
Keesokan paginya, seperti biasa Mo Shen melakukan aktivitas fisik, dimulai dari keluar rumah dan melakukan latihan ringan, lali bermeditasi sebentar, selama beberapa bulan ini Mo Shen bukanya tidak melakukan apapun selain melatih Zi Yan, melainkan menyempatkan waktunya untuk berlatih dan menyerap energi alam.
Walaupun waktunya tidak banyak Mo Shen berhasil naik satu tingkat yang artinya ia sudah berada di ranah Kaisar tingkat 6, walaupun terkesan lambat tapi kecepatan kultivasi ini adalah yang tercepat kalau seorang kultivator telah mencapai ranah Raja keatas. Pasalnya semakin tinggi tingkat kultivasi seorang kultivator maka semakin banyak energi Qi yang dibutuhkan, juga energi Qi tersebut haruslah murni.
Setelah melakukan aktivitas paginya Mo Shen kembali memasuki rumah dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari keringat. Setelah mandi Mo Shen berjalan menuju meja makan dan disana dia melihat Zi Yan dan Zi Yun telah menunggunya, tanpa basa-basi lagi mereka pun segera makan dan setelah makan Mo Shen dan Zi Yun merapikan meja makan itu.
Setelah meja makan rapi Mo Shen mengalihkan pandangannya ke Zi Yan sembari berkata.
"Zi Yan hari ini kita istirahat dulu dari latihan"
"Kenapa guru?"
"Kamu sudah terlalu sering berlatih, coba luangkan dulu waktumu dengan bersama ibumu"
"Baik guru"
Setelah itu selama seharian penuh Zi Yan menemani ibunya, mereka terlihat bersenang-senang, pasalnya sudah lama mereka tidak bersama karena Zi Yan terlalu sibuk dengan latihannya, Zi Yun juga memahami akan hal itu dan tetap mendukung anaknya walaupun ia merasa kesepian.
Dan keesokan harinya, Zi Yan kembali memulai pelatihannya, hari ini ia mulai berlatih tahap kedua dari teknik kultivasi dewa kegelapan, yang dimana ia kesulitan untuk mengontrol energi kegelapannya untuk menuju ke dantian miliknya melalui jalur merdian.
Tak mau menyerah sedikitpun Zi Yan tetap mencoba terus menerus, ia mencoba segala cara agar dapat menuntun energi kegelapannya menuju ke dantian, tapi setelah satu hari percobaan hasilnya nihil, ia bahkan belum dapat menuntut energi kegelapan miliknya untuk melewati satu titik merdian, walaupun begitu Mo Shen tetap menyemangatinya.
Hari demi hari Zi Yan terus berlatih dan setelah 3 minggu berlatih serius akhirnya Zi Yan dapat menyelesaikan tahap kedua dari teknik kultivasi dewa kegelapan. Hal itu semakin membuat Mo Shen tercengang akan pencapaian muridnya itu. Dengan senyum lebar diwajahnya Mo Shen mendekati Zi Yan sembari berkata.
"Bagus Zi Yan, dengan ini kamu sudah bisa melewati tahap kedua"
"Terimakasih guru kalau bukab karena bimbinganmu maka aku tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini"
"Hahh Zi Yan, tatap merendah itu adalah hal yang bagus tapi jangan terlalu merendah, bakatmu itu sangatlah tinggi maka dari itu sedikitlah berpercaya diri dengan dirimu"
"Baik guru"
"Sudahlah ayo kita kembali ke rumah"
Zi Yan hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti Mo Shen dari belakang. Dan sesampainya di rumah seperti biasanya Mo Shen dan Zi Yan mandi lalu makan serta berbincang-bincang sejenak dengan Zi Yun lalu mereka pun tidur.
__ADS_1
Keesokan harinya Zi Yan dan Mo Shen telah sampai ke tempat biasanya mereka berlatih, kini Zi Yan tengah duduk dihadapan Mo Shen sembari mendengarkan nasihat dari Mo Shen.
"Zi Yan apakah kamu sudah siap untuk memasuki tahap akhir dari teknik kultivasi dewa kegelapan ini?"
"Siap guru"
"Baiklah aku akan sedikit membantumu untuk mengendalikan energi kegelapan itu, tapi kamu harus berhati-hati karena selama melatih tahap ketiga ini kamu akan merasakan sakit yang luar biasa akibat dari korosi energi kegelapan"
Zi Yan menganggukkan kepalanya dan akhirnya ia duduk bersila dengan Mo Shen yang berada di belakangnya. Tanpa menunggu lagi Zi Yan bermeditasi untuk mengendalikan energi kegelapan yang berada di dantian miliknya.
Saat ia ingin mengendalikan energi itu, Zi Yan malah terkena korosi dari energi kegelapan yang belum dimurnikan, ia pun merasakan sakit yang luar biasa akibat korosi itu. Tubuhnya seperti meleleh karena terkena lava tapi rasa sakit itu sedikit mereda karena bantuan Mo Shen.
Dan akhirnya setelah 2 jam berlalu Zi Yan jatuh pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya, melihat itu Mo Shen hanya tersenyum dan mengangkat Zi Yan pun dan membawanya pulang.
Sesampainya di rumah Zi Yun terlihat bingung karena melihat Zi Yan dan Mo Shen telah pulang lebih cepat dari hari-hari sebelumnya, tapi rasa penasaran itu langsung digantikan dengan rasa khawatir saat ia melihat Zi Yan yang pingsan dan sedang dibawah oleh Mo Shen.
Dengan cemas ia mendekati Mo Shen dan berkata.
"Mo Shen apa yang terjadi dengan Zi Yan, tidak biasanya kalian pulang dengan Zi Yan yang pingsan"
"Energi kegelapan? Bagaimana bisa Zi Yan memilikinya?"
"Itu karena teknik kultivasi yang kuberikan padanya"
"Teknik kultivasi? Pasti itu adalah barang yang sangat berharga"
"Tidak apa-apa, kalau demi muridku aku akan melakukan apapun, dan juga teknik itu adalah warisan dari temanku makanya aku tidak mengeluarkan uang sedikitpun untuk mendapatkannya"
"Baiklah kalau kamu bilang begitu, juga bawalah Zi Yan masuk kedalam aku akan merawatnya"
"Baiklah bibi"
Mo Shen pun masuk kedalam dan masuk ke kamar Zi Yan sembari membaringkannya, keesokan paginya Zi Yan telah siuman dan terkejut melihat dirinya telah berada di dalam kamarnya karena seingatnya kemarin ia masih berlatih dengan gurunya.
Tak lama kemudian Zi Yun masuk ke dalam kamar sembari membawakan makanan untuk Zi Yan, melihat ibunya masuk membuat Zi Yan langsung menanyakan apa yang terjadi padanya kemarin.
__ADS_1
"Ibu apa yang terjadi padaku kemarin? Dan juga kenapa aku berada di kamarku?"
"Kemarin kamu pingsan ditengah latihan dan Mo Shen membawamu kemari saat kamu pingsan"
"Begitukah, sepertinya aku sudah merepotkan guru"
Setelah Zi Yan mengatakan itu terdengar sebuah suara dari pintu masuk kamar Zi Yan.
"Siapa yang kamu repotkan"
"Guru!!"
Sumber suara itu berasal dari Mo Shen yang masuk kedalam kamar Zi Yan.
"Hahah Zi Yan, kamu pingsan disebabkan olehku jadi jangan merasa bahwa kamu telah merepotkan ku"
"Tapi guru-"
Tidak ada tapi-tapian"
"Baiklah guru"
"Bagus, hari ini kamu bisa istirahat dulu besok kita akan melanjutkan lagi pelatihannya"
Zi Yan menganggukkan kepalanya dan segera memakan makanan yang dibawa oleh ibunya, Zi Yan memakan makanan itu dengan lahap karena ia belum memakan apapun sejak kemarin sehingga membuatnya sangat kelaparan.
Seharian penuh Zi Yan istirahat dari latihannya tapi tidak dengan Mo Shen ia masih melatih dirinya dan sesekali keluar dari desa dan menjenguk Mo Lang yang ditugaskan untuk menjags desa dari luar.
2 minggu pun berlalu, kini Mo Shen tengah duduk dibelakang Zi Yan yang sedang duduk bersila di depannya. Dan setelah 2 setengah jam berlalu Zi Yan membukanya matanya dan menatap Mo Shen dengan gembira.
"Guru coba lihatlah ini"
Zi Yan mengeluarkan sebuah energi Qi dari tangannya, energi Qi itu berwarna hitam pekat serta memberikan rasa tidak nyaman pada siapapun yang melihatnya kecuali Mo Shen. Dengan terkejut Mo Shen berteriak
"Qi Kegelapan!!!"
__ADS_1