
"pasukan dari tuan kota?, Untuk apa mereka kesini? Bukannya pembayaran pajak tahunan masih lama?"
Mendengar bahwa ada pasukan dari tuan kota datang kedesa ini tentu saja membuat Min Chi selaku kepala desa ini sangat penasaran, pasalnya tuan kota akan mengutus pasukannya ke sebuah desa hanya karena ingin mengambil pajak wilayah saja. Walaupun dilanda kebingungan Min Chi tetap tenang dan berkata.
"Biarkan mereka masuk kemari, biar aku yang menanyakan urusan mereka untuk kesini"
"Baik kepala desa"
Penjaga desa tersebut pun langsung pergi dan mempersilahkan para prajurit dari tuan kota itu untuk masuk dan bertemu dengan kepala desa mereka.
Sementara itu diluar desa...
"Hahh kenapa juga tuan kota menyuruh kami untuk datang ke desa kecil ini"
"Benar apa yang kau katakan, kenapa tidak pasukan lain saja yang kesini"
"Hahh aku rindu untuk tidur di kasurku yang empuk"
Diluar pintu masuk desa terlihat segerombolan prajurit sedang berdiri sambil berbincang-bincang, hingga akhirnya penjaga desa yang sebelumnya melapor ke Min Chi datang kembali dan mempersilahkan mereka masuk.
"Silahkan masuk, kepala desa ingin bertemu dengan kalian"
Para prajurit tersebut masuk perlahan-lahan kedalam desa, walaupun dipenuhi dengan keengganan tapi mereka tetap memaksakan diri untuk masuk demi mengikuti perintah tuan kota mereka.
Tak lama kemudian masuklah rombongan prajurit dengan muka arogan serta merasa bahwa derajat mereka lebih tinggi dari penduduk desa ini, mereka semua berjalan terus hingga akhirnya bertemu dengan kepala desa Min Chi. Setelah sudah cukup dekat dengan mereka Min Chi pun berkata.
"Selamat datang tuan-tuan, ada perlu apa sampai anda semua datang kedesa saya yang kecil ini?"
Mendengarkan perkataan Min Chi, pemimpin dari kelompok prajurit tersebut maju dan berkata.
__ADS_1
"Namaku Hu Di komandan dari prajurit kota JinFeng, kami kesini diperintahkan oleh tuan kota untuk mengambil pajak wilayah"
"Tapi tuan, bukankah pajak wilayah dibayarkan setahun sekali?, Juga kami baru saja membayar pajak wilayah beberapa bulan yang lalu" ucap Min Chi.
"Hmph, banyak bicara sekali kau ini, tuan kota saat ini sedang kekurangan uang makanya ia meminta pajak wilayah lebih awal, jadi jangan banyak bicara lagi dan cepatlah serahkan saja uang kalian masih banyak desa yang akan kami datangi selain kalian" ucap Hu Fu dengan nada kesal.
Mendengar nada Hu Fu yang sepertinya kesal dengan mereka membuat Min Chi agak ketakutan dikarenakan lawan bicaranya saat ini adalah kultivator sedangkan dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak berkultivasi, dan jika lawan bicaranya tersebut marah maka kemungkinan untuk ia selamat sangat kecil apalagi si Hu Fu ini terlihat sangat arogan. Dengan nada ketakutan Min Chi berkata.
"T-tuan saat ini kami tidak memiliki uang untuk membayar pajak wilayah itu, soalnya setiap kebun kami belum memasuki masa penan makannya kami masih belum memiliki uang"
Jawaban dari Min Chi tersebut semakin membuat Hu Fu kesal dan akhirnya berkata dengan nada marah.
"Jangan banyak alasan kau, jika kalian tidak memiliki uang mengapa kalian semua mengadakan pesta makan-makan ini!, Jangan pikir karena sudah selesai dan kalian audah membubarkan diri aku tidak mengetahui apa yang terjadi disini?, Jelas-jelas disini tercium bau daging yang baru habis dimasak karena itu jangan banyak alasan lagi dan cepat serahkan saja uang pajak wilayahnya"
Efek dari kemarahan Hu Fu itu membuat Min Chi semakin ketakutan, apalagi saat ia melihat wajah kesal dari para pengikut Hu Fu memambah ketakutan dalam hatinya. Saat ia masih ingin mencari alasan lain sebuah teriakan terdengar dari belakangnya.
Teriakkan tersebut ternyata berasal dari Zi Yan yang selama ini bersembunyi dibalik sebuah gedung kecil, mendengarkan perkataan Zi Yan membuat Hu Fu dan yang lainnya tambah kesal hingga salah satu dari mereka berkata dengan kesal.
"Bocah sial*n kau tahu apa yang baru saha kau lakukan? Sepertinya aku perlu mengajarimu sopan santun"
Prajurit tersebut terus berjalan mendekati Zi Yan, hal itu tentu saja membuat Min Chi serta Zi Yun dan para warga lainnya yang sedang bersembunyi sangat panik apalagi Zi Yun pasalnya Zi Yan adalah anaknya sendiri mana mungkin ia akan tenang saat anaknya akan dilukai.
Saat prajurit tersebut sudah berada di depan Zi Yan rasa panik dari penduduk semakin menjadi, tapi yang ada diwajah Zi Yan bukanlah ketakutan atau panik, melainkan wajah tegas seperti seorang pahlawan yang tetap kukuh pada pendiriannya. Melihat ekspresi Zi Yan membuat prajurit tersebut agak kesal dan berkata.
"Apa-apaan dengan ekspresi mu itu bocah, membuatku kesal saja kau sial*n"
Prajurit itu langsung melayangkan pukulannya kewajah Zi Yan, Zi Yan hanya memejamkan matanya untuk menunggu pukulan itu tapi pukulan tersebut tak kunjung datang sehingga akhirnya ia membuka matanya dan alangkah terkejutnya saat ia melihat apa yang ada didepannya.
Didepannya Zi Yan melihat seorang pemuda sedang memegang kepala prajurit tersebut dari belakangnya, pemuda tersebut dengan dingin berkata.
__ADS_1
"Sial*n jauhkan tangan kotormu itu darinya sekarang juga"
Pemuda tersebut tak lain adalah Mo Shen yang selama ini hanya mengamati dari atap sebuah rumah dan akhirnya ia pun memutuskan untuk bertindak.
Mo Shen pun semakin memperkuat genggamannya pada kepala si prajurit itu membuat prajurit tersebut semakin kesakitan dan akhirnya ia mencabut kepala itu dari badannya langsung.
Melihat adegan itu tentu saja membuat semua warga desa merasakan ngeri pasalnya ini pertama kalinya mereka melihat sisi kejam Mo Shen, tapi bertolak belakang dengan ekspresi mereka, ekspresi wajah Zi Yan yang melihat kejadian tersebut secara langsung adalah gembira, ia pun dengan semangat berkata.
"Kakak Mo Shen, waahh keren sekali kakak sungguh kuat"
Melihat semangatnya Zi Yan membuat Mo Shen hanya tersenyum dan berkata.
"Zi Yan kamu tenang saja selama aku ada disini kamu akan baik-baik saja, lalu kamu bisa kembali dulu ke ibumu disini agak berbahaya soalnya"
Zi Yan hanya menganggukkan kepalanya dan segera berlari menuju ibunya, dan Mo Shen yang mengingat kejadian Zi Yan sebelumnya hanya tersenyum tipis dan berkata dalam hatinya.
"Anak ini sepertinya akan menjadi kultivator yang hebat, dan tugasku adalah mempoles sedikit bakatnya"
Setelah Zi Yan telah menghilang dari pandangannya Mo Shen kini mengalihkan pandangannya ke Hu Fu dan dengan dingin berkata.
"Labih baik kau pergi dari sini saja sebelum kau menyesal nantinya"
"Hmph, ancaman dari bocah sepertimu tidak akan membuatku takut sedikitpun, kalau kau mau mati maka majuhlah keisini"
Bukannya mengindahkan peringatan Mo Shen, Hu Fu malah menantangnya tapi kemenangan sudah pasti akan terlihat jelas menjadi milik siapa, Hu Fu hanyalah seorang komandan dari sebuah pasukan kota kecil karena itu ia hanya memiliki basis kultivasi Pemurnian Qi tingkat 8 sedangkan untuk para bawahannya semuanya berada di ranah Pemurnian Jiwa dan beberapa juga telah memasuki Pemurnian Qi. Dan mereka ingin melawan Mo Shen yang ranah kultivasinya telah mencapai ranah Kaisar tingkat 5 itu sama saja dengan mereka bunuh diri.
Melihat adanya perlawanan dari Hu Fu, Mo Shen hanya menyeringai dan berkata.
"Ho ho sepertinya kau sangat ingin pembantaian"
__ADS_1