Return Of Great Demon God

Return Of Great Demon God
ch-40 Akhir Dari Pembantaian


__ADS_3

"siapa lagi kau!"


Dengan kesal Mo Shen mengalihkan pandangannya ke asal suara itu. Disana dia melihat seorang pria tua dengan pakaian hanfu serba putih dengan janggut yang panjang serta kumis yang agak panjang juga.


"K-kakek!"


Ternyata pria tua tersebut adalah kultivator terkuat di kekaisaran Dun ini yang juga merupakan kakek dari kaisar Dun Xin Qian yang bernama, Dun Feng. Dun Feng yang sebelumnya berada di ranah Kaisar tingkat 7 kini sudah berada di ranah Kaisar tingkat 9 setelah keluar dari kultivasi tertutupnya selama beberapa tahun ini.


"K-kakek saat ini sudah berada di tingkat ke 9 ranah Kaisar? Sungguh tidak sia-sia kakek melakukan kultivasi tertutup selama bertahun-tahun" ucap Dun Xin Qian dalam hatinya.


Dun Feng mengalihkan pandangannya ke arah Dun Xin Qian yang sedang sekarat saat ini, dapat dilihat dari matanya terpancar amarah yang cukup besar dikarenakan melihat cucunya sendiri sedang sekarat di depan matanya. Tapi ekspresi diwajahnya bukan terlihat kesal melainkan tenang seolah tidak memperdulikan keadaan cucunya sendiri.


"Anak muda bisakah kau melepaskan cucuku? Aku akan memberikan apapun yang kau mau kalau kau mau melepaskan cucuku itu, karena bagaimanapun dia juga adalah kaisar dari kekaisaran ini, tampanya kekaisaran ini akan mengalami kesulitan kedepannya" ucap Dun Feng dengan tenang.


"Bagaimana jika aku menolaknya?" ucap Mo Shen dengan tersenyum sinis.


"Maka akan terjadi pertumpahan darah disini" balas Dun Feng dengan mengeluarkan aura menekan dari tubuhnya.


Merasakan tekanan yang menimpa dipundaknya membuat Mo Shen sedikit tertekan dikarenakan ranah kultivasinya saat ini masih berada di ranah Kaisar tingkat 5 sedangkan untuk ranah Dun Feng adalah ranah Kaisar tingkat 9, tentu saja walaupun Mo Shen dapat melawan kultivator yang berada satu ranah diatasnya akibat dari kekuatan fisiknya dan energi Qi yang ada didalam dirinya tapi tetap saja dikarenakan perbedaan tingkat yang cukup jauh membuat Mo Shen agak tertekan. Tapi bukan Mo Shen namanya kalau tidak arogan, dengan senyum sinis diwajahnya ia menatap tajam Dun Feng dan berkata.


"Heh kau pikir dengan tekanan seringan ini dapat menekanku? Kau salah"


Tampa pikir panjang lagi Mo Shen menerjang ke arah Dun Feng dengan telapak tangannya mengepal erat, setelah Mo Shen sudah cukup dekat dengan Dun Feng ia menggumamkan sesuatu.


"Tinju Iblis Surgawi gerakan kedua: pukulan iblis Menghancurkan Gunung"


BBBUUKKK


Arrrggghh

__ADS_1


Teknik pukulan Mo Shen tersebut tepat mengenai dada Dun Feng sehingga membuatnya terpental jauh sehingga menghantam sebuah tembok, dengan luka yang cukup berat ia mencoba untuk berdiri, kini wajahnya dipenuhi dengan kesakitan ia menatap Mo Shen dengan ekspresi sedikit ketakutan dan berkata dalam hatinya.


"Uhuk uhuk, sial*n sungguh kekuatan yang luar biasa, sulit dipercaya bahwa anak muda ini masih berumur belasan tahun"


Melihat Dun Feng yang masih bisa berdiri setelah dihantam langsung dengan pukulan dari teknik Tinju Iblis Surgawi miliknya membuat Mo Shen agak terkejut, ia pun berkata dalam hatinya.


"Sungguh mengejutkan bahwa ia masih dapat berdiri setelah menerima pukulan itu, yahhh mau bagaimanapun juga kekuatan dari teknik itu belum dapat dikeluarkan sepenuhnya dikarenakan kurangnya kapasitas energi Qi dalam tubuhku"


Dengan seringai yang menyeramkan Mo Shen memandang Dun dan berkata.


"Baiklah orang tua, sekarang aku tidak akan menahan diriku lagi, jadi bersiaplah"


Setelah itu Mo Shen menghilang dari pandangannya dan muncul kembali tepat disamping Dun Feng, segera Dun Feng mengalihkan pandangannya kesamping tapi ia sudah terlambat, pukulan dari Mo Shen sudah tepat berada diwajahnya sehingga membuat Dun Feng terlempar lagi.


Mo Shen terus menerus melakukan hal yang sama sampai akhirnya ia berhenti saat Dun Feng sedang dalam keadaan yang agak sekarat.


"Cuihh membosankan, kukira kau akan membangkitkan sedikit gairah bertarung ku, tapi ternyata kau sama saja dengan mereka semua, sangat lemah" cibir Mo Shen yang saat ini sedang melihat tubuh Dun Feng yang sedang terbaring ditanah.


"Hahhh aku sudah bosan, apakah sudah waktunya untuk mengakhiri candaan ini?" ucap Mo Shen dengan ekspresi bosan diwajahnya.


Ia pun mengalihkan pandangannya ke arah Dun Xin Qian yang sedari tadi hanya tertegun melihat kakeknya yang sebelumnya sangat ia banggakan kini jadi mainan ditangan Mo Shen.


"Haahhh kalau dipikir lagi dengan membunuhnya akan membuat keseimbangan di benua ini akan terguncang juga mungkin Benua Xuanyuan ini akan mengalami kekacauan dikarenakan saat Dun Xin Qian ini mati kekaisaran Dun ini akan diserang oleh kekaisaran lain demi memperluas sumber daya mereka sehingga membuat perjanjian dulu yang pernah dibuat oleh kelima kekaisaran akan tidak berlaku dikarenakan tidak adanya kepemimpinan di sebuah kekaisaran" pikir panjang Mo Shen


Isi dari perjanjian yang dibuat oleh kelima kaisar dari setiap kekaisaran dulu adalah tidak menyerang kekaisaran lain jikalau kekaisaran tersebut masih memiliki pemimpin atau kaisar disana.


"Baiklah demi menjaga keseimbangan Benua Xuanyuan ini aku tidak akan membunuh kalian berdua, tapi lain ceritanya bila itu dengan klan Won, mereka akan tetap musnah dari dunia ini!" ucap Mo Shen dengan lantang.


"T-terima kasih tuan muda k-karena sudah mengampuni nyawa k-kami berdua" ucap Dun Feng yang kini sedang memaksakan dirinya untuk berbicara.

__ADS_1


Sedangkan Dun Xin Qian hanya menghela nafas lega. Dan untuk Won Gungsu ia saat ini tertawa seperti orang gila sembari berkata.


"Hahahahah kalau kau berani membunuhku maka sekte itu tidak akan membiarkanmu berkeliaran dengan mudah"


"Hhhmm?? Apa maksudmu?" ucap Mo Shen dengan bingung.


"Hahaha tentu saja sebuah sekte yang berasal dari alam menengah, karena klan Won kami sudah mendapatkan dukungan dari mereka" ucap Won Gungsu.


"Hoho jadi kau bersekutu dengan sebuah sekte dari alam menengah dengan syarat untuk mencari cara agar menghancurkan penghalang yang memisahkan alam rendah dan alam menengah" ucap Mo Shen yang sepertinya sudah mengerti maksud dari bersekutu dengan sebuah sekte dari alam menengah ini.


"D-dari mana kau tahu rencana itu?" ucap Won Gungsu dengan nada tidak percaya.


"Sudahlah tidak perduli dari mana aku mengetahuinya yang penting sekarang sudah saatnya kau untuk mati" ucap Mo Shen dengan seringai dingin.


Sebenarnya Mo Shen menebak rencana itu dikarenakan rencana tersebut sudah beberapa kali digunakan oleh beberapa sekte dan organisasi di alam dewa kepada penduduk di alam menengah, bahkan ia sendiri sudah pernah melakukan hal tersebut dan mendapatkan sekelompok penyembah dirinya di alam menengah.


"Hmmm saat aku naik ke alam menengah alangkah baiknya aku mengunjungi mereka, siapa tahu mereka akan sedikit berguna bagiku" ucap Mo Shen dalam hatinya.


Ia pun sedikit demi sedikit melangkah maju menuju Won Gungsu diiringi dengan seringai yang menyeramkan diwajahnya.


Melihat Mo Shen mendekatinya membuat wajah Won Gungsu pucat pasi dan dipenuhi dengan ketakutan dalam hatinya, ia dengan terbata-bata berkata.


"J-jangan mendekat, a-apakah kau tidak takut de-dengan sekte d-dari alam menengah?"


Dengan wajah polosnya Mo Shen menjawab.


"Hmmm untuk apa aku takut kepada para keroco itu? Lagi pula mereka tidak dapat kesini dikarenakan penghalang yang memisahkan alam rendah dan alam menengah. Kalaupun ada seseorang yang datang dari sana pasti kekuatannya tidak lebih dari ranah Nirwana"


Mendengar tebakan yang benar dari Mo Shen membuat hati Won Gungsu lebih ketakutan terlebih lagi sepertinya Mo Shen tidak memiliki sedikitpun ketakutan untuk berhadapan dengan kultivator yang berada di ranah Nirwana yang dimana merupakan ranah tertinggi di Benua Xuanyuan saat ini.

__ADS_1


"Ohh iya bukankah aku sudah bisa menggunakan teknik itu"


__ADS_2