ke arah prajurit yang berada didepannya itu, ia pun berkata.


"Baiklah karena kau sudah menjawab semua pertanyaan ku maka akan kuberikan kau hadiah"


Seketika wajah prajurit itu dipenuhi dengan kegembiraan karena merasa bahwa ia masi memiliki kesempatan untuk hidup, tapi untuk saat berikutnya pandangan prajurit tersebut sudah memutar, ia perlahan mengalihkan matanya untuk melihat Mo Shen yang kini sedang tersenyum sinis.


"Hadiah mu adalah untuk mati dengan cepat" ucap Mo Shen.


"Ahahahh baiklah dsn selanjutnya giliran kalian untuk menyusulnya" ucap Mo Shen diikuti dengan tertawa.


"Ho ho sepertinya itu akan sulit, anak muda"

__ADS_1


__ADS_2