
Kini pelatihan Zi Yan telah memasuki tahap kedua dimana ia akan berlatih untuk merasakan energi Qi yang ada disekitarnya sekaligus mempelajari teknik kultivasi yang cocok untuknya.
Dihadapan Zi Yan, terlihat Mo Shen sedang membicarakan sesuatu.
"Baiklah Zi Yan, pertama-tama kamu duduk bersila dulu, lalu coba kamu rasakan energi Qi yang ada di sekitarmu"
Zi Yan pun hanya menuruti permintaan Mo Shen dan mulai duduk bersila sambil memejamkan matanya. Melihat Zi Yan yang telah duduk bermeditasi, Mo Shen hanya tersenyum tipis dan menjauh dari Zi Yan agar tidak menggangu meditasinya.
5 jam pun berlalu Zi Yan yang sebelumnya tengah bermeditasi tiba-tiba saja membuka matanya, diwajahnya terpampang ekspresi kecewa hingga membuat Mo Shen mendekatinya dan bertanya.
"Ada apa Zi Yan? Ekspresi mu terlihat sangat kecewa"
"Guru, sampai saat ini aku belum dapat merasakan sedikitpun energi Qi alam yang ada disekitarku, apakah aku buruk dalam hal kultivasi ini?"
"Hahahaha ternyata soal itu, kamu tidak perlu khawatir Zi Yan karena walaupun orang itu jenius pun ia belum tentu dapat merasakan energi Qi alam dalam beberapa jam saja, jadi janganlah kamu berputus asa"
"Benarkah Guru? Berarti aku bukan orang yang tidak cocok untuk berkultivasi?"
"Yahhh sejak kapan aku berbohong padamu, sudahlah mari kita istirahat makan dulu lalu melanjutkan lagi pelatihan kamu"
"Baik Guru"
Setelah pembicaraan kecil itu Mo Shen dan Zi Yan segera duduk dibawah pohon dan membuka bekal mereka masing-masing, setelah bekal dibuka mereka langsung memakannya dengan lahap tanpa ragu-ragu.
Setelah beberapa menit berlalu mereka berdua telah selesai memakan bekalnya masing-masing Zi Yan kembali melanjutkan meditasinya.
Zi Yan duduk dengan posisi lotus dan menutup matanya untuk memfokuskan diri pada energi Qi yang berada di sekitarnya. Dan kini beberapa jam telah berlalu juga hari telah menunjukkan tanda-tanda akan gelap.
Mo Shen mendekati Zi Yan dan membangunkannya dari meditasi.
"Zi Yan bukalah matamu, hari sudah mau gelap jadi sudah waktunya kita pulang kalau tidak ibumu akan khawatir"
"T-tapi guru aki belum merasakan sedikitpun energi Qi"
"Itu bisa dilanjutkan esok hari, juga jangan terlalu memaksakan dirimu atau itu akan berakibat buruk pada tubuhmu"
"Baik guru"
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu berakhir Mo Shen dan Zi Yan sudah berangkat pulang ke rumah, diperjalanan pulang dapat dilihat kalau Zi Yan sedang murung, melihat muridnya yang sedang murung itu Mo Shen berniat untuk menghiburnya.
"Zi Yan jangan murung begitu, wajar saja bila kamu belum dapat merasakan energi Qi yang ada disekitarmu, karena untuk merasakan energi Qi alam membutuhkan waktu yang lama"
"Tapi guru, aku ingin secepatnya menjadi kuat agar dapat melindungi ibu dan tidak merepotkan guru lagi"
"Hahahaha kamu sungguh muridku yang paling baik"
"Hehehe tentu saja, aku kan adalah murid terbaikmu"
Selepas berbicara dengan Mo Shen, suasana hati Zi Yan yang awalnya murung kembali ceria, dan itu membuat Mo Shen sangat lega.
Mereka terus berjalan dan tidak terasa sudah sampai di gerbang masuk desa, disaat mereka masuk banyak warga desa menyapa Mo Shen dengan penuh hormat.
Mereka menjadi sangat menghormati Mo Shen karena insiden beberapa bulan lalu yang dimana Mo Shen menyelamatkan nyawa mereka semua dari prajurit tuan kota.
Awalnya Mo Shen agak risih dengan penghormatan itu, tapi setelah beberapa bulan berlalu kini ia sudah terbiasa dan hanya bisa menghela nafas panjang.
Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Zi Yun, tanpa ragu-ragu mereka masuk dan disambut hangat oleh Zi Yun yang telah habis memasak untuk mereka.
"Ibu aku pulang"
"Baik bu"
Mereka pun segera duduk di tempat masing-masing dan makan dengan lahap. Setelah selesai makan Zi Yun dan Mo Shen segera merapikan meja dengan membawa piring kotor ke dapur, lalu mereka berkumpul lagi dan membiarkan beberapa pembicaraan kecil.
"Zi Yan bagaimana latihanmu hari ini?"
"Hahh sudah seharian aku bermeditasi tapi belum juga merasakan sedikitpun energi Qi alam"
"Hmmm kalau begitu tetaplah semangat, jadikan rintangan itu untuk menjadi landasan untukmu menjadi lebih kuat, bukankah kamu sudah berjanji pada ibumu ini untuk menjadi kultivator yang kuat?"
"Umu, terimakasih ibu aku akan terus bekerja keras dan menjadi lebih kuat lagi"
"Itu baru anak ibu"
"Heheheh"
__ADS_1
Melihat pembicaraan kecil antara ibu dan anak itu membuat hati Mo Shen agak damai, tapi ia tidak bisa terlena terus dengan kedamaian ini karena ia tahu bahwa musuhnya untuk waktu kedepan akan sangat merepotkannya.
Setelah berbicara sejenak mereka bertiga pun kembali ke kamar masing-masing untuk tidur, tapi untuk Mo Shen ia tidak tidur melainkan bermeditasi untuk menyerap energi Qi disekitarnya sampai pagi.
Keesokan paginya Mo Shen membuka matanya untuk mengakhiri meditasinya, ia pun segera keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang keluarga, disana ia melihat Zi Yan sedang membaca sebuah buku, karena penasaran ia pun mendekati Zi Yan dan berkata.
"Zi Yan buku apa yang sedang kamu baca itu?"
"Ohh ini buku tentang pengetahuan umum guru, ibu menyuruhku untuk mempelajarinya agar aku tidak kesulitan nanti kalau aku akan mengembara"
"Hoho jadi kamu akan menjadi kultivator pengembara?"
"Umu, karena dengan mengembara aku dapat meningkatkan kekuatanku lagi dan lagi hingga akhirnya aku akan menjadi sangat kuat sekuat guru, yahh walaupun agak sedih juga kalau aku harus meninggalkan ibu"
Melihat muridnya yang agak sedih itu Mo Shen hanya tersenyum tipis lalu ia mengelus pelan kepala Zi Yan serta berkata.
"Zi Yan, kamu memiliki tujuan yang sangat bagus, karena dengan menjadi kuat kamu bisa melindungi orang-orang yang kamu cintai, ibumu juga pasti akan mengerti dengan perasaanmu serta aku yakin bahwa ia menginginkan yang terbaik untukmu, jadi jangan bersedih lagi dan tetaplah bersemangat"
Mendengar nasihat gurunya membuat Zi Yan yang awalnya sedih kembali ceria, ia pun mengangguk dengan senyuman diwajahnya sembari berkata.
"Umu, aku akan terus berusaha hingga menjadi sangat kuat agar bisa menjaga ibu dan yang lainnya"
"Baguslah, ayo kita sarapan dulu lalu kita akan melanjutkan lagi pelatihannya"
"Baik guru"
Segera mereka berdua pergi ke meja makan dan sarapan bersama, setelah sarapan Zi Yan berpamitan pada ibunya untuk pergi latihan.
Kini mereka telah sampai di tempat biasanya mereka berlatih dan tanpa basa-basi lagi Zi Yan segera duduk bersila dan memulai meditasinya dan Mo Shen yang hanya mengamati dari bawah pohon sembari menjaga Zi Yan dari serangan Beast yang ada di hutan ini.
Sudah 2 setengah jam berlalu Zi Yan kini semakin memfokuskan dirinya pada meditasi, ia mengingat-ingat kembali nasihat yang diberikan oleh gurunya.
"Zi Yan untuk merasakan energi Qi alam kamu harus sangat fokus sampai-sampai kamu seakan telah menyatu dengan alam itu sendiri"
Zi Yan pun menenangkan lagi hatinya dan mulai menyatu dengan alam dan benar saja setelah melakukan itu hanya dalam sejam Zi Yan telah dapat merasakan beberapa untaian sinar yang berwarna-warni.
Ia pun membuka matanya dan dengan gembira menatap Mo Shen sembari berteriak.
__ADS_1
"Guru aku sudah bisa merasakan beberapa untai energi Qi"