
Alkimia, adalah sebuah ilmu yang mencakup metode pembuatan, dan manfaat dari sebuah pil atau elixir. Dan untuk mereka yang mempelajari tentang alkimia disebut alkemis.
Keberadaan para alkemis bisa dibilang langka karena tidak semua kultivator bisa menjadi alkemis, keberadaan alkemis sangat spesial karena setiap kultivator pasti akan membutuhkan pil-pil buatan mereka dan bukab hanya itu mereka juga dapat mengelola inti beast menjadi sebuah pil, rata-rata pil buatan alkemis pasti menggunakan inti beast sebagai bahan utama mereka sehingga tidak membuat inti beast menjadi sebuah sampah.
Para alkemis menggunakan api untuk memurnikan bahan herbal dan inti beast serta tungku api sebagai tempat pemurnian dan pembentukan pil. Dan prioritas utama untuk menjadi alkemis adalah memiliki kecocokan dengan elemen api, sehingga ia dapat mengontrol api untuk memurnikan bahan herbal menjadi pil.
Untuk tingkatan dari alkemis dan pil terbagi atas.
-1
-2
-3
-4
-5
-6
-7
-8
-9
-Spiritual
-Immortal
-Surgawi
-Saint
-kuno
-dewa
Tingkat tertinggi seorang alkemis di alam rendah ini hanya sampai tingkat 8, dan yang lebih tinggi dari itu belum pernah terlihat di benua ini, mungkin sudah ada yang pernah mencapainya tapi ia lebih memilih untuk menyembunyikan indentitas.
Di kamar penginapan yang disewa Mo Shen sebelumnya, terlihat bahwa Mo Shen kini sedang duduk di lantai dan didepannya terdapat banyak bahan herbal tingkat 1.
"Hahahaha, baiklah Mo Shen karena kamu tidak memiliki kesempatan untuk menjadi alkemis dikehidupan sebelumnya maka jangan sia-siakan kesempatan ini"
"Hmmm pertama-tama pelajari dulu pengetahuan tentang alkemis, dan untuk itu aku sudah tahu apa yang harus ku pelajari"
__ADS_1
Mo Shen pun menutup matanya dan mencari sesuatu dari ingatannya, hingga akhirnya ia menemukan sebuah buku yang didepannya tertulis "Buku Dewa Alkemis Kuno". Buku ini Mo Shen temukan saat sedang menjelajahi reruntuhan sebuah sekte kuno, konon sekte itu adalah sekte buatan dari seorang dewa alkemis pada zaman kuno dulu.
Zaman kuno adalah sebuah zaman yang dimana kultivator serta dewa/dewi saling bertarung, mau itu pertarungan antara kultivator dan dewa/dewi ataupun pertarungan sesama kultivator dan dewa/dewi. Zaman kuno ini berakhir sekitar 100.000 tahun yang lalu
Zaman ini juga disebut sebagai zaman kekacauan, dan juga orang-orang disana memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari para kultivator dan dewa/dewi sekarang ini. Hal ini yang membuat peninggalan dari zaman kuno mau itu dari seorang kultivator ataupun dewa/dewi menjadi sangat berharga.
Dan entah itu adalah hari keberuntungan Mo Shen atau tidak ia secara tidak sengaja menemukan sebuah ruangan bawah tanah rahasia di reruntuhan sekte dewa alkemis kuno itu. Pintu masuk ruangan yang ditemukan oleh Mo Shen itu dipenuhi dengan banyak sekali aray, mau itu aray pelindung ataupun penyerang.
Setelah menemukan ingatan tentang "Buku Dewa Alkemis Kuno" itu Mo Shen segera mempelajarinya, dan hanya memerlukan waktu 6 jam Mo Shen sudah dapat mempelajari semua yang tercantum dalam buku itu.
Sungguh bakat yang sangat mengerikan, pasalnya kalau itu dilakukan oleh seorang jenius alkemis sekalipun akan membutuhkan waktu beberapa tahun agar dapat mempelajari semua yang ada di dalam Buku Dewa Alkemis Kuno, tapi Mo Shen hanya memerlukan waktu beberapa jam saja dapat dibayangkan seberapa jeniusnya Mo Shen.
Di dalam buku itu, tercantum banyak sekali pengertian akan bahan herbal kuno, bahan herbal kuno ini adalah bahan herbal yang sangat langka, bahkan beberapa dari mereka hampir punah karena harus bertahan hidup dari zaman kuno. Tempat mereka tumbuh sekarang ini adalah tempat-tempat yang sangat berbahaya, karena hanya disitulah mereka bisa berkembang dengan aman.
Di dalam buku itu juga terdapat sebuah teknik unik tentang pemurnian dan pemadatan bahan herbal, yaitu pemurnian dan pemadatan tampa tungku api. Hal ini terdengar mustahil atau gila tapi itu adalah kebenarannya, kalau dilakukan oleh kultivator lain yang tidak pernah membaca Buku Dewa Alkemis Kuno maka dapat dipastikan bahwa alkemis itu tidak akan berhasil.
Tapi di buku ini tercantum bagaimana seseorang bisa memurnikan dan memadatkan pil tampa tungku api.
"Hahaha ternyata buku ini sangat berguna, dan juga aku tidak pernah menyangka ad teknik seperti ini, dan pemurnian tampa tungku ternyata metodenya hampir mirip seperti orang lain, perbedaannya hanyalah dimana seseorang harus menggunakan titik merdiannya saat mengalirkan api yang terbuat dari energi di dalam dantian, juga cara mengontrolnya hanya sedikit berbeda. Baiklah sudahi basa-basi ini, waktunya menjadi alkemis"
"Tapi sebelum itu"
Mo Shen mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya, benda itu adalah sebuah api yang terlihat seperti api biasanya tapi terdapat warna hitam sedikit di tengahnya.
"Heheh tak kusangka aku akan beruntung dapat menemukan Esensi Api ini, walaupun hanya tingkat rendah itu tidak menjadi masalah"
Esensi Api sendiri adalah adalah barang yang sangat langka karena Esensi Api tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui proses yang sangat panjang. Tingkat Esensi Api sendiri terbagi atas.
-rendah
-menengah
-tinggi
-raja
-kaisar
-suci
-dewa
Dan apa yang di dapatkan sebab Mo Shen adalah Esensi Api tingkat rendah yang memiliki terbentuk dari sebuah tempat yang memiliki energi negatif sehingga membuat itu sangat cocok dengan Mo Shen, bahkan Mo Shen dapat membuatnya berevolusi seiring waktu.
"Hahaha walaupun hanya tingkat rendah tapi seiring berjalannya waktu aku akan mencari Esensi Api yang lain agar Esensi Api ini berevolusi, bagaimanapun Esensi Api ini terbentuk dengan energi negatif jadi api inilah yang paling cocok denganku"
__ADS_1
Selain pengetahuan tentang bahan herbal kuno dan pemurnian tampa tungku di Buku Dewa Alkemis Kuno juga terdapat sebuah informasi bahwa dengan memberi makan Esensi Api yang telah diserap dan dijadikan milik kita sendiri maka ia akan berevolusi, dan makanan dari Esensi Api adalah Esensi Api yang lain, bisa itu yang lebih rendah atau yang lebih tinggi tingkatannya, tapi kalau perbedaan tingkat terlalu jauh makan kemungkinan besar Esensi Api milik kita yang akan dimakan oleh dan besar kemungkinan tubuh kita juga akan dibakar sampai menjadi abu.
"Hehehe baiklah jangan buang-buang waktu lagi"
Tanpa ragu-ragu Mo Shen memakan Esensi Api itu, padahal biasanya seorang tidak akan memakan Esensi Api tapi menyerapnya dan memurnikannya secara perlahan-lahan, tapi cara yang dilakukan oleh Mo Shen berbeda.
Mo Shen mendapatkan sebuah informasi dari seorang kenalan dikehidupan sebelumnya bahwa dengan menelan Esensi Api secara langsung dan memurnikannya dari dalam tubuh maka prosesnya akan berjalan lebih cepat, karena itu Mo Shen tanpa ragu memakan Esensi Api itu.
Tapi, dengan memakan Esensi Api makan akan merasakan sakit yang teramat sakit dari dalam tubuhnya. Sekarangpun Mo Shen tengah menahan sakit itu dan mencoba agar tidak berteriak.
Sakit yang dirasakan oleh Mo Shen sekarang ini seperti ia dibakar hidup-hidup tampa bisa melakukan apapun, Mo Lang pun yang melihat tuannya kesakitan hanya bisa melihatnya dengan tatapan cemas, karena ia sudah diperintahkan oleh Mo Shen untuk tidak melakukan apapun selama Mo Shen menyerap Esensi Api.
Dan setelah semalaman penuh menahan panas dari dalam tubuhnya, akhirnya rasa panas itu menghilang dan membuat Mo Shen bernafas lega.
"Hah hah hah, sial rasanya jauh lebih sakit dari yang kubayangkan, ini saja baru api tingkat rendah apa jadinya kalau aku menelan api yang tingkatannya lebih tinggi?"
Karena terlalu lelah Mo Shen sampai ketiduran di lantai, dan saat ia bangun hari sudah mau gelap lagi.
"Hoamm, hmm hari sepertinya sudah mau malam"
Tok tok tok
"Tuan muda, saya ingin mengantarkan makanan anda"
Mo Shen pun memasukkan lagi bahan herbal miliknya yang berserakan di lantai, setelah itu ia membuka pintu kamarnya.
Di depan pintu kamarnya ia melihat seorang pelayan sedang membawakan nampan berisi makanan.
"Masuklah, letakkan di meja saja, aku akan mandi terlebih dahulu"
"Baik tuan, tapi apakah anda tidak apa-apa? Soalnya kemarin aku mengantarkan makanan untuk anda tapi anda tidak menjawab"
"Tidak apa-apa, aku hanya habis melakukan sesuatu"
"Baiklah tuan muda, maafkan ketidaksopanan saya"
Mo Shen hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke kamar mandi, sedangkan pelayan tadi pergi ke sebuah meja yang ada di dalam kamar Mo Shen untuk meletakkan makanannya. Sesampainya di meja itu ia melihat sebuah koin emas di meja itu dan setelah itu terdengar suara Mo Shen dari kamar mandi.
"Untuk koin emas di meja itu kau ambil saja, itu tip yang ku tinggalkan untukmu"
"Terimakasih tuan muda"
Setelah mengucapkan terimakasih pelayan itu langsung mengambil tip nya dan pergi meninggalkan kamar Mo Shen. Dan selepas Mo Shen mandi ia langsung memakan makanannya karena sekarang ini ia sudah merasa lapar dikarenakan belum makan selama seharian.
Setelah makan Mo Shen kembali duduk di lantai dan mengeluarkan lagi bahan-bahan herbal tingkat 1 miliknya.
__ADS_1
"Baiklah sudah saatnya kita membuat pil"