
Setelah menghancurkan klan Yan di kota melati, Mo Shen langsung pergi dari kota tersebut.
"Hmmmm dengan kekuatanku saat ini mungkin bisa dibilang kuat di wilayah utara ini tapi kalau di wilayah tengah lain apalagi di wilayah tengah, kekuatan ini hanya akan dianggap biasa saja" pikir Mo Shen.
"Baiklah sudah kuputuskan, aku akan berkultivasi dulu dengan menggunakan semua sumber daya yang aku ambil dari Klan Yan" ucap Mo Shen dengan semangat.
"Tapi dimana aku tempat yang bagus untuk aku berkultivasi?" ucap Mo Shen dengan nada binggung.
"Hmmmm tempat yang memiliki Qi alam yang melimpah di wilayah ini harusnya berada dekat di ibu kota jadi apakah aku harus ke ibukota dulu untuk mencarinya??" lanjutannya.
"Argghh sudahlah lebih baik aku ke ibu kota dulu untuk mencarinya lebih banyak informasi" ucap Mo Shen.
Jarak antara ibu kota Kekaisaran dan lokasi Mo Shen saat ini adalah 100.000 mil jauhnya. Karena itu waktu perkiraan Mo Shen untuk sampai ke ibu kota Kekaisaran adalah 2 minggu.
1 minggu kemudian....
Mo Shen yang telah lelah berlari memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah goa yang nampak sunyi.
Setelah duduk bersila di goa tersebut Mo Shen mencoba mempelajari sebuah teknik yang menggunakan tangan kosong, namanya ialah " tinju iblis surgawi" yang memiliki 4 gerakan mematikan.
Tinju Iblis membelah tanah
Tinju Iblis menghancurkan gunung
Tinju Iblis api neraka
Tinju Iblis penghancur semesta
Teknik ini adalah teknik tingkat Kuno-rendah yang dibuat oleh Mo Shen dikehidupan sebelumnya.
Teknik sendiri terbagi atas beberapa ranah yaitu:
Kuning
Biru
Hijau
Merah
Ungu
Hitam
Supranatural
Bumi
Immortal
Ilahi
Kuno
Dewa
Dan setiap ranah teknik terbagi atas ( rendah - menengah - tinggi - puncak )
Dan juga teknik pedang iblis yang sebelumnya dipakai oleh Mo Shen adalah teknik tingkat hitam-rendah yang dimana itu sudah merupakan teknik tertinggi dan terlangka di Benua Xuanyuan ini.
Berdiri dari posisi bersila nya Mo Shen dengan sigap mengangkat tangannya setara dengan dada sambil memposisikan kuda kuda yang tepat.
"Ffuuuhh, Tinju Iblis Surgawi gerakan pertama: tinju iblis membelah tanah" ucap Mo Shen sembari memukul tanah yang dipijakkinya.
BBBOOMMM
Tanah tersebut terbelah besar menjadi dua. Seperti namanya tinju iblis membelah tanah adalah teknik tinju yang membelah tanah sehingga musuhnya jatuh kedalam hingga ia terkubur hidup hidup.
"Huh huh huh sepertinya tubuhku telah mencapai batas" ucap Mo Shen sambil ter engah engah.
"Sepertinya aku harus menempa lebih keras fisik ini agar dapat menguasai teknik tinju iblis surgawi sepenuhnya" lanjutannya.
__ADS_1
"Sudahlah jangan dipikirkan lagi, lebih baik aku melanjutkan perjalanan ke ibu kota Kekaisaran" ucap Mo Shen yang mulai berlari kembali ke arah ibu kota.
Saat ia melanjutkan kembali perjalanannya ke ibu kota ia dicegat oleh sekelompok orang yang sepertinya adalah kelompok bandit gunung.
"Hoii bocah berhenti disitu jangan bergerak dan cepat serahkan semua uang mu" ucap seseorang yang keliatan adalah pemimpin dari kelompok bendit tersebut.
"Cihhh sial*n para semut seperti kalian ingin merampok aku? Sepertinya kalian sudah tidak sayang nyawa" ucap Mo Shen dengan mencibir.
"Puffttt ahahahaha bocah sepertimu ingin membunuh kami jangan bercanda"
"Ahahahah apakah kau bermimpi dengan dirimu saja yang tidak memiliki basis kultivasi"
"Ahahahahah anak ini sepertinya begitu frustasi hingga ingin mati"
..................
Para bandit yang mendengar perkataan Mo Shen tertawa terbahak bahak, karena mereka tidak melihat adanya aura Qi dari tubuh Mo Shen. Lalu apa yang menyebabkan mereka tidak melihat aura Qi dari tubuh Mo Shen? Jawabannya sederhana karena Mo Shen sudah menekan aura Qi nya sampai tidak terlihat sama sekali hingga membuat orang lain yang melihat Mo Shen tidak dapat merasakan adanya aura Qi dari tubuh Mo Shen.
"Sudahlah jangan banyak bicara lagi langsung bunuh saja bocah ini" ucap pemimpin bandit tersebut yang memerintahkan bawahannya untuk bergerak.
WOOSSHHH
Seketika para bandit langsung menerjang ke arah Mo Shen, Lalu Mo Shen dengan santai menghindari semua serangan yang datang ke arahnya sambil mencibir.
"Hmph apakah hanya segini kekuatan kalian? Mengecewakan" ucap Mo Shen sambil mencibir.
Para bandit yang mendengar perkataan Mo Shen langsung terpancing emosi lalu menyerang Mo Shen secara brutal, tapi mereka tidak dapat mendaratkan satupun serangan pada diri Mo Shen.
"Bocah sial*n apakah keahlianmu hanya menghindar saja? Lawan aku secara jantan" teriak salah satu bandit dengan marah.
"Hmph baiklah kalau begitu" ucap Mo Shen dengan nada dingin.
SSWWWIIINGGG
Pedang Mo Shen langsung memenggal kepala dari bandit tersebut.
PLAK!!
Sebuah kepala jatuh dan menggelinding ke tanah, para bandit yang melihat kepala rekan mereka terpenggal dengan mudahnya oleh pedang Mo Shen gemetar tapi, rasa kesal mereka menutupi rasa ketakutan yang dialami mereka.
"Bocah brengs*k beraninya kau membunuh rekanku"
"Bunuh dia!!!"
"Bunuh!!!!"
"Bunuh!!!!"
.....................
Para bandit yang sudah tersulut api emosi langsung menerjang ke arah Mo Shen. Mo Shen sendiri yang melihat mereka langsung tersenyum lebar karena mangsanya langsung berlari ke arahnya tanpa diperintah.
"Ahahahahaahahha kemarilah wahai domba kecil, dan saat kalian sampai kepadaku maka akan kusembelih kalian" ucap Mo Shen dengan tertawa keras.
Menyimpan kembali pedangnya ke dalam cincin penyimpanan Mo Shen memasang kuda kuda dari teknik yang baru dipelajari olehnya.
"Teknik Tinju Iblis Surgawi gerakan pertama: Tinju Iblis membelah tanah: ucap Mo Shen.
BBBOOOMMM
Saat tangan Mo Shen mencapai tanah yang dipijakkinya, tanah tersebut terbelah menjadi dua dan menelan puluhan anggota bandit tersebut.
Para bandit yang selamat dari serangan Mo Shen langsung bergidik ngeri karena melihat banyak rekan mereka yang meti hanya dengan satu jurus dari Mo Shen.
"Hmph, siapa lagi yang ingin mati maju kemari" ucap Mo Shen sambil mencibir.
"Gi-gila anak ini memiliki kekuatan yang kuat"
"Anak ini pasti iblis"
"Sepertinya kita hanya bisa mengandalkan bos untuk berhadapan dengan anak ini"
...............
Para bandit yang tersisa tidak berani bergerak maju karena mereka sadar bahwa kekuatan Mo Shen jauh diatas mereka.
"Bocah brengs*k beraninya kau membunuh anak buah ku, akan kubunuh kau" teriak pemimpin bandit tersebut dengan marah.
"Hmph, sudah banyak yang mengatakan itu kepadaku tapi pada akhirnya mereka mati semua dan kau yang memiliki ranah kultivasi yang masih rendah ingin membunuhku? Jangan bercanda sial*n" ucap Mo Shen dengan nada merendahkan
__ADS_1
"Sial*n!!!"
Dengan emosi yang sudah memuncak pada Mo Shen, pemimpin bandit tersebut langsung menerjang ke arah Mo Shen sembari mengangkat tinggi pedangnya.
Tidak mau kalah Mo Shen dengan mudahnya menahan pedang dari pemimpin bandit tersebut menggunakan tangan kosong lalu tangannya yang satu lagi langsung menerjang ke arah perut dari pemimpin bandit tersebut.
BBRAAKK
Urggh!!
Pemimpin bandit tersebut terpental ke pohon dan memuntahkan seteguk darah segar.
"Sial*n kenapa anak ini memiliki kekuatan yang sangat kuat" ucap pemimpin bandit dengan kesal dalam hatinya.
"Ahahahaha apakah hanya segini kemampuanmu? Ayolah aku bahkan belum serius" ucap Mo Shen sambil tertawa.
WUUSHHH
Mo Shen kembali menerjang ke arah pemimpin bandit yang sedang terluka parah dan memukulnya lagi.
BBOOMMM
Lagi lagi pemimpin bandit tersebut terpental dan mendarat di pohon lainnya.
Merasa tidak puas Mo Shen sekali lagi menerjang ke arah pemimpin bandit dan memukulnya lagi
BBOOMMM!!!
BBOOMMM!!!
BBOOMMM!!!
...........................
Ledakan demi ledakan terus terjadi dan dari suara ledakan tersebut terdengar teriakan yang membuat siapapun merinding, teriakan tersebut berasal dari pemimpin bandit yang terus menerus dipukul oleh Mo Shen.
Hingga akhirnya pemimpin bandit tersebut mati dan itu adalah akhir dari siksaan yang Mo Shen berikan kepadanya.
Melihat pemimpin mereka mati dengan mengenaskan para bandit tersebut ketakutan setengah mati.
"Ba-bagaimana ini bahkan pe-pemimpin tidak dapat mengalahkan dia"
"I i iblis anak ini pasti iblis yang sedang menyamar"
"Kalau sudah begini kesempatan hidup kita hanya dengan meminta pengampunan darinya"
"Benar itu aku setuju aku masih belum ingin mati"
Diikuti anggukan kepala dari rekan lainnya mereka semuapun berjalan menuju Mo Shen dan bersujud.
"Tuan muda tolong ampuni kami!!"
"Benar tuan muda kalau abda mengampuni kami maka akan kami berikan apapun kepada tuan muda"
"Itu benar tuan muda bahkan menjadi budak andapun saya mau"
Para bandit terus meminta pengampunan akan hidup mereka pada Mo Shen, hingga akhirnya Mo Shen mengeluarkan kata.
"Apakah korban kalian pernah bersujud dan meminta maaf seperti ini?" ucap Mo Shen dengan nada dingin.
"I-itu benar tuan muda" ucap salah satu anggota bandit tersebut dengan gemetar.
"Dan apakah kalian pernah mengampuni mereka?" tanya Mo Shen lagi.
Mendengar itu para bandit langsung pucat.
"Melihat dari reaksi kalian sepertinya tidak yahh" ucap Mo Shen sambil mengeluarkan kembali pedangnya.
"T-t-tapi tuan mu-"
Swuushhh
Belum sempat menyelesaikan semua kata katanya bandit tersebut langsung mati dengan terpenggal.
Swuushhh
Para bandit lainya juga terpenggal.
"Hahh membuang waktu saja, lebih baik kulanjuti lagi perjalananku" ucap Mo Shen.
__ADS_1
Setelah membunuh semua bandit tersebut Mo Shen langsung berlari kembali menuju Ibu kota Kekaisaran tidak lupa juga ia mengambil cincin penyimpanan milik para bandit tersebut karena saat ini ia masih bidah dibilang miskin walaupun sudah mengambil semua isi gudang harta dari Klan Yan ia masih belum puas dengan itu.