Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-23 Melawan Cacing Ilusi


__ADS_3

Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya Mo Shen sampai di sebuah danau yang tertutup oleh kabut, kabut yang menyelimuti danau tersebut cukup tebal dan juga Mo Shen merasakan adanya energi spiritual dari kabut tersebut.


"Jadi inikah Danau Kabut yang dibicarakan oleh mereka itu" ucap Mo Shen.


"Pantas saja para kultivator yang datang kemari tidak dapat kembali dengan selamat, ternyata kabut ini memiliki fungsi untuk membuat ilusi. Tapi ilusi rendahan seperti ini tidak dapat menghalangiku" ucap Mo Shen lagi sembari berjalan melewati kabut.


Sesampainya Mo Shen di dalam kabut ia dengan santai berjalan seperti tidak terpengaruh sama sekali dengan ilusi tersebut, tidak lupa Mo Shen juga mengalirkan energi spiritualnya ke Mo Lang agar ia tidak terkena ilusi itu juga.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya Mo Shen dan Mo Lang sampai di pinggiran danau. Pinggiran danau tersebut tidak berkabut sedikitpun malahan terlihat kabut tersebut seperti sedang melindungi danau.


"Hmmm sepertinya danau ini menyembunyikan sesuatu yang menarik. Akan ku cek sendiri apa yang terdapat di danau ini sampai sampai dilindungi oleh kabut ilusi itu." ucap Mo Shen.


Setelah memeriksa sejumlah beberapa menit Mo Shen tidak menemukan sesuatu yang menarik selain energi Qi alam di sini yang sedikit lebih pekat dari di luar sana.


"Arrhh sudah lama aku mencari tapi tidak ada yang menarik dari dana ini selain energi Qi alam nya yang lebih pekat, apakah sungguh terdapat sesuatu yang berharga di danau ini?" ucap Mo Shen dengan sedikit frustasi.


Ditengah rasa frustasinya, sebuah bayangan besar terlihat dari dalam danau seperti ingin memangsa Mo Shen. Setelah lama menanti bayangan tersebut langsung menerjang keluar dan membuka mulutnya lebar-lebar.


Merasakan adanya bahaya, Mo Shen segera melompat dari tempatnya untuk menghidar. Bayangan besar yang muncul dari danau tersebut adalah seekor beast besar berwujud seperti cacing tapi tubuhnya sangat besar. Cacing tersebut memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar 30 meter.


"Ho ho ternyata yang menghuni dan menciptakan ilusi di danau ini adalah seekor cacing ilusi. Pantas saja para kultivator yang datang sebelumnya tidak dapat menahan ilusi dari kabut itu" ucap Mo Shen


Cacing ilusi termasuk di jajaran beast tipe ilusi yang berbahaya, dikarenakan ilusinya akan langsung menyerang ke dalam otak mangsanya sehingga membuat mereka yang terkena ilusi dari cacing ilusi ini akan menjadi gila.

__ADS_1


Sedangkan cacing ilusi yang berada di depan Mo Shen sekarang ini berada di ranah Surgawi tingkat 3, tentu saja itu sudah menjadi mimpi buruk bagi warga kota Danau Kabut karena orang terkuat di kota mereka hanyalah leluhur dari keluarga tuan kota yang berada di ranah Inti Surgawi tingkat 7.


"Akan tetapi mengapa cacing ini bisa berkultivasi sampai ranah Surgawi tingkat 3? Meskipun energi Qi di dalam danau ini sedikit lebih pekat dari diluar sana tidak mungkin ia bisa mencapai ranah Surgawi, pasti ada sebuah harta yang membantunya untuk sampai di ranah Surgawi ini, dan harta tersebut aku harus mendapatkannya bagaimanapun caranya" ucap Mo Shen panjang lebar dalam hatinya.


"Cuih seperti ini akan sangat merepotkan kalau kulawan sendiri, sepertinya sudah waktunya kita berkerja sama untuk pertama kalinya, Xiao Lang" ucap Mo Shen sembari menatap Mo Lang.


Mendengar ucapan tuanya membuat Mo Lang sangat bersemangat karena ini pertama kalinya ia akan bertarung bersama tuanya sehingga ia langsung kembali ke bentuk aslinya yaitu serigala besar dengan bulunya berwarna merah kehitaman.


Segera tampa piki panjang, Mo Shen dan Mo Lang menerjang ke arah cacing ilusi. Mo Shen yang kini memegang pedang tingkat ungu yang berwarna merah dengan corak naga di gagangnya, sedangkan untuk Mo Lang ia hanya mengandalkan cakar dan mulutnya untuk menyerang.


Dikarenakan tubuh cacing ilusi yang lumayan besar, Mo Shen dan Mo Lang berlarian mengelilingi tubuhnya sembari memberikan serangan sedikit demi sedikit.


Setelah beberapa menit bertarung, cacing ilusi tidak dapat memberikan satu seranganpun pada Mo Shen dan Mo Lang, sedangkan mereka berdua telah memberikan banyak sekali luka ditubuh cacing ilusi.


Mo Lang yang terkena serangan di jiwanya langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Mo Shen juga terkena serangan tersebut akan tetapi ia masih baik baik saja, dikarenakan pertahanan jiwanya yang sangat kuat. Meskipun saat ini ia sedang berada di tubuh fisik manusia fana, akan tetapi jiwanya masihlah seorang dewa, jadi serangan dari cacing ilusi yang sekarang berada di ranah Surgawi tingkat 3 tentu saja tidak akan mempan padanya.


"Xiao Lang!"


Melihat rekanya terkena serangan jiwa dari cacing ilusi, Mo Shen segera bergegas untuk menyembuhkannya, ia mengalirkan energi Qi nya untuk masuk kedalam tubuh Mo Lang dan menyembuhkan jiwa Mo Lang.


"Hufft syukurlah kau sudah tidak apa apa, dan juga sepertinya sudah waktunya untuk mengakhiri waktu membosankan ini" ucap Mo Shen sembari mengangkat tinggi pedangnya.


"Teknik Pedang Naga Azure: Tebasan Ekor Naga"

__ADS_1


Segera setelah Mo Shen mengucapkan itu sebuah siluet naga terlihat keluar dari pedangnya dan mengeliat, Mo Shen langsung menebas ke arah cacing tanah dan diikuti oleh tebasan ekor dari siluet naga tersebut.


"Matilah kau cacing sial*n" teriak Mo Shen


Begitu tebasan ekor dari siluet naga mencapai tubuh cacing ilusi, saat itu juga tubuhnya langsung terbelah menjadi dua serta memuncratkan banyak darah.


Melihat lawannya sudah mati membuat Mo Shen menjadi lega dan akhirnya ia terduduk di atas tanah karena kehabisan pasokan energi Qi di tubuhnya.


"Hah hah hah seperti yang kuduga, walaupun hanya menggunakan 15% dari kekuatannya, menggunakan gerakan kedua dari teknik pedang naga azure dapat menguras semua energi Qi dari dalam tubuhku" ucap Mo Shen sambil terengah-engah.


"Tapi tidak apa apa selama cacing itu mati maka bayarannya setimpal, juga Xiao Lang bisakah kau menjagaku? Aku ingin mengisi kembali energi Qi miliku yang terkuras" pinta Mo Shen pada Mo Lang.


Mendengar itu Mo Lang hanya mengangguk dan berjaga disamping Mo Shen. Karena merasa sudah aman Mo Shen akhirnya menutup matanya sambil duduk bersila untuk mengumpulkan kembali energi Qi alam disekitar.


Dikarenakan kepadatan energi Qi di sekitar danau lebih pekat daripada diluar sana tidak butuh banyak waktu Mo Shen sudah mengisi kembali semua energi Qi miliknya Yan terkuras.


"Hufft akhirnya semua selesai, baiklah saatnya kembali melanjutkan pencarian di danau ini. Dan sekarang sepertinya aku harus masuk ke dalam danau ini" ucap Mo Shen lalu menoleh ke arah Mo Lang.


"Kau tunggu disini saja untuk berjaga-jaga jika ada monster lainnya" lanjutannya.


Mendengar hal itu Mo Lang hanya menganggukkan kepalanya sembari tiduran di atas sebuah batu besar.


"Baiklah saatnya untuk mencari harta Karun"

__ADS_1


__ADS_2