
Dengan kemarahannya yang sudah memuncak, Yan Meng melesat ke arah Mo Shen dengan menggunakan pedangnya berharap akan membunuh Mo Shen.
Melihat itu Mo Shen tersenyum sinis, dengan kultivasinya yang berbeda di ranah Kelahiran tingkat 4 dan 50 tanda naga yang sudah terbuka tidak sulit baginya untuk menahan serangan Yan Meng. Mengangkat satu tangannya dia menahan pedang dari Yan Meng tersebut, melihat kejadian tersebut membuat Yan Meng sedikit ketakutan.
"Apa apaan ini mengapa dia dengan mudah dapat menahan serangan pedangku?" ucap Yan Meng dalam hatinya.
Dia berpikir jarak antara kekuatannya dan Mo Shen hanya sedikit, tapi dia tidak menyangka bahwa kekuatan Mo Shen jauh berbeda di atasnya.
"Hmph, dengan serangan yang lemah ini kau berharap untuk melukaiku" ucap Mo Shen dengan nada menghina.
"Kau salah besar bod*h serangan ini bahkan tidak dapat menggoresku" lanjutannya.
"Cihh jangan terlalu jauh kau bocah, karena tidak lama lagi ayahku akan keluar dari kultivasi tertutupnya" ucap Yan Meng.
"Dan saat itulah dia akan membunuhmu" lanjutannya.
Mendengar itu Mo Shen teringat akan tuan kota sebelumnya yang merupakan ayah dari Yan Meng, yaitu Yan Cun. Sebelum Yan Cun melakukan kultivasi tertutup ia berada di ranah Pemurnian Qi tingkat 9, makanya dia melakukan kultivasi tertutup berharap dapat menerobos ke ranah Kelahiran.
"Ahahahah bahkan jika ayahmu itu menerobos ke ranah Kelahiran dia tidak akan pernah menjadi masalah untukku" ucap Mo Shen dengan tertawa keras.
__ADS_1
"Hmph, kau hanya berbicara omong kosong" balas Yan Meng.
Setelah itu Yan Meng kembali melesat ke arah Mo Shen, dan Mo Shen dengan lincahnya menghindari semua serangan dari Yan Meng sambil mencemooh.
"Hoi hoi yang benar saja kau menjadi tuan kota hanya dengan kekuatan yang lemah seperti ini" cibir Mo Shen.
"Sepertinya kau lebih cocok menjadi pelayan" lanjutannya mencibir.
Yan Meng yang mendengar cibiran tersebut terpancing emosi dan berteriak.
"Bocah sial*n apakah keahlianmu hanya menghindar saja? Kalau berani lawan aku!" ucap Yan Meng dengan berteriak.
...........
Waktu terus berlalu, Mo Shen dan Yan Meng masih bertarung. Tapi, ini bukan pertarungan melainkan Mo Shen yang sedang bermain main dengan Yan Meng
" Hahh aku sudah bosan saatnya mengakhiri pertarungan ini" ucap Mo Shen dengan nada bosan
Mengangkat tinggi pedangnya Mo Shen langsung memotong secara horizontal. Yan Meng dengan sigap ingin menangkis serangan terhadap dengan pedangnya tapi sayang sekali pedang besi Mo Shen tersebut sudah dialiri Qi miliknya sehingga langsung memotong pedang Yan Meng menjadi dua dan melukai dada Yan Meng.
__ADS_1
SSWWWIIINGGG
ARRRGGHHH
"Si-Sial*n mengapa dia bisa memotong pedang ku" ucap Yan Meng yang terkejut.
Keadaan Yan Meng saat ini bisa dibilang tampak menyedihkan, keadaannya saat ini tersungkur di tanah dengan luka di dadanya yang terus-menerus mengeluarkan darah.
"Sial*n kau bisa membunuhku tapi saat itu juga ayahku akan membalas dendam ku kepadamu" ucap Yan Meng dengan nada yang lemah.
"Hahahaha lucu sekali, ayahmu membunuhku? Justru sebaliknya aku yang akan membunuh semua anggota klan mu sekaligus dengan ayahmu yang selalu kau banggakan itu" ucap Mo Shen dengan nada yang menghina.
"Hmph kau hanya mengatakan omong kosong, saat ayahku keluar dari kultivasi tertutupnya dia pasti sudah berada di ranah Kelahiran dan saat itu juga dia akan membunuhmu" ucap Yan Meng dengan percaya dirinya
"Ahahahahah sudahlah saatnya mengakhiri hidupmu" ucap Mo Shen sembari mengangkat pedangnya.
Tapi sebelum pedang Mo Shen mencapai tenggorokan Yan Meng terdengar suara yang kuat berteriak.
"TUNGGUU!!".
__ADS_1