Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-22 Kota Danau Kabut


__ADS_3

Setelah berlari selama beberapa hari, akhirnya Mo Shen dan Mo Lang sampai di sebuah kota yang berbatasan langsung dengan wilayah timur. Kota tersebut bernama Kota Danau Kabut yang dapat dikategorikan sebagai kota tingkat menengah di kekaisaran Xu ini.


"Hmm sepertinya aku akan singgah di kota ini dulu untuk istirahat sekaligus mengisi kembali persediaan makanan" ucap Mo Shen.


Segera Mo Shen dan Mo Lang mengantri di gerbang masuk kota.


"Huhh sepertinya akan membutuhkan waktu yang lama untukku masuk" keluh Mo Shen ketika melihat antrian untuk memasuki kota Danau Kabut yang panjang.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya sampai juga giliran Mo Shen untuk memasuki kota Danau Kabut.


"Tanda pengenalnya?" tanya prajurit yang berjaga.


"Ini" ucap Mo Shen sambil memberikan tanda pengenal miliknya.


"Baiklah, biaya masuknya 1 koin perak" ucap penjaga tersebut.


Mendengar hal itu Mo Shen segera mengeluarkan 1 koin perak berikan kepada penjaga tersebut.


Setelah membayar biaya masuk, Mo Shen segera masuk ke dalam kota dan mencari sebuah restoran untuk mendapatkan informasi tentang kota Danau Kabut.


Setelah lama mencari hasilnya Mo Shen sampai di sebuah restoran yang terlihat sangat mewah restoran tersebut adalah restoran terbesar di kota danau kabut ini restoran restoran itu bernama restoran Kabut.


Setelah masuk ke dalam restoran tersebut Mo Shen segera disambut oleh seorang pelayan.


"Selamat datang di restoran kabut tuan muda" sambut pelayan tersebut.


"Apakah masih ada kursi kosong?" tanya Mo Shen.


"Tentu saja tuan, mari ikuti saya" ucap pelayan tersebut dengan senyum.


Mendengar hal itu Mo Shen segera mengikuti pelayan tersebut hingga akhirnya ia sampai di sebuah kursi kosong yang berada di dekat jendela.


"Apakah anda ingin melihat daftar menu terlebih dahulu?" tanya pelayan tersebut.


"Tidak, langsung bawakan saja makanan terbaik yang ada disini. Dan juga bawakan daging terenak kalian untuk peliharaan ku ini" ucap Mo Shen sambil mengelus kepala Mo Lang.


"Baik, tuan muda" ucap pelayan tersebut lalu pergi ke dapur untuk mengatakan pesanan Mo Shen.

__ADS_1


Sambil menunggu pesanannya tiba, Mo Shen memperluas pendengarnya untuk mencari beberapa informasi dari para warga yang sedang makan di restoran ini juga.


"Apakah kau sudah mendengarnya? Akhir-akhir ini terjadi sesuatu yang aneh di danau kabut"


"Iya, dari yang kudengar bahwa kadang kadang di malam hari terdengar suara yang aneh"


"Huhh aku sangat ingin mengetahui apa yang terjadi di dalam danau itu, mungkin saja terdapat banyak sekali harta di dasarnya"


"Tapi apa boleh buat bahkan kultivator ranah Raja saja tidak dapat kembali dengan selamat apalagi kami ini"


"Benar juga, andaikan saja aku memiliki kekuatan di ranah Kaisar mungkin saat ini aku sedang berkeliaran bebas di danau itu"


"Hahahaha jangan bercanda bahkan kaisar di kekaisaran Xu saja hanya seorang kultivator ranah Raja, itu semua terjadi karena energi Qi alam di wilayah utara ini sangat tipis"


........................


Mendengar pembicaraan para warga tersebut membuat Mo Shen sedikit tertarik dengan Danau Kabut ini. Karena bagaimanapun dimana terdapat suatu bahaya disitu juga mungkin terdapat suatu harta.


Setelah beberapa menit akhirnya pesanan Mo Shen sudah sampai di mejanya begitu pula dengan daging milik Mo Lang. Merekapun dengan elegan memakan makanannya, para perempuan yang melihat cara makan Mo Shen dan wajahnya langsung terpesona, akan mereka tidak berani bergerak karena hawa mencengkam yang berada di sisi Mo Shen dan Mo Lang.


Beberapa menit pun berlalu, Mo Shen dan Mo Lang telah menghabiskan seluruh makanan mereka, Mo Shen pun segera memanggil pelayan untuk membayar.


"Semuanya berharga 30 koin emas tuan muda" ucap pelayan tersebut.


Mendengar itu Mo Shen segera mengeluarkan sebuah kantong kulit yang berisi 100 koin emas sembari bertanya kepada pelayan tersebut.


"Bisakah kau memberitahu kepadaku tentang Kota Danau Kabut ini?" tanya Mo Shen.


"Baik tuan, Kota Danau Kabut ini adalah sebuah kota menengah yang berada di perbatasan antara wilayah utara dan timur, dinamakan Danau Kabut karena kota ini berdekatan langsung dengan sebuah danau kabut yang berada di timur kota. Sedangkan Danau Kabut adalah sebuah dana yang sangat berbahaya, konon katanya pernah ada seorang kultivator ranah Raja mencoba menjelajah danau terbesar tapi, kultivator itu belum pernah kembali sampai sekarang. Tidak diketahui bahwa ia sudah mati atau masih hidup tetapi danau tersebut sudah di cap sebagai tempat terlarang untuk dijelajahi oleh siapapun" ucap pelayan dengan panjang lebar.


Mendengar hal itu Mo Shen hanya tersenyum tipis lalu segera memberikan kantong uang yang dipegangnya ke pelayan tersebut.


"Ambil saja kelebihannya untukmu, anggap saja itu sebagai bayaran atas informasinya" ucap Mo Shen sembari meninggalkan restoran tersebut bersama Mo Lang.


"Terima kasih tuan muda" ucap pelayan tersebut dengan senang sambil membungkuk.


Mo Shen dan Mo Lang yang sudah keluar dari restoran itu segera mencari tempat penginapan untuk beristirahat. Hingga akhirnya Mo Shen sampai di sebuah penginapan yang sangat terkenal di Kota Danau Kabut.

__ADS_1


Setelah melihat bangunan penginapan tersebut Mo Shen segera masuk dan menuju meja resepsionis.


"Selamat datang tuan, apakah anda ingin menginap di kamar biasa atau kamar VIP kami?" tanya resepsionis tersebut dengan senyum diwajahnya.


"Aku ingin menginap di kamar VIP untuk semalam" ucap Mo Shen.


"Baiklah tuan, biaya penginapannya 20 koin emas dan itu sudah termasuk biaya makan malam dan sarapan anda" ucap resepsionis itu.


Mendengar hal itu Mo Shen segera mengeluarkan 20 koin emas dan menyerahkannya kepada resepsionis itu.


"Ini kunci kamar anda tuan, juga kamar ands terletak di tingkat 5 kamar nomor 6 dan juga apakah anda ingin makan malam sekarang?" tanya pelayan tersebut sembari memberikan sebuah kunci.


"Tidak, makan malamnya dilewati saja karena aku sudah sangat lelah dan kebetulan juga aku baru habis makan tadi," ucap Mo Shen.


Setelah mengatakan itu Mo Shen segera menuju kamarnya dan beristirahat, hingga akhirnya ia menemukan kamarnya dan tampa waktu lama segera membukanya lalu menutupnya kembali, setelah itu ia segera melompat ke atas kasur dan tertidur dengan Mo Lang yang tidur disampingnya.


Keesokan paginya, Mo Shen bangun dan langsung mandi untuk menghilangkan rasa kantuknya, setelah itu ia langsung turun kebawah untuk memakan sarapannya.


Sesampainya dibawah Mo segera mencari tempat duduk yang kosong untuknya makan hingga akhirnya ia menemukan sebuah tempat kosong yang berada di dekat jendela.


"Pelayan, aku ingin memesan sarapanku" ucap Mo Shen.


Segera pelayan tersebut langsung datang ke tempat Mo Shen untuk menulis pesanannya.


"Aku mau menu yang direkomendasikan saja" ucap Mo Shen.


"Baik tuan muda" ucap pelayan tersebut sembari menuju ke arah dapur.


Beberapa menit kemudian akhirnya makanan Mo Shen telah tiba. Ia dengan elegan memakan makanannya, begitu juga dengan Mo Lang yang dibawakan sepotong besar daging matang untuk dimakan olehnya.


Setelah selesai makan Mo Shen segera menuju ke tempat resepsionis untuk menyerahkan kunci kamarnya.


"Ini kunci kamarku" ucap Mo Shen sembari memberikan kunci kamarnya.


"Terima kasih tuan, silahkan datang lagi jika anda ingin menginap" ucap resepsionis tersebut.


Mendengar hal itu Mo Shen hanya tersenyum dan keluar dari penginapan itu. Setelah keluar dari tersebut Mo Shen segera berjalan ke arah keluar gerbang Kota Danau Kabut dan berjalan ke arah timur.

__ADS_1


"Baiklah saatnya kembali berburu harta Karun"


__ADS_2